Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 80. Efek Aura


__ADS_3

Kota Sinjin adalah kota terbesar nomor dua di Kekaisarannya Qin. Kota ini dipimpin oleh seorang gubernur bernama Xu Qing atau lebih dikenali dengan nama barunya yakni Guan Xing.


"Kota Sinjin memang kota yang sangat sibuk," Xu Chen berdecak kagum melihat keindahan kota Sinjin karena hingga malam datang kota ini terus beraktivitas.


Xu Chen segera mencari penginapan untuk mengistirahatkan tubuh karena sudah berlari sepanjang hari.


Meskipun Xu Chen memiliki Tubuh Iblis tetap saja akan kelelahan, apalagi Xu Chen baru membentuknya beberapa hari yang lalu.


Tidak sulit mencari sebuah penginapan di kota sebesar Sinjin, Xu Chen bisa menemukan berbagai macam penginapan dengan harga yang berbeda-beda.


Xu Chen merasa perlu memanjakan dirinya karena selama ini hanya tinggal dalam hutan belantara. Jadi Xu Chen memilih penginapan paling elit di kota Sinjin, bahkan bisa dibilangin brand terelit di Kekaisaran Qin.


Namanya Penginapan Bulan Sabit, sebuah tempat yang paling sering dan hanya bisa di pilih oleh Bangsawan besar maupun kecil ataupun pengusaha yang memiliki banyak kekayaan.


Bagaimana tidak, harga yang harus dikeluarkan untuk menginap di kamar terendah saja hingga ribuan keping emas pel malam. Hal itu tidak terlepas dari kemegahan dan pelayanan yang diberikan Penginapan Bulan Sabit untuk para tamunya.


Beberapa orang menaikan alis saat melihat Xu Chen memasuki Penginapan Bulan Sabit, namun tidak ada yang berani menghentikannya karena merasakan bahaya terhadap Xu Chen.


Para orang biasa maupun Kultivator enggan untuk menegur atau sekedar mendekati Xu Chen. Beberapa orang bahkan membukakan jalan ketika Xu Chen hendak lewat.


Pemuda itu memang sengaja tidak menutupi aura yang di keluarkan tubuhnya, dia bahkan dengan terang-terangan mengeluarkannya dan mengarahkan pada orang-orang di dalam penginapan.


"Huwwaa, ibu orang itu menakutkan," seorang anak yang kira-kira berusia delapan tahun merengek pada ibunya.


Pasang anak dan ibu itu adalah salah satu keluarga bangsawan di kota Sinjin, keduanya di temani seorang lelaki memakai sutra yang mungkin ayak dari anak tersebut, dan ada beberapa kultivator sebagai pengawal.


"Tenanglah nak, dia tidak akan menyakiti kita," sang ibu menenangkan.


"Huaaaaw, aku takut ibu, tolong usir orang itu dari sini!"

__ADS_1


Xu Chen hanya memandangi mereka sekejap lalu kembali berjalan ke meja resepsionis, "Cih, dasar bangsawan kecil yang sombong," Xu Chen berdecak kesal.


Karena sang ibu tidak bisa lagi menenangkan anaknya, maka dia mencoba untuk mengusir Xu Chen.


Sang ibu melirik seorang lelaki berpakaian sutra yang berdiri di sampingnya mengisyaratkan untuk mencoba mengusir Xu Chen.


Namun lelaki berpakaian sutra menaikan alis saat mendapatkan sesuatu seperti itu.


"Tuan mohon maaf tetapi bisakah tuan pergi dari sini!" ucap lelaki berpakaian sutra setelah mendekati Xu Chen.


Xu Chen merasakan seseorang menepuk bahunya dan berbicara padanya membalikan badannya lalu menatap pria berpakaian sutra tajam, membuat pria tersebut ketakutan.


"Maafkan aku tuan pendekar! aku tidak bermaksud seperti itu, tap aku akan memberikan uang sebagai kompensasi."


Semua orang memandang pria berpakaian dengan alis yang diangkat.


