Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 89. Utusan Kaisar Qin II


__ADS_3

"Pergi dari sini! aku sedang tidak ingin membunuh!" Xu Chen kembali menyarungkan Pedang Malam Abadi.


Ketiga pria tersebut mengira hidup mereka akan berakhir hari ini, namun tanpa diduga pemuda yang mereka kira akan menjadi malaikat maut, mengatakan sesuatu yang membuat mereka memiliki harapan.


"A-apa yang senior katakan?" Pemimpin Rombongan tersebut kembali memastikan apa yang dia dengar tidak salah.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran!"


"Baiklah, baiklah!"


Ketiga pria segera terdiam sejenak masih mencerna apa yang terjadi, namun tiba-tiba pemimpin rombongan beraksi yakni memberi hormat pada Xu Chen, melihat aksi pemimpin mereka, kedua pria yang tersisa mengikutinya.


Xu Chen merespon dengan anggukan kecil, mendapati hal itu, mereka segera memutuskan untuk meninggalkan restoran tersebut.


Mereka berpikir Xu Chen melepaskan mereka kerena tahu indentitas mereka yang sebenarnya, membunuh mereka sama dengan menentang negara, setidaknya itu yang terlintas di pikiran mereka. Ketiganya hanya tidak tahu, Xu Chen diam-diam tersenyum.


Ketiganya kembali memandang Xu Chen sebelum akhirnya hilang di kejauhan. Ketiga pria tersebut kini hanya berharap tidak pernah bertemu lagi dengan Xu Chen.


Xu Chen menghela nafas pelan setelah tiga pria tersebut hilang dari pandangannya, Li Yue segera menghampirinya, sedangkan orang-orang yang melihat pertempurannya memilih tidak terlibat lebih jauh.


Para tamu yang tersisa akhirnya meninggalkan restoran dengan rasa takut yang tergambar jelas di wajah mereka, sebab meski samar-samar mereka mendengar Xu Chen akan membunuh mereka semua.


"Tolong panggil yang berkuasa di sini! aku ingin bicara dengannya!" Xu Chen memerintahkan pada Li Yue setelah kembali duduk.


Li Yue mengangguk pelan, skap yang dia tunjukkan kini terlihat sedikit dingin pada Xu Chen saat mengetahui kekuatan pemuda tersebut tinggi. Xu Chen tidak menyalahkan gadis itu sebab, dia akan bersikap sama jika ada diposisi gadis tersebut.


Dunia Kultivator adalah tempat yang kejam, dimana kekuatan menentukan segelanya, menindas yang lemah dan mengatur tatanan dunia, sudah sewajarnya seseorang harus waspada setiap saat.


Li Yue meninggalkan Xu Chen lalu terlihat melakukan interaksi dengan salah satu pelayan restoran tersebut, sedangkan pelayan yang diajak berbicara oleh Li Yue terlihat ketakutan, sebab dia mengetahui gadis di depannya datang bersama pemdua yang tengah duduk di meja sambil menatap mereka.


Xu Chen hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya ringan, 'Sepertinya aku berlebihan dalam pertempuran tadi!' Xu Chen mulai menyesali apa yang dia perbuat beberapa saat lalu.

__ADS_1


Tidak lama Li Yue kembali ke meja Xu Chen lalu duduk dan sambil menundukkan kepalanya, entah karena takut terhadap Xu Chen atau hal lain, yang jelas perubahan sikap gadis ini sangat terlihat.


"Tuan mengapa mencari masalah dengan mereka?" Li Yue akhirnya buka suara karena tidak tahan dengan suasana canggung yang tercipta.


Xu Chen mengangkat keningnya, "Tuan? kalau tidak salah kau memanggilku Chen Gege tadi?" Xu Chen tersenyum menggoda, selain itu Xu Chen juga tidak berencana memberitahukan Li Yue masalahnya.


"Uh, soal itu..." Li Yue akhirnya diam, tidak memiliki jawaban yang benar atas pertanyaan Xu Chen.


"Tapi tuan... Kau belum menjawab pertanyaanku?!" Li Yue hanya bisa diam beberapa saat, Xu Chen akhirnya mengerti rasa ingin tahu gadis ini lebih besar dari pada rasa takutnya.


"Hm, kau ingin membuatku marah? kau tahu kau tidak buruk sama sekali," Xu Chen melirik tubuh Li Yue, yang memang di atas rata-rata.


Mendapati tatapan seperti itu dari Xu Chen membuat Li Yue refleks menutupi dada dengan tangannya, "Apa yang tuan pikirkan?" Li Yue ketakutan karena dia tahu jika Xu Chen menginginkannya maka dia tidak memiliki kekuatan untuk menahannya.


