
"Aku tidak menyangka akan memerlukan ini untuk melawan anak muda sepertimu."
Xu Chen mengeluarkan aura kematian dipadukan dengan aura tubuh iblis untuk menekan Xu Qing, Xu Chen sebenarnya ragu auranya bisa menekan seseorang dengan kultivasi yang lebih tinggi darinya, namun hasilnya cukup bagus, aura Xu Chen keluarkan bisa menekan Xu Qing.
"Kau akan mati!" Xu Qing berkata dingin.
"Kita lihat saja," balas Xu Chen sengit.
Xu Qing mendengus kesal lalu mengeluarkan aura petarung kuat yang memancar dari tubuhnya hingga mampu menekan aura kematian beserta aura tubuh iblis milik Xu Chen. Xu Qing kini bisa bergerak lagi dengan leluasa tanpa tertekan aura milik Xu Chen.
Xu Chen berdecak pelan menyaksikan hal itu, dia kemudian maju menyerang Xu Qing dengan Pedang Malam Abadi.
Pertukaran serangan kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya, gerakan keduanya menjadi lebih cepat bahkan sulit untuk diikuti oleh mata, pertempuran sebelumnya seolah hanya mainan anak-anak. Fei Fang yang menyaksikan keduanya dari jarak yang cukup jauh bahkan berdecak kagum.
"Gila! pertarungan ini sangat luar biasa! tidak ada celah untukku," Fei Fang awalnya berniat membantu Xu Qing atau Walikota namun setelah mengamati lebih jauh dia menemukan pertarungan yang sedang berlangsung bukan level yang bisa dia hadapi sembarangan.
Pertarungan antara Xu Chen dan Xu Qing berlangsung cukup lama dan kian menjadi panas, jika dilihat sekilas Xu Qing lebih unggul namun kenyataannya tidak ada yang mendominasi dari keduanya.
Xu Chen khawatir jika pertarungannya terus berlangsung seperti ini maka akan menimbulkan keributan yang memancing orang-orang untuk mendekati area pertarungan dan hal itu tidak diinginkan oleh Xu Chen.
"Tebasan Ilusi."
Xu Chen mengayunkan Pedang Malam Abadi dengan kecepatan tinggi, dia mengalirkan banyak Qi dalam serangan itu, berharap bisa menciptakan celah untuk dirinya menjauh, dan hasilnya sesuai harapan, Xu Qing terpukul mundur tiga langkah.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Xu Chen segera melompat mundur beberapa langkah menjauh dari Xu Qing.
__ADS_1
"Ada apa anak muda? apa kau ingin menyerahkan sekarang?" Xu Qing mengira Xu Chen sudah menyerah pada dirinya dan ingin melarikan diri.
Xu Chen tidak menjawab, pemuda itu hanya tersenyum tipis dibalik topeng yang dia pakai. Xu Chen kemudian melirik kesatu atas yakni tempat dimana Fei Fang berdiri, senyum semakin melebar dari wajah Xu Chen.
Pada saat yang sama, Fei Fang yang masih terpaku dengan aksi yang Xu Chen dan Xu Qing tampilan, dirinya masih berdecak kagum namun tiba-tiba dia merasakan sesuatu merasuk dirinya, membuatnya ketakutan.
Sekian detik kemudian, Fei Fang sadar bahwa Xu Chen sedang menatapnya, firasatnya menjadi buruk, tetapi sebelum bisa bereaksi lebih jauh, tiba-tiba Xu Chen sudah berdiri di depannya menghadang langkahnya.
Semua terjadi begitu cepat, Fei Fang maupun tidak menyadari semuanya, ketika Xu Qing sadar maksud Xu Chen semuanya sudah terlambat, dirinya hanya menyesal karena sedikit lengah.
Nafas Fei Fang terhenti ketika tangan Xu Chen menyentuh bahunya, dirinya ingin memberontak tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan, tanpa dia sadari air matanya mulai mengalir karena aura intimidasi yang Xu Chen berikan begitu mengerikan.
"Mengapa kau menangis?" Xu Chen sedikit mengangkat topengnya, "Saudara!" Xu Chen tersenyum lebar.
Fei Fang tiba-tiba menyadari sesuatu, "Saudara Chen.... Ugh!" Fei Fang belum sempat menyelesaikan kata-katanya saat tangan kanan Xu Chen sudah menembus jantungnya, bahkan tangan itu menarik keluar jantung tersebut.
