
Hari kini sudah gelap menandakan malam telah tiba semua aktivitas dihentikan dan orang orang beristirahat untuk memulihkan tenaga termasuk Xu Chen dan Yan Yu mereka berdua memutuskan untuk berhenti mencari tanaman herbal dan mencari tempat aman untuk istirahat dan bermalam jika semua sesuai rencana keduanya akan keluar dari Lembah Siluman besok karena Xu Chen seharian ini sudah mengumpulkan beberapa tanaman herbal yang ia cari hanya tersisa ginseng dan satu tangkai daun bunga matahari kedua tanaman herbal ini entah mengapa sudah seharian ini Xu Chen di temani Yan Yu mencarinya tapi tak kunjung ditemukan, mungkin telah diambil oleh orang lain
"Kalau aku boleh tau! untuk apa kau mengumpulkan tanaman herbal ini?" tanya Yan Yu setelah mereka menemukan tempat istirahat
"Apa kau bodoh? Tentu saja untuk membuat pil!" balas Xu Chen singkat
Yan Yu menyipitkan matanya serta memanyunkan bibirnya "Huh! apa kau tidak pernah diajarkan bersikap kepada wanita? mengapa kau terus terus mengatakan aku bodoh? dan apakah kau juga seorang alkemis?" ujar Yan Yu tak terima terus dibilang bodoh oleh Xu Chen
Xu Chen tanpa menoleh berkata "Bisakah kau tidak bawel dan bertanya satu persatu?"
Yan Yu bergumam pelan "Dasar lelaki dingin" tentu Xu Chen bisa mendengar itu karena Indra pendengaran yang tajam yang ia miliki tapi pemuda itu tak menghiraukan ucapan Yan Yu dan pura pura tak mendengar sama sekali
"Baiklah baiklah! aku mulai dari pertanyaan paling akhir, apa kau seorang alkemis?" tanah Yan Yu dengan menyelidik
Xu Chen kali ini menoleh melihat gadis tengah duduk disampingnya "Inilah mengapa aku memanggilmu bodoh! apa mungkin seorang pemuda tujuh belas tahun sepertiku bisa menjadi seorang alkemis?"
Memang perkataan Xu Chen tak salah sama sekali mempelajari alkemis bukan perkara mudah biasanya butuh waktu puluhan tahun lamanya untuk hanya bisa menjadi alkemis tingkat satu yang hanya bisa membuat pil atau obat kelas biasa tingkat menengah, alkemis paling muda saja dikekaisaran Qin setidaknya berusia seratus tahun
"Lalu semua tanaman herbal ini?" tanya Yan Yu kembali
"Aku memang tidak bisa melakukannya tapi Guruku bisa!"
Saat Yan Yu ingin bertanya lebih jauh kepada Xu Chen tiba tiba pemuda itu menyuruhnya untuk diam "Diamlah dan berdiri dibelakangku! aku merasakan ada sesuatu yang mendekat!" ujar Xu Chen
__ADS_1
Mendengar itu Yan Yu tanpa banyak bertanya hanya patuh dengan arahan Xu Chen dan berdiri tepat dibelakang pemuda itu "Apa itu Siluman?" tanya Yan Yu
"Entahlah itu siluman atau tidak tapi sepertinya aku mengenal auranya! sebaiknya kau pergi bersembunyi sesuatu itu semakin mendekat!" balas Xu Chen seraya memegang gagang pedangnya bersiap dengan segala kemungkinan yang ada dan Yan Yu tanpa membantah segera mencari tempat bersembunyi dan sekaligus memantau Xu Chen
Teryata benar saja tiba tiba puluhan pisau mengarah pada Xu Chen dengan cepat, Xu Chen tak diam saja pemuda itu segera memasang energi pelindung tak kasat mata untuk menghalau pisau pisau tersebut seketika dentingan suara besi memenuhi udara membuat sekumpulan burung terbang menjauh
Namun Xu Chen tak berhenti disitu tak mau diserang kembali pemuda itu segera menarik pedangnya lalu mengalirkan sedikit Qi gelap kepedangnya tak ingin terlalu mengekspos kekuatan tehnik pedang Pembantai, Xu Chen bergumam pelan "Dewa kematian" seketika cahaya merah darah keluar dari pedang Xu Chen tak berhenti pemuda itu segera menebas horizontal kearah pohon besar didepannya seketika tercipta energi merah darah berbetuk Tebasan horizontal dengan kecepatan tinggi melesat kedepan membuat pohon besar itu roboh seketika
Dari balik pohon yang roboh perlahan keluar seorang pria paruh baya bertubuh besar memegang sebuah Kapak besar mengeluarkan aura Ekspert yang kuat diikuti enam pemuda yang tidak asing lagi bagi Xu Chen
Si pria berkata dengan lantang "Aku tidak menyangka kalau kekuatan seorang junior bisa sedashyat itu! jika saja aku tidak membuat pelindung tepat waktu mungkin saat ini aku sudah terluka cukup parah!"
