
Xu Chen dan Kuo Huo kini duduk saling berhadapan di sebuah ruangan. Wajah Kuo Huo terlihat tegang dan sangat serius, sementara Xu Chen seperti biasa memasang wajah datar tanpa ekspresi.
"Jadi kau ingin melelang Pil penyembuh mu?" Kuo Huo membuka percakapan.
"Ya," Xu Chen mengganggukkan kepalanya ringan, "Tetapi bukan hanya itu!" Xu Chen memandang Kuo Huo penuh makna.
Kuo Huo mengerutkan dahinya "Apa maksudmu?"
"Aku masih memiliki beberapa Pil yang ingin aku tunjukan."
"A-apa Pil lain?" Kuo Huo berkata gugup, "apa kau mempunyai Pil lain yang ingin kau tunjukan?"
"Ya," Xu Chen berkata santai namun hampir membuat Kuo Huo melompat dari kursi yang dia duduki.
Xu Chen tidak peduli dengan ekspresi yang Kuo Huo tunjukan. Xu Chen segera mengeluarkan beberapa Pil lagi dari cincin penyimpanannya. Seketika aura Pil memenuhi ruangan yang Xu Chen dan Kuo Huo gunakan.
Jantung Kuo Huo hampir lepas dari tempatnya saat melihat Xu Chen mengeluarkan lebih banyak macam Pil "Apa kau yang membuat ini semua?" Kuo Huo akhirnya bertanya hal itu, sesuatu yang dia sudah tahan sedari tadi.
Xu Chen memandang Kuo Huo sebentar sebelum tertawa lantang "Hahaha, apa tuan bercanda? mana mungkin aku yang masih sangat muda ini bisa membuat begitu banyak Pil hebat?"
Kuo Huo hanya diam menatap Xu Chen "Lalu siapa yang membuat Pil-pil itu?" ucap Kuo Huo sedikit geram kerena melihat Xu Chen meletakan begitu banyak Pil berharga dengan sembarangan di atas meja.
"Guruku yang membuatnya!" Xu Chen tiba-tiba menjadi serius membuat Kuo Huo yang menyaksikan pergantian ekspresi begitu cepat mengerutkan dahinya.
"Maaf kalau aku lancang Tuan Chen, tetapi apakah aku boleh tau siapa nama Gurumu?" Kuo Huo sengaja menanyakan itu. Kuo Huo tahu semua alkemis di ibukota dan seluruh Kekaisaran Qin berkat asosiasinya yang sudah memiliki cabang di mana-mana. Namun ia tidak mengetahui satupun alkemis yang bisa membuat Pil yang Xu Chen tunjukan.
"Apa itu perlu?" Xu Chen mengerutkan dahinya.
Kuo Huo menghela nafas berat, gagal menggali informasi dari Xu Chen "Pemuda ini tidak sederhana dan sangat pandai memainkan kata-kata. Aku harus lebih berhati-hati!" batin Kuo Huo.
Xu Chen sebenarnya sengaja menutupi itu semua. Karena jika Xu Chen mengatakan ia lah yang membuat Pil ini maka Xu Chen yakin akan di incar oleh Kuo Huo sendiri atau orang lain yang ingin mendapatkan ilmunya. Xu Chen mengatakan Gurunya kerena supaya Kuo Huo tidak macam-macam dengannya.
"Baiklah lupakan itu!" Kuo Huo menggoyangkan tangannya.
__ADS_1
Xu Chen mengangguk pelan "Kau pasti sudah mengetahui Pil-pil ini kan?" Xu Chen menunjuk Pil-pil di atas meja.
"Ya," balas Kuo Huo singkat seraya menganggukkan kepalanya.
Xu Chen tersenyum puas ia tidak perlu capek-capek lagi menjelaskan semuanya "Disni ada lima jenis Pil berbeda!" Xu Chen melirik Kuo Huo memastikan apakah pria tua itu mendengarkan atau tidak.
"Setiap jenis aku akan menyediakan sepuluh butir dan sepuluh butir itu di kemas dalam satu kotak dan dijual sepaket," Xu Chen kembali melirik Kuo Huo.
Kuo Huo mengangguk-angukkan kepalanya mengerti "Bocah ini sangat tau cara berdagang, ia memberikan dalam jumlah terbatas dan di jual sepaket agar keberadaanya langka dan memiliki nilai jual yang tinggi. Aku semakin penasaran dengannya?" batin Kuo Huo.
"Tuan Chen memang sangat pandai! aku sampai terpana melihat kemampuan berdagang tuan!" Kuo Huo memuji.
Namun seperti Xu Chen yang mendapatkan pujian itu hanya diam dan tersenyum tipis. Xu Chen sebenarnya mengatakan itu semua dengan arahan Kaisar Kegelapan dalam pikirannya.
"Baiklah karena tuan Huo sudah mengerti jadi aku serahkan semuanya pada tuan Huo," Xu Chen angkat bicara.
