
Xu Chen tersenyum lebar saat pandangannya bertemu dengan ketiga pria paruh baya yang merupakan pengawal Tuan Muda Fang. jika dilihat sekilas tidak ada yang aneh dari senyum Xu Chen bahkan bisa dibilang manis.
Masalahnya aura yang dikeluarkan Xu Chen membuat tiga pria paruh baya merasakan serta melihat Xu Chen seperti melihat setan, tidak pernah terbayangkan oleh ketiganya akan mendapatkan aura seperti ini dari seorang junior, alhasil ketiganya hanya diam mematung di tempat.
Sementara itu Tuan Muda Fang, Tuan Muda Wang berserta yang menyaksikannya hal tersebut mengerutkan dahi tidak mengerti.
Bisa terlihat jelas di pandangan semua orang tiga pria paruh baya yang awalnya bergerak penuh percaya diri menyerang Xu Chen kini hanya diam mematung bahkan ada yang berkeringat dingin.
Xu Chen memang sudah memiliki kontrol penuh terhadap aura yang dikeluarkan Tubuh Iblis. Jadi Xu Chen bisa memanipulasi aura tersebut sedemikian rupa seperti hanya mengarahkannya pada tiga pria paruh baya yang menyerangnya.
"Apa yang terjadi pada pengawal-penaawal itu? mengapa tubuh mereka seperti tidak bisa digerakkan?"
Xu Chen sebenarnya hanya mengeluarkan kombinasi dua auranya hanya sedikit namun karena baru pertama kali melakukan hal ini, Xu Chen tidak bisa untuk tidak kagum pada auranya sendiri.
"Kombinasi kedua aura ini sangat luar biasa!" batin Xu Chen, pemuda itu baru menyadari aura kematian dikombinasikan dengan aura tubuh iblis terbukti sangat berguna untuk menekan lawan.
"Apa yang kalian lakukan? cepat habisi pemuda itu!" Tuan Muda Fang sebenarnya ingin berteriak kesal terhadap ketiga anak buahnya namun dia menyadari pemuda yang terlihat sedang tersenyum ramah kepadanya tidaklah sederhana.
Meskipun Tuan Muda Fang bukanlah seorang Kultivator atau tergabung dalam sekte ataupun keluarga beladiri, dia tahu betul orang-orang yang berada dalam dunia seni beladiri dari cerita keluarganya, bahwa orang seperti Xu Chen bukanlah orang yang bisa disinggung, Tuan Muda Fang tiba-tiba teringat yang ayahnya katakan.
"Fang'er jika suatu hari kau bertemu dengan seorang kultivator yang bisa menghentikan orang hanya dengan tatapannya, maka jangan pernah menyinggung atau bahkan terlibat maslahah dengan orang seperti itu, karena semua akan berakhir buruk. Lebih baik bersiap baiklah ketika menemui orang seperti itu meski harus menjatuhkan harga dirimu."
__ADS_1
Tuan Muda Fang mempercayai kata-kata ayahnya itu, kini dia mengetahui orang yang ayahnya maksud dalam orang seperti Xu Chen.
"Aku tidak menyangka akan melihat orang hebat seperti ini dan masih muda kira-kira dia seumuran dengan diriku," Tuan Muda Fang kini menatap Xu Chen dengan mata yang berbeda, lebih menunjukan rasa segan dan hormat.
Tuan Muda Fang sebenarnya berumur dua puluh tahunan, dia menganggap Xu Chen seumuran dengannya karena memang Xu Chen terlihat lebih tua dari usianya, jika dia mengetahui Xu Chen masih berumur tujuh belas tahun pasti Tuan Muda Fang akan mengeluarkan ekspresi yang jauh lebih terkejut.
Senyum yang sebelumnya ramah kini berubah menjadi menakutkan secata perlahan-lahan dalam penglihatan ketiga pria yang masih terkunci dengan aura kematian dan aura tubuh iblis yang Xu Chen keluarkan, apalagi saat Xu Chen melangkah pelan menghampiri mereka, ketiga pria tersebut merasakan ini adalah akhir hayat mereka.
Saat Xu Chen ingin bertindak lebih jauh, tiba-tiba suara Tuan Muda Fang menghentikan langkahnya, bukan hanya itu seluruh orang yang menyaksikan hal itu mengerutkan dahi.
