Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 77. Yin Zhi-Ruo


__ADS_3

"Ada yang bisa aku bantu tuan?" seorang wanita berkata ramah.


"Ya tentu, aku mencari beberapa tanaman herbal."


"Tanaman herbal ada di lantai dua. Silahkan ikut aku tuan," wanita pelayan tersebut menunjuk kesatu arah dengan sopan.


Xu Chen mengikuti wanita pelayan tersebut hingga sampai pada ruangan yang luas.


Diruangan tersebut Xu Chen dapat melihat berbagai macam tanaman herbal tertata dengan rapi.


Namun di ruangan kali ini tidak terlalu banyak orang seperti di ruang pertama jikapun ada hanya orang tua.


Hal itu karena ruangan ini hanya menyediakan tanaman herbal, yang dimana tanaman herbal hanya dibutuhkan oleh seorang alkemis.


"Tanaman seperti apa yang tuan cari? biar aku yang mengambilkannya."


"Ah, itu. Yang aku cari sebenarnya tidak ada di ruangan ini," Xu Chen tersenyum canggung.


Meskipun tempat Xu Chen sangat luas dan banyak tanaman herbal yang terpajang namun Pemuda itu dapat mengenali semuanya dalam sekali lihat. Hal itu karena Xu Chen telah mengusai Kitab Tujuh Racun.


Pelayan wanita itu mengerutkan dahinya. "Bagaimana mungkin tuan mengatakan hal seperti itu, sedangkan tuan belum memeriksa semuanya," batin si pelayan menggerutu.


"Maaf tuan tapi tuan sedari tadi berdiri di sini bersamaku bagaimana tuan mengetahui tanaman herbal yang tuan cari tidak ada?" pelayan tersebut berkata hati-hati takut menyinggung Xu Chen.


Xu Chen mengerti dengan kebingungan si pelayan segera menyebutkan tanaman herbal yang ia cari.


Pelayan tersebut tersedak nafasnya sendiri saat mengetahui tanaman herbal yang Xu Chen cari.


Bagaimana tidak, tanaman herbal yang Xu Chen sebutkan semua berharga selangit membutuhkan jutaan keping emas untuk membeli semuanya.


Pelayan tersebut memandang Xu Chen dari atas kebawah, "Tuan, meski asosiasi kami memiliki toleransi yang tinggi, tetapi aku yakin tuan tidak memiliki kemampuan untuk membeli semua tanaman herbal yang tuan cari."


Pelayan tersebut mengatakan sesuatu seperti itu bukan tanpa alasan, itu kerena penampilan Xu Chen yang sederhana. Bukan hanya dia, semau orang pun akan sependapat dengan si pelayan jika melihat penampilan Xu Chen.


Xu Chen tidak marah mendapatkan perlakuan buruk dari si pelayan karena pola pikirnya yang semakin dewasa.


Beruntung bagi si pelayan berkata berkata seperti itu pada Xu Chen sekarang. Jika ia melakukannya sebulan yang lalu sudah dipastikan Xu Chen akan memotong lidahnya.


Xu Chen hanya meminta dibawa kepada pengurus toko namun pelayan tersebut menolaknya. Sebenarnya alasan si pelayan melayani Xu Chen dari awal karena ketampanan yang dimiliki Xu Chen.

__ADS_1


Namun jika Xu Chen memintanya untuk bertemu dengan pengurus toko tentu dia tidak akan melakukannya.


Xu Chen berpikir keras untuk meyakinkan si pelayan bahwa ia memiliki kemampuan untuk membeli semua tanaman herbal.


"Periksalah cincin penyimpanan ini," Xu Chen menyerahkan cincin penyimpanannya.


Wajah si pelayan menjadi buruk setelah memeriksa cincin penyimpanan milik Xu Chen, ia tidak menyangka akan melihat gundukan emas di dalam cincin penyimpanan tersebut.


"M-maafkan aku tuan," pelayan tersebut menundukkan kepalanya sedalam yang dia bisa.


Xu Chen hanya mengangguk ringan lalu meminta kembali untuk bertemu dengan pengurus toko.


Si pelayan langsung mengangguk setuju lalu membawa Xu Chen di lantai atas gedung tersebut.


Xu Chen dibawa kesebuah ruangan yang cukup luas dengan hiasan emas dimana-mana.


Tidak lama datang seorang wanita yang kira-kira berusia 19 sampai 20 tahun berparas cantik. Jika dinilai kecantikan yang dimiliki wanita tersebut setara dengan Ying Yue.


"Tuan perkenalan namaku Yin Zhi-Ruo, aku pengurus Asosiasi Matahari Keemasan cabang ibukota," wanita tersebut memperkenalkan dirinya.


Xu Chen menerima uluran tangan dari Yin Zhi-Ruo lalu memperkenalkan diri juga.


