Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 57. Tiket VIP


__ADS_3

Tiga hari terlah berlalu dengan cepat. Suasana Ibukota Kekaisaran Qin sangat ramai hari ini. Berbagai keluarga dari kelas tiga sampai kelurga bangsawan hadir di Pelelangan Sinar Jingga.


Xu Chen hanya menghabiskan waktunya tiga hari ini dengan berlatih Aura Kematian yang di ajarkan Gurunya. Xu Chen dengan aura kematian bisa membuat lawannya kesulitan bernafas, tertekan dan paling parah mati. Tidak terlalu hebat memang, tetapi aura kematian bisa sangat berguna untuk menggertak lawan.


"Hahh, akhirnya hari ini tiba! aku akan jadi orang kaya sebentar lagi," Xu Chen bangkit dari duduknya dengan senyum yang merekah lebar di wajahnya.


Xu Chen keluar dari kamarnya membuat semua mata tertuju padanya terutama para pegawai penginapan.


"Ada apa dengannya?" seorang pegawai wanita mengerutkan dahinya melihat Xu Chen, "Biasanya wajahnya sangat datar seperti seperti lantai dan lihatlah sekarang, dia tersenyum?"


"Hei, tetapi lihatlah baik-baik," pegawai wanita lainnya melihat Xu Chen dengan khidmat tanpa berkedip, "Dia sangat tampan saat tersenyum!"


Semua pegawai di penginapan sangat kenal dengan Xu Chen walaupun hanya menginap tiga hari, tetapi Xu Chen telah membuat kehebohan yang luar biasa.


Saat Xu Chen sedang melatih aura kematian, ia tidak sengaja membocorkan sedikit auranya dan langsung tersebar keseluruh penginapan, bersamaan dengan itu seluruh orang yang bukan kultivator sesak nafas, bahkan beberapa dari mereka yang pingsan.


Karena insiden itu Xu Chen hampir di usir dari penginapan, namun pihak penginapan yang meredakan kengerian aura kematian yang Xu Chen keluarkan segera mengurungkan niat mereka.


"Tempat memang, tetapi apakah kau lupa dengan insiden hari itu?" pegawai wanita itu bergidik ngeri, karena dia adalah salah satu yang pingsan akibat aura kematian Xu Chen.


Pegawai wanita lainnya terlihat seperti mengingat sesuatu lalu bergidik ngeri seperti temannya.


Tanpa mereka berdua sadar Xu Chen dapat mendengar percakapan keduanya meskipun jaraknya jauh dan agak ramai, tetapi Xu Chen seperti biasa datar dan tidak peduli.


Setelah meninggalkan penginapan Xu Chen hanya membutuhkan waktu beberapa menit berjalan untuk tiba di Pelelangan Sinar Jingga, karena memang jaraknya antara penginapan dan pelelangan tidak terlalu jauh.


Saat Xu Chen ingin memasuki Pelelangan Sinar Jingga lagi-lagi dia dihentikan oleh seorang penjaga pintu.


"Berhenti siapa kau?" teriak seorang penjaga.


Melihat itu Xu Chen mengerutkan dahinya "Mengapa mereka menahan ku lagi, bukankah aku sudah memakai pakaian yang bagus!?" batin Xu Chen.


Namun saat penjaga pintu ingin bertindak lebih jauh kepada Xu Chen, tiba-tiba tangan rekannya menghentikannya. Spontan penjaga tidak melanjutkan aksinya dan memandang rekannya penuh tanda tanya. Namun rekannya tidak menjawab ia hanya maju kedepan dan berhadapan dengan Xu Chen.

__ADS_1


"Maafkan rekanku tuan!" penjaga membungkuk penuh hormat, "Dia baru bekerja sehari di sini dan tidak mengetahui kehebatan tuan," lanjutnya. Sementara rekannya memandanginya dengan penuh tanda tanya.


Xu Chen terlihat berpikir sejenak seraya memegang dagunya, "Ahh, kau yang hari itu, ya?"


Penjaga menganggukkan kepalanya "Ya, tuan!"


"Dimana rekanmu?" Xu Chen bertanya tentang penjaga yang ia potong lengannya tempo hari.


"Dia sudah tidak bekerja di sini tuan, semenjak...?" penjaga menutup mulutnya dengan tangannya sendiri sadar sudah berbicara yang salah.


Ekspresi Xu Chen berubah seketika, bahkan membuat penjaga terlonjak kaget dan ketakutan mengira Xu Chen marah kepadanya.


Xu Chen tentu mengerti dengan apa yang di maksud penjaga pintu. Xu Chen sadar kelakuannya tempo hari kerena emosi ia seharusnya tidak berbuat berlebihan sampai memotong lengan panjang.


"Dia hanya menjalankan tugasnya, akulah yang salah!" Xu Chen berkata dengan wajah bersalah.


