
"Uhuk, Dimana aku?" ujar Xu Chen bingung, lalu memperhatikan sekelilingnya "Ahh, Syukurlah! aku kira aku akan mati tadi," lanjutnya
Xu Chen perlahan mengumpulkan sisa-sisa tenaga dan bangkit kembali "Dimana Penyihir Tua itu?" memicingkan matanya melihat sekeliling
"Ah, Entahlah! lebih baik aku menyembuhkan luka-ku dan mengisi Qi Gelap ku kembali! lalu kembali memikirkan Penyihir Tua itu" Xu Chen tak memikirkan hal itu lebih lanjut dan segera duduk bersila dengan tenang
Pemuda itu mulai mengisi Qi-nya kembali, diikuti dengan itu perahan namun pasti, luka-luka yang ia derita perlahan pulih, tetapi setidaknya sampai kondisinya pulih agak membutuhkan waktu lama
***
Bersaman dengan Xu Chen yang sedang memulihkan kondisi tubuh dan Qi-nya. Terlihat dua sosok hebat sedang bertarung di udara, bisa terlihat seorang wanita bertubuh indah mengenakan gaun berwarna hitam sedang bertarung dengan seorang pria gagah serta tinggi mengenakan jubah hitam senada dengan si wanita, jika di lihat-lihat pria dan wanita itu sangat serasi. Keduanya bertukar serangan sengit, namun bisa terlihat si Pria lebih menguasai keadaan dan mendominasi
"Aku sudah memberitahumu untuk tidak melawan!" ujar Kaisar Kegelapan santai
"Entah apa yang kau inginkan, tapi kaulah yang memaksa," balas si Penyihir sengit
"Bukankah aku sudah bilang aku mencari Muridku!" ujarnya lagi
"Aku tidak tahu Murid apa yang kau cari? tetapi karena sudah datang maka aku akan menghabisi-mu!" balas si Penyihir masih menyembunyikan keberadaan Xu Chen
"Kau besar mulut!" bersaman dengan berkata seperti itu, Kaisar Kegelapan berhasil mendaratkan pukulan ke wajah si Penyihir, membuta ia terpental jatuh hingga menghantam tanah menciptakan kawah kecil, seteguk darah segar keluar dari mulut si Penyihir "Cih, meskipun kekuatan kami tidak terlalu jauh tapi dia sangat kuat!" gumam si Penyihir
Ya, itu benar! Meskipun kekutan keduanya cukup berimbang, namun kerena pengalaman Kaisar Kegelapan lebih jauh dan lebih matang dalam pertempuran, jadi si Penyihir tak berkutik saat. berhadapan dengannya dan sebenarnya, jika Kaisar Kegelapan berada pada kondisi primanya si Penyihir hanyalah semut di matanya
"Bagaimana? apakah sekarang kau bisa menjawab pertanyaan ku?" tanya Kaisar Kegelapan di ketinggian udara
Mendengar hal itu si Penyihir tak menjawan hanya mengepalkan tangannya keras menahan emosi
"Baiklah, sepertinya kau tidak ingin memberi tahu ku," ujar Kaisar Kegelapan lalu dengan kecepatan tinggi yang tak bisa diikuti mata, ia meluncur ke arah si Penyihir dan memegang lehernya lalu menyeretnya ke tanah, hingga beberapa ratus meter jauhnya. Bekas seretan itu menciptakan seperti lubang galian yang panjang
__ADS_1
Kaisar Kegelapan melekat si Penyihir ke tanah "Bagaimana, rasanya nikmat bukan?" ujar Kaisar Kegelapan dengan seringai lebar
***
"Ahh! akhirnya luka-ku telah pulih dan Qi Gelap ku telah terisi penuh!" ujar Xu Chen sambil memperhatikan luka-lukanya yang telah menghilang tak meninggalkan bekas,"Ini berkat tehnik yang Guru ajarkan, setidaknya aku bisa mengumpulkan Qi dan menyembuhkan diri beberapa kali lebih cepat dari orang kebanyakan, Guru memang sangat hebat!" lanjut Pemuda itu sambil memuji-muji Gurunya, Kaisar Kegelapan
"Huh, apa ini?" ujar bingung Xu Chen merasakan sesuatu "I-ini Qi Gelap milik Guru! bagaimana Guru bisa berada di sini?" lanjut Xu Chen, lalu Pemuda itu dengan cepat berdiri dan melesat ke tempat Qi yang ia rasakan
***
"Sialan kau! aku akan membunuhmu!" teriak marah si Penyihir, seketika ledakan energi dahsyat terjadi di badan si Penyihir
"Bomm" bahkan ledakan itu menghempaskan Kaisar Kegelapan menjauh beberapa langka "Gawat! energi Wanita Penyihir ini berkali-kali menjadi lebih kuat dan berputar sangat dahsyat di dalam tubuhnya. Sepertinya ia akan melakukan ledakan energi! aku harus menghentikannya!" ujar Kaisar Kegelapan menganalisa
Setelah itu ia menerjang ke arah si Penyihir, namun energi tak kasat mata sedikit melemparnya satu langka ke belakang "Cih, Sialan!"