Meskipun tidak bergabung dengan suatu sekte atau keluarga bela diri, namun semua orang tahu bila ada orang yang memancarkan aura menakutkan seperti Xu Chen maka dia adalah orang yang tidak boleh disinggung.


"Apa kau pikir uang bisa menyelesaikan segalanya?" Xu Chen menaikan alisnya.


"Em, mengapa tidak?" ucap pria berpakaian sutra ragu-ragu.


"Tidak," Xu Chen membocorkan Aura Kematian milikinya dipadukan dengan aura tubuh iblis membuat semua orang dalam penginapan kesulitan bernafas.


Xu Chen mengintip aura yang dia keluarkan agar tidak membuat orang-orang yang bukan Kultivator pingsan, namun cukup untuk membuat sesak nafas.


Pria berpakaian sutra yang paling merasakan peraduan aura kematian dan aura tubuh iblis miliki Xu Chen karena dia sangat dekat dengan pemuda itu.


Pria berpakaian sutra tersebut bahkan hampir kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"Maaf tuan! tetapi anda sepertinya terlalu berlebihan," seorang pria paruh baya berambut putih mendekati Xu Chen. Sebenarnya pria paruh baya sejak tadi ingin mendekati Xu Chen namun tidak mendapatkan izin dari majikannya.


Xu Chen mengalihkan perhatiannya pada pria paruh baya berambut putih tersebut, sekali pandang Xu Chen bisa membaca tingkat kultivasi pria paruh baya berambut putih tersebut.


Dari penglihatan Xu Chen, pria paruh baya berambut putih tersebut memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari dirinya yakni Master Bintang Tujuh.


Sebenarnya bukan Xu Chen yang membaca tingkat kultivasi pria paruh baya tersebut melainkan gurunya, Kaisar Kegelapan.


Xu Chen tentu belum bisa membaca tingkat kultivasi pria paruh baya di depannya, karena tingkat kultivasi pria paruh baya lebih tinggi beberapa kali lipat dari dirinya.


"Siapa kau?" Xu Chen berkata dingin.


Pria paruh baya berambut putih tersenyum sinis sebelum menjelaskan indentitasnya.


Pria paruh baya tersebut bernama Feng Shui, dia adalah pengawal pribadi keluarga Fei yang telah bertahun-tahun lamanya mengabdi pada keluarga Fei, terutama Fei Hung pemimpin keluarga bangsawan Fei.


Keluarga Fei sendiri adalah salah satu keluarga bangsawan di kota Sinjin, bisa dibilang mereka adalah penguasa Sinjin sesungguhnya.


Keluarga bangsawan Fei terkenal karena menguasai bisnis terbesar di kekaisaran Qin, keturunan keluarga Fei selalu dikenal karena pandai bersilat lidah.


Keluarga Fei juga terkenal karena pemimpin mereka Fei Hung, Fei Hung memiliki otak yang sangat cerdas dan selalu tepat dalam mengambil keputusan, keluarga Fei bahkan mengalami peningkatan yang tidak sedikit saat dipimpin oleh Fei Hung.


Xu Chen terbelalak saat mendengar pria paruh baya berambut putih tersebut memperkenalkan nama sebagai Feng Shui.


Xu Chen tahu siapa Feng Shui, dia adalah salah satu orang di dunia bela diri yang diberi julukan sebagai Harimau Putih.


"Aku sudah curiga saat melihat kemampuan tinggi pria ini dan rambut putih yang khas."


Feng Shui memang juga terkenal dengan julukan Harimau Putih dalam dunia bela diri, hal itu kerena Feng Shui memiliki kemampuan tinggi dan Feng Shui memiliki rambut putih yang khas.

__ADS_1


Xu Chen bahkan lebih terkejut saat mendengar Feng Shui menyebutkan nama keluarga Fei. Xu Chen tentu tahu siapa mereka.


"Keluarga Fei, tidak kusangka aku datang untuk mencari ikan kecil malah mendapatkan ikan besar," batin Xu Chen.


__ADS_2