
Proses terakhir dari pembentukan Tubuh Iblis berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan karena memang tahap terakhir tidak menyakitkan.
Hui Yin yang sedang duduk santai dikagetkan dengan ledakan hebat dari tempat Xu Chen.
Dengan cepat Hui Yin menghampiri Xu Chen takut pemuda itu berada dalam bahaya.
Namun betapa terkejutnya wanita itu saat melihat tubuh Xu Chen melayang di udara sesaat sambil mengeluarkan cahaya merah darah sebelum jatuh kembali ke tanah.
Xu Chen merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat berbeda, dia merasakan tubuhnya lebih bertenaga.
Dengan kekuatannya sekarang, Xu Chen dapat menghancurkan sebuah batu besar hanya mengandalkan fisik.
Selain itu, Xu Chen merasakan tingkat kultivasinya naik hingga ranah Master.
"Wah, semua usaha dan uangku tidak sia-sia. Selain mendapatkan tubuh yang lebih kuat aku juga naik tingkat."
Saat Xu Chen sedang asik mengagumi tubuh barunya tiba-tiba Hui Yin muncul.
"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Hui Yin khawatir kali ini sikap Hui Yin sedikit takut.
Xu Chen menaikan alisnya saat mendapati Hui Yin sedikit takut padanya.
"Ya, aku baik-baik saja! tapi kenapa kau takut padaku?" Xu Chen mengerutkan dahinya.
"Itu..." ucap Hui Yin ragu-ragu lalu menjelaskan semuanya.
Hui Yin mengatakan bahwa merasa aura yang Xu Chen keluarkan terasa asing dan menakutkan. Hui Yin menambahkan meski sudah mengetahui bahwa Xu Chen tidak akan menyakitinya tetap saja merasa takut dan instingnya sebagai Kultivator menyuruhnya untuk menjauh.
Xu Chen mendengar itu mengerutkan dahinya namun beberapa saat dia mengerti alasannya karena mendengar tawa Kaisar Kegelapan yang menggema dalam pikirannya.
"Ih, Guru kau membodohhiku lagi."
Kaisar Kegelapan tidak mendengarkan Xu Chen melainkan kembali tertawa terbahak-bahak.
Sebenarnya hal itu karena Tubuh Iblis yang Xu Chen bentuk. Semua hal yang Kaisar Kegelapan katakan tentang Tubuh Iblis tidak semuanya benar.
Wajah Xu Chen memang menjadi lebih tampan namun aura yang dikeluarkan tubuhnya berbeda.
Orang-orang di sekitar Xu Chen yang memiliki insting tajam seperti Hui Yin pasti bisa merasakan tubuh Xu Chen mengeluarkan aura dingin, menakutkan layaknya iblis dan mengisyaratkan orang untuk menjauh.
__ADS_1
Untunglah hal itu hanya bisa dirasakan orang-orang yang berinsting tajam atau memiliki ilmu bela diri yang tinggi.
Orang biasa tidak akan bisa merasakannya kecuali Xu Chen menghendakinya.
Xu Chen tersenyum canggung sebelum menjelaskan semuanya pada Hiu Yin. Hui Yin menerimanya bagaimanapun rasa cintanya terhadap Xu Chen lebih besar, namun tetap saja tidak ada lagi rasa hangat yang dia rasakan dari Xu Chen.
Hui Yin kemudian menjelaskan situasi terbaru yang datang dari istana.
Hui Yin menuturkan bahwa Kaisar Qin mulai curiga bahwa yang selamat dari peristiwa Lautan Api Keluarga Xu adalah anak dari Xu Hongli yakni Xu Chen, Hui Yin menambahkan Kaisar Qin melandaskan itu semua pada instingnya.
Tak bisa dipungkiri Kaisar Qin memang memiliki insting yang kuat, hal itu dibuktikan dengan kasus emas Kekaisaran Meng.
Kaisar Qin mengutus orang di wilayah Kekaisaran Meng memang hanya atas dasar insting, hal itu memang sedikit aneh namun nyata.
"Cih, Kaisar sialan itu," Xu Chen berdecak kesal.
Hui Yin kemudian melanjutkan laporannya, Kaisar Qin telah curiga Xu Chen adalah yang selamat dan orang yang sama yang menghabisi orang-orangnya.