Penjaga pintu tidak bergeming sama sekali, ia sebenarnya ingin sekali membela rekannya, namun takut akan terjadi apa-apa dengannya dan kehilangan perkejaan. Sementara penjaga satunya hanya menatap rekannya yang menunduk kepada Xu Chen seperti ketakutan, "Apa yang sebenarnya terjadi?" batin penjaga penuh tanda tanya.


"Siapa namanya dan di mana ia tinggal? aku ingin meminta maaf langsung padanya!" Xu Chen memegang bahu penjaga menyuruhnya untuk kembali mengangkat kepalanya.


Xu Chen menganggukkan kepalanya pelan lalu mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya, "Ini tiket ku," Xu Chen memperlihatkan tiket yang diberikan Kuo Huo pada kedua penjaga, "Aku boleh masukkan!?" Xu Chen tertawa kecil saat melihat ekspresi kedua penjaga.


Kedua penjaga tentu tahu tiket berwarna emas yang Xu Chen keluarkan, tiket VIP yang hanya dimiliki para bangsawan karena harganya yang mahal, "T-tentu tuan boleh masuk," penjaga yang sempat menghalangi Xu Chen tadi menundukkan kepalanya hormat bahkan ia sedikit gemetar saat tahu Xu Chen memiliki tiket VIP.


Xu Chen tertawa kecil dan dengan cepat masuk ke dalam Pelelangan Sinar Jingga, karena Xu Chen melihat seorang tuan muda bangsawan dikawal beberapa penjaga sedang mengarah padanya.


**


"Sudah kuduga di sini akan sangat ramai!" Xu Chen terlihat canggung karena tidak biasa berada di keramaian yang sangat padat seperti sekarang dan juga ini pertama kalinya ia mengikuti sebuah pelelangan.


Saat Xu Chen sedang berjalan tanpa arah, terlihat seorang wanita dengan senyum lebar dan pakaian yang minim menghampiri Xu Chen dari arah belakang.


"Lama tidak berjumpa tuan Chen," Ying Yue menepuk bahu Xu Chen.

__ADS_1


Namun Xu Chen tidak merespon hanya kembali melangkahkan kakinya menjauh seolah tidak terjadi apa-apa.


Melihat Xu Chen yang malah menjauh, Ying Yue mengerutkan keningnya, "Apa dia tidak mendengar ku? bukankah aku sudah menepuk bahunya cukup keras tadi?" ujar Ying Yue penuh tanda tanya.


Ying Yue tidak menyerah begitu saja kerena itu bukanlah gayanya, gadis itu segera berlari kecil menyusul Xu Chen yang terlah menjauh. Hingga saat Ying Yue telah berada di depan Xu Chen ia segera menghalangi langkah Xu Chen.


"Hai tuan Chen," Ying Yue mengangkat tangannya menyapa Xu Chen.


"Ah, teryata nona Yue, ada apa?" Xu Chen Sebenarnya sudah mengetahui kedatangan Ying Yue dari aura yang di keluarkan tubuh gadis itu. Xu Chen sudah lebih peka dengan aura seseorang karena telah mempelajari aura kematian. Namun Xu Chen sengaja menghindari Ying Yue, ia tidak ingin diganggu lagi seperti tiga hari yang lalu.


"Ada apa? seharusnya aku yang bertanya padamu sedang apa kau di sini?" Ying Yue penuh selidik.


"Aku ingin mengikuti lelang!" balas Xu Chen tegas.


"Hmm," Ying Yue berjalan memutari tubuh Xu Chen sambil memandang penuh selidik, "Syarat memasuki pelelangan ini setidaknya keluarga kelas tiga dan aku belum pernah mendengar keluarga Xian di kekaisaran Qin ini," Xu Chen dulu memperkenalkan dirinya dengan nama Xian Chen.


Xu Chen diam sejenak, "Kau terlihat berbeda hari ini nona Yue," Xu Chen mengalihkan pembicaraan.


"Kau tidak usah mengalihkan pembicaraan, jawab saja kau berasal dari mana?"


Xu Chen dan Ying Yue hanya berpandangan beberapa saat sebelum Kuo Huo menghampiri Xu Chen.


"Tuan Chen, Nona Yue. Apa yang kalian lakukan di sini?" Kuo Huo terlihat bingung saat melihat Xu Chen dan Ying Yue saling berpandangan sengit.


Xu Chen yang melihat Kuo Huo bernafas lega, "Tuan Huo akhirnya aku menemukanmu, aku sudah mencariku kemana-mana tadi!"


Kuo Huo segera teralihkan perhatiannya, "Tuan Chen aku juga sudah mencarimu kemana-mana, ayo segera masuk acaranya akan segera dimulai!"


"Nona Yue kau juga bersiaplah!" lanjut Kuo Huo.


Xu Chen dan Kuo Huo segera meninggalkan Ying Yue dengan muka yang terlihat kesal. Sementara Xu Chen tertawa puasa di dalam hati.


...****...

__ADS_1


...Support author dengan Like Komen dan Vote....


...See You. ...


__ADS_2