Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 61. Menjadi Kaya III


__ADS_3

"Delapan puluh ribu keping emas!" Qin Wei-Quo kembali menaikan penawarannya.


"Seratus ribu keping emas!" Xu Chen berkata santai seraya memegang buah apel di tangannya.


Para tamu kembali tersedak nafasnya sendiri, saat mendengar Xu Chen masih berani melakukan penawaran dengan pangeran mahkota, mereka pikir Xu Chen hanya akan berani menawar sekali saja, tetapi sekarang Xu Chen malah menampar wajah pangeran dengan menaikan harga sangat tinggi.


Para tamu dari keluarga kelas tiga hinggah kelurga elit serta sekte-sekte besar mulai mempertanyakan siapa pemuda di balik ruang VIP nomor dua, namun karena ruang VIP sangat tertutup mereka hanya bisa menerka-nerka siapa sebenernya dia. Banyak yang berpikir Xu Chen gila, tetapi tidak sedikit yang memuji keberanian Xu Chen.


"Seratus sepuluh ribu keping emas!" Qin Wei-Quo tetap tenang, mengingat dirinya adalah seorang pangeran mahkota yang harus selalu berpikir jernih.


Namun lagi-lagi, Xu Chen menampar wajah Qin Wei-Quo dengan keras. Xu Chen menaikan harga hinggah seratus lima puluh ribu keping emas.


Qin Wei-Quo kini tidak bisa menahan kemarahannya, dia adalah seorang pangeran yang harus dihormati. Namun hari ini dia dipermalukan oleh seorang pemuda di muka umum.


Qin Wei-Quo memukul meja di depannya dengan keras, hingga meja tersebut terbelah menjadi dua dan mengagetkan saudara-saudaranya yang lain.


"Siapa pemuda ini? berani sekali dia menentang-ku!?" Qin Wei-Quo berkata dengan angkuh.


"Ya, kau benar kakak pertama! kita harus memberikan pelajaran untuk pemuda tidak tahu diri itu," tambah Qin Lang, pangeran kelima.


Peryataan Qin Lang disambut anggukan oleh saudara-saudarnya yang lain dan juga Qin Wei-Quo. Namun tiba-tiba seorang seorang gadis terdengar yang tidak lain adalah Qin Meng-Yu Putri satu-satunya Kaisar Qin dan dan termuda dari Ketujuh Saudara laki-lakinya.


"Tidak kak...!?" ucap Qin Meng-Yu tiba-tiba, membuat ketujuh saudara menatap kearahnya dengan alis yang mengerut.


"Mengapa kau terlihat panik?" ucap Qin Wei-Quo penuh selidik, karena melihat wajah adik perempuannya terlihat panik dan salah tingkah.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Qin Meng-Yu semakin tidak karuan, satu sisi ia memikirkan orang di ruang nomor satu yang ia pikir pemuda yang meninggakan nya dan satu sisi tidak ingin berbohong pada kakaknya.


"Maksudku kita tidak perlu menggunakan kekerasan, kakak Wei cukup menaikan harga tinggi agar orang itu tidak bisa menawar lagi," Qin Meng-Yu beralasan.


"Kau benar! aku sebagai seorang pangeran tidak ingin menjatuhkan harga diriku dengan menggunakan kekerasan pada bocah ingusan itu."


Sementara suasana di luar begitu tegang, para tamu lainnya sedang menunggu jawaban kembali dari pangeran setelah Xu Chen melakukan penawaran.


"Dua ratus ribu keping emas!" Qin Wei-Quo tersebut puas, ia pikir Xu Chen tidak akan memiliki emas yang cukup untuk melakukan penawaran kembali.


"Dua ratus lima puluh ribu keping emas!" suara Xu Chen masih terdengar santai dan datar.


"Hei, bocah ingusan! apa kau tidak tahu siapa diriku? berani-beraninya kau terus melakukan penawaran seperti itu?" Qin Wei-Quo kini tidak bisa menahan emosinya, ia berteriak marah hingga membuat para tamu kalangan bawah gemetar ketakutan.


