Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 58. Kejahilan Xu Chen


__ADS_3

Xu Chen dan Kuo Huo berjalan beberapa saat sebelumnya akhirnya tiba di depan sebuah ruangan besar.


"Tuan Chen di sini ruangan anda!" Kuo Huo mempersilahkan Xu Chen masuk.


Xu Chen mengangguk ringan dan segera masuk ke dalam. Xu Chen bisa melihat ruangan yang ia masuki sangat besar dan mewah dan ada kursi besar dan meja berisi buah-buahan segar tersaji rapi mengarah tepat ke ruangan pelelangan dengan dua wanita cantik di kanan dan kiri yang langsung menyambut Xu Chen ramah.


Kuo Huo melirik sekilas wajah Xu Chen. Berharap puas dengan ruangan yang disediakan khusus untuknya. Namun hasilnya nihil, Kuo Huo tidak menemukan wajah Xu Chen terkejut atau semacamnya. Kuo Huo hanya menemukan wajah datar Xu Chen.


Kuo Huo melirik kepada dua wanita yang telah ia siapkan untuk Xu Chen, "Sehebat apapun tuan Chen, dia hanyalah pemuda yang pasti akan tergoda oleh wanita cantik," batin Kuo Huo.


Mengerti dengan lirikan Kuo Huo kedua wanita berpakaian minim segera menghampiri Xu Chen ingin mengajaknya duduk di kursi yang telah disediakan.


"Namaku Ru Shi, tuan Chen bisa memanggilku Shi'er," Ru Shi tersenyum menggoda ke arah Xu Chen.


"Namaku Qing Shan, tuan Chen bisa memanggilku Shan'er," Qing Shan ikut tersenyum menggoda meskipun senyum keduanya tidak dibalas oleh Xu Chen.


Ru Shi dan Qing Shan menarik tangan Xu Chen dengan pose yang sangat menggoda, memeperlihat sesuatu di dada. Kuo Huo pun tersenyum melihat Xu Chen tidak menolak, "Apa aku bilang dia hanyalah anak muda bisa yang tergoda dengan wanita!" batin Kuo Huo


Namun ketika Ru Shi dan Qing Shan telah menyentuh tangan Xu Chen, tiba-tiba keduanya bahkan Kuo Huo merasakan aura yang membuat mereka semua sesak nafas.


Ru Shi dan Qing Shan jatuh terduduk di lantai sementara Kuo Huo bisa mengatur kembali nafasnya karena ia adalah seorang kultivator Master. Xu Chen juga hanya mengeluarkan sedikit aura Kematian yang hanya bisa menekan orang biasa atau kulitivator ranah Practitioner.


"Jangan pernah menyentuhku!" Xu Chen berkata dingin tanpa memandang Ru Shi dan Qing Shan.


Keduanya menganggukkan kepala dengan cepat karena semakin lama mereka semakin sulit bernafas, "B-baik tuan Chen!"


Xu Chen kembali menarik aura kematian miliknya lalu berjalan ke arah tempat duduk yang disediakan tanpa memperdulikan Kuo Huo.


Melihat reaksi Xu Chen, Kuo Huo sangat kaget "Gawat apakah tuan Chen marah padaku? dan aura apa yang ia keluarkan mengapa bisa membuatku sesak nafas?" Kuo Huo berpikir keras aura yang Xu Chen keluarkan begitu berbeda dan baru pertama kali Kuo Huo rasakan.


Kuo Huo menghampiri Xu Chen yang sudah duduk di kursi besar, "Maaf tuan Chen, mereka hanya menjalankan perintahku aku harap tuan Chen tidak menaruh dendam pada kami?!" Kuo Huo berkata penuh penyesalan.

__ADS_1


"Baiklah," Xu Chen menganggukkan kepalanya ringan, "Kapan pelelangan akan di mulai aku sudah tidak sabar!?" Xu Chen tetap datar.


"Beberapa menit lagi tuan," Kuo Huo melirik Xu Chen, "Baiklah tuan Chen, aku pamit menyambut tamu-tamu yang lain!?"


"Ya."


Mendapat izin dari Xu Chen, Kuo Huo segera meninggalkan ruangan dan bergegas menyambut tamu-tamu penting lainnya.


Sementara Ru Shi dan Qing Shan masih terduduk dengan wajah linglung, bingung harus melakukan apa. Apakah harus menemani tuan Chen yang dingin dan kejam atau segera pergi namun kehilangan pekerjaan.


Kedua saling menatap dan akhirnya memutuskan untuk menemani Xu Chen, Keduanya mendekati Xu Chen dengan seluruh badan yang gemetaran hebat, masih teringat jelas aura yang membuat mereka hampir mati kehabisan nafas.


Xu Chen mengerutkan dahinya melihat Ru Shi dan Qing Shan masih berani menghampirinya, "Apa yang kalian lakukan? bukankah aku sudah mengusir mu?"


