
"Tidak mungkin! Jangan bilang dia adalah Xu Chen, anak Xu Hongli!"
Xu Qing masih terpaku dengan sosok Xu Chen yang terbungkus di dalam bola yang memancarkan aura hitam pekat yang kuat.
Xu Qing ingin menghancurkan bola hitam tersebut karena firasatnya yang tidak baik mengenai itu, namun saat dia ingin melakukannya sesuatu terjadi.
Sosok Xu Chen kini terlihat berbeda, tidak ada lagi topeng yang menutupi wajahnya, membuat Xu Qing terbelalak tidak percaya.
Bola hitam yang membungkus Xu Chen perlahan menghilang, bersamaan dengan itu Xu Chen kembali terlihat namun kali ini sangat berbeda.
Tubuh Xu Chen dibungkus oleh zirah berwarna hitam pekat dan ada garis-garis berwarna merah menyala yang menghiasinya, bola mata pemuda itu menjadi merah menyala sedangkan pupilnya berwarna hitam seluruhnya, terdapat sebuah tanda aneh di dahinya dan rambut pemuda itu menjadi merah darah berkibar layaknya bendera yang mengisyaratkan kematian.
Xu Chen teryata sedang mengeluarkan Zirah Tempur Kegelapan. Xu Qing menyaksikan itu menahan nafas.
"Dia...! Dia benar-benar Xu Chen, bagaimana mungkin?" Xu Qing menggosok matanya membuktikan yang dia lihat bukanlah mimpi atau sejenisnya.
Xu Qing ingin bereaksi lebih jauh namun tiba-tiba dirinya merasakan kekuatan Xu Chen meningkat, dari yang awalnya Master Bintang Liam, manjadi tujuh, lalu meningkat lagi menjadi delapan hinggah mencapai akhir ranah Master.
Saat Xu Qing mengira semua sampai disitu saja, tingkat kultivasi Xu Chen kembali meningkat tajam, memasuki ranah Grand Master hinggah pertentangan ranah tersebut, kini kultivasinya hanya beberapa bintang lagi bisa menyamai kultivasi Xu Qing.
Xu Qing menyaksikan peningkatan kultivasi Xu Chen yang di luar nalar berdecak kesal, jika sebelumnya saja dengan kultivasi yang terpaut jauh dari Xu Chen hanya bisa mengimbanginya, bagaimana dengan sekarang? setidaknya hal itulah yang mengisi otak Xu Qing saat ini.
Sedikit rasa putus asa mengisi pikiran Xu Qing, namun semangat untuk tetap hidup masih membara membuatnya akan bertarung apapun akibatnya.
"Peningkatan kekuatannya begitu tidak masuk akan. Mungkin ini hanya akan berlangsung sesaat, aku bisa selamat jika mengulur waktu yang cukup, pasti dia akan melemah saat itu," Xu Qing menganalisa keadaan Xu Chen.
Meskipun berbicara pelan namun Xu Chen bisa dengan cukup jelas mendengar perkataan Xu Qing, dirinya tersenyum kecil lalu menatap tajam Xu Qing.
__ADS_1
"Tebakan dirimu kurang lebih tepat, tidak heran kau menjadi salah satu tokoh terkuat di keluarga dulu, kau begitu cerdas dan dapat menganalisa keadaan meskipun dalam keadaan tertekan, tetapi satu hal yang diluar perhitunganmu, aku cukup memiliki banyak waktu untuk bermain denganmu!" Xu Chen terkekeh pelan.
Perkiraan Xu Qing tenang Zirah Tempur Kegelapan sebenarnya tidak sepenuhnya salah atau benar, tehnik tersebut memang memiliki batas waktu penggunaan tapi seperti perkataan Xu Chen, tehnik itu bisa bertahan untuk membunuh Xu Qing.
Karena pada dasarnya, tehnik tersebut membutuhkan Qi Gelap dalam jumlah yang banyak, tetapi Xu Chen memiliki kapasitas Qi yang tidak wajar untuk ranah Master, memungkinkan dirinya untuk mempertahankan Zirah Tempur Kegelapan tersebut cukup lama.
"Kau, bagaimana kau bisa hidup?" Xu Qing tidak ingin merespon peryataan Xu Chen lebih jauh, dirinya lebih memilih menanyakan hal lain yang menggangu pikirannya.