"Hihihi, kau akan menemui ajal mu!" ujar si Penyihir sebelum seluruh tubuhnya di selimuti aura hitam yang pekat di ikuti dengan awan yang mulai menghitam juga dan dengan gemuruh petir di mana-mana
Melihat semua hal itu Kaisar Kegelapan hanya diam dan memperhatikan. Lalu bergumam kecil, "Aku benci menjadi lemah! aku harap kekuatanku segera kembali!"
***
(Didalam hutan, tempat para serigala)
Lycan yang sedang berburu dengan kawanannya di kagetkan dengan ledakan hebat dan langit yang tiba-tiba berubah menjadi hitam
"Apa yang terjadi?" ujar seekor serigala
"Entahlah! aku belum pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya," balas serigala lainnya dan seketika itu juga para serigala menjadi bising dan panik
__ADS_1
Melihat hal itu Lycan sebagai serigala alpha segera angkat suara, "Kalian semua tenanglah!" Seketika semua perhatian mengarah padanya "Aku juga seperti kalian tidak tahu dan bertanya-tanya apa yang terjadi? tetapi naluri ku mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan Ratu, sepertinya Ratu sangat marah,"
Mendengar hal itu keluar dari mulut alpha mereka. Para kawanan serigala kembali riuh dan bertanya-tanya mengapa Ratu yang begitu mereka takuti marah dan siapa yang berani membuat Ratu marah. Melihat situasi yang kembali riuh Lycan kembali berteriak lantang "Diamlah atau aku akan membunuh kalian!", spontan hal itu membuat semua diam dan kembali memperhatikannya
"Aku tahu kalian khawatir, tetapi dalam kondisi seperti ini kita harus selalu tenang dan berfikir jernih, apa kalian mengerti?" ujar Lycan bijak
"Ya, Ketua" balas seluruh kawanan serentak dan lantang
Lycan tersenyum kecil lalu melanjutkan, "Baik, kalian sudah mengeri jadi, langkah yang harus kita ambil selanjutnya adalah pergi ke sarang dan berlindung hingga situasi kembali kondusif"
"Ya Ketus sangat bijak"
***
Sementara itu Xu Chen yang sedang menuju ke tempat yang ia yakini berada Gurunya, di kejutkan dengan kondisi yang sama yang di alami para serigala
"Ada apa ini? kekuatan ini sangat mengerjakan bahkan membuatku merinding!" ujar Xu Chen sambil terus melesat "Dan ini berasal dari tempat Guru, Gawat aku harus bergegas!" lanjutnya
Setelah itu Xu Chen lebih mencepatkan larinya berusaha menuju ke tempat Gurunya dengan secepat mungkin
***
Beberapa saat berlalu tornado yang mengelilingi si Penyihir perlahan mereda namun belum menghilang di ikuti hal itu penampilan si Penyihir kembali berubah. Sekarang ia menjadi nenek tua yang bungkuk dan dengan rambut panjang namun telah memutih dan mata hitam pekat. Terlepas dari semua hal itu aura yang di keluarkan si Penyihir menjadi berkali-kali lebih kuat
Dengan suara khas nenek-nenek si Penyihir berkata, "Hihihi, aku akan membunuhmu dan murid sialanmu itu!"
****
Like/Komen dan Votenya untuk karya author ini
__ADS_1
Chapter selanjutnya update malam jam 21.00 Wib
Sekian Terimagaji