"B-belum t-tuan Chen, k-kami a-akan menemani tuan Chen!" Ru Shi mencoba berkata, meskipun bibirnya gemetaran membuat semau yang ia katakan menjadi gagap. Sementara Qing Shan hanya angguk-angguk belum mampu untuk berbicara.


Melihat kedua wanita cantik di depannya begitu ketakutan, Xu Chen tiba-tiba memikirkan sebuah ide, "Apa menemaniku?" Xu Chen meninggikan intonasi suaranya namun tidak membocorkan aura kematian milikinya.


"B-bukan b-begitu tuan...?" belum sempat Ru Shi menyelesaikan ucapannya, Xu Chen kembali menghardik membuat kedua wanita semakin panik dan ketakutan.


"Apa kau ingin mati?" Xu Chen berkata dingin dan wajah datar sambil menatap tajam kearah keduanya.


Mendapati tatapan tajam Xu Chen. Ru Shi dan Qing Shan semakin tidak berdaya.


"Maaf tuan Chen, jangan bunuh kami?" Ru Shi dan Qing Shan berkata kompak dengan air mata yang mulai mengalir.


Karena wajah keduanya yang menunduk dalam, Xu Chen tidak mengetahui kalau keduanya sudah menangis, "Hahaha, jadi mengerjai orang itu sangat menyenangkan. Aku sekarang tahu mengapa Guru sering mengerjaiku!" batin Xu Chen.


Namun sepersekian detik kemudian Xu Chen mendengar isakan dari kedua wanita yang tertunduk di depannya.


"Hiks, hiks, hiks," isakan antara Ru Shi dan Qing Shan saling bersahut-sahutan.

__ADS_1


"Tci, tcih, tcih, lihat apa yang kau lakukan. Kau terlalu berlebihan, murid bodoh!" Kaisar Kegelapan berdecih seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Xu Chen yang tidak pernah menghadapi situasi seperti ini langsung bingung dan panik. Xu Chen tidak tahu apa yang harus di lakukan pada wanita yang sedang menangis apalagi karena ulahnya.


"Hei, jangan menangis atau aku akan membunuhmu!" Xu Chen menakut-nakuti berharap keduanya takut dan diam. Namun dugaan Xu Chen salah, Ru Shi dan Qing Shan memang takut, tetapi tangis mereka lebih menjadi-jadi.


Saat Xu Chen sedang bingung-bingungnya, tiba-tiba Kaisar Kegelapan tertawa lantang, "Hahahaha, kau memang bodoh! baru kali aku melihat seorang mencoba menenangkan gadis yang sedang menangis dengan cara kejam seperti itu," Kaisar Kegelapan tidak habis pikir Xu Chen begitu bodoh soal wanita.


"Guru apa yang harus aku lakukan?" Xu Chen mulai panik, "Bagaimana jika orang lain mendengar tangisannya?" Xu Chen menunjuk ke arah Ru Shi dan Qing Shan.


"Tenanglah! tidak kusangka kau bisa panik juga. Jika ingin menenangkan gadis maka kau harus bersikap lembut," tanpa didanadari Xu Chen, Kaisar Kegelapan tersenyum licik.


Karena tidak pernah tahu soal wanita, Xu Chen hanya menurut kata gurunya dan mencoba menenangkan Ru Shi dan Qing Shan dengan cara lembut.


"Hei, diamlah!" Xu Chen menghampiri keduanya lalu mengangkat kepala Ru Shi dan Qing Shan dengan kedua tangannya.


Namun Xu Chen memasang wajah datar, membuat kedua wanita itu kembali menangis karena berpikir Xu Chen akan melakukan apa-apa.


Sementara Kaisar Kegelapan sudah kembali tertawa, "Apa yang kau lakukan dengan wajah datar itu? tersenyumlah!"


Xu Chen hanya menurut dan tersenyum kecil walaupun dipaksakan.


Ru Shi dan Qing Shan memandang mata biru Xu Chen, entah mengapa mereka tiba-tiba merasakan ketenangan dan tanpa Ru Shi dan Qing Shan sadari tangisan mereka berhenti seketika.


Xu Chen yang melihat kedua wanita didepannya berhenti menangis menghela nafas lega dan tersenyum sungguhan. Senyum manis yang jarang sekali terlihat yang dapat membuat wanita bertekuk lutut.


Ru Shi dan Qing Shan takjub dengan keindahan di depan mata, sampai membuat mulut mereka menganga lebar sebelum akhirnya jatuh pingsan.


"Apa yang terjadi?" tanya Xu Chen bingung.


"Lihatlah, senyuman mu itu lebih menakutkan dari pada muka datar mu sampai membuat anak orang pingsan," Kaisar Kegelapan menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


__ADS_2