"Ahh, sudalah jangan memikirkan hal lain saat nyawamu sudah berada di ujung tanduk, lagipula jika aku menceritakannya aku yakin kau tidak akan mengerti dan jika kau ingin mengulur waktu itu sia-sia, aku sudah bilang memiliki banyak waktu."
"Cih," Xu Qing berdecak kesal, sepertinya tidak ada celah untuk mengukur waktu lebih jauh. Xu Qing kembali menghunuskan pedangnya kedepan dan mengeluarkan aura petarung yang dahsyat.
Xu Chen tertawa kecil sebelum mengikuti Xu Qing, keduanya kembali bertukar serangan.
Kecepatan Xu Chen semakin meningkat, bahkan beberapa kali lebih cepat dari sebelumnya, setiap serangan-serangan yang pemuda itu lancarkan begitu dahsyat, mengandung Qi yang besar dan kekuatan fisik yang luar biasa.
Setiap Xu Qing menahan serangan tersebut, dirinya merasakan kram di tangan, dia bahkan mengalirkannya Qi untuk mengurangi rasa sakitnya.
Xu Qing akhirnya memilih tidak lagi menyambut serangan Xu Chen melainkan menghindarinya, namun hal itu jauh lebih sulit karena kecepatan yang ditampilkan oleh Xu Chen.
Hasil pertarungan berat sebelah itu sudah bisa dipastikan. Xu Chen hanya mengeluarkan gerakan-gerakan pedang sederhana, dirinya mengkombinasikan gerakan menebas dan menusuk tetapi mampu menekan Xu Qing lebih jauh.
Beberapa saat berlalu dengan cepat, Xu Qing kini terlihat bertekuk lutut sambil tertunduk di hadapan Xu Chen.
Pedang kesayangannya terlihat patah menjadi dua, tergeletak di sampingnya, tubuh Xu Qing terlihat dihiasi banyak luka sayatan pedang dari yang kecil hingga yang berat, jubah yang dia pakai sudah basah dengan darah.
Sesekali Xu Qing batuk darah, sepertinya pria malang itu juga mendapatkan luka dalam yang cukup parah dari Xu Chen.
__ADS_1
"Uhuk, kau sudah membuktikan kekuatan yang kau miliki... Aku bahkan tidak menyangka kau akan sekuat ini," Xu Qing terdengar sayu, "Mengapa? apa yang membuat dirimu sekuat ini?" Xu Qing masih menunduk.
Xu Chen sudah kembali kebentuk normalnya, pedangnya pun sudah tersarung kembali.
"Kau tahu, sejak dulu aku hidup dalam rasa bersalah," Xu Chen tidak menatap Xu Qing, "Hidup dalam persembunyian terasa sangat menyiksa, hari-hari yang aku lalui terasa berat aku bahkan tidak tahu ingin menyalahkan siapa karena elemen terkutuk ini!"
"Selanjutnya terus berlangsung seperti itu, aku sudah mulai berdamai dengan keadaan, namun pada suatu hari..." nada bicara Xu Chen berubah, mengandung kesedihan dan kemarahan.
"Semua direnggut dariku, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu, aku menyalahkan diriku sendiri saat itu, namun saat semau aku rasa sudah berakhir seseorang datang padaku membawa sesuatu yang baru, sesuatu yang disebut dengan balas dendam!"
Xu Qing mengangkat kepalanya menatap Xu Chen, dia kemudian tertawa lantang beberapa saat.
"Hahaha, balas dendam, ya. Sepertinya kau tidak mirip dengan ayahmu, meskipun tidak mengenalnya dengan baik tetapi dia bukan seorang pendendam!"
Xu Chen diam tidak merespon.
"Sekarang Chen'er lakukan yang ingin kau lakukan, bunuh lah pamanmu yang tidak berguna ini."
Xu Chen menghela nafas panjang sebelum melakukan sesuatu yang tidak terduga.
...*****...
Bagi kalian yang selalu meminta update lebih dari author ini dia... Pino, enak tahu, canda.
Saya akan usahakan up dua chapter sehari tetapi dengan catatan kalian berikan sesuatu yang lebih juga buat saya, seperti ehm kalian tahu ya!
Yaudah up dua chapter kalau sempat.
__ADS_1