Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 92. Penyelinap Kediaman Walikota II


__ADS_3

Hal pertama yang disaksikan oleh penjaga yang dibuat Xu Chen pingsan adalah pemandangan yang sangat mengerikan.


Mayat rekannya yang tadinya hanya berjumblah tiga, kini bertambah tiga mayat lagi. Namun bukan itu yang membuat si penjaga sesak nafas, tatapi kondisi tiga mayat baru yang mengenaskan.


Mereka bertiga kehilangan kepala dan seseorang sedang mengumpulkan mayat-mayat tersebut.


Seorang pemuda memakai topeng berbetuk wajah setan yang tidak lain adalah Xu Chen sedang mengumpulkan beberapa mayat menjadi satu, tepat di depan mayat-mayat tersebut ada sebuah lubang yang cukup besar.


Xu Chen kemudian mengubur mayat-mayat tersebut secara bersamaan berharap tidak ada yang menemukannya. Semaunya terjadi begitu cepat, jadi tidak ada yang menyadarinya.


Si penjaga bisa melihat sesosok manusia memakai topeng berbetuk wajah setan sedang mendekatinya secara perlahan, dirinya ingin melarikan diri namun kaki dan tubuhnya seolah menolak untuk digerakkan.


Penjaga tersebut hanya bisa kembali pingsan namun hanya berpura-pura, berharap sosok tersebut meninggalkannya.


"Berhenti berpura-pura atau aku akan menjadikan itu kenyataan!" Xu Chen berkata dingin.


Si penjaga diam sejenak sebelum menelan ludahnya dengan sudah, dirinya kemudian menangis dan bersujud di kaki Xu Chen, memohon untuk dilepaskan.


"Katakan dimana letak ruangan tuan Walikota?" Xu Chen tidak memperdulikan si penjaga yang bersujud sambil menangisi di kakinya.


Seperti orang yang ketakutan pada umumnya, penjaga tersebut tidak menunggu Xu Chen mengatakannya dua kali, dirinya dengan blak-blakan mengatakan ruang seseorang yang harusnya dia jaga menurut tugasnya.


Xu Chen mengangguk pelan sebelum kembali menarik Pedang Malam Abadi lalu menebas kepala penjaga tersebut dengan cepat, bahkan penjaga tersebut belum menyadari apa-apa.


Xu Chen memasukan mayat penjaga tersebut dalam lubang yang dia buat tadi, bersama rekannya yang lain. Xu Chen menghentakkan kakinya ke tanah.


Seketika tanah sedikit bergetar lalu menutup dengan rapat seperti terbentuknya.

__ADS_1


**


Di dalam kediaman Walikota, di sebuah ruangan yang luas dan megah dengan hiasan emas dimana-mana, terlihat dua orang yang sedang duduk berhadapan di satu meja.


Satu orang terlihat berusia tiga puluh tahunan memakai pakaian yang terbuat dari kain sutra layaknya para bangsawan.


Seorangnya lagi adalah pemuda yang kira-kira berusia dua puluh tahun atau lebih, penampilan pemuda tersebut cukup menarik karena memakai sebuah cadar tipis yang menutupi sebagian wajahnya.


Kalau dilihat dari penampilan dan pakaian yang dipakai sang pemuda bisa disimpulkan bahwa dia adalah seorang warga Kekaisaran Meng.


Mereka berdua terlihat berbicara santai dan sesekali tertawa lepas.


"Gadis-gadis Qin sangat digemari di Kekaisaran Meng! harga mereka sangat tinggi! Selama Walikota Guan bisa memenuhi permintaan kami, Walikota Guan tidak perlu khawatir lagi soal uang."


"Tuan Muda Fang bisa tidak perlu khawatir tentang gadis-gadis. Di sekitar sini banyak desa yang dilanda kemiskinan dan kelaparan, aku bisa menawarkan pada mereka perkejaan di luar tanpa mengetahui mereka akan dijadikan budak."


Walikota Guan dan Tuan Muda Fang tertawa bersama-sama sebab telah mencapai kesepakatan bisnis yang memuaskan.


"Tidak seharusnya aku yang berterimakasih, sebab Keluarga Fei membeli orang-orang yang tidak berguna itu dan memberikannya perkejaan. Lagi pula seharusnya mereka bersyukur karena bisa berguna bagi negara!"


