
"Hmm! kenapa bisa ada kabut disini? dari mana mereka berasal?" ujar Xu Chen pada dirinya sendiri
"Entahlah, apa kita harus memasukinya?" tanya Yan Yu sambil memandang kabut tebal didepannya
Melihat sesuatu yang tak biasa Itu, Xu Chen memutuskan untuk bertanya pada Kaisar kegelapan "Guru! apa Guru tau dari mana kabut kabut ini berasal, aku merasakan firasat buruk tentang kabut ini" tanya Xu Chen dalam pikirannya
"Ya! kau benar anak bodoh! ini memang bukan kabut biasa, aku bisa merasakan suatu energi aneh dari dalam kabut kabut itu!" balas Kaisar kegelapan
"Lalu apa yang harus Murid lakukan? Guru!" tanya Xu Chen kembali
"Masuklah, tidak ada pilihan lain! tapi ingat kau harus berhati hati, kabut itu bisa menyesatkan seseorang! aku sarankan sebaiknya kalian berpegangan tangan agar tidak terpisah!" Balas kaisar kegelapan
Spontan Mendengar itu Xu Chen berteriak "Apa! tidak adakah cara lain Guru?"
Kaisar Kegelapan tak menjawab hanya menggeleng gelengankan kepalanya sambil tersenyum penuh makna
"Peganglah tanganku!" ucap Xu Chen singkat sambil menjulurkan tangannya kepada Yan Yu, membuat gadis itu bingung
Namun seketika itu Yan Yu segera tersenyum genit dan segera berkata dengan menggoda "Ada apa? kenapa tiba tiba ingin bergandengan denganku? apa kau sudah mulai menyukaiku?" Tanya Yan Yu bertubi tubi sambil tersenyum genit
Xu Chen segera mengerutkan keningnya dan segera menarik tangannya kembali "Baiklah jika kau tidak mau! tapi jangan salahkan aku jika didalam nanti kau tersesat!"
Mendengar hal tersebut dengan cepat Yan Yu menarik kembali tangan Xu Chen dan menggenggamnya erat "Mengapa kau tidak bilang dari tadi, ayo kita masuk!" ujar Yan Yu semangat sambil menarik Xu Chen memasuki kabut
"Hati hati! jangan sampai kau melepaskan tanganku, jika itu terjadi aku tidak jamin kau selamat!" ujar Xu Chen
"Baiklah! tapi dari mana kau tahu kabut ini bisa menyesatkan seseorang?" balas Yan Yu bertanya, sambil lebih mengerakaskan genggamannya pada tangan Xu Chen
"Hanya firasat!" balas Xu Chen Singkat
"Apa, hanya firasat? apakah kau hanya membuat buat itu agar bisa lebih dekat denganku?" tanya Yan Yu dengan nada menyelidik
"Jika kau berkata seperti itu lagi, aku akan memukulmu!" balas Xu Chen sambil memperlihatkan genggaman tangannya pada Yan Yu, membuat gadis itu kembali diam dan dengan patuh mengikuti Xu Chen
Keduanya berjalan menyusuri kabut beberapa jam, hinggah akhirnya Xu Chen dan Yan Yu tiba gerbang sebuah desa terpencil. desa yang mereka berdua tidak ketahui sama sekali yang pasti desa itu memiliki aura yang suram tak seperti desa desa lainnya
"Dimana kita?" tanya Yan Yu
Mendengar Pertanyaan itu Xu Chen mengerutkan keningnya "Apa kau bodoh? mengapa bertanya padaku. jika aku tahu, kita tidak akan tersesat seperti ini! dan lepaskan tanganku aku rasa ini sudah aman!" balas Xu Chen sedikit meninggikan suaranya
__ADS_1
"Huh! mengapa kau selalu seperti itu? tidak bisakah kau menjawabku dengan benar!" Ujar Yan Yu kesal sambil melepaskan genggamannya
Xu Chen tak menjawab pandangannya hanya terpaku pada area sekitar, melihat itu Yan Yu segera memandang ke arah Xu Chen memandang dan betapa terkejutnya gadis itu tempat mereka berpijak dikelilingi kabut tebal bagaikan sebuah dinding besar yang melindungi kota
Entah mengapa Xu Chen merasakan sebuah firasat buruk saat mulai memasuki kabut, hingga saat ini perasaan itu tak kunjung mereda, malah makin lama makin kuat
Namun tidak dengan gadis disebelahnya "Woah! ini sangat indah!" ucap takjub Yan Yu sambil memandang kabut tersebut dan menoleh ke arah Xu Chen ingin melihat ekspresi pemuda itu, namun teryata ekspresi Xu Chen tak seperti yang ia harapkan, wajah pemuda itu kusut bagaikan cucian kotor. sesuatu yang tak pernah ia lihat
Melihat kekhawatiran diwajah Xu Chen, gadis itu memutuskan untuk bertanya "Ada apa? mengapa kau sepertinya sangat khawatir seperti itu?"
