Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 70. Rencana Xu Chen


__ADS_3

Kini pria bandit dikepung oleh empat orang anggota Naga Biru ranah Ekspert termasuk Nian Zhen. Mereka melakukan itu kerena rekan mereka Xiao Xun berhasil di bunuh hanya beberapa gerakan oleh pria bandit.


Nian Zhen dan lainnya kini memandang pria bandit dengan tatapan yang berbeda, tidak ada lagi yang berani meremehkan kemampuannya setelah melihat pria bandit mengalahkan bahkan membunuh salah satu rekan mereka.


Nian Zhen menginstruksikan kepada tiga anggota Naga Biru yang tersisa untuk waspada karena melihat pria bandit masih tetap tenaga ketika berada dalam kepungan mereka.


Nian Zhen memilih maju pertama kali, sebab tidak ada dari mereka yang berani menyerang pria bandit lebih dulu. Nian Zhen maju dengan menghunuskan pedangnya kedepan.


Pria bandit mendapati itu tidak tinggal diam, saat pedang Nian Zhen tinggal beberapa senti dari tubuhnya, dia bergerak cepat hinggah tidak di sadari Nian Zhen atau yang lainnya, pria bandit telah berada tepat di belakang Nian Zhen.


"Sejak kapan!" Nian Zhen sangat yakin beberapa detik yang lalu pria bandit masih ada di hadapannya.


Nian Zhen kemudian memutar tubuhnya beserta pedangnya, namun semua sudah terlambat pukulan pria bandit berhasil mendarat di dagunya bahkan sampai membuat dia terlempar beberapa meter di udara.


Pria bandit tidak berhenti sampai di situ saja, saat Nian Zhen melayang di udara hendak jatuh pria bandit kembali menendang punggung Nian Zhen sampai terlepar ke udara lebih tinggi dari sebelumnya.


Pria bandit kemudian melompat tinggi ke udara hinggah menyamai ketinggian Nian Zhen, kemudian pria bandit tersebut memukul tepat perut Nian Zhen hinggah terlempar ke tanah dengan keras, bahkan menciptakan kawah yang lumayan dengan Nian Zhen terbaring lemas di tengah.


Saat Nian Zhen berpikir pria bandit akan menghentikan serangannya, tiba-tiba dia melihat kobaran api jatuh dari udara menuju tempat kearahnya.


Nian Zhen dengan cepat menciptakan pelindung Qi untuk melindungi tubuhnya dari kobaran api. Namun ketika kobaran api bersentuhan dengan pelindung Qi yang dia ciptakan, tiba-tiba kobaran api menghilang tidak berbekas.


Saat Nian Zhen masih kebingungan, pria bandit tiba-tiba kembali muncul di belakangnya membuat Nian Zhen terkejut setengah mati. Setahunya tidak mudah untuk menggancurkan pelindung yang dia buat, namun ketiak Nian Zhen memeriksa pelindungnya, pelindung tersebut masih utuh tidak tergores sedikitpun.


Namun Nian Zhen terlalu banyak berpikir hinggah tidak sadar tendangan kembali menghantam wajahnya, membuatnya terlebar sampai menabrak salah satu anggota Naga Biru.


"Sialan kau! mengapa hanya menonton? cepat bantu aku." Nian Zhen mengumpat kesal pada anggota Naga Biru.

__ADS_1


Nian Zhen sudah tidak bisa menahan amarahnya pada anggota Naga Biru sebab sedari tadi mereka hanya diam menyaksikan pertempurannya dengan pria bandit.


Ketiga anggota Naga Biru mengumpat kesal, meskipun Nian Zhen adalah tangan kanan Qin Wei-Quo, tetapi tidak berhak untuk memarahi mereka seperti itu. Organisasi Naga Biru memang memiliki kesombongan tinggi, mereka mengaggap memiliki kasta yang tinggi sebab hanya melayani Keluarga Kekaisaran.


Ketiga anggota Naga Biru saling berpandangan sejenak, mereka sudah menyaksikan kekejaman pria bandit saat menghajar Nian Zhen. Mereka menilai bahwa sebenarnya pria bandit mampu menghabisi Nian Zhen ketika serangan pertama, namun sengaja menghajar sedemikian rupa untuk membuatnya tersiksa.


"Persetan dengan dia. Saudaraku maju bersama balas kan dendam Xiao Xun," teriak seorang anggota Naga Biru kepada rekannya.


