
Kaisar Kegelapan dan si Penyihir kaget melihat aksi Xu Chen yang tiba-tiba itu, bahkan si Penyihir mengira kalau dia akan segera mati, sangat terkejut dengan hal itu "Apa aku sedang bermimpi?" pikirnya
Tak mengerti dengan apa yang dilakukan Muridnya, Kaisar Kegelapan segera bertanya, "Apa yang kau lakukan anak bodoh? kau tidak boleh mengasihani musuh mu saat bertarung!"
Xu Chen mengalihkan pandangannya ke Gurunya "Tidak Guru! Sejak awal dia bukan musuhku, aku hanya ingin keluar dari desa terkutuk itu tanpa ingin melukai siapapun," balas Xu Chen
"Terserahlah kau-lah! anak bodoh," ujar Kaisar Kegelapan sambil mendengus kesal "Sekarang apa yang ingn kau lakukan?" lanjutnya
"Aku akan memulihkan Penyihir Tua ini dahulu, lalu mencari cara menghancurkan kutukan!" ujar Xu Chen sambil menunjuk ke arah si Penyihir
Mendengar hal itu Kaisar Kegelapan segera memasang sering lebar "Jika satu-satunya cara menghancurkan kutukan adalah membunuh Penyihir Tua itu, apa yang akan kau lakukan?"
Xu Chen mengalihkan pandangannya sesaat ke si Penyihir lalu ke Gurunya lagi, lalu Pemuda itu sedikit menjauh agar pembicaraannya tidak terdengar "Aku tahu dia tidak bersalah! orang-orang desa itulah yang membunuh anaknya, dia hanya melakukan apa yang harus dia lakukan, pada dasarnya aku dan dia tidak bedah jauh..." terselip kesedihan dalam kata-kata Pemuda itu
"...Namun jika membunuhnya adalah satu-satunya jalan, aku Xu Chen dengan tegas menyatakan, akan melakukan apapun membunuh bahkan cara kotor atau yang lainnya untuk mencapai tujuanku, balas dendam," berkata dengan tegas dan berapi-api
Tawa Kaisar Kegelapan pecah saat mendengar kata-kata Muridnya itu "Hahaha! kau begitu bersemangat anak bodoh! Baiklah.. aku akan mengikuti caramu!"
Xu Chen tak menjawab hanya menggunakan kepalanya lalu kembali menghampiri si Penyihir "Bisakah kau duduk? aku akan memulihkan sedikit luka-luka mu!" ujar Xu Chen yang dan di balas anggukkan oleh si Penyihir lalu duduk sesuai perintah Xu Chen
Xu Chen mengalirkan Qi Murninya (Qi yang belum ia rubah menjadi Qi Gelap) ke tubuh si Penyihir melalui punggungnya, perlahan luka-luka yang ia derita sembuh dan penampilannya pun perlahan mulai membaik (Kembali muda)
"Qi-mu sangat murni dan unik! aku baru pertama kali merasakan Qi seperti ini, rasanya sangat menyegarkan dan nyamanan!" ujar si Penyihir mencoba membuka obrolan
"Guruku yang mengajarkannya," balas Xu Chen singkat sambil melirik kembali ke Kaisar Kegelapan yang sedang berdiri memandanginya dari jauh
Si Penyihir ikut melirik Kaisar Kegelapan "Gurumu orang yang sangat hebat! dia bisa mengimbangi ku saat kekuatanku jauh lebih kuat"
"Ya! dia orang yang sangat hebat, tetapi kekuatannya yang saat ini hanya secuil dari kekuatannya yang sebenarnya, hanya saja ada suatu alasan yang membuat kekuatannya berkurang," balas Xu Chen sedikit mengoreksi perkataan si Penyihir
__ADS_1
"Benarkah? jika seperti itu aku tidak bisa membayangkan kekuatannya yang sebenarnya!"
Xu Chen tak menjawab lebih jauh, Pemuda itu hanya menggunakan kepalanya membenarkan perkataan si Penyihir. Setelah hening beberapa saat si Penyihir kembali buka suara, "Mengapa kau melakukan ini? bukankah kau harusnya membunuhku untuk menghancurkan kutukan?" tanyanya bingung
Xu Chen yang mengerti dengan kebingungan si Penyihir segera membalas singkat, "Aku punya alasan!"
