Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 93. Ponakan Vs Paman


__ADS_3

"Mengatakan kultivasi seseorang sesaat sebelum bertarung agaknya tidak baik, tapi tenang biarkan aku juga menebak tingkatan kultivasimu." Xu Chen tersenyum lebar dirinya bahkan dengan bangga membusungkan dadanya.


Sementara Xu Qing menaikan alisnya, jelas-jelas seseorang yang memiliki kultivasi lebih rendah tidak bisa membaca tingkat kultivasi yang lebih tinggi, namun Xu Chen mengatakan bisa membaca tingkat kultivasinya, membuat dahinya mengerut.


"Hm, kalau tidak salah kau ada pada ranah Grand Master Bintang Delapan?" Xu Chen tersenyum lebar sementara Xu Qing menahan nafasnya, sesuatu yang dilakukan Xu Chen adalah hal yang mustahil kecuali dia memang mengetahui ranah Xu Qing dan tidak membacanya.


Xu Qing percaya, Xu Chen memang sudah mengetahui tingkatan kultivasi yang dia miliki, tetapi dirinya menjadi waspada karena selama menjadi Walikota Sinjin dirinya menutup diri dari dunia seni bela diri dan tidak ada satupun orang yang mengetahui bahwa dia adalah Kultivator tingkat tinggi di kota Sinjin. Xu Qing hanya tidak tahu Xu Chen mengetahui itu karena bisikan seseorang yakni Kaisar Kegelapan.


"Bagaimana pun caramu mengetahuinya aku tidak peduli! aku akan membunuhmu di sini malam ini!" Xu Qing percaya diri karena perbedaan tingkat kultivasi dirinya dan Xu Chen sangat jauh.


"Hm, begitukah? aku ingin melihatnya!" Xu Chen tersenyum mengejek lalu menarik Pedang Malam Abadi yang memiliki mata pedang yang bersinar terang sementara besi yang berwarna hitam pekat, saat Pedang Malam Abadi keluar dari sarungnya dia mengeluarkan aura Kegelapan yang pekat. Xu Chen lalu menghunuskan Pedang Malam Abadi kearah Xu Qing.


"Dasar anak muda yang tidak tahu dunia," Xu Qing juga ikut menarik pedangnya, sementara Fei Fang menjauh dari keduanya, dirinya tahu akan terjadi pertumpahan darah sebentar lagi.


Xu Chen tersenyum puas di balik topengnya, sudah sejak lama dirinya ingin bertarung dengan orang yang lebih kuat. Bukannya ketakutan seperti kebanyakan, Xu Chen malah terlihat sangat bersemangat, seolah pertempuran adalah sesuatu yang menyenangkan.


Xu Chen memilih mengambil langkah awal lebih dulu, pemuda itu bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Xu Qing sambil menebaskan Pedang Malam Abadi.


Xu Qing tidak tinggal diam melihat itu, meskipun gerakan lawannya cepat tapi dirinya masih bisa dengan jelas melihatnya dan mengantisipasinya.


Hal itu terbukti, Xu Qing menerima tebasan Xu Chen dengan tebasan lainnya, menciptakan percikan api dan bunyi benturan besi yang amat keras.


Xu Chen dan Xu Qing saling berpandangan sesat dan beradu kekuatan sebelum Xu Qing melompat mengambil jarak tiga langkah dari Xu Chen.

__ADS_1


Dari pertukaran serangan singkat itu Xu Qing bisa melihat pedang yang Xu Chen gunakan amat tajam dan berkualitas tinggi.


Xu Qing mengambil kesimpulan seperti itu karena melihat pedangnya yang bisa dibilang berkualitas tinggi juga bisa tergores dalam satu benturan dengan pedang milik Xu Chen.


Xu Qing melirik pedang di tangannya sebelum mengalihkan pandangannya pada Xu Chen, "Sepertinya aku terlalu meremehkanmu, baiklah sekarang aku akan mulai lebih serius!" setelah berkata seperti itu, Xu Qing memasang kuda-kuda andalannya.


"Baiklah, aku menantikan pertempuran yang seru!" Xu Chen masih terlihat santai namun dari gerak tubuhnya, sepertinya pemuda itu bersiap menggunakan salah satu tehnik tingkat tinggi.


Bagaimana pun Xu Chen tidak pernah meremehkan lawannya apalagi Xu Qing yang memiliki tingkatan kultivasi yang lebih tinggi darinya.


