
Xu Chen beberapa hari ini hanya berdiam diri di kamarnya, selain berlatih meningkatkan kultivasi pemuda itu juga merancang rencana penyerangan keluarga Fei dan Xu Qing.
Karena memang Xu Chen masih lemah saat ini, menyerang Keluarga Fei secara terangan-terangan hanya akan membuatnya terbunuh sia-sia, kecuali Xu Chen berkerja sama dengan Kaisar Kegelapan seperti yang mereka lakukan dulu, tapi itu mustahil di lakukan karena saat ini Xu Chen tidak berada di dunia roh.
Satu cara lain yaitu Kaisar Kegelapan merasuki tubuh Xu Chen dan meningkat kekuatan Xu Chen berkali-kali lipat, namun Kaisar Kegelapan tidak ingin melakukannya kecuali saat terdesak, selain bisa membebani tubuh Xu Chen penggunaan berlebihan bisa sampai membuat Xu Chen luka.
Xu Chen mungkin bisa menghadapi Harimau Putih satu lawan satu dan keluar sebagai pemenang, tapi dengan luka tentunya. Selain itu kelurga Fei juga memiliki banyak kultivator yang menjadi penjaga mereka.
Sedangkan untuk menghancurkan Xu Qing, Xu Chen mungkin akan melakukannya diam-diam juga.
Xu Chen tahu betul seberapa kuat Xu Qing pamannya, meski bisa mengalahkannya, tetap saja Xu Qing adalah wali kota, memiliki banyak tentara yang siap kapanpun jika dibutuhkan.
Intinya yang bisa Xu Chen lakukan saat ini adalah penyerangan diam-diam atau masuk dan menghancurkan dari dalam secara perlahan, namun membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Jika Xu Chen memiliki banyak waktu dia tidak segan untuk melakukannya, namun selain mengurus Xu Qing, Keluarga Fei masih ada Kaisar Tang yang harus dia cegah memasuki wilayah Kekaisaran Qin.
Jika ingin melakukan serangan terbuka Xu Chen harus menyiapkan tentara yang cukup, Xu Chen sebenernya memiliki hal itu yakni murid-muridnya di Desa Dalam Kabut, namun memanggil mereka semua membutuhkan waktu dan akan timbul masalah ketika ingin memasuki Kota Sinjin.
"Haih, aku harus bertambah kuat secepatnya!" Xu Chen menghembuskan nafas panjang setelah berpikir cukup lama.
Xu Chen saat ini berada pada ranah Ekspert Bintang Tiga. Jika semua berjalan lancar Xu Chen akan melancarkan aksinya ketika mecapai ranah Ekspert Bintang Lima.
"Apa rencanamu, murid bodoh?" Kaisar Kegelapan tiba-tiba bersuara.
"Huh, aku akan menghancurkan mereka tentunya, tapi ada satu hal yang menggangu."
"Menggangu?" apa maksudmu?" Kaisar Kegelapan mengerutkan keningnya.
"Aura ini sangat menggangu orang-orang di sekitarku. Jika aku mencoba berbaur di kediaman Keluarga Fei atau Kediaman Walikota aku pasti akan ketahuan oleh orang berkemampuan tinggi."
__ADS_1
Xu Chen maksud adalah aura yang dikeluarkan Tubuh Iblis. Berbeda dengan Aura Kematian, aura Tubuh Iblis tidak bisa disembunyikan oleh Xu Chen, aura itu terus memancar dari tubuh Xu Chen dan membuat siapapun yang di dekatnya ketakutan.
Kaisar Kegelapan tersenyum lebar sebelum menjelaskan cara mengontrol aura yang dikeluarkan Tubuh Iblis. Mendengar itu Xu Chen menjadi bersemangat.
Butuh seharian penuh bagi Xu Chen untuk bisa memahami cara mengontrol aura yang dikeluarkan Tubuh Iblis hingga pada akhirnya pemuda itu bisa melakukannya.
Dengan mengontrol Tubuh Iblis, Xu Chen tidak akan seperti sebelumnya terasa berbahaya dan menyeramkan, dia bisa kembali menyamarkan aura keberadaannya seperti sebelumnya, kecuali Xu Chen menghendaki mengeluarkan aura Tubuh Iblis.
"Huhh, aku sekarang kelaparan, tidak kusangka belajar mengontrol Tubuh Iblis menguras energiku," Xu Chen berdiri hendak turun mengisi perut.