Mereka berempat kemudian menu bersama dari satu arah yang sama, sementara Nian Zhen sedang memulihkan luka-lukanya.


"Sepertinya aku mengalami luka dalam yang cukup parah," ucap Nian Zhen saat seteguk darah segar keluar dari mulutnya.


Pria bandit hanya tersenyum ringan melihat tiga orang maju ke arahnya, "Sebenarnya aku hanya ingin menggertak lalu pergi, namun sudah sejauh ini lebih baik aku menghabisi beberapa lagi lalu pergi," batin pria bandit.


Pria bandit menatap salah satu anggota Naga Biru yang berlari paling cepat ke arahnya. Karena larinya cepat maka dia yang paling depan dari kedua rekannya.


Namun hal yang tidak terduga olehnya terjadi. Pria bandit dengan cepat melompat ke tombak anggota Naga Biru lalu menendang kepala anggota Naga Biru tersebut seperti menendang bola, hinggah terlempar beberapa meter.


Pria bandit tidak berhenti sampai disitu, dia melempar tombak yang dia rebut kepada anggota Naga Biru yang terlempar tadi hinggah menancap tepat di jantungnya dan menancap di batang pohon.


Kini tinggal tersisa dua anggota Naga Biru yang bergetar ketakutan. Mereka sama sekali tidak melihat gerakan-gerakan pria bandit, mereka hanya menyadari salah satu anggota mereka tiba-tiba tertancap di batang pohon.


Sementara Nian Zhen menahan nafas melihat aksi pria bandit, dia tidak pernah mengira akan berhadapan dengan seseorang seperti pria bandit. Yang dikhawatirkan Nian Zhen satu. Jika tidak berhasil menjaga Qin Wei-Quo atau terjadi sesuatu pada Qin Wei-Quo maka seluruh keluarganya akan dibantai. Nian Zhen sebenarnya ingin membantu, tetapi dia mengalami luka dalam yang serius setelah di hajar habis-habisan oleh pria bandit.


Qin Wei-Quo melihat hampir seluruh bawahannya di bantai hanya mendengkus kesal serta memaki-maki bawahannya yang lemah, dia sama sekali tidak peduli dengan nyawa yang hilang.


Dua anggota Naga Biru saling berpandangan. Meskipun mereka adalah organisasi elit, tetapi tetap saja terlihat ketakutan di mata mereka.

__ADS_1


Pria bandit tidak menyia-nyiakan itu, dia tidak menunggu dua anggota Naga Biru menyerang.


"Fokuslah pada musuhmu saat bertarung," pria bandit sedikit berteriak.


"Slash."


Pria bandit menebas kepala dua anggota Naga Biru sekaligus sebelum hilang dari pandangan Nian Zhen dan Qin Wei-Quo.


"Kemana dia pergi?" Qin Wei-Quo dan Nian Zhen berkata nyaris bersamaan, terutama Nian Zhen yang paling memikirkannya.


Nian Zhen yakin jika pria bandit ingin menghabisi mereka semua maka sudah sedari tadi mereka tidak melihat dunia. Yang menjadi tanda tanya besar dalam pikiran Nian Zhen adalah tujuan pria bandit, apakah benar hanya ingin wanita yang dia cari atau untuk suatu tujuan lain.


"Hei, Zhen apa yang kau lakukan? mengapa membiarkannya pergi dengan mudah?" lamunan Nian Zhen dihentikan dengan bentakan Qin Wei-Quo.


Nian Zhen berdiri lalu menghampiri Qin Wei-Quo dengan tertatih-tatih seraya memegang bagian dadanya yang terlihat kesakitan.


"Maaf pangeran, tetapi dia sangat kuat, dia bisa menghabisi beberapa anggota kita dengan mudah. Lolos darinya bahkan suatu keajaiban untuk kita."


Qin Wei-Quo mendengkus kesal lalu mengajak Hui Yin untuk masuk ke dalam tendanya. Nian Zhen memandangi mereka tanpa ekspresi.


Sementara pria bandit terus melompat dari pohon kepohon lain dengan cepat, menandakan ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi.


"Hehehe, rencana berhasil, aku sudah punya mata dan telinga di istana Kekaisaran. Sekarang tinggal menunggu waktu untuk menghabisi mereka sedikit demi sedikit," ucapan pria bandit diakhiri dengan tawa yang lantang.


Pria bandit tersebut tidak lain adalah Xu Chen yang menyamar, sedangkan wanitanya adalah Hui Yin murid Xu Chen.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2