
"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu, aku sangat membencimu saat ini!"
Xu Chen melancarkan tendangan tepat di mulut Xu Qing dengan keras, membuat pria malang itu terlempar hinggah membentur dinding, darah segar kembali mengalir dari tepi bibirnya.
Xu Qing bukan meronta kesakitan melainkan tertawa bagai orang gila, "Hahaha, hahaha, sifatmu yang pendendam itu lebih mirip denganku."
"Jangan samakan aku dengan orang biadab sepertimu, brengsek!" Xu Chen memukul wajah Xu Qing berulang-ulang kali.
Setiap pukulan yang dilancarkan oleh Xu Chen mengandung kekuatan yang besar, hingga membuat kepala Xu Qing tertancap ke dalam tanah, menciptakan kawah kecil.
Amarah Xu Chen sepertinya belum mereda, karena pemuda itu tidak melepaskan Xu Qing begitu saja, dia menangkap kaki kanan Xu Qing lalu melemparkannya keras membentur tembok.
Kondisi paman Xu Chen itu saat ini tidak baik, wajahnya babak-belur, beberapa giginya terlepas, beberapa tulang-tulangnya patah.
"Bunuh aku sialan!" Xu Qing berkata pelan, ucapannya tidak jelas karena kondisi wajahnya yang buruk, jangankan bicara menggerakkan bibirnya saja dia kesusahan.
"Tidak, tidak akan! aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah, sebelum disiksa di neraka aku akan menyiksamu di dunia ini terlebih dahulu."
Xu Chen mendekati Xu Qing lalu mencengkram kerah jubah pria paruh baya tersebut dengan tangan kirinya, hinggah mengangkatnya ke dinding.
Tangan kanan Xu Chen terus melancarkan pukulan-pukulan ke arah wajah Xu Qing. Darah terus memercik kemana-mana, bahkan wajah Xu Chen telah basah dengan darah pamannya.
Kondisi Xu Qing semakin buruk, seluruh giginya terlepas hanya menyisakan beberapa saja, tulang tengkoraknya retak.
Setelah beberapa saat melampiaskan emosinya yang terpendam cukup lama Xu Chen kelelahan, bukan fisiknya melainkan mentalnya.
"Kau menghancurkan semuanya brengsek! mengapa? mengapa kau melakukannya, huh? kedudukan, harta, kekuasaan!? dasar manusia biadab!" Xu Chen berteriak di depan wajah Xu Qing penuh amarah.
"Ugh," Xu Qing ingin mengatakan sesuatu namun dirinya tidak mampu.
__ADS_1
"Aaarrggg...!" Xu Chen melempar dan menendang Xu Qing hingga terlepar lagi beberapa meter lagi.
Xu Chen sepertinya belum puas, pemuda itu berjalan menghampiri Xu Qing yang terkapar tidak berdaya, perlahan namun pasti Xu Chen telah sampai ke depan Xu Qing.
Saat Xu Chen ingin beraksi lebih jauh tiba-tiba suara seseorang menghentikannya, "Sudahlah, dia sepertinya sudah menerima balasannya, lebih baik kau membunuhnya lalu kita pergi dari sini, aku rasa ada yang mendekat!" Kaisar Kegelapan yang dari tadi diam menyaksikan apa yang terjadi akhirnya angkat bicara.
Xu Chen menghela nafas panjang lalu menghembuskannya kasar, "Guru, bukan hanya diriku, bajingan ini sudah menghancurkan hidup banyak orang di Keluarga Xu, kematian terlalu mudah untuknya."
"Lalu apa yang ingin kau lakukan padanya?"
Xu Chen menatap Xu Qing yang terbaring lemas di lantai, "Aku ingin dia menderita seumur hidupnya, mati tidak bisa dan hidup menderita!"
"Kau tahu dia itu keluargamu, bagaimana pun dia adalah pamanmu, keluarga seharusnya saling memaafkan."
"Tidak Guru, bagiku keluarga bukan ditentukan oleh darah yang sama, tetapi rasa saling peduli tanpa rasa pamrih, berbagi rasa sakit dan senang bersama dan selalu ada ketiak saudaranya membutuhkan, lagipula ayahku tidak berdarah Keluarga Xu, kami hanyalah manusia yang terbuang."