Sementara Xu Chen tertawa lantang melihat ekspresi wajah Li Yue.


"Sudalah jangan dipikirkan! anggap saja tidak terjadi apapun tadi, lagipula aku tidak akan berbuat apa-apa padamu. Jadi jangan berpikir macam-macam! kau bukan seleraku!"


Tidak lama muncul orang yang sedari tadi di tunggu oleh Xu Chen yakni orang yang memiliki kuasa di restoran tersebut.


Seorang wanita paruh baya kira-kira umurnya berkisar 50-an mendekati Xu Chen dengan wajah yang terlihat panik sekaligus ketakutan, namun wanita paruh baya tersebut mencoba menyembunyikan sekuat yang dia bisa.


Wanita paruh baya tersebut memang sudah mendengar ada keributan di restorannya, dia sebenarnya tidak ingin terlibat, namun tanpa diduga pelayanan memberitahukan bahwa seseorang mencarinya, yang tidak lain adalah Xu Chen.


"Mohon maaf tuan muda dan nona! perkenalkan namaku Wu Ying, pemilik restoran kecil ini, kalau boleh tahu apa yang bisa dibantu wanita tua ini?" Wanita paruh baya tersebut mencoba menyuguhkan senyuman yang paling manis, meski hatinya begitu gelisah.


Xu Chen menaikan alisnya ketika mendapat wanita paruh baya di depannya memiliki kultivasi yang cukup tinggi, dia tidak menduga restoran sekecil ini teryata dimiliki orang yang cukup berkemampuan.


"Ah, aku yang seharusnya minta maaf karena telah mengacaukan tempat ini," Xu Chen melirik tempat terjadinya pertempuran antara dirinya dan tiga utusan Kaisar tadi yang memang hancur karena ulahnya.


Xu Chen kemudian melemparkan sekantong koin emas pada Wu Ying, aksi itu membuat wanita paruh baya tersebut mengerutkan dahinya.

__ADS_1


Namun saat membuka sekantong uang yang dilemparkan Xu Chen, wanita tersebut menahan nafas beberapa saat sebelum kembali memandang Xu Chen.


"Ini terlalu banyak!" Wu Ying mengambil beberapa keping emas lalu mengembalikan sisanya pada Xu Chen.


Karena memang meskipun terlihat kerusakan yang dibuat Xu Chen terlihat parah namun memperbaikinya hanya membutuhkan puluhan koin perak, sedangkan satu koin emas sama dengan seratus koin perak.


Melihat tindakan Xu Chen begitu gampang mengeluarkan begitu banyak keping emas membuat dahi Li Yue dan Wu Ying mengerut.


"Sudalah, lagipula ruang cincin penyimpananku agak penuh aku perlu melonggarkannya!"


**


"Kakak apa kau tidak merasa malu diperlakukan seperti itu?"


"Kita adalah utusan Kaisar, kita adalah bangsawan, kita tidak bisa membiarkan seseorang menghina kita seperti itu!"


"Kita harus melakukan sesuatu padanya!"


Dua pria terus menggerutu sepanjang perjalanan, raut wajah ketakutan saat berhadapan dengan Xu Chen nyatanya hanyalah sebuah sandiwara belaka.


Ini sebenarnya trik kuno, berlaku seolah takut di depan seseorang namun menunggu kesempatan untuk menusuk dari belakang.


"Diam! Apa kau tidak merasakan aura yang dikeluarkan pemuda itu?" orang yang dipanggil kakak berteriak marah kepada kedua rekannya.


"Tapi..." pria tersebut tidak melanjutkan kata-katanya karena mendapat tatapan dari pemimpin mereka atau yang mereka panggil dengan sebutan kakak.


"Entahlah apa ini hanya firasatku atau hal lain, namun aku merasa pemuda itu tidaklah sederhana. Ketika merasakan auranya dan memandangnya, aku merasa dia bukan manusia..." orang yang dipanggil kakak menutup matanya, pikirannya melayang saat merasakan aura Xu Chen beberapa saat lalu.


"Aku merasa dia iblis berkulit manusia...!"


Kedua rekannya merasa pemimpin mereka agak berlebihan namun tidak mengutarakannya.

__ADS_1


Namun tanpa ketiganya ketahui seseorang sedang mengintai mereka dalam diam, berbaur dengan lingkungan seperti harimau yang mengintai mangsanya, tetapi satu hal yang menggangu, orang tersebut sejak tadi memasang senyum dingin yang mengerikan.


__ADS_2