
Xu Chen tak bisa berkata-kata melihat si Penyihir. Setidaknya kekuatannya sekarang tiga kali lipat dari pada sebelumnya, jika tadi saja Xu Chen sudah sangat kewalahan menghadapi si Penyihir bagaimana dengan sekarang, Pemuda itu pikir mungkin ini adalah akhirnya "Andaikan Guru bersamaku," gumam pemuda itu
"Aku akan membunuhmu kali ini Pemuda sialan!" ujar si Penyihir
Meskipun dengan kondisi yang seperti itu, Xu Chen tak menunjukan rasa takut sama sekali, Pemuda itu pikir setidaknya ia akan mati dengan terhormat "Coba saja kalau kau bisa Penyihir Tua!" balas Xu Chen dengan lantang
"Kau tidak memiliki rasa takut rupanya," ujar si Penyihir, lalu maju dengan melayang secepat kilat menerjang Xu Chen
"Plak" satu tamparan keras si Penyihir mendarat dengan indah di wajah Xu Chen, membuat Pemuda itu kembali terlempar, namun kali ini terlepar sampai menghancurkan tembok, hinggah mendarat ke luar Kastil sangking kerasnya tamparan itu
Terlihat di luar kastil tercipta kawah besar dengan Xu Chen terbaring lemas ditengah tengah-nya
"Uhuk, Uhuk" sambil terbatuk-batuk Xu Chen perlahan bangkit "Ugh, Penyihir Tua itu menjadi berkali kali lebih kuat dan juga bisa melayang, sepertinya kekuatannya setara Kultivator yang berada di ranah Saint, sekarang mustahil bagiku untuk mengalahkannya," ujar Xu Chen dengan bibir yang penuh dengan darah segar
(Penyihir dan Kultivator itu berbeda, mereka memiliki tingkat kekuatan sendiri)
Si Penyihir kembali terlihat melayang menuju ke arah Xu Chen, membuat Pemuda itu memasang senyum masam "Cih, Penyihir Tua ini sudah datang lagi, aku sangat muak melihatnya!" gumam Xu Chen pelan, ingin sekali rasanya memukul wajah Penyihir Tua itu, tapi apa daya yang bisa di lakukan Xu Chen saat ini hanya bisa pasrah dengan keadaan, jangankan memukul mendekati saja Pemuda itu tak mampu
"Apa rasanya anak muda, huh? itulah akibat berani menentang-ku, sekarang pilihanmu hanya dua mati perlahan dengan sadis atau aku menyiksamu perlahan sampai mati?" ujar si Penyihir sambil melayang-layang di udara
Mendengar hal itu Xu Chen mengerutkan keningnya "Hei, apa kau bodoh? kedua pilihan itu sama saja, dan jangan melayang-layang seperti itu, turunlah jika berani!" balas Xu Chen menunjuk-nunjuk si Penyihir
"Sepertinya kau tak belajar dari kesalahan, masih berani mengejekku! sekarang aku akan memberikanmu hukuman yang berat," ujar si Penyihir itu lalu mengangkat tangan kanannya ke depan dan mengucapkan sebuah mantra
Melihat aksi si Penyihir Xu Chen memasang kewaspadaannya "Apa yang akan dilakukan Penyihir Tua itu?" ujar Xu Chen bingung
Namun tiba-tiba badan Xu Chen menjadi kaku dan tak bisa bergerak, Pemuda itu merasakan badannya seperti di genggam oleh tangan raksasa dan semakin lama semakin kencang
"Akhhh..." rintih Xu Chen bersamaan dengan badannya yang mulai terangkat dan melayang di udara hinggah berhadapan dengan si Penyihir
Sambil memasang seringai lebar menakutkan, si Penyihir berkata, "Turun kebawah katamu! bagaiman kalau kau yang naik saja, apakah boleh?"
"Sialan kau Penyihir Tua! Cuih," ujar Xu Chen meludahi wajah si Penyihir
"Sialan kau! aku akan membunuhmu!" teriak marah si Penyihir
Bersamaan dengan itu Xu Chen bisa merasakan sesuatu yang menggenggam-nya tubuhnya semakin erat dan menyesakan, hinggah akhirnya Zirah Tempur Kegelapan-nya pecah
__ADS_1
"Ah, maaf! sepertinya aku merusak mainan indah-mu ini," ujar si Penyihir dengan wajah bersalah namun nada mengejek
Xu Chen menatap tajam si Penyihir, bagaikan ingin menelannya hidup-hidup "Diamlah kau Penyihir Tua sialan!" balas Xu Chen sengit
"Huh, dasar anak nakal!" ujar si Penyihir semakin mengeratkan mantra yang menggenggam Xu Chen
"Krak...Krak..Krak, Akhhhhh!" suara tulang-tulang remuk memenuhi udara, di ikuti dengan jeritan menyayat hati dari Xu Chen
Melihat hal itu, si Penyihir tertawa puas "Hihihi, rasakan itu Pemuda sialan!"