Kaisar Kegelapan menghela nafas panjang, sepertinya dia tidak bisa menggoyahkan keinginan muridnya itu.
"Baiklah, lakukan yang ingin kau lakukan, aku juga tidak perduli padanya," Kaisar Kegelapan mengangkat tangannya dan mengoyangkannya seperti gerakan mengusir, "Ah, satu lagi. Jangan terlalu menyalahkan orang lain atau dirimu sendiri, semua ini sudah ditakdirkan, semau yang terjadi sudah ditakdirkan termasuk pertemuan kita."
Xu Chen terdiam beberapa menit sebelum mengangguk pelan sambil tersenyum tipis, pemdua itu lalu mendekati Xu Qing dan berjongkok saat berada di depannya.
Xu Chen memandang Xu Qing sejenak lalu mengeluarkan sesuatu dari Cincin Penyimpanan milikinya.
Terlihat sebuah pil berwarna kuning kecoklatan memancarkan aura penyembuh yang dahsyat di dalam genggaman Xu Chen.
Xu Chen lalu menekankan Pil Penyembuh tersebut pada Xu Qing, pemuda itu lalu mengalirkan cukup banyak Qi untuk membantu pemulihan pria malang itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Xu Chen untuk membuat kondisi Xu Qing lebih baik, karena selain pil yang diberikannya pil tingkat tinggi, Xu Chen juga memiliki Qi yang begitu murni.
__ADS_1
Meskipun kondisi Xu Qing sudah lebih baik, tetapi tetap saja dirinya masih kesulitan bergerak, luka-luka yang dideritanya juga tidak menutup dengan sempurna karena terlalu parah.
"Mengapa kau menyembuhkanku?" Xu Qing bertanya ketika mendapati kembali kesadarannya.
"Jangan salah paham, aku tidak akan pernah memaafkan bajingan sepertimu bahkan sampai nafas ini habis, luka yang kau buat terlalu dalam untuk disembuhkan, aku hanya bisa puas ketika melihatmu menderita selama sisa umurmu," Xu Chen terdengar dingin.
"Jadi kau hanya ingin menyiksaku kembali, lagi dan lagi?" Xu Qing mengangkat kepalanya, sinar matanya berubah.
Xu Chen tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Xu Qing diam sejenak sebelum tertawa kecil namun semakin lama semakin terdengar menyedihkan.
"Kau harusnya tahu, semau ini terjadi karena kehadiran ayahmu dan dirimu dalam keluarga, jika saja kalian tidak ada aku yakin Keluarga Xu masih berdiri kokoh saat ini, bahkan kita sudah bisa menguasai Kekaisaran."
Xu Chen tidak langsung menjawab melainkan menunduk menatap Xu Qing, "Aku juga berpikir sama beberapa saat yang lalu, menyalahkan diriku, dirimu bahkan menyalahkan semua orang yang terlibat, namun Guruku selalu membuatku sadar akan diriku."
"Hahaha, bodoh! itu hanyalah alasanmu, aku tahu kau hidup dalam rasa bersalah, jangan memungkirinya," Xu Qing tertawa sinis.
"Kau benar setidaknya beberapa saat yang lalu," Xu Chen tertawa kecil, "Tapi aku percaya takdir yang mengatur semuannya dan aku hanya perlu berdamai dengan takdir."
"Hahahaha, semau hanyalah omong kosong!" Xu Qing meraih sebuah pedang dan ingin menikam dirinya sendiri, namun tangan Xu Chen menghentikannya dengan cepat.
"Cih, sudah kubilang jangan mati itu terlalu mudah," Xu Chen berdecak pelan, "Lebih baik begini saja."
Xu Qing mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Xu Chen, namun dia segera mengetahuinya ketika merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Semua pencapaian kultivasi Xu Qing yang dia kumpulan bertahun-tahun hilang seketika. Semau orang tahu kultivator tanpa kultivasi hanyalah sampah dan melakukan hal itu terhadap seorang kultivator lebih kejam daripada membunuhnya.
"Ini masih tidak cukup, dia bisa berlatih kembali membentuk ranah, sebaiknya aku menjadikannya orang idiot!"
__ADS_1