Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 30. Pertempuran Berlanjut


__ADS_3

"Siap kau, mengapa kau berada di tubuh Chen?" tanya Yan Yu dengan suara bergetar


Sementara Huang Ho hanya diam mematung, tak ada kata yang keluar dari mulutnya ia hanya ternganga melihat peristiwa itu


Sambil menatap tajam Yan Yu dengan bola mata hitam pekatnya dan suara berat dan berwibawa, Xu Chen berkata, "Tidak penting siapa aku, pemilik tubuh ini sedang dalam bahaya...?"


Belum usai Xu Chen atau sesuatu yang merasuki Xu Chen berkata, tiba-tiba Yan Yu memotong perkataannya "Apa Chen berada dalam bahaya, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" ujar Yan Yu kaget seraya maju menggoncang kembali tubuh Xu Chen, gadis itu sudah tak peduli siapa yang berada di tubuh Xu Chen, yang terpenting baginya saat ini adalah keselamatan Xu Chen


"Berhenti melakukan hal seperti itu gadis bodoh dan jangan memotong saat orang lain berbicara, kau sama saja sepertinya," ujar Kaisar Kegelapan sosok yang mengendalikan tubuh Xu Chen saat ini


Namun Yan Yu tak memperdulikan kata-kata Kaisar Kegelapan, dengan suara yang sedikit meninggi gadis itu berkata, "Hei, aku tidak peduli siapapun kau, kau harus beri tahu aku bahaya apa yang terjadi pada Chen sekarang dan di mana dia berada?"


"Kalian berdua harus memberikan Qi kalian padaku, agar aku bisa menyusulnya," ujar Kaisar Kegelapan serius


"Hei, kau belum menjawab pertanyaanku di mana dia berada?" teriak Yan Yu


Mendapati bentakan seperti itu, Kaisar Kegelapan menatap tajam Yan Yu dan berkata, "Kau jangan banyak bicara dan lakukan apa yang aku katakan, berikan Qi mu jika kau masih ingin pemuda itu selamat"


Mendengar hal itu Yan Yu diam seribu bahasa "Baiklah, Pak Tua Ho mari lakukan bersama," balas Yan Yu singkat


***


Kita kembali lagi ke Pertempuran Xu Chen dan Penyihir


"Itulah yang di sebut sihir," ujar si Penyihir


Xu Chen merapatkan giginya kesal, semau cara telah pemuda itu coba, namun belum ada yang membuahkan hasil yang berarti


"Mari kita lihat, apa sihirmu bisa menghadapi ini," ujar Xu Chen dan segera mengaktifkan Zirah Tempur Kegelapan


Seketika penampilan Xu Chen berubah, bola matanya kini menjadi hitam pekat dengan pupil merah menyala di dahinya muncul tanda aneh, tubuhnya di lapisi Zirah berwarna hitam pekat dengan sedikit garis-garis merah menyala dan juga rambutan berubah menjadi merah seraya melambai lambai bagai bendera kematian


Melihat itu si Penyihir berkata girang, "Hihi, sepertinya kau masih punya beberapa sesuatu yang menarik"


"Kau terlalu banyak bicara," ujar Xu Chen dan maju menyerang Penyihir


Keduanya kembali bertukar serangan, namun ada sesuatu yang berbeda kali ini, Xu Chen dengan permainan Pedangnya berhasil memberikan perlawanan sengit kepada si Penyihir

__ADS_1


Hal ini tak lepas dari Zirah Tempur Kegelapan, tehnik itu membuat segala unsur dari diri Xu Chen meningkat pesat, mulai dari pertahanan hingga serangan semuanya meningkat berkali kali lipat


"Huh, mainan mu itu mulai membuatku kesal!" ujar si Penyihir


Namun Xu Chen tak memperdulikan perkataan si Penyihir, ia kembali mengeluarkan Tarian Mawar Merah. Berbeda dengan saat tadi, kali ini Xu Chen dengan Tarian Mawar Merahnya berhasil membuat si Penyihir kerepotan


Tak menyia-nyiakan kesempatan, Xu Chen segera mengeluarkan Tebasan Ilusi dan berhasil memberikan luka sayatan kecil ke lengan si Penyihir


"Akhh, kulitku yang mulus, kau membuatku marah Pemuda sialan, aku akan membunuhmu kali ini," teriak marah si Penyihir


Seketika, tongkat kayu panjang dengan bentuk aneh muncul di genggaman si Penyihir, tongkat tersebut mengeluarkan aura suram menakutkan, membuat siapapun yang melihatnya akan sulit bernafas hanya dengan auranya saja


Namun berbeda dengan Xu Chen Pemuda itu sama sekali tak terganggu dengan aura tersebut, karena pada dasarnya Xu Chen dan Penyihir tidak jauh beda, sama-sama orang yang berada lain di sisi kehidupan yaitu Kegelapan