Kuo Huo tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya "Tuan Chen tenang saja! barang bagus akan dihargai bagus juga!" Kuo Huo tersenyum dan melirik Xu Chen penuh makna.
"Tuan Chen datanglah tiga hari lagi. Pelanggan Sinar Jingga akan mengadakan lelang besar yang dihadiri berbagai keluarga bangsawan Kekaisaran Qin," Kuo Huo berkata girang.
Xu Chen sedikit terkejut mendengarnya, namun ia segera mengatur kembali ekspresinya, "Kalau begitu aku akan menambahkan dua paket untuk setiap jenis," Xu Chen berkata datar tanpa ekspresi.
Berbeda dengan Xu Chen yang darat tanpa ekspresi. Kuo Huo menjatuhkan rahangnya jantungnya berdetak lebih cepat. Namun Kuo Huo kembali mengatur nafasnya "Baiklah, jika itu yang tuan Chen inginkan. Aku akan sangat senang bisa melelangnya di tempatku yang sederhana ini!"
Kuo Huo sebenarnya bukan dengan jumlah Pil Xu Chen, ia sudah sering menerima Pil dengan jumlah yang lebih banyak, tetapi beda cerita dengan Pil-pil Xu Chen.
"Kau terlalu merendah tuan Huo," Xu Chen berdiri dari duduknya, "Aku akan kembali kesini tiga hari lagi. Aku harap semuanya berjalan lancar!" Xu Chen ingin segera pergi namun di hentikan oleh Kuo Huo.
"Tunggu tuan Chen!" Kuo Huo sedikit berteriak lalu ikut bangkit dari duduknya.
"Tunggulah sebentar ada yang ingin aku berikan pada tuan Chen!?"
Xu Chen menganggukkan kepalanya pelan lalu kembali duduk sesuai permintaan Kuo Huo.
__ADS_1
Tidak lama masuklah seseorang wanita berpakaian pelayan menyerahkan sesuatu pada Kuo Huo lalu segera pergi menggalakan keduanya.
Xu Chen melihat itu hanya diam acuh tak acuh dengan apa yang di lakukan Kuo Huo.
Kuo Huo kembali duduk di tempatnya seraya melirik Xu Chen sekejap, "Tuan Chen aku hanya ingin menyerahkan ini," Kuo Huo menyodorkan sesuatu pada Xu Chen.
Xu Chen memandang sesuatu yang disodorkan kearahnya lalu menerimanya. "Aku tidak menyangka akan mendapatkan ini saat aku baru pertama kali kesini!" batin Xu Chen.
Sesuatu yang Kuo Huo berikan adalah kartu emas. Diaman jika seseorang mendapatkan kartu emas tersebut akan diberikan keistimewaan seperti diskon sepuluh persen saat bertransaksi dengan Pelelangan Sinar Jingga.
Kuo Huo heran saat melihat Xu Chen memandang kartu emas yang ia berikan seolah mengetahuinya, "Maaf tuan bukannya ingin menghina, tetapi apakah tuan tahu dengan kartu emas itu." Kuo Huo bertanya seperti itu karena orang-orang yang mendapat kartu emas darinya hanyalah para bangsawan yang sering mengikuti lelang.
Xu Chen tersenyum ringan "Tentu aku tahu!"
Xu Chen sebenarnya tahu itu kerena pernah melihat kartu emas milik ayahnya, meskipun bukan dari Pelelangan Sinar Jingga, tetapi Xu Chen tahu fungsi karti emas dari setiap tempat seperti Pelelangan Sinar Jingga adalah sama.
Kuo Huo terlihat kecewa saat tahu Xu Chen sudah mengetahui kegunaan kartu emas yang ia berikan. Padahal Kuo Huo sudah sangat bersemangat menjelaskan tentang kartu emas agar melihat bisa ekspresi Xu Chen yang terkejut. Entah mengapa keinginan itu muncul saat Kuo Huo terus melihat ekspresi datar yang Xu Chen tunjukan.
"Baiklah, ini tiket VIP nya. Dengan ini tuan Chen bisa menjadi tamu istimewa dan mendapatkan tempat istimewa saat pelelangan berlangsung," Kuo Huo terlihat lemas, namun tetap menjelaskan tiket VIP nya meskipun ia tahu Xu Chen sudah mengetahuinya juga.
Xu Chen tanpa diduga merasa lucu dengan kelakuan Kuo Huo akhirnya tertawa kecil, membuat Kuo Huo kembali bersemangat.
"Tenyata jika tuan Chen tertawa akan terlihat semakin tampan!" Kuo Huo memuji dengan senyum merekah di wajahnya.
"Aku harap kita bisa bekerjasama lebih jauh setelahnya!" Kuo Huo mengulurkan tangannya.
Xu Chen membalas uluran tangan Kuo Huo sambil tersenyum, "Tentu, aku juga mengharapkannya!"
...****...
Support author dengan Like Komen dan Vote Vote Vote.
See You.
__ADS_1