Xu Chen dengan tatapan dingin berkata "Apa yang membuat senior seperti anda mencariku?"
"Huh! apakah kau tidak melihat keenam pemuda dibelakangku ini? tentunya kau mengenal mereka!" ujar si pria seraya menunjuk enam pemuda dibelakangnya
"Aku tidak peduli siapa yang lebih dulu! karena kau telah berani melakukan ini pada murid sekte Gagak Hitam maka aku disini untuk membunuhmu" ujar lantang si pria, segera si pria langsung mengangkat tinggi kapak besarnya dan berlari ke arah Xu Chen berdiri
Xu Chen mendapati itu segera mengalirkan Qi gelap kepedangnya menjaga agar pedang itu tidak rusak menghadapi kepak besar milik si pria
Keduanya bertukar serangan Xu Chen dengan pedangnya dan si pria dengan kapak besarnya, pada awal pertarungan keduanya berimbang Xu Chen dengan lincah memainkan pedangnya seluruh gerakannya terkoordinasi menciptakan pelindung yang susah untuk ditembus dan serangan yang tajam dan mematikan setiap ayunan pedang Xu Chen selalu menargetkan area vital, setelah bertukar serangan beberapa saat Xu Chen mulai menguasai pertarungan, permainan pedang Xu Chen berhasil menciptakan beberapa luka sayatan kebadan si pria besar dan memaksa si pria besar itu pada posisi bertahan, "Br*n*sek kau, aku akan membunuhmu" teriak si pria besar, seraya berlari dengan mengangkat tinggi kapak besar siap menghancurkan apapun
Xu Chen mengalirkan lebih banyak Qi gelap ke pedangnya lalu mengeluarkan tebasan ilusi menyambut kapal besar si pria, ketiak pedang Xu Chen bertubrukan dengan kapak besar tercipta sedikit gelombang kejut yang membuat si pria besar terdorong kebelakang hinggah membentur sebuah batu besar hinggah hancur berkeping keping, seteguk darah segar keluar dari mulut si pria besar. membuat Yan Yu dan keenam pemuda dari sekte Gagak Hitam yang melihat keduanya bertarung menganga tak percaya, bagaimana bisa seorang practitioner bisa melakukan sesuatu yang seperti itu pada seorang Ekspert sesuatu yang sulit untuk dipercaya
__ADS_1
Dari tempat persembunyiannya Yan Yu berkata "Aku tak menyangka si Chen itu bisa sangat kuat! aku jadi semakin penasaran siapa dia sebenarnya"
Sementara keenam pemuda sekte Gagak Hitam mulai sedikit menyesal telah datang kembali mencari Xu Chen, merek tau jika si pria besar kalah maka tamatlah riwayat mereka
"Aku tak menyangka senior Gu, bisa Samali disudutkan seperti itu! sepertinya pemuda itu tidak sesederhana kelihatannya" ujar seorang pemuda
"Bukankah sebaiknya kita membantu senior Gu!" tambah pemuda lain
"Tenanglah! percayalah pada senior Gu, jika memang kondisinya semakin tak terkendali kita akan membantu senior Gu!"
Usulan itu dibalas anggukan oleh kelima pemuda lain menandakan mereka setuju dengan usulan rekan mereka
Sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya si pria besar berkata "Aku tak menyangka, seorang junior bisa menyudutkanku seperti ini. aku mulai tidak percaya dengan tingkat kultivasimu itu!menyudutkan seorang Ekspert sepertiku adalah hal yang mustahil untuk practitioner sepertimu? apa kau seseorang yang sedang menyamar?" tanya si pria besar dengan menyelidik
"Sebagai pria, kau terlalu banyak bicara! karena kau telah datang kesini maka aku akan menjamu dengan baik" ujar Xu Chen diikuti dengan pemuda itu maju mengambil inisiatif menyerang lebih dulu
"Kau terlalu sombong anak muda! sekarang aku akan lebih serius sekarang" ucap pria besar membalas ejekan Xu Chen
Xu Chen tak memperdulikan perkataan pria besar, pemuda itu melompat diudara bagai harimau yang menerjang mangsanya dan berteriak lantang "Dewa kematian" seraya menebas kearah si pria besar secara vertikal, Dari pedang Xu Chen keluar energi berwarna merah darah berbetuk sabetan tajam mengarah kepada si pria besar dengan kecepatan tinggi
Melihat itu tentu saja ia tidak tinggal diam, si pria yang sudah melihat kehebatan jurus Xu Chen yang satu ini, segera mengalirkan lebih banyak Qi kekapaknya agar bisa menahan tebasan Xu Chen
Ketikan energi merah darah yang Xu Chen lemparkan berbenturan dengan kapak si pria besar tercipta gelombang kejut yang besar disertai ledakan hebat meluluh lantakkan area sekitar menimbulkan kepulan debu tebal
__ADS_1
***
Like Komen and vote guys, see you in the next Chapter good bye