"Apa itu?" Qin Wei-Quo bertanya penasaran, namun tetap mempertahankan wibawanya sebagai pangeran. Tidak beda jauh dengan Qin Wei-Quo semua tamu menantikan jawaban Xu Chen dengan perasaan yang tidak karuan.


"Kau pasti mendengar perdebatan dua senior tadi," Xu Chen tersenyum penuh makna, "Kalau aku tidak salah dengar Senior Liao patriak sekte Pedang Ilahi mengatakan, siapa yang menawar paling tinggi dialah yang berhak mendapatkannya."


Xu Chen lagi-lagi membuat semua tamu lupa untuk sekedar bernafas terutama Feng Liao patriak sekte Pedang Ilahi kerena namanya dibawa-bawa, para tamu kini berpikir satu hal tentang Xu Chen, yaitu pemuda gila yang tidak tahu tentang dunia.


Qin Wei-Quo mengepalkan kedua tangannya geram, baru kali ini ia mendapat penghinaan seperti ini.


"Lima ratus keping emas!" Qin Wei-Quo tersenyum sinis.


"Rasakan itu pemuda sialan! kita lihat apakah kau masih bisa menaikan harga," batin Qin Wei-Quo.

__ADS_1


Xu Chen hampir tidak bisa menahan tawanya, ketika mendengar Qin Wei-Quo menaikan harga dua kali lipat.


"Mengapa pangeran ini sangat bodoh? bisa saja masuk perangkap ku. Jika dia benar-benar manjadi Kaisar Qin aku tidak perlu repot-repot untuk menghancurkan mereka karena dengan pangeran bodoh seperti dia Kekaisaran akan hancur dengan sendirinya," batin Xu Chen, ia tidak habis pikir mengapa Kaisar Qin bisa melahirkan anak yang sangat bodoh.


"Karena pangeran begitu menginginkan Pil penyembuh ini, maka aku akan memberikannya. Semoga bisa bermain pangeran!" Xu Chen hampir tergelak tawa disela-sela perkataannya.


"Pil penyembuh jantung ke tangan tamu ruang VIP nomor satu dengan harga lima ratus ribu keping emas!" Ying Yue lalu mensahkan prosesnya dan akhirnya Qin Wei-Quo resmi mendapatkan Pil penyembuh buatan Xu Chen dengan harga super fantasi.


Wajah Qin Wei-Quo kini begitu kusut dan jelek, ia baru sadar kalau dari awal dia sudah dipermainkan oleh pemuda yang lebih muda daripada sejak awal.


Tidak bedah jauh dengan si pangeran, semua tamu juga sadar kalau pangeran mereka baru saja dipermainkan oleh seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya. Jika saja tidak takut dengan pangeran mereka mungkin sudah tertawa terbahak-bahak sambil mengejek kebodohan si pangeran.


Setelah itu pelelangan kembali dilanjutkan hingga sesi kedua berakhir.


Sejauh ini Xu Chen telah mengantongi tiga juta keping emas membuat senyum di wajah pemuda itu tidak pudar sekaligus membuat Ru Shi dan Qing Shan kebingungan. Ru Shi dan Qing Shan tahu Xu Chen baru saja menyingung Qin Wei-Quo seorang pangeran mahkota, tetapi apa yang membuat pemuda itu terus tersenyum sungguh masih menjadi misteri di hati Ru Shi dan Qing Shan.


Namun kedua wanita itu tidak mempertanyakannya, melihat Xu Chen terus tersenyum juga membuat mereka senang.


Xu Chen mendapatkan lima ratus ribu keping emas dari Pil penyembuh nya yang dibeli oleh Qin Wei-Quo, lalu tiga ratus ribu keping emas dari Pil penyembuh yang sepaket lagi yang didapatkan oleh Feng Liao patriak sekte Pedang Ilahi, lalu dari empat jenis Pil lainnya yang di lelang sepaket di sesi dua dan disisakan sepaket lagi untuk sesi terakhir.


"Jadi seperti ini rasanya punya uang sendiri!" Xu Chen tersenyum puas. Xu Chen memang berasal dari keluarga kaya, namun semua kekayaan adalah milik ayahnya.


...****...


...Support author dengan Like Komen dan Vote. See You. ...

__ADS_1


__ADS_2