Namun hal baiknya Kaisar Qin dan semua orang tidak mengetahui nama anak Xu Hongli, ada satu orang yang mengetahuinya, tetapi telah di habisi orang Hui Yin.
"Cih, Cih, Cih. Kerjamu memang bagus," Xu Chen berdecak kagum.
"Siapa itu?" Xu Chen mengerutkan dahinya.
Hui Yin terlihat ragu sebelum mengatakan hal yang membuat Xu Chen sangat kaget.
"Selain tuan ada yang selamat dari peristiwa berdarah itu.... yaitu... pamanmu, Xu Qing."
"Pamanku? dimana dia berada sekarang aku ingin menemuinya," Xu Chen berkata semangat, dia belum tahu pamannya adalah seorang penghianat yang membuat keluarga Xu hancur.
"Kondisinya tidak seperti itu tuan..." ucap Hui Yin ragu-ragu.
"Apa yang kau maksud?" Xu Chen mengerutkan dahinya.
"Begini tuan...."
Hui Yin kemudian memberitahukan tentang penghianatan yang dilakukan Xu Qing terhadap keluarga Xu.
Hui Yin menambahkan alasan mengapa Xu Qing menghianati kelurahan di karena Kaisar Qin menawarkan sebuah jabatan di salah satu kota di Kekaisaran Qin, setidaknya alasan itu yang Hui Yin ketahui sejauh ini.
__ADS_1
Hui Yin tertunduk ketakutan sebab merasakan aura yang sangat menakutkan keluar dari tubuh Xu Chen. Hui Yin bahkan mengambil beberapa langka menjauh dari Xu Chen karena nafasnya yang sesak.
Xu Chen melihat Hui Yin ketakutan dengan segera menarik kembali auranya. Sebenarnya Xu Chen belum terlalu menguasai aura Tubuh Iblis yang dia miliki.
"Tidak kusangka pamanku adalah seorang penghianat yang tega membunuh semua saudaranya, dan hanya demi jabatan semata," Xu Chen mengepalkan tangannya geram, namun dalam kata-katanya mengandung kesedihan.
"Sabarlah tuan! aku berjanji akan pergi membawa paman tuan kesini."
"Kau tahu dimana dia berada?"
"Ya."
Hui Yin kemudian menjelaskan bahwa dia mendengarkan ini dari Kaisar, Xu Qing sekarang telah berada di kota Sinjin dan menjabat sebagai walikota.
Kota Sinjin adalah kota terbesar kedua setelah Ibukota Kekaisaran yaitu kota Feng. Berbeda dengan kota Feng, kota Sinjin adalah pusat perdagangan.
Jarak dari kota Feng ke kota Sinjin tidak cukup jauh hanya membutuhkan lima hari perjalanan menggunakan kereta kuda dengan kecepatan sedan.
Namun jika ditempuh dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi hanya butuh satu hari perjalanan tanpa istirahat.
"Kota Sinjin...."
Xu Chen kemudian menyuruh Hui Yin untuk tidak ikut campur dalam masalah kali ini, karena Xu Chen ingin menyelesaikan semau sendiri.
"Oh, iya satu lagi. Kaisar Qin mengutus beberapa orang untuk memanggil Xu Chen Qing, Kaisar Qin mengungkap Xu Qing untuk membuatkan sketsa wajahmu namun aku berhasil membunuh mereka dalam perjanjian."
"Kerjamu sangat bagus dan tidak pernah mengecewakanku," Xu Chen tersenyum simpul.
Hui Yin mengangguk pelan lalu menambahkan untuk berhati-hati mungkin saja Kaisar Qin akan mengutus beberapa orang lagi.
Setelah itu Hui Yin pamit untuk kembali ke istana Kekaisaran Qin. Xu Chen menyetujuinya.
"Kalau begitu tuan hati-hati jangan melakukan sesuatu yang bisa merugikan diri tuan," ucap Hui Yin sebelum hilang ditelan kegelapan malam.
"Ya," Xu Chen menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ringan.
Setelah kepergian Hui Yin, Xu Chen memasang wajah sangat dingin bahkan bisa membekukan sesuatu yang ia tatap.
"Aku akan membuat sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kematian untukmu, pamanku tersayang."
__ADS_1