Si Penyihir dengan tongkatnya terus menerus melemparkan bola api ke arah Xu Chen, membuat Pemuda itu hanya terus melompat kesana kemari menghindar bola api


Beberapa saat berlalu, serangan bola api si Penyihir semakin beringas membatasi gerak Xu Chen, kini keduanya bertempur dalam kobaran api


Si Penyihir kali ini menciptakan bola api super besar dan melemparkannya ke pada Xu Chen


Karena tak memiliki ruang gerak lagi, mau tidak mau Xu Chen harus menerima serangan bola api super besar milik si Penyihir


"Boommm" ledakan besar terjadi saat bola api super besar milik si Penyihir menghantam tembok tanah yang Xu Chen ciptakan dan kepulan debu memenuhi udara membatasi jarak pandang


Xu Chen kembali bangkit dan memasang kuda-kuda waspada "Uhuk, Uhuk, di mana Penyihir Tua itu," ujar Xu Chen sambil terbatuk ringan


"Bom" dengan tiba-tiba tendangan si Penyihir mendarat tepat di punggung Xu Chen, membuat Pemuda itu terhempas beberapa meter dan berhenti setelah menabrak tembok


"Uhuk" seteguk darah segar keluar dari mulut Xu Chen


"Hihihi, rasakan itu Pemuda sialan! itulah akibat mengatakan aku Tua" ujar si Penyihir puas


Dengan mulut yang masih berdarah, Xu Chen membalas, "Bukankah kau memang sudah tua, tapi entah apa yang kau lakukan untuk mempertahankan wajah muda mu itu"


"Pemuda sialan rasakan ini!" ujar si Penyihir sambil kembali melemparkan bola api ke arah Xu Chen


Mendapati itu Xu Chen mengalirkan lebih banyak Qi ke Pedangnya dan menebas bola api itu hingga hancur dan terpisah

__ADS_1


Namu si Penyihir tak berhenti sampai di situ saja, ia kembali menciptakan bola api besar dan melemparnya ke arah Xu Chen


"Ingin bermain api denganku, baiklah rasakan ini Api Pembakar Malam" ujar Xu Chen dan mengeluarkan Tehnik Pedang Pembantai 'Api Pembakar Malam' dan mengadunya dengan bola api milik si Penyihir


"Bomm" api hitam milik Xu Chen dan bola api besar milik si Penyihir berbenturan dengan ganasnya


Kedua api bertarung di udara beberapa saat, sebelum api hitam milik Xu Chen menelan bola api besar Penyihir, namun ternyata api hitam milik Xu Chen tak berhenti sampai di situ saja, api hitam itu terus melaju dengan ganas ke arah si Penyihir


"Huh," dengus si Penyihir kesal, lalu menciptakan semacam pelindung berbentuk bola dengan ia berada di dalam, hal ini ia lakukan untuk melindungi dirinya dari api hitam Xu Chen


Namun saat api hitam milik Xu Chen bersentuhan dengan pelindung si Penyihir sesuatu yang tak terduga terjadi, api hitam itu dengan perlahan membakar pelindungnya, memaksa si Penyihir pada posisi terdesak


Xu Chen tak berhenti disitu, Pemuda itu kembali membuat segel tangan lalu menciptakan hembusan angin kencang, semakin menambah kobaran api hitam Xu Chen


Didalam pelindungnya si penyihir mendengus kesal, "Cih, Pemuda sialan itu membuatku sangat kesal!"


"Bomm" ledakan energi terjadi dengan dashyatnya, bersamaan dengan itu api hitam Xu Chen padam sedangkan Pemuda itu kembali terlempar menabrak keras dinding


Bersamaan dengan itu juga penampilan si Penyihir berubah, ia terlihat melayang di udara beberapa meter, mengenakan gaun hitam panjang dengan aura kematian yang menyesakan, dan juga seluruh bola matanya berubah menjadi hitam pekat


si Penyihir berkata, "Pemuda sialan, kau-lah yang memaksaku pada kondisi ini"


***


Oh Ya! kalau ada yang bertanya, mengapa Xu Chen selalu melakukan segel tangan sebelum mengeluarkan kekuatan lima elemen dasar?


Karena Xu Chen memang pada dasarnya tak memiliki lima elemen, pemuda itu hanya memiliki elemen gelap


Loh, kalau gitu bagaimana dia bisa melakukan lima elemen?"


Xu Chen hanya merubah Qinya menjadi elemen elemen tertentu dan harus mengeluarkannya dengan tehnik tersebut. (Xu Chen satu satunya orang yang bisa menggunakan lima elemen dasar, tehnik ini di ajarkan oleh gurunya Kaisar Kegelapan)


Lima elemen dasar yakni Api, Air, Tanah, Angin, dan Petir


Xu Chen mode Zirah Tempur Kegelapan


__ADS_1


See You


__ADS_2