
"Siapa kau sebenarnya? Kau begitu muda dan memiliki kemampuan tinggi, tidak mungkin namamu tidak pernah terdengar!"
Pemimpin rombongan tersebut memang dadanya yang terkena tebasan Pedang Malam Abadi, dia mengira Xu Chen tidak semuda kelihatannya.
"Apa itu penting?" Xu Chen mendengus kesal, Pedang Malam Abadi yang dia letakan di bahunya di arahkan pada orang tersebut, "Ketika kau akan mati!" Xu Chen tersenyum ringan namun di mata tiga pria senyuman itu menakutkan.
Setelah menyaksikan kekuatan Xu Chen, mereka berniat bernegosiasi namun sepertinya tidak ada ruang untuk hal itu, akhirnya pemimpin rombongan tersebut tidak punya pilihan lain, dia kemudian memerintahkan dua rekannya untuk siapa bertempur, meski sebenarnya pertempuran sudah dimulai.
Keduanya mengantuk ringan, menyadari satu-satunya cara untuk keluar dari situasi ini adalah kekerasan, maka mereka menarik pedang hampir bersamaan lalu mengarahkan pedang mereka pada pemuda di depan mereka.
"Oh, kalian sudah mau menemui ajal kalian 'ya? aku pikir untuk memberi kalian sedikit waktu namun... ah sudahlah tidak perlu banyak bicara."
Ketiga pria tersebut mengumpat dalam hati mendengar kata-kata Xu Chen karena sejak awal pemuda tersebut lah yang banyak bicara, mereka mulai berpikir ada yang salah dengan otak Xu Chen.
Namun mereka tidak punya banyak waktu untuk memikirkan hal tersebut, karena saat ini seorang pemuda sedang menerjang ke arah mereka yang tidak lain adalah Xu Chen.
Xu Chen maju dengan santai, pemdua itu hanya mengeluarkan kekuatan setara dengan Kultivator ranah Ekspert, kerena tidak ingin mengundang perhatian yang tidak perlu, meski begitu gerakannya begitu gesit dan mematikan.
Permainan pedang Xu Chen cukup merepotkan bagi ketiga pria tersebut, gerakan cepat dan rumit membuat ketiga pria sulit mengimbangi pemuda tersebut jika berhadapan satu-satu, namun mereka terselamatkan oleh kombinasi kerja sama yang epik satu sama lain.
Xu Chen menaikan alisnya mendapati ketiga pria tersebut cukup baik ketikan melakukan kerjasama, Xu Chen menebak ketiga pria tersebut memiliki pengalaman bertarung bersama yang mengakibatkan kombinasi kerjasama mereka tidak terputus, mengalir bagaikan air.
"Kalian cukup memiliki kemampuan! tapi bagaimana dengan yang ini?"
Xu Chen menaikan tingkat kekuatannya satu tingkat lagi, membuat semau gerakannya bertambah cepat dan setiap serangannya memiliki tenaga yang kuat.
Pemimpin rombongan tersebut juga yang paling kuat dari keduanya mengumpat keras dalam hati, baru saja dirinya senang karena bisa mengimbangi permainan pedang Xu Chen, namun belum berlangsung lama lawan mereka meningkatkan tingkat permainan pedangnya, memaksa dirinya dan rekannya mulai mengambil posisi bertahan.
"Cih, tidak berguna! aku pikir kalian bisa lebih lama bermain denganku? namun sepertinya kemampuan kalian sangat rendah," Xu Chen tersenyum mengejek.
__ADS_1
Andaikan tatapan mata bisa melukai, maka Xu Chen sudah penuh akan luka karena tatapan ketiga pria tersebut sangatlah tajam setelah mendapatkan penghinaan dari Xu Chen.
"Aih, ada apa dengan tatapan kalian itu? sungguh tidak enak!" Xu Chen kemudian melepaskan Tehnik Pedang Pembantai 'Amarah Sang Dewi' kepada tiga pria.
Ketiga pria tersebut mengerutkan dahi saat melihat senyum di wajah Xu Chen melebar, namun mereka segera mengetahui alasannya kerena belasan pisau angin bahkan puluhan segera menggores tubuh mereka.
Dentuman-dentuman suara besi tercipta diudara akibat benturan pisau angin yang dihasilkan dari 'Amarah Sang Dewi' berbenturan dengan pedang-pedang mereka saat menangkisnya, namun tidak sedikit yang berhasil mendarat di tubuh mereka, menciptakan luka-luka yang ringan hingga yang dalam di tubuh mereka.
