Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 60. Menjadi Kaya II


__ADS_3

"Pil efektivitas seratus persen? mana mungkin?"


Seluruh tamu kembali riuh dengan kenyataan yang mereka lihat. Mereka pikir jika memiliki Pil yang sangat luar biasa seperti itu, maka penyembuhan setelah pertenunan akan sangat mudah.


"Pil Penyembuh dengan efektivitas seratus persen!?" seorang lelaki tersenyum lebar di jajaran tamu VIP nomor tiga.


"Hei, kita harus mendapatkan Pil penyembuh itu apapun caranya!" ucapannya pada rekan-rekannya.


"Kau benar saudaraku! kita harus mendapatkannya," sambung seorang wanita.


Sementara itu dari ruang VIP nomor satu seorang wanita cantik dan anggun terlihat mengerutkan dahinya menatap ke arah panggung.


"Pil penyembuh dengan efektivitas seratus persen? aku mengenal itu..." ucap wanita itu dengan melebarkan kedua bola matanya.


"Apa mungkin dia...?" suara wanita itu mulai bergetar.


"Ada apa Yu'er?" seorang pria muda tiba-tiba memotong.


"T-tidak apa-apa kak!" balas wanita yang dipanggil Yu'er, namun dengan suara bergetar yang ditutupi.


Mendengar suara adiknya yang bergetar seperti akan menangis pria muda itu menoleh kearah adiknya, diikuti enam pria lainnya yang ada di ruangan itu dan mereka melihat adik perempuan mereka sedang tertunduk dengan mata berkaca-kaca.


Seorang pria yang paling tua di antara keenam saudara laki-laki lainnya berdiri lalu menghampiri adik perempuan mereka.


"Mengapa kau menangis? apa Ruo'er mengganggu lagi?" ucapannya seraya mengelus kepala adik perempuannya.


Yu'er menggelengkan kepalanya pelan "Tidak kak! Ruo Gege tidak mengangguku mataku hanya perih tadi kemasukan debu."


"Baiklah, jika ada apa-apa bilanglah pada kakakmu ini."


"Ya." balasnya singkat.


**


Ying Yue melihat suasana kembali tenang lalu melanjutkan penjelasannya.


"Tuan dan nona kalian sudah saksikan sendiri kehebatan Pil penyembuh kami," Ying Yue tersenyum lebah, "Kami akan menjualnya perpaket, harga dimulai dengan Sepuluh ribu keping emas dan setiap penawaran akan bertambah dua ribu keping emas. Oh ya, jumlahnya terbatas, kami hanya memiliki dua paket,"Ying Yue mengedipkan matanya.


Tanpa menunggu lama para tamu mulai menyebutkan harga masing-masing.

__ADS_1


"Sepuluh ribu keping emas!"


"Dua belas ribu keping emas!"


"Enam belas ribu keping emas!"


Penawaran terus berlanjut hinggah sampai pada para tamu VIP.


"Dua puluh ribu keping emas!" suara berat seorang pria dari ruang VIP nomor lima menggema di udara.


Tidak tinggal diam para tamu VIP yang lain mulai menaikan harga tinggi.


"Dua puluh lima ribu keping emas!" suara berat lainnya terdengar namun lebih mendominasi dari ruang VIP tiga.


"Tiga puluh ribu keping emas!" balas pria dari ruang tiga mulai geram.


"Lima puluh ribu keping emas!" balas pria ruang tiga lagi dengan santai, membuat pria ruang lima geram.


"Senior Liao, aku tahu kamu dan sekte Pedang Ilahi mu sangat kaya, tetapi jangan merendahkanku seperti ini," teriak seorang pria dari ruang lima.


"Senior Tang, aku tidak merendahkan mu. Apa kau lupa aturan pelelangan? siapa yang memiliki menawar paling banyak maka dialah yang berhak mendapatkannya!" ujar pria yang dipanggil Liao diakhiri tertawa kecil mengejek.


Bersamaan dengan dua orang yang berdebat, Xu Chen malah sedang tertawa dalam ruangannya bahkan sampai membuat Ru Shi dan Qing Shan kebingungan.


"Hehehe, menawar lah setinggi-tingginya!" batin Xu Chen.