Karena memang orang-orang yang tengah berada dalam penginapan rata-rata orang biasa kalaupun ada seorang kultivator hanya seorang yang tidak memiliki kemampuan tinggi. Jadi tidak ada yang menyadari apa yang Tuan Muda Fang sadari.
"Tuan Chen, mohon maaf atas ketidak nyamana yang anda rasakan akibat keributan yang kami perbuat! aku berjanji akan memberikan kompensasi kepada tuan Chen... Jadi jangan sakiti orang-orangku!"
"Fang ini terlihat cerdas dan menyadari sesuatu!" Xu Chen berdecak kagum dengan pemikiran Tuan Muda Fang yang cepat dan cerdik.
"Pilihan yang bagus!" Xu Chen menarik kembali kedua auranya, membuat ketiga pengawal Tuan Muda Fang bernafas lega.
Tuan Muda Fang bernafas lega kerena teryata Xu Chen tidak mempermasalahkan hal ini lebih jauh, sementara ketiga pengawal yang baru terbebas dari kombinasi dua aura miliki Xu Chen segera menjauh dari, mereka memilih memandangi tuan mereka yang sedang berbicara dengan Xu Chen dari kejauhan.
Tuan Muda Fang mengantuk kepalanya kerena suasana canggung yang tercipta, kerena semua orang hening menyaksikannya.
__ADS_1
"Ah, perkenalan kita sebelumnya kurang baik," Tuan Muda Fang melirik Xu Chen, ingin menyaksikan ekspresi pemuda itu namun teryata tidak berubah.
"Mari berkenalan ulang," Tuan Muda Fang mengangkat tangannya menjabat Xu Chen, "Namaku Fei Feng, aku Tuan Muda dari Keluarga Fei, senang berkenalan denganmu!"
Xu Chen sedikit terperanjat namun tidak mimik wajahnya tidak berubah hanya bibirnya yang sedikit bergetar namun tidak ada yang menyadarinya, "Tidak kusangka akan bertemu dua Tuan Muda yang memang aku cari! sepertinya takdir memang membantuku!" batin Xu Chen.
Xu Chen lalu menerima uluran tangan dari Fei Feng, "Xian Chen," Xu Chen tidak memperkenankan dirinya lebih jauh karena memang menanggap hal itu tidak penting.
Fei Fang membuka mulutnya ingin berkata sesuatu namun, sepertinya ingin bertanya identitas Xu Chen lebih jauh namun niat itu dia urungkan, Fei Fang lalu membahas hal lain lalu menyuruh Xu Chen untuk duduk bersamanya dan Tuan Muda Wang.
"Perkenalkan dia temanku, Guan Wang. Sepertinya tuan Chen berasal dari luar kota jadi tidak mengetahuinya? dia adalah anak dari Walikota," Fei Fang menjelaskan dengan semangat.
Tuan Muda Wang atau Guan Wang yang sedari tadi diam kini beraksi namun hanya menganggukkan kepalanya, dia sebenarnya orang yang arogan namun saat mengetahui Fei Fang memberi rasa hormat pada Xu Chen tidak asa alasan baginya untuk bertindak seperti biasa.
Sementara orang-orang memandangi ketiganya yang duduk satu meja kebingungan, namun mereka tidak ingin tahu lebih jauh karena masih sayang terhadap nyawa mereka jika berurusan dengan Tuan Muda Fang maupun Tuan Muda Wang, keduanya adalah Tuan Muda dari sosok yang ditakuti di kota Sinjin.
"Huh, berganti nama pun kalian tidak akan lolos dari maut yang akan aku antarkan kepada kalian," batin Xu Chen seraya memandang Guan Wang sekejap.
"Ah, Tuan Muda Wang sepertinya mengenaliku? mengapa menatapku seperti itu?" Xu Chen berkata dengan ekspresi yang dibuat-buat.
"Ah, tidak aku hanya merasa wajah Tuan Chen tidak asing," Guan Wang tersebut kecut karena tidak berhasil menemukan sesuatu yang berarti dalam memorinya tentang wajah Xu Chen.
__ADS_1
Ketiganya lalu mulai berbincang-bincang santai, Fei Feng kadang menyematkan pujian terhadap Xu Chen disela-sela perkataannya, pujiannya beragam mulai dari kehebatan Xu Chen hingga ketampanan yang dimiliki pemuda tersebut, sementara Xu Chen hanya menanggapinya dengan tersebut santai.
Sebenarnya Xu Chen melakukan hal ini karena ada maksud tertentu kepada kedua Tuan Muda tersebut.