Xu Chen mengangguk ringan lalu mulai menyebutkan tanaman herbal yang ia butuhkan.


Ekspedisi Yin Zhi-Ruo berubah setelah mengetahui tanaman herbal yang Xu Chen cari, sebab pelayanannya hanya memberitahukan bahwa seorang tamu mencari tanaman herbal langka tidak menjelaskan secara rinci.


"Tidak kusangka tanaman yang tuan Chen cari begitu langka, aku sampai kaget mendengarnya," Zhi-Ruo kemabali menguasai ekspresinya.


"Nona Yin terlalu berlebihan. Apakan tanaman herbal yang aku cari ada?"


Yin Zhi-Ruo tersenyum kecil lalu menjelaskan Asosiasi Matahari Keemasan memiliki tanaman herbal yang Xu Chen cari namun hanya dalam jumlah terbatas.


Yin Zhi-Ruo kemudian memangil seorang pelayan lalu membiasakan sesuatu. Tidak lama pelayan tersebut kembali dengan beberapa pelayan lainnya membawa kotak-kotak kecil lalu semuanya diletakkan di atas meja.


"Ini semua tanaman herbal yang tuan Chen cari. Aku harap ini cukup karena cuma ini yang kami miliki," Yin Zhi-Ruo kemabali tersebut manis.


Xu Chen membuka semua kotak-kotak kecil yang di atas meja, tidak lama pemuda itu bernafas lega karena semua tanaman herbal itu cukup.


"Kabar tentang kehebatan Asosiasi Matahari Keemasan teryata bukan omong kosong belaka, aku menyadarinya hari ini," ucap Xu Chen memuji.

__ADS_1


"Tuan Chen terlalu memuji."


Xu Chen dan Yin Zhi-Ruo kemudian membahas tentang harga yang harus Xu Chen bayar. Pemuda itu tersenyum kecut saat mengetahui uang yang ia bawa tidak cukup untuk membayar semua tanaman herbal.


"Yang dikatakan pelayan tadi sepertinya memang kenyataan," pikir Xu Chen.


Yin Zhi-Ruo sebenarnya terkejut saat melihat seorang pemuda yang terlihat berumur dua puluh tahun memiliki begitu banyak emas dalam cincin penyimpanannya. Yin Zhi-Ruo pikir Xu Chen datang hanya untuk bermain-main.


Yin Zhi-Ruo hanya tidak tahu usia Xu Chen sebenarnya masih tujuh belas tahun.


"Bagaimana tuan? apa tuan hanya akan mengambil setengahnya?" ucap Yin Zhi-Ruo saat menyadari Xu Chen tidak membawa cukup uang.


"Tidak, tapi apakah aku bisa membayarnya dengan hal lain?"


Yin Zhi-Ruo tersenyum kecil lalu menjelaskan bahwa Asosiasi Matahari Keemasan juga tertarik pada informasi, ilmu dan lain-lain.


Xu Chen berpikir sejenak sebelum tersenyum penuh makna.


"Aku mempunyai sebuah ilmu tentang alkemis, apakah Asosiasi Matahari Keemasan menerimanya?"


"Tentu, selama itu ilmu yang berguna."


Xu Chen tersenyum puas lalu menjelaskan tentang ilmu membuat pil dengan efektivitas tujuh puluh lima persen.


Xu Chen sengaja tidak memberikan ilmu pembuatan pil dengan efektivitas seratus persen karena itu akan membuat bisnisnya di pelelangan jatuh dan tentu hal seperti itu akan diperebutkan hingga menimbulkan kekacauan.


"Jujur saja aku tidak begitu mengerti dengan bidang alkemis, namun aku mendengar alkemis terhebat pun hanya bisa membuat pil dengan efektivitas tujuh puluh persen..."


"... Jika memang ilmu yang tuan Chen berikan benar maka pihak Asosiasi Matahari Keemasan akan memberikan sesuatu yang layak."


Yin Zhi-Ruo menatap takjub pemuda di depannya, ia akui meski tidak mengerti bidang alkemis namun saat mendengar penjelasan Xu Chen membuatnya mengerti.


"Tidak apa, silahkan buktikan dulu, tapi apakah aku bisa membawa pulang semua tanaman herbal ini?"


Yin Zhi-Ruo memandang tanaman herbal cukup lama sebelum mengamini keinginan Xu Chen.


"Baiklah, karena ilmu yang tuan Chen berikan begitu logis bahkan membuta seorang yang tidak mengerti tentang alkemis pun mengerti."


Xu Chen berniat pamit. Yin Zhi-Ruo menyetujuinya tetapi harus mengantarkan Xu Chen hingga kedepan gerbang.

__ADS_1


"Cih, pemuda yang menarik."


__ADS_2