
Xu Chen kini tengah duduk santai di ruang tunggu Pelanggan Sinar Jingga, ditemani secangkir teh hangat di atas meja.
Xu Chen menyeruput teh itu dan berdecak senang, "Aku tidak menyangka teh yang mereka suguhkan untuk tamu adalah teh yang mahal."
Teh yang Xu Chen minum bernama Teh Embun Pagi, teh dengar harga selangit perkilonya, teh yang di ambil dari puncak gunung tertinggi. Selain nikmat, Teh Embun Pagi juga bisa membantu meningkatkan kultivasi seseorang meski tidak banyak.
Saat masih menikmati Teh Embun Paginya, Xu Chen dihampir seorang wanita cantik yang tidak lain Ying Yue.
"Tuan Chen aku tidak menyangka bisa bertemu lagi denganmu di sini," Ying Yue tersenyum lebar namun kali ini lebih menjaga sikapnya. Masih teringat jelas dalam pikirannya saat Xu Chen mengancamnya dengan Aura Kematian.
Xu Chen hanya tersenyum ringan, namun masih fokus dengan Teh Embun Pagi yang tersisa di cangkirnya.
Melihat itu Ying Yue tersenyum ringan lalu mulai menjelaskan tengang Teh Embun Pagi. Xu Chen tetap menentramkan meskipun sudah mengetahuinya dari Kitab Tujuh Racun.
"Jadi begitu," ucap Ying Yue setelah menyelesaikannya penjelasannya.
Xu Chen hanya tersenyum kecil karena penjelasan Ying Yue tidak lengkap, tetapi dia tidak mengungkapkannya karena itu tidak penting baginya.
Keduanya berbincang cukup lama atau lebih tepatnya Ying Yue terus bercerita meski tidak mendapatkan respon lebih dari Xu Chen, sebelum Kuo Huo masuk dengan wajah panik.
"Maafkan aku tuan Chen."
Kuo Huo meminta maaf terhadap Xu Chen karena telah lama membuat pemuda itu menunggu. Xu Chen memaafkannya namun Kuo Huo terus meminta maaf, membuat Xu Chen mengerutkan dahi.
Kuo Huo takut Xu Chen marah kepadanya atau menaruh dendam karena membuatnya menunggu, namun Xu Chen meyakinkannya akhirnya Kuo Huo mereda tenang.
Sementara Ying Yue memandangi keduanya dengan dahi yang mengerut.
Ying Yue tidak pernah melihat seorang Kuo Huo pemilik rumah pelelangan terbesar di Kekaisaran Qin terus meminta maaf kepada seorang pemuda.
Hal itu semakin membuat Ying Yue penasaran terhadap identitas Xu Chen yang sebenarnya. Ingin sekali dirinya bertanya atau menyelidiki identitas Xu Chen namun tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya.
Kuo Huo menyadari tatapan penasaran dari Ying Yue terhadap Xu Chen segera mengajak Xu Chen di ruangannya.
Xu Chen menyetujuinya lalu berjalan mengikuti Kuo Huo. Ying Yue memandangi keduanya kesal. Xu Chen terkekeh pelan melihat ekspresi Ying Yue.
__ADS_1
"Tuan Chen, ini hasil penjualan Pil-pil yang bulan ini," ucap Kuo Huo setelah berada di ruangannya.
Kuo Huo menyerahkan sekitar empat juta keping emas pada Xu Chen yang disimpan dalam cincin penyimpanan milik Pelelangan.
Xu Chen mengeluarkan semua emas di dalam cincin penyimpanan, sekitar tumpukan emas terlihat. Xu Chen lalu mengindahkan semuanya ke cincin penyimpanannya.
Xu Chen memang menyerahkan banyak pil buatannya kepada Kuo Huo agar dilelang setiap sebulan sekali.
Pil-pil yang Xu Chen serahkan sebenarnya sangat banyak bisa dilelang tiap hari, hanya saja demi menjaga harga dan kelangkaannya maka Xu Chen menyuruh Kuo Huo untuk melelangnya setiap sebulan sekali.
"Sebenarnya aku datang kesini bukan hanya untuk mengambil hasil penjualan pil, tetapi memiliki tujuan lain."
"Tujuan lain?" Kuo Huo menaikan alisnya.
"Ya," ucap Xu yang singkat lalu mulai menjelaskan tujuannya.