Fei Fang menghembuskan nafas terakhirnya dengan mengenaskan, matanya bahkan masih melotot seolah tidak terima nyawanya diambil.
Xu Qing menyaksikan itu mematung di tempatnya, dia tidak menyangka ada pemuda yang bisa melakukan pembunuhan begitu kejam, Xu Qing bahkan mulai menebak-nebak sosok Xu Chen yang masih memakai topeng, dia mulai mengingat tokoh-tokoh besar dunia bela diri.
"Apa yang kau lakukan? mengapa kau membunuhnya?"
"Mengapa? aku hanya sedang ingin membunuh seseorang.
"Kau, apakah kau tidak tahu siapa dirinya? kau membuat kita tidak berakhir baik," Xu Qing melirik mayat Fei Fang.
__ADS_1
Pada dasarnya, Xu Qing tidak perduli dengan nyawa Fei Fang, yang dia khawatirkan adalah sosok di belakang Fei Fang yakni Keluarga Fei, mereka tidak akan tinggal diam ketika tahu bagian dari mereka meninggal dengan mengesankan di kediaman Walikota, apalagi Fei Fang sosok yang penting, bukan tidak mungkin mereka akan melakukan perhitungan pada Walikota.
"Mengapa? jangan bilang kau peduli pada dirinya, aku akan sangat marah jika itu terjadi!" Xu Chen membersihkan tangannya dari darah Fei Fang.
"Apa maksudmu?" Xu Qing menaikan alisnya tidak mengerti dengan apa yang Xu Chen katakan.
"Tidak usah bersandiwara, kau bahkan tidak perduli pada keluargamu kau menghancurkan mereka semua dengan penghianatan!" Terdengar rasa kesedihan dalam kalimat Xu Chen.
"Kau...? siapa kau sebenarnya?" Xu Qing menjadi tegang, jantungnya bahkan sempat berhenti sejenak.
"Aku?" Xu Chen menunjuk dirinya sendiri, "Seseorang yang dikirim oleh neraka untuk menjemputmu, waktumu sudah habis, Xu Qing!" Xu Chen menekan setiap kata-katanya terutama saat menyebut nama pamannya.
Kali ini jantung Xu Qing benar-benar hampir berhenti berdetak sebelum berdetak lebih cepat, jauh lebih cepat dari orang yang jatuh cinta saat mendengar nama yang sudah dia buang diucapkan oleh Xu Chen.
"Nama itu, kau tahu darimana nama itu?" Xu Qing mencoba mengendalikan dirinya, dia seolah ingin jatuh lemas, kakinya gemetaran karena nama itu diucapkan.
Xu Chen tidak menjawab hanya tersenyum penuh misteri pada Xu Qing, pemuda itu kemudaan memancarkan kekuatan yang super dahsyat dari tubuhnya.
Xu Qing berdecak kesal, firasatnya mengatakan bahaya jadi dirinya memilih sedikit menjauh dari tubuh Xu Chen yang terus memancarkan kekuatan dahsyat.
Sebenarnya Xu Qing tidak ingin bertarung dengan Xu Chen lebih jauh, dia berniat bernegosiasi, karena meskipun tingkatan kultivasinya jauh lebih tinggi tetapi lawannya memiliki pemahaman yang luar biasa dalam ilmu pedang serta fisik kuat membuatnya bisa mengimbanginya.
"Kekuatan apa ini? sangat mengerikan!" Xu Qing yang terkenal tidak gentar sedikitpun bahkan merasakan ketakutan kali ini.
Tubuh Xu Chen memancarkan terus memancarkan kekuatan dahsyat sebelum hilang ditelan kegelapan, sebuah bola hitam pekat membungkus Xu Chen di dalamnya. Sementara Xu Qing menahan nafas melihat hal yang terjadi di depannya.
__ADS_1
"Kegelapan! Elemen Kegelapan, jangan bilang dia adalah...?"
Xu Qing mematung ditempatnya, sosok seseorang kini melintas dalam pikirannya, seseorang yang memiliki elemen kegelapan, seseorang yang dia benci karena sebagai anak pemimpin keluarga Xu, seseorang yang dia kira sudah meninggal, seseorang yang tidak pernah dia duga akan berdiri di hadapannya, seseorang yang akan menjadi malaikat mautnya.