Penginapan Bulan Sabit adalah penginapan elit dengan berbagai fasilitas yang mewah serta pelayanan yang memuaskan, jadi Xu Chen tidak perlu mencari restoran di luar untuk makan karena pihak penginapan telah menyediakan restoran yang mewah di lantai bawah.
"Silahkan tuan," seorang pelayan wanita menyodorkan daftar menu pada Xu Chen.
"Berikan aku makanan yang paling mewah," Xu Chen merasa perlu memanjakan lidahnya dengan makanan-makanan enak, karena biasanya pemuda itu hanya memakan daging bakar biasa.
Saat Xu Chen memandang makan yang tersaji di atas meja dengan air liur yang hampir mengalir tidak butuh waktu lama bagi Xu Chen untuk mulai menekan hidangan satu persatu.
Namun tidak lama setelah Xu Chen makan, terlihat sebuah rombongannya memasuki restoran penginapan.
Xu Chen menjadi waspada ketika melihat seorang pemuda bersama tiga orang pria di belakangnya memasuki restoran penginapan.
Pakaian yang di gunakan keempat orang tersebut membuat Xu Chen tidak bisa mendiamkan mereka. Baik si pemuda maupun tiga orang di belakangnya menggunakan penutup wajah berbetuk cadar berwarna merah.
Pakaian yang mereka kenakan terlihat mewah terutama sang pemuda yang mengenakan sutra, yang biasa dipakai para bangsawan.
"Penduduk Kekaisaran Meng? apa yang mereka lakukan di sini?" Xu Chen mengerutkan dahinya.
Wilayah Padang pasir, Meng. Sebuah Kekaisaran yang berdiri di atas padang pasir yang luas, penduduk Meng memiliki pakaian yang khas sehingga tidak sulit mengenali mereka.
__ADS_1
Sekali lihat Xu Chen bisa mengidentifikasi kekuatan mereka berempat. Sang pemuda yang berjalan paling depan memiliki tingkat kultivasi yang umum dimiliki pemuda seusianya, sedangkan tiga pria yang selalu mengikuti di belakang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.
Xu Chen menebak tiga pria yang memiliki kultivasi tinggi adalah pengawal sang pemuda, dari hal itu Xu Chen tahu sang pemuda adalah orang yang penting.
Namun Xu Chen hanya melihat mereka sebentar karena tidak merasa adanya bahaya Xu Chen kembali melanjutkan makanannya yang sempat tertunda.
Disebabkan restoran penginapan telah penuh dengan tamu yang hendak makan, pihak penginapan mulai memanggil para seniman untuk menghibur di atas panggung.
Beberapa gadis dan para pemain musik naik ke atas panggung memamerkan kebolehan yang mereka miliki, menghibur para tamu restoran.
Saat Xu Chen mengira semau akan berjalan tenang, tiba-tiba terdengar suara jeritan perempuan.
Spontan Xu Chen dan semua orang yang berada di restoran menghentikan proses makan mereka sejenak menengok ke arah sumber suara tersebut dan melihat seorang pria yang kira-kira berusia dua puluh tahun memasuki restoran penginapan sambil menarik seorang wanita.
Pemuda itu terlihat menjambak rambut si wanita, menariknya untuk ikut bersamanya tanpa perduli teriakan si wanita yang menangis dan meronta.
"Tuan Muda Wang, kumohon lepaskan aku! Aku sungguh tidak bersalah!" wanita tersebut menangis dan berteriak memohon, tetapi pemuda itu tidak perduli dan menariknya hingga meja penduduk Meng.
"Tuan Muda Wang sungguh kau datang dengan cara yang tidak biasa," pemuda yang duduk di meja tersenyum dibalik cadarnya, "Lihat kau membuat mereka berhenti," pemuda tersebut menunjuk ke arah panggung.
Para penari serta pemain musik memang menghentikan penampilan mereka karena ada keributan yang tidak terduga.
"Maaf Tuan Muda Fang! aku akan mengurusnya!" pemuda yang dipanggil tuan muda Wang meminta maaf.
Pemuda tersebut kemudian memandang kearah panggung dan berseru lantang, "Mengapa berhenti? Cepat hibur Tuan Muda Fang!"
Mendengar perintah tersebut para penari dan pemain musik melanjutkannya penampilan mereka menghibur tamu yang hadir tanpa memperdulikan lagi wanita yang menderita berada di tangan Tuan Wang tersebut.
Sementara Xu Chen melihat kehadiran Tuan Muda Wang dengan dahi yang mengerut, "Wang? sepertinya nama ini tidak asing?"
__ADS_1