"Buah Persik Emas, Satu tangkai daun perak, Ginseng Api, Sisik Naga...." Kuo Huo menyebutkan sebagian tanaman herbal yang Xu Chen sebutkan.
Ekspresi Kuo Huo menjadi kusut karena semua tanaman herbal yang Xu yang sebutkan langka dan sangat berharga.
"Maaf tuan Chen, tapi kami tidak memiliki tanaman-tanaman herbal yang tuan perlukan," Kuo Huo meminta maaf sedalam-dalamnya, baginya mengecawkan Xu Chen adalah hal yang tabuh.
Xu Chen berniat pamit karena sudah tidak ada kepentingan namun Kuo Huo menghentikannya.
Kuo Huo mengatakan bisa mencarikan tanaman-tanaman herbal yang Xu Chen perlukan di sebuah asosiasi namun tetap membutuhkan waktu.
"Asosiasi Matahari Keemasan? ya benar aku hampir melupakannya," Xu Chen menggaruk kepalanya, "Mungkin karena aku terlalu lama tinggal di hutan," Xu Chen bergumam pelan.
Asosiasi Matahari Keemasan adalah usaha elit yang berasal dari Kekaisaran Tang dan sudah melebarkan sayapnya hinggah ke wilayah Kekaisaran Qin dan Kekaisaran Meng.
Asosiasi ini menyediakan berbagai macam kebutuhan seorang Kultivator, Alkemis bahkan Tabib.
Mereka adalah sebuah aliran netral terbesar dan terkuat di benua Teratai Biru.
"Tuan Chen benar, aku akan meminta mereka mengirimkan tanaman herbal yang tuan minta, tetapi ini mungkin cukup makan waktu."
__ADS_1
Xu Chen menganggukkan kepalanya, lalu mengatakan Kuo Huo tidak perlu melakukan hal itu.
Xu Chen ingin pergi sendiri ke Asosiasi Matahari Keemasan karena ia tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu.
Kuo Huo membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu namun tak ada kata yang keluar dari mulutnya.
"Baiklah kalau begitu Xu Chen, maafkan aku hanya bisa membantu seperti ini saja," Kuo Huo menunduk kecewa.
Xu Chen mengangguk pelan lalu pamit. Kuo Huo mengantar Xu Chen hingga ke depan gerbang pelelangan.
**
Setelah berjalan beberapa saat di jalan utama Ibukota, Xu Chen pun akhirnya tiba di depan bangunan besar berlantai empat.
Dipintu masuk bangunan itu, nama Asosiasi Matahari Keemasan tertulis dengan indah menggunakan tinta emas.
Xu Chen memandang kagum bangunan megah tersebut. Meskipun dia berasal dari keluarga bangsawan dan sering melihat bangunan megah, tetapi ia tetap kagum ketika melihat bangunan di depannya.
"Wah, mereka benar-benar pengusaha tingkat elit, tidak heran mereka bisa membuka cabang di tiga Kekaisaran."
"Penjaga pintu mereka pun seorang ekspert," Xu Chen melirik dua penjaga pintu yang memiliki ranah Ekspert.
Kedua penjaga pintu menaikan alis ketika melihat Xu Chen namun tidak menghentikannya.
Xu Chen mengerutkan dahinya ketika mendapati dua penjaga pintu tidak menghalangi langkahnya.
Xu Chen pikir dirinya akan dihalangi karena penampilan yang sangat sederhana.
"Mereka memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan," Xu Chen menggelengkan kepalanya pelan saking kagumnya.
Sesampainya di dalam, Xu Chen kembali dibuat kagum dengan Pil-pil dari tingkat tinggi hingga pil biasa tertata rapi di dinding.
Xu Chen bisa melihat banyak tamu selain dirinya yang sekedar melihat atau mencari sesuatu di Asosiasi Matahari Keemasan.
Namun satu hal yang berbeda, semua orang yang Xu Chen lihat memakai sutra, yang biasa dipakai oleh kaum bangsawan.
__ADS_1
Tetapi Xu Chen tidak peduli dengan hal itu, dia kembali sibuk dengan urusannya.
Saat Xu Chen sedang berjalan-jalan melihat-lihat isi Asosiasi Matahari Keemasan tiba-tiba seorang pelayan menghampirinya.