
"Aku datang mencari ikan kecil malah mendapatkan ikan besar, sepertinya takdir membantuku."
Xu Chen tidak akan pernah melupakan Keluarga Fei, karena mereka adalah salah satu keluarga yang ikut menyerang hinggah menghabisi Keluarga Xu.
"Harimau Putih nama anda begitu besar dalam dunia bela diri, aku sangat menghormatimu! namun jika kau menghalangi, aku tidak akan segan-segan!" ucap Xu Chen sungguh-sungguh.
Feng Shui menaikan alisnya.
Tidak hanya Feng Shui yang bisa mendengar perkataan Xu Chen melainkan semua orang yang berada di Penginapan Bulan Sabit.
"Hah, apa aku tidak salah dengar? meskipun pemuda itu memiliki aura yang menakutkan, tetapi menantang sosok seperti Harimau Putih adalah kebodohan."
"Ya, kau benar! selain aura, aku juga tidak bisa membaca tingkat kultivasi pemuda itu, tapi tetap saja aku sependapat denganmu."
"Sepertinya ini akhir hidup dari pemuda itu."
Banyak orang yang sudah merasakan aura Xu Chen mengakui bahwa Xu Chen bukan orang yang sembarangan, namun jika dibandingkan dengan Feng Shui atau lebih dikenal dengan Harimau Putih, Xu Chen masih tidak sebanding.
Masalahnya mereka pikir umur Xu Chen dua puluh tahun atau lebih, mereka tidak tahu umur Xu Chen baru tujuh belas tahun, tidak akan terbayang bagaimana ekspresi mereka jika tahu yang sebenarnya.
Feng Shui atau yang diberi julukan Harimau Putih adalah tokoh kuat di Kekaisaran Qin yang berhasil masuk dalam jajaran lima puluh Kultivator terkuat di kekaisaran Qin, mungkin Feng Shui atau Harimau Putih masuk dalam tiga puluh besar.
"Huh, kuakui kau Kultivator muda paling berbakat yang pernah kutemui, mungkin beberapa tahun lagi namamu akan besar bahkan menyaingi ku," Feng Shui memuji.
Xu Chen hanya tersenyum ringan tidak merespon lebih jauh.
"Namun jika kau begitu sombong bahkan menantang sosok sepertiku," Feng Shui mendengkus pelan, "Aku pastikan ajal akan menemuimu lebih cepat."
Feng Shui dan Xu Chen saling memandang sebelum akhirnya memutuskan beradu aura.
Feng Shui melepaskan aura Master Bintang Tujuh membuat sesak nafas orang-orang di sekitarnya.
Tak mau kalah, Xu Chen melepaskan aura Master Bintang Dua, pemuda itu tahu tidak bisa hanya mengandalkan aura Masternya.
__ADS_1
Xu Chen kemudian mengeluarkan Aura Kematian lalu di padukan Aura Tubuh Iblis. Ketiga aura Xu Chen saling menyatu menciptakan sebuah teritori hitam di sekitar Xu Chen.
Feng Shui tidak bisa memungkiri aura Xu Chen bisa menekannya bahkan membuat sesak nafas.
Sementara itu orang-orang di Penginapan Bulan Sabit yang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan aura yang dihasilkan dari pertarungan aura Xu Chen dan aura Feng Shui jatuh pingsan, termasuk pria berpakaian sutra sekeluarga.
Orang-orang yang masih bisa bertahan dari pertempuran aura tersebut memilih menjauh, ada yang meninggalkan Penginapan Bulan Sabit, dan ada juga yang bertahan untuk menyaksikan pertempuran antara Feng Shui dan Xu Chen lebih jauh.
"Aura yang mereka berdua keluarkan sangat luar bisa menekan, jika aku tidak segera menjauh aku yakin akan kehilangan kesadaran."
"Aku juga merasakannya, namun aku merasa pemuda itu jauh lebih berbahaya."
Orang-orang yang memilih menyaksikan Xu Chen dan Feng Shui yang bertarung aura mulai mengeluarkan komentar yang beragam, ada dari mereka yang menyayangkan kejadian itu dan sebaliknya.
Setelah beberapa saat beradu aura, Feng Shui menarik kembali semua auranya kerena tidak mampu beradu dengan Xu Chen lebih jauh.
Feng Shui terpaksa menarik auranya kerena merasakan tubuhnya semakin lama semakin berat seperti sesuatu menindih bahunya.