"Akh!" rintih si Penyihir karena dengan tiba-tiba lengan kanannya terpisah dari tubuhnya
Si Penyihir melihat Xu Chen dan teryata "Bum" tiba-tiba lenyap menjadi asap, teryata itu hanyalah salah satu Bayangan Iblis yang Xu Chen ciptakan
"Sialan! Pemuda itu menipuku!" ujar geram si Penyihir
"Hahahaha, aku tidak menyangkan kau begitu mudah tertipu! apa itu sakit?" ujar Xu Chen muncul dari sudut lain dan sambil menunjuk lengan si Penyihir yang terputus. Pemuda itu menggunakan Tehnik Pedang Pembantai Jurus Ke Sepuluh Tebasan Dimensi untuk melakukan hal itu dan setidaknya jurus itu menghabiskan hampir semua Qi Xu Chen
Namun teryata reaksi si Penyihir tak seperti dugaan Xu Chen "Huh! entah jurus apa yang mau gunakan, tetapi apa kau pikir kau menang hanya dengan memotong lenganku?" ujar si Penyihir
Sebenarnya Xu Chen berbohong mengatakan akan hal itu, sebenarnya ia tak memiliki Qi yang cukup untuk kembali melakukan Tebasan Dimensi, mungkin Pemuda itu hanya bisa mengeluarkan Dewa Kematian beberapa kali lagi
Mendengar itu si Penyihir memasang senyum lebar "Aku yakin kau tidak memilki Qi untuk melakukan hal itu, dan biar aku tunjukan apa itu Sihir!"
Selesai berkata seperti itu bagian lengan yang tadi putus seketika di selimuti aura hitam pekat dan berputar dengan kecepatan tinggi, hinggah kejadian selanjutnya membuat Xu Chen mengnganga. Bagaiman tidak, lengan si Penyihir yang tadinya putus kini kembali tumbuh menjadi normal, seperti tak pernah terjadi apa-apa
"Bagaimana? apa kau puas dengan lengan baruku, bukankah ini indah?" tanya si Penyihir sambil menunjukan lengannya yang barusan tumbuh
Xu Chen tak bisa berkata-kata melihat hal itu, ingin sekali rasanya mengumpat dan memaki, namun semua itu ia telan kembali, Xu Chen tahu itu tidak akan berakhir baik "Merepotkan!" gumam Xu Chen pelan
***
"Kalian berdua Peganglah tanganku! dan alirkan Qi kalian sebayak yang kalian bisa," ujar Xu Chen atau lebih tepatnya Kaisar Kegelapan
"Baiklah," balas Yan Yu patuh
Namun tidak dengan Huang Ho, orang tua itu masih terbengong belum bisa mencerna situasi
__ADS_1
"Pak Tua Ho! ada apa, mengapa diam?" tanya Yan Yu membuyarkan lamunan Huang Ho
"Y-ya, a-ada apa Nona Yu?" balas Huang Ho gugup
"Apa Pak Tua Ho tidak mendengarkan? cepatlah! kita harus memberikan Qi kita padanya," ujar Yan Yu sambil menunjuk ke arah tubuh Xu Chen berdiri
"Ah, Iya!" balas Huang Ho singkat
"Cepatlah Pak Tua! atau aku akan memakan-mu," ancam Xu Chen atau lebih tepatnya Kaisar Kegelapan
"B-baiklah!" balas Huang Ho lalu cepat-cepat melaksanakan perintah Kaisar Kegelapan
Kaisar Kegelapan mengambil posisi duduk bersila di ikuti dengan Yan Yu di kanannya dan Huang Ho di kirinya, masing-masing dari mereka memegang tangan Xu Chen yang sudang di kendalikan Kaisar Kegelapan
"Sekarang mulailah!" ujar Kaisar kegelapan singkat
Keduanya tak menjawab hanya menganggukkan kepala pertanda setuju lalu mulai mengalirkan Qi mereka ke tubuh Xu Chen yang langsung di terima oleh Kaisar Kegelapan. Beberapa saat berlalu dan akhirnya proses itu selesai
"Baiklah, Terimahkasih kalian berdua, sekarang aku akan pergi!" ujar Kaisar Kegelapan mulai menutup matanya
Namun, tiba-tiba suara wanita menghenghentikannya "Hei, apakah kau akan pergi ke tempat Chen, boleh-kah aku ikut bersamamu?"
Kaisar Kegelapan mengerutkan keningnya "Gadis Bodoh, kau diam dan tenanglah di sini tempat itu sangat berbahaya dan tidak cocok untukmu," ujar Kaisar Kegelapan tegas
Yan Yu menundukkan kepalanya "Tapi...?"
Melihat kekhawatiran itu, Kaisar Kegelapan berkata, "Kau tenanglah, aku akan membawa pulang Chen-mu itu dengan selamat"
"Baiklah!" balas Yan Yu menundukkan kepalanya lemas
Melihat Itu Kaisar Kegelapan tak merespon lebih jauh lagi, ia hanya ingin cepat-cepat pergi dan menolong Muridnya Xu Chen
"Tunggulah aku anak bodoh dan aku harap kau belum mati!" gumam Kaisar Kegelapan pelan
*****
Jangan Lupa berikan Like/Komen dan Votenya Yaa Guys. See You
__ADS_1