Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 63. Sedikit Gertakan


__ADS_3

"Apa? mengapa? apakah guru menginginkannya?" Xu Chen menjatuhkan rahangnya saat mendengar Kaisar Kegelapan menyuruhnya mendapatkan gadis budak.


Kaisar Kegelapan mendengus pelan "Mengapa kau banyak bicara? seperti ibu-ibu saja! saat akku menyuruhmu kau harus menaatinya sebaik mungkin tanpa banyak bertanya."


"Baiklah Guru!" Xu Chen tertunduk lesu. Xu Chen pikir sudah mengatakan tidak menginginkan gadis budak itu pada Ru Shi dan Qing Shan, tetapi sekarang dia akan melakukan penawaran bahkan harus mendapatkannya.


"Lima ratus ribu keping emas!" Xu Chen berkata dengan malas.


Ru Shi dan Qing Shan mendengar Xu Chen melakukan penawaran segera mengerutkan dahi. Begitu juga dengan para tamu lainnya, tetapi ada seseorang yang bersedih saat mendengar suara yang ia yakini Xu Chen melakukan penawaran.


"Apa dia benar-benar Chen? tetapi yang aku ketahui ia tidak menginginkan hal-hal seperti itu!" mata gadis itu terlihat berkaca-kaca menahan kesedihannya.


"Enam ratus ribu keping emas!" Qin Wei-Quo berkata lantang dari ruangannya tidak mau kalah.


"Kau pikir hanya kau yang menginginkan wanita seperti dia? aku juga menginginkannya!" batin Qin Wei-Quo.


Sementara tamu lainnya mendengar Xu Chen dan Qin Wei-Quo kembali bersaing dalam mendapatkan harga, hanya diam dan pasrah sudah tidak ada harapan mendapatkan budak cantik yang bisa diajak bersenang-senang setiap hari.


"Tujuh ratus ribu keping emas!" Xu Chen masih dengan suara malasnya.


Qin Wei-Quo mengerutkan dahinya saat menyadari Xu Chen menawar dengan suara malas. Qin Wei-Quo berpikir bahwa Xu Chen tidak memiliki niat untuk memiliki gadis budak, tetapi hanya ingin mempermainkan dirinya lagi.


"Lihatlah kali ini akulah yang akan mempermainkanmu," Qin Wei-Quo tersenyum sinis.


"Sembilan ratus ribu keping emas!" Qin Wei-Quo berkata dengan penuh percaya diri.


"Satu juta keping emas!" Xu Chen terdengar berat. Xu Chen masih tidak habis pikir ia sudah menawar hingga mencapai jumlah jutaan keping emas. Jika bukan karena perintah gurunya, Xu Chen tidak akan menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk wanita.


"Mengapa guru hari ini begitu aneh? tadi menyuruhku membeli pedang berkarat yang tidak jelas sekarang menyuruhku membeli seorang gadis, huh? dan harganya begitu mahal, Cih. memikirkannya saja membuatku pusing. Jika si pangeran sialan itu masih menawar aku tidak ingin lagi," Xu Chen terus mengomel dalam hatinya.


Namun saat Xu Chen berpikir Qin Wei-Quo akan melakukan penawaran lagi, tiba-tiba pangeran itu mengatakan sesuatu yang mencengangkan.


"Karena saudara dari ruang nomor satu begitu menginginkan gadis budak ini maka aku akan memberikannya dengan senang hati," Qin Wei-Quo terkekeh kecil karena berpikir sudah membalas Xu Chen.


Qin Wei-Quo berpikir Xu Chen tidak memiliki uang banyak hanya ingin mempermainknya seperti saat memperebutkan Pil penyembuh, nyatanya dari awal hingga sekarang Xu Chen lah yang mempermainknya.


"Apakah ada penawaran lain?" Ying Yue kembali mengambil alih.

__ADS_1


Tidak ada yang merespon bahkan para tamu VIP, mereka seperti itu bukan karena tidak memiliki uang namun mereka tahu pangeran mereka sedang melakukan upaya balas dendam. Namun tidak sedikit juga yang berpikir Xu yang memang menginginkan gadis budak.


"Selamat! gadis budak jatuh pada tamu ruang VIP nomor dua," Ying Yue seperti biasa terus tersenyum lebar.


"Rasakan itu. Kau pasti tidak memiliki cukup uang untuk membayar gadis budak itu, hehehe!" Qin Wei-Quo tersenyum puas, ia pikir upaya balas dendamnya telah berhasil, ia hanya tidak tahu bahwa Xu Chen yang sebenarnya membodohinya.


Xu Chen tertawa puas menyaksikan kebodohan pangeran mahkota Kekaisaran Qin. Xu Chen masih tidak habis pikir mengapa Qin Wei-Quo bisa dinobatkan sebagai pangeran mahkota ketika otaknya sangat bodoh, sampai-sampai ditipu Xu Chen dua kali.


"Hehehe, sepertinya usahaku untuk menghancurkan mereka sepertinya akan berjalan lebih mudah dari yang aku pikirkan," Xu Chen tersenyum bahagia, mengingat Qin Wei-Quo orang yang tidak terlalu pintar.