Tuan Muda Fang tersenyum namun dalam hatinya dia tersenyum sinis. Pemuda itu sangat menyukai pejabat yang selalu mengatakan seolah uang yang Keluarga Fei setorkan masuk kedalam uang negara, padahal jelas-jelas uang tersebut akan mengalir di kantong para pejabat yang seperti Guan Xing.


Walikota Guan tidak lain adalah Xu Qing atau di sekarang dikenal dengan Guan Xing, paman Xu Chen. Sedangkan Tuan Muda Fang adalah Fei Fang, pemdua yang bertemu dengan Xu Chen di restoran. Keduanya sedang melakukan transaksi bisnis yakni perbudakan.


Mereka melakukan ini sudah sejak lama. Entah sudah berapa banyak warga Kekaisaran Qin yang menjadi budak di negri sendiri dan negri lain atau seberapa banyak orang bejat yang memperlakukan manusia seperti barang yang diperjualbelikan seperti Guan Xing ataupun Fei Fang.


Terlepas dari semua hal tersebut, yang jelas Kekaisaran Qin telah melarang tegas sistem perbudakan di seluruh wilayahnya.

__ADS_1


"Hehehe, tidak kusangka kalian berdua ada di tempat ini, sepertinya takdir berpihak padaku!"


Tawa Fei Fang dan Guan Xing seketika terhenti karena mendengar suara yang tidak mereka kenali. Keduanya memandang pada satu arah dan menemukan seorang sedang berdiri di sudut ruangan menatap mereka.


Penampilan orang tersebut sangat menakutkan karena memakai topeng berbetuk wajah setan dengan dua gigi taring, namun yang paling menakutkan karena Fei Fang maupun Guan Xing bisa melihat tatapan tajam yang terarah pada mereka dari balik topeng tersebut.


Tatapan mata tersebut seolah mengatakan isyarat kematian. Sosok bertopeng itu tidak lain adalah Xu Chen yang telah berhasil menemukan letak ruangan Walikota.


"Siapa kau? mengapa kau bisa masuk ke sini?" Guan Xing bangun dari tempat duduknya dan menunjuk ke arah Xu Chen.


Berbeda dengan Guan Xing yang berteriak marah, Fei Fang hanya duduk diam, pemdua itu seolah merasakan bahaya dari sosok bertopeng tersebut, instingnya seolah mengatakan untuk, "lari! lari sejauh-jauhnya!"


"Bagaimana aku masuk tidak penting! yang jelas kedatanganku di sini untuk memastikan kau tidak bisa lagi melihat sinar matahari pagi!" Xu Chen menyeringai lebar sambil melepaskan sedikit aura kematian.


Guan Xing maupun Fei Fang menjadi waspada, keduanya bisa merasakan ada aura aneh yang menekan mereka, namun hanya sedikit. Terutama Guan Xing dirinya baru sadar kalau sosok bertoprng tersebut memiliki sesuatu yang aneh.


Keduanya juga tidak mencoba memanggil pengawal, karena tahu apa yang Xu Chen lakukan pada bawahan mereka. Guan Xing juga yakin dirinya lah yang memiliki kemampuan tertinggi di tempat ini. Jadi dirinya tidak membutuhkan pengawalnya.


Guan Xing atau Xu Qing adalah paman Xu Chen, seorang petinggi di Keluarga Xu dulu. Meski kekuatannya tidak lebih besar dari pemimpin keluarga Xu, tetapi dirinya telah mengarungi dunia bela diri sejak lama.


Xu Qing mengetahui orang yang sedang berdiri tidak tegak, tidak kenal takut di depan mereka adalah seseorang yang memiliki kemampuan amat tinggi, apalagi sosok bertopeng tersebut bisa masuk tanpa hambatan sama sekali.


"Kau bermulut besar, dengan kultivasi rendah seperti itu kau ingin menghabisi ku," Xu Qing tertawa sinis.


"Meski harus aku akui diusiamu yang masih muda telah mencapai ranah Master," meskipun wajah Xu Chen tertutupi oleh sebuah topeng tetapi Xu Qing yakin sosok dibalik topeng itu masihlah sangat muda.


"Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa... tapi maaf! Sebaliknya, kaulah yang tidak akan pernah melihat lagi matahari pagi setelah malam ini," Xu Qing menatap Xu Chen dingin.

__ADS_1


...****...


Beberapa hari tidak update karena ada sebuah halangan yang tidak terduga.


__ADS_2