"Diamlah! mengapa kau begitu senang saat kita tersesat?" balas Xu Chen tetapi pandangannya masih terpaku pada kabut
"Hei! aku bertanya lain dan kau menjawab lain! ada apa denganmu?" teriak marah Yan Yu
"Aku merasakan sesuatu yang buruk" balas Xu Chen Singkat
Mendengar itu Yan Yu mengerutkan keningnya bingung "Firasat buruk, seperti apa?" tanya gadis itu
"Entahlah! lebih baik kita kedesa itu dan bertanya pada warga lokal!" balas Xu Chen sambil melangkah memasuki desa diikuti Yan Yu mengekor dibelakangnya
"Berhati hatilah anak bodoh!" ucap Kaisar Kegelapan memperingati Muridnya
***
"Kepala Desa! Kepala Desa" teriak seorang pria paruh baya didepan sebuah rumah yang terlihat lebih besar dari rumah rumah lainnya
"Ada apa?" terdengar suara seorang pria tua dari dalam rumah
"Kepala desa! ada, ada orang asing?" balas Pria paruh baya panik
Mendengar itu orang yang dipanggil dengan sebutan Kepala Desa segera keluar dengan buru buru, "Apa maksudmu?"
"Dua orang asing ada digerbang desa!" balas Pria paruh baya tersebut
"Seperti apa rupa mereka?" tanya Kepala Desa dengan nada menyelidik
"Seorang Pemuda kira kira berumur tujuh belas tahun dengan postur tinggi dan tampan dan menenteng pedang panjang dipunggungnya dan seorang lagi adalah wanita muda yang sangat cantik!" jelas Pria Paruh baya
Mendengar hal itu Kepala Desa tak bisa menahan keterkejutannya, dengan girang pria tua itu berkata "Seorang Pemuda dan wanita! mungkinkah itu mereka!"
__ADS_1
Perkataan Itu juga membuat Pria Paruh baya seperti teringat sesuatu "Orang yang diramalkan" ucap Pria Paruh baya
"Kau Segera sambut mereka dan persilahkan mereka kesini tapi jangan katakan sesuatu mengenai ramalan pada mereka biar aku sendiri yang menyampaikan" perintah Kepala Desa
Xu Chen dan Yan Yu menyusuri desa namun sesuatu aneh terjadi, setiap warga atau penghuni desa tersebut melihat Xu Chen dan Yan Yu mereka langsung menghindar dan lari bagaikan melihat hantu bahkan ketika keduanya melewati sebuah rumah, pemilik rumah akan langsung menutup pintu rumah mereka dan bersembunyi
"Mengapa mereka lari saat melihat kita? apakah kita berdua menyeramkan?" tanya Yan Yu
"Entahlah! tapi sepertinya mereka tak pernah menerima tamu!" balas Xu Chen masih terus berjalan
Yan Yu segera mengerutkan keningnya lalu bertanya "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita akan mencari pemimpin mereka!" Balas Xu Chen yang membuat Yan Yu semakin mengerutkan keningnya
"Bagaimana Caranya?" tanya kembali gadis itu
Sambil berdecih Xu Chen membalas "Kau Cukup diam dan mengikutiku!"
Mendengar itu Yan Yu ingn protes, mengapa setiap ada masalah yang harus ia lakukan hanya diam dan menunggu gadis itu ingn terlibat namun Xu Chen tak pernah mendengarkannya
Saat Yan Yu ingin menyampaikan itu, tiba tiba sesuatu dari kejauhan mendekati mereka membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk protes
"Siapa dia?" tanya Yan Yu
"Diam dan berdirilah dibelakangku!" balas Xu Chen seraya menarik tangan gadis itu
Sosok itu semakin dekat membuat Xu Chen semakin waspada dengan segala kemungkinan yang ada, pemuda itu memegang gagang pedangnya siap menariknya dan bertempur
Saat sosok itu semakin dekat dan masuk kedalam area serang Xu Chen, pemuda itu segera menarik pedangnya dan siap mengeluarkan Tehnik Pedang Pembantai. Namun tiba tiba sosok itu berkata menghentikan aksi Xu Chen "Berhenti jangan menyerang! aku bukan orang jahat aku hanya ingn bicara!"
...*****...
Pemberitahuan : Tehnik Pedang Pembantai sedikit diganti nama nama Jurus didalamnya Yakni: Jurus Kesatu Tebasan Ilusi, Jurus Kedua Amarah Sang Dewi, Jurus Ketiga Raja Dari Raja, Jurus Keempat Api Pembakar Malam, Jurus Kelima Dewa Kematian, Jurus Keenam Menghapus Kenangan, Jurus Ketujuh Hujan Dihari Yang Panas, Jurus Kedelapan Naga Pembasmi Iblis, Jurus Kesembilan Gerhana Matahari, Jurus Kesepuluh dan terkuat Tebasan Dimensi.
Jika ada yang bertanya kenapa diganti?
Yaa karena waktu pertama kali menulisnya saya kurang berpikir jadi saya revisi sekarang deh. maaf yaa
itu saja See You
__ADS_1