"Hmm, sudah kuduga kau tidak akan memberitahukannya! tapi aku dengar tadi kau mengatakan kita sama! apa maksudnya?" tanya kembali si Penyihir masih mengulik alasan Xu Chen
"Aku mempunyai dendam juga! yang harus di balas sama sepertimu," meskipun berkata santai tetapi terlihat amarah dalam mata pemuda itu
"Dendam? kau masih sangat muda, tetapi sudah mempunyai dendam? apa itu soal wanita?" tanya bingung si Penyihir
"Lukamu sudah membaik! meskipun belum terlalu pulih, tetapi kau sudah bisa beraktivitas seperti biasa, istirahatlah sebentar lalu beri tahu aku cara mematahkan kutukan," balas Xu Chen tak ingin membahas tentang keluarganya
"Terimakasih! mengenai kutukan aku akan memberikan mantra kutukan itu kepadamu dan kau bisa mematahkan kutukan desa itu"
"Ya," balas singkat Xu Chen
Pemuda itu menggunakan kepalanya sopan "Baiklah, Terimahkasih untukmu! aku akan Guruku akan segera pergi dari sini!" ujar Xu Chen sambil menatap si Penyihir penuh makna
Mengerti dengan tatapan yang di berikan Xu Chen, si Penyihir segera berkata, "Aku akan membuatkan portal dimensi untuk keluar dari alam ini, tetapi aku membutuhkan waktu beberapa untuk membuat itu, tetapi jika kau dan Gurumu membantuku mungkin itu bisa mempersingkat waktu!"
"Baiklah, bagaimana caranya!" balas Xu Chen bingung
"Cukup alirkan sesuatu yang kalian sebut Qi!"
"Baiklah!" balas Xu Chen dan segera berjalan ke arah Gurunya, namun tiba-tiba si Penyihir memegang tangannya
"Sebelum itu, aku akan menurunkan ilmu ku padamu, mungkin itu bisa membantu untuk balas dendam mu!" ujar si Penyihir sambil menatap mata Xu Chen khidmat
__ADS_1
Xu Chen melirik ke arah Gurunya sesaat lalu mengalihkan kembali pandangannya "Tidak, itu tidak perlu aku sudah memiliki Guru yang sangat hebat," balasnya yakin
Mendapat tolakan dari Xu Chen terlihat jelas kekecewaan di mata si Penyihir, namun apa daya ia tak bisa memaksakan kehendaknya "Jujur aku sangat kecewa! aku pikir suatu keberuntungan bisa menurunkan ilmu ku pada Pemuda hebat sepertimu, tapi semua kembali padamu. Kau sangat menghormati Gurumu dan aku menghormati itu" si Penyihir melepaskan genggamannya dari Xu Chen dan Pemuda itu segera menghampiri Gurunya
Si Penyihir memandangi Xu Chen dari jauh dan bergumam kecil, "Hatimu sangat baik, semoga kau dapat meraih apapun yang kau inginkan"
Beberapa saat berlalu, kini portal dimensi yang di maksud si Penyihir telah jadi dan siap di gunakan "Anak muda ini saatnya,"
"Ya," balas Xu Chen singkat, lalu ia dan Gurunya memasuki portal perlahan dan memandang keluar dengan senyumman
***
"Bagaimana ini? beberapa menit lagi tengah malam apa yang harus aku lakukan?" ujar Yan Yu dengan air mata yang telah membasahi pipinya. Terlihat mata gadis itu telah memerah kerena telah menangis dalam waktu yang lumayan lama
Huang Hu kali ini sudah tak berkata-kata lagi, ia sudah kehabisan cara untuk menenangkan Yan Yu, ia juga memaklumi hal itu. karena tak bisa dipungkiri Xu Chen sudah tak kembali dalam waktu yang lama dan sebentar lagi jika Pemuda itu tak kembali, maka ia akan hilang selama-lamanya
"Hei kau, jika Chen tak kembali aku akan menghancurkan desa ini," ujar Yan Yu marah, gadis itu bahkan mulai melampiaskan kemarahan pada benda-benda di sekitarnya, memukul tanah, pohon, dan lain lain
Setelah puas melampiaskan amarahnya, Yan Yi kembali menghampiri tubuh Xu Chen yang sedang terduduk kaku
"Hei Chen, jika kau tak kembali aku akan terjebak di desa ini selamanya. Haah, entahlah apa yang harus aku lakukan sekarang?" ujar Yan Yu
"Lihatlah bintang malam ini sangat indah! jika kau sadar mungkin kau akan membentak dan memarahi ku lagi,"
Saat Yan Yu masih memeluk Xu Chen dan curhat tak jelas, tiba-tiba suara yang akrab mengngagetkannya "Hei kau tahu kan aku tak suka di peluk!"
***
**Vote Vote Vote Vote dan Like Like Komen
__ADS_1
See You**