Melihat Xu Chen sedang senyum-senyum sendiri Ru Shi memutuskan untuk bertanya, "Ada apa tuan? mengapa tuan begitu senang?" Ru Shi tersenyum lebar.


Xu Chen terbelalak, ia lupa kalau ada Ru Shi dan Qing Shan di sampingnya "Ah, tidak apa-apa aku hanya memikirkan hal yang lucu," Xu Chen kembali memasang wajah datarnya, membuat Ru Shi dan Qing Shan kecewa.


"Apa tidak ada penawar lagi?" Ying Yue mengambil alih.


"Baiklah, Pil penyembuh jatuh para senior Lia...?" ucapan Ying Yue terputus karena ada seseorang menaikan harga kembali.


"Enam puluh ribu keping emas!" ucap seorang pria dari ruang nomor satu.


"Bukankah dia adalah pangeran mahkota Kekaisaran Qin!"


"Ya, dari suaranya sudah jelas dia adalah pangeran Qin Wei-Quo pangeran tertua dari tujuh saudaranya dan sekaligus pewaris tahta Kekaisaran Qin."

__ADS_1


"Selesai sudah dialah yang pasti akan mendapatkan Pil penyembuh itu."


Mereka semua lalu mengangguk setuju, tidak akan ada yang berani melawan pangeran mahkota.


Meskipun ruang VIP tertutup, tetapi para tamu di bawah sudah mengetahui siapa yang berbicara, sementara senior Liao dari sekte Pedang Ilahi salah satu sekte elit di Kekaisaran Qin hanya diam, tentu ia tidak memiliki keberanian untuk melawan pangeran mahkota wilayah yang ia tinggali.


Bersaman dengan itu, Xu Chen sedang tersenyum misterius mengetahui pangeran mahkota Kekaisaran Qin sedang menawar Pil-nya.


"Hehehe, marilah kita bermain sebentar Pangeran mahkota!" Xu Chen mengusap dagunya seperti memiliki janggut.


Ying Yue yang sudah mengetahui kondisinya, tidak ada yang akan berani melwan pangeran mahkota segera mengatakan, "Pil Penyembuh jatuh ke tangan tamu VIP dari ruangan Satu!"


Namun saat ingin memukul palu untuk mensahkan pelelangan, tiba-tiba seseorang mengajukan penawaran kembali.


"Tujuh puluh ribu keping emas!" Xu Chen berkata lantang hinggah semau orang dapat mendengar tanpa terkecuali.


Peryataan Xu Chen itu berhasil membuat semua orang menahan nafas. Bagaimana tidak dari suara Xu Chen para tamu bisa menebak kalau seseorang di ruang nomor dua adalah pemuda yang mungkin berumur dua puluh tahunan.


"Siapa pemuda itu? aku tidak pernah mendengar suara seperti itu sebelumnya!?"


"Siapapun dia, pasti akan mati sebentar lagi karena berani melawan pangeran mahkota."


Para tamu biasa mulai bising, mereka memperdebatkan siapa orang yang berada dibalik ruang nomor satu sebenarnya.


Berbeda dengan para tamu lainnya, dua wanita tercengang saat mendengar suara Xu Chen.


"Chen? dia benar-benar Chen!" gadis itu bergumam kecil, namun matanya kini berkaca-kaca.


"Apakah aku tidak salah dengan? dari suaranya dia adalah tuan Chen, tetapi apakah itu benar-benar dia...?" Ying Yue mengerutkan dahinya.


Sementara Ru Shi dan Qing Shan menganga lebar sambil menatap ke arah Xu Chen, "Tuan Chen apakah kau tidak mengetahui dia adalah pangeran mahkota..." Ru Shi berkata ragu-ragu takut menyinggung perasaan Xu Chen.


"Ya, tuan. Dia adalah Qin Wei-Quo pangeran mahkota Kekaisaran Qin!" Qing Shan yang sedari tadi diam kini angkat bicara karena khawatir Xu Chen akan dibantai.


Sementara Xu Chen tidak bergeming sama sekali, senyum misterius masih menghiasi wajah tampannya.


"Tenanglah, aku tahu apa yang aku lakukan!" Xu Chen tersenyum misterius.


...*****...

__ADS_1


...Support author dengan Like Komen dan Vote Vote. See You....


__ADS_2