Xu Chen dan Xu Qing bergerak hampir bersamaan saat maju menerjang lawan, keduanya bertemu tepat di tengah-tengah jarak mereka sebelumnya, lalu mulai menampilkan duel yang apik,


Xu Qing mulai mengeluarkan gerakan-gerakan rumit, langkah kaki maupun ayunan pedang, gerakan yang dikeluarkannya juga begitu cepat dan mematikan.


Xu Chen hanya bertahan menghadapi serangan-serangan yang Xu Qing lancarkan, gerakan Xu Qing yang rapat membuatnya kesulitan menemukan celah untuk serangan balik, namun meski begitu Xu Chen tidak putus asa, dia masih mencoba mempelajari pola gerak Xu Qing yang rumit.


Entah karena terlalu lama bersantai atau hal lain yang pasti Xu Qing berhasil mendaratkan satu tebasan pada Xu Chen, memaksa pemuda itu mundur beberapa langkah, namun beruntung tebasan pedang Xu Qing tidak membuatnya terluka hanya sedikit sobek pada pakaian yang dia kenakan.


'Wah, tubuh iblis ini memang seperti apa yang dikatakan, sangat kuat!'


"Huh, aku pikir kau memiliki kemampuan teryata kau benar-benar bermulut besar," Xu Qing mencibir Xu Chen, namun dalam hatinya Xu Qing heran karena serangan yang dia daratkan tidak memberikan luka pada Xu Chen, padahal dirinya telah mengalirkan cukup banyak Qi untuk membuat luka yang cukup parah pada targetnya.


"Kuakui kau beberapa orang yang bisa melakukan hal ini padaku, namun tenanglah aku tidak akan membiarkan duel ini membosankan," Xu Chen memasang kuda-kuda tehnik Tiga Tarian Sang Dewi.

__ADS_1


"Tarian Ilusi."


Gerakan Xu Chen berubah menjadi lebih mematikan dari sebelumnya, koordinasi antara tubuh dan pedangnya sangat gesit, gerakan Xu Chen juga sangat cepat bahkan orang yang melihatnya bagaikan melihat dua Xu Chen, yakni ilusi.


Xu Qing menaikan alisnya, dirinya tidak menduga teryata lawannya belum mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, padahal beberapa menit yang lalu dirinya yakin bisa menghabisi Xu Chen meski agak merepotkan, namun sekarang dia berpikir ulang, setidaknya untuk mengalahkan Xu Chen dia akan menderita luka yang cukup parah juga, kehilangan satu lengan atau kaku bukan hak yang mustahil.


Beberapa saat berlalu, Xu Chen dan Xu Qing saling bertukar jurus yang terbaik yang mereka miliki, namun dari kelihatannya Xu Chen lebih unggul sementara Xu Qing bertahan namun sesekali balas menyerang.


Kultivasi dan pengalamannya membuat dirinya bisa mengimbangi Tehnik Tiga Tarian Sang Dewi, padahal tehnik itu dikenal mematikan di dunia lain. Jika bukan karena semua itu sudah dipastikan Xu Qing bisa tumbang tidak kurang dari belasan jurus.


Xu Qing masih bisa mengimbangi Xu Chen sebelum merasakan sesuatu aura aneh yang tidak pernah dirasakannya semenjak karirnya dalam dunia seni bela diri menekan tubuhnya serta memberikan rasa resah dan putus asa dalam hatinya.


Xu Qing tahu aura aneh itu berasal dari lawannya. Jadi dirinya memilih mengambil jarak dari Xu Chen, berharap tekanan aneh dan perasaan itu hilang, namun Xu Qing tidak menemukan hasil yang dia harapkan.


Setelah mengambil jarak lagi, aura itu bukannya menghilang malahan semakin bertambah, tubuhnya serasa kaku sulit digerakkan lalu diikuti dengan nafas yang terasa sesak, seolah udara menolak untuk mendekatinya, dan sesuatu yang paling mengganggu yakni perasaan takut yang luar biasa yang entah datang dari mana.


Xu Qing sebenarnya tidak takut atau gentar sama sekali menghadapi Xu Chen, namun entah mengapa hatinya berkata lain, dua coba mengendalikannya tetapi tidak bisa.


"Sihir apa yang kau gunakan padaku?" Xu Qing berkata sedikit dingin, dirinya kini lebih serius dalam menghadapi Xu Chen.


"Bukan sihir, tetapi hanya dua gabungan aura. Aku yakin kau tidak akan mengetahuinya," Xu Chen menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecil kepada Xu Qing.


...*****...

__ADS_1


Hai, Chandra Ginting disini, saya meminta untuk meninggalkan like disetiap Chapter yang kalian baca dan selalu Vote Legend Of Darknes.


__ADS_2