Beberapa saat kemudian tubuh mereka penuh dengan luka, sedangkan baju mereka dipenuhi robekan dimana-mana layaknya pengemis, meskipun dalam kondisi siap, tetapi pisau-pisau angin yang Xu Chen ciptakan sungguh merepotkan.
Ketiganya segera mengalirkan Qi untuk mencegah darah keluar lebih banyak sambil menatap Xu Chen dengar tatapan geram.
"Bagaimana? apakah ini perlu dilanjutkan?" Xu Chen tersenyum lebar, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Ketiga pria tersebut tidak bergeming, mereka ingin mengatakan sesuatu namun ragu-ragu bahkan salah satu mereka terlihat ketakutan.
"Senior, aku tidak tahu masalahmu dengan kami sampai menyerang kami tanpa alasan seperti ini... Tapi apapun itu kami minta maaf telah menyinggung senior secara langsung ataupun tidak..." Pemimpin rombongan tersebut memberanikan diri untuk bicara.
Namun setelah mengetahui kekuatan Xu Chen yang sebenarnya, mereka mulai menyesali tindakan mereka, andai waktu bisa diulang mungkin mendapat rasa malu lebih baik daripada berurusan dengan pemdua seperti Xu Chen.
Di dalam dunia kultivator kekuatan adalah segalanya, mereka mengetahui betul mencari masalah dengan orang berkemampuan tinggi tuan akan pernah berakhir baik.
"Hm, menjelaskannya sulit! tapi aku yakin kalian orang-orang itu!"
"Maksud senior?"
"Kalian adalah anjing-anjing Kaisar bukan? aku tahu tujuan kalian kesini," Xu Chen menyeringai lebar.
Ketiga pria tersebut menahan nafas cukup lama, mereka baru menyadari teryata semua yang terjadi tidaklah sederhana.
__ADS_1
"Omong kosong! kau pikir kami percaya?"
"Hm, mengapa tidak? tapi biar aku tebak... Bukankah kedatangan kalian berhubungan dengan peristiwa kelam beberapa tahun lalu, kalau tidak salah orang-orang menyebutnya Lautan Api Keluarga Xu!" Xu Chen menyeringai lebar, sedangkan ketiga pria menahan nafas, mereka tidak menduga rahasia negara bisa bocor ke tangan orang luar.
"Siapa kau sebenarnya? kau mengetahui identitas kami, tapi kau tidak takut sama sekali," sinar mata pria tersebut seketika berubah, "Kau tahu bukan menantang pemerintah adalah tindakan kriminal?"
"Hm, memang tapi siapa yang akan tahu kalau kalian mati di sini!" Xu Chen menyeringai lebar.
Ketiga pria tersebut mengerutkan dahi karena karena perkataan Xu Chen tidak sesuai kenyataan sebab ada beberapa orang yang masih menyaksikan mereka.
"Kau sebut apa mereka?" melirik orang-orang yang menyaksikan dari jauh.
"Mereka?" Xu Chen ikut melirik kemana pandangan pria itu tertuju, namun kembali mengalihkan pandangannya, "Tentu mereka akan mengikuti kalian," Xu Chen membiasakan kata-kata itu hanya kepada tiga pria.
"Apa kau gila? mereka tidak bersalah mengapa melibatkan mereka?" suara pemimpin rombongan tersebut menggelegar.
Xu Chen menanggapi itu dengan tertawa lantang, namun jika didendangkan dengan teliti tawa tersebut mengandung rasa kesepian yang amat dalam. Tawa tersebut berlangsung beberapa saat sebelum cahaya mata Xu Chen berubah.
"Sungguh sebuah lelucon! kalian selalu menganggap diri kalian manusia suci, namun hakikatnya kalian tidak berbeda dengan iblis. Menghancurkan sesuatu karena perbedaan... aku sungguh membenci itu!"
Aura kematian beserta aura tubuh iblis yang sedari tadi tertahan seketika merembet keluar dengan ganas mengarah kepada tiga pria.
Ketiga pria merasakan tubuh mereka seperti tertimpa sesuatu yang berat diikuti udara yang seolah menjauh dari mereka, namun yang paling buruk perasaan resah yang menyerang batin mereka ketika memandang Xu Chen, seolah mereka berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa.
"Ugh, tubuhku?"
"S-siapa kau?"
Xu Chen tidak menjawab melainkan kembali mengangkat pedang Malam Abadi lalu mengarahkannya pada tiga pria tersebut.
__ADS_1
"Mati!"
Ketiga pria itu menahan nafas sebab tidak bisa mengendalikan tubuh sesuai keinginan mereka, yang bisa mereka lakukan hanya diam menunggu ajal menjemput mereka, namun saat mereka telah pasrah dengan kematian, tiba-tiba sesuatu terjadi.