***


Pelelangan akhirnya berakhir dengan damai tanpa hambatan kecuali beberapa berdebat kecil saat memperebutkan barang.


Sementara itu Qin Wei-Quo berserat enam saudara laki-lakinya sedang merencanakan sesuatu pada Xu Chen karena telah berani mempermalukan Qin Wei-Quo.


"Apa kalian mengerti?" Qin Wei-Quo berkata setelah selesai memberitahukan rencananya pada saudara-saudarnya.


Keenam saudara Qin Wei-Quo mengangguk bersamaan, mereka semua tertawa bersama-sama.


Bersamaan dengan itu, Xu Chen sedang duduk santai sendirian, karena Ru Shi dan Qing Shan sedang mengambil barang yang Xu Chen dapatkan di pelelangan hari ini, sekaligus memanggil Kuo Huo atas perintah Xu Chen.


"Guru mengapa kau menyuruhku membeli pedang berkarat dan gadis budak itu? bukankah itu hanya membuang-buang uangku?" Xu Chen sedari tadi terus menggerutu, membuat Kaisar Kegelapan muak karena Xu Chen terus mengulang-ualanginya.


"Mengapa kau begitu berisik? hanya beberapa keping emas membuatmu cerewet seperti ibu-ibu."


Xu Chen mendengus pelan, "Cih, Guru tinggal memberitahukannya saja begitu repot. Dasar kakek tua," Xu Chen bergumam kecil berharap Kaisar Kegelapan tidak mendengarnya.


"Apa kau bilang...?" ucapan Kaisar Kegelapan terpotong karena ada yang mengetuk pintu ruangan Xu Chen.


Xu Chen bernafas lega, "Huhh, tepat waktu."


Xu Chen lalu berjalan membuka hendak pintu sambil terkekeh kecil, berhasil menghindar dari amarah gurunya.


Xu Chen membuka pintu, pemuda itu kemudian menemukan wanita yang begitu merepotkan baginya sedang tersenyum manis kepadanya.


"Nona Yue apa yang kau lakukan disini?" Xu Chen berkata datar.

__ADS_1


Ying Yue tetap tersenyum namun tidak menjawab. Ying Yue kemudian merubah senyumnya menjadi senyum sinis.


Xu Chen mengerutkan dahinya namun ia segera mengerti ketika ada seseorang muncul dari belakang Ying Yue.


"Masuklah," Xu Chen langsung berbalik tidak memperdulikan Ying Yue dan gadis budak yang disampaikannya.


Ying Yue masuk bersama gadis budak lalu menutup pintu. Xu Chen duduk ditempat duduknya.


"Dimana kepala Huo? aku kira dia yang akan datang kemari?" Xu Chen mengerutkan dahinya.


Mendengar itu Ying Yue ikut mengerutkan dahinya "Kepala Huo ingin bertemu denganmu? memangnya ada apa?" Ying Yue tahu bahwa pimpinan mereka Kuo Huo tidak akan bertemu dengan sembarangan orang apalagi pemuda seperti Xu Chen.


Xu Chen mengutuki dirinya sendiri saat menyadari salah bicara kepada Ying Yue.


"Nona Yue, apa kau pernah mendengar pepatah?" Xu Chen memandang serius Ying Yue mencoba mengalihkan pembicaraan.


Namun Ying Yue adalah orang cerdas yang berpendidikan, ia tidak akan mudah tertipu, tetapi Ying Yue hanya menjawab tidak mencoba mengikuti permainan Xu Chen.


"Terlalu banyak bertanya bisa memperpendek umur," Xu Chen mengeluarkan sedikit aura kematiannya lalu mengarahkan pada Ying Yue.


Ying Yue yang mencoba mengikuti permainan Xu Chen dan mempermainkannya, kini malah terjebak dalam permainan Xu Chen. Aura Kematian yang Xu Chen arahkan pada Ying Yue berhasil membuat gadis itu sesak nafas bahkan saat memandang Xu Chen menjadi menyeramkan.


Sedangkan gadis budak yang melihat Ying Yue seperti sesak nafas dan ketakutan hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti. Gadis budak tidak merasakan aura kematian karena Xu Chen hanya mengarahkannya pada Ying Yue.


Xu Chen kemudian menarik kembali aura kematiannya sambil terkekeh kecil melihat Ying Yue dengan sudah payah kembali mengatur nafasnya.


"Nona Yue apa menurutmu pepatah itu benar atau hanya omong kosong?" Xu Chen masih terkekeh.


"Aku tidak percaya pepatah itu. Aku hanya percaya tuan Chen ingin membunuhku," Ying Yue berkata dengan nafas yang tersengal-sengal.


Xu Chen tertawa keras saat melihat ekspresi Ying Yue begitu lucu ketika Ying Yue mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"Sudalah, apa yang membawa nona Yue kesini?" Xu Chen kembali serius.


...****...


...Support author dengan Like Komen dan Vote. See You....

__ADS_1


__ADS_2