Tapi yang terpenting Feng Shui merasakan aura aneh berbeda yang di keluarkan Xu Chen membuatnya bergidik ngeri.
"Kau, siapa namamu?" Feng Shui menaikan alisnya, kini cara pandang Feng Shui terhadap Xu Chen berbeda.
Bagi tokoh yang memiliki gelar seperti Feng Shui bertarung dengan junior seperti Xu Chen adalah hal yang tidak terhormat, apalagi Feng Shui merasakan Xu Chen berbahaya, membuat sosok Xu Chen semakin misterius.
Jadi Feng Shui sebisa mungkin menghindari bertarung dengan Xu Chen apalagi di tengah keramaian seperti ini.
"Nama junior ini Xian Chen dari Ibukota," Xu Chen memandang Feng Shui tanpa rasa takut.
"Xian? aku tidak pernah mendengarnya," Feng Shui menaikan alisnya.
Xu Chen hanya terkekeh pelan saat melihat Feng Shui kebingungan, karena marga Xian memang tidak pernah ada di Ibukota atau Kekaisaran Qin itu hanyalah bualan Xu Chen. Jadi mustahil bagi Feng Shui untuk mengetahuinya.
Sebenarnya apa yang Feng Shui pikirkan itu hal umum yang diketahui para Kultivator. Feng Shui pikir Xu Chen berasal dari keluarga ternama atau bagian dari suatu sekte besar karena memiliki kemampuan yang tinggi diusia yang begitu muda.
__ADS_1
"Kuakui auramu begitu kuat bahkan bisa menekanku, meski aku tidak tahu apa itu tapi aku yakin itu tidaklah sederhana," Feng Shui menganalisa.
Xu Chen hanya tersenyum canggung karena semua yang Feng Shui katakan adalah kebenaran, "Senior terlalu memuji," Xu Chen merendah.
Feng Shui hanya tersenyum ringan, namun sebenarnya pikirannya sedang kacau saat ini. Feng Shui terus memikirkan siapa Xu Chen sebenarnya atau mencoba
"Senior aku harap kau mengeri!" Xu Chen kembali melirik pria berpakaian sutra yang sedang terbaring kaku di lantai, kehilangan kesadaran karena aura Xu Chen dan Feng Shui.
"Baiklah, aku akan membawanya pergi dari sini, mengenai persoalan pembayaran kau tidak perlu. Menginaplah sesukamu di Penginapan ini."
Xu Chen menaikan alisnya, "Huh, maksud senior?"
Feng Shui terkekeh pelan lalu menjelaskan bahwa Penginapan Bulan Sabit adalah miliki dari Keluarga Fei, jadi Xu Chen bisa menggunakannya.
Xu Chen menganggukkan kepalanya mengerti.
Didalam seni bela diri seorang yang memiliki kekuatan akan dihormati begitu juga sebaliknya, seperti halnya Feng Shui, dia dihormati bukan hanya di dunia bela diri namun juga dalam Keluarga Fei.
Feng Shui bisa mengambil keputusan besar dalam Keluarga Fei, seperti sekarang dengan Xu Chen, Feng Shui begitu dihormati di keluarga Fei juga karena dia adalah salah pilar pelindung keluarga tersebut.
Karena memang keluarga kaya saja tidak cukup, harus ada sosok kuat yang melindunginya, baik itu keselamatan anggota keluarga maupun bisnis yang dijalankan.
Xu Chen kemudian menanyakan tentang pria berpakaian sutra berserat anaknya. Feng Shui mengatakan mereka hanyalah keluarga kaya biasa di kota Sinjin.
Xu Chen mengangguk mengerti, dengan itu Xu Chen tidak perlu khawatir akan ada gangguan dari mereka.
Setelah berbincang beberapa saat Feng Shui berniat pamit. Xu Chen menyetujuinya.
Sebenarnya tanpa Feng Shui sadari Xu Chen menggali berbagai informasi mengenai Keluarga Fei lebih dalam untuk melancarkan rencananya, meski tidak banyak.
Feng Shui sedikit terbuka terhadap Xu Chen karena berpikir ingin merekrut Xu Chen kedalam Keluarga Fei suatu hari nanti.
Xu Chen memandangi punggung Feng Shui yang semakin menjauh darinya.
__ADS_1
"Hehehe, sekarang kalian bisa bernafas lega, tapi sabarlah! sebentar lagi aku akan datang mengetuk pintu Keluarga Fei, aku harap kau ada di sana untuk menyambutku, Harimau Putih," Xu Chen tersenyum penuh misteri.