Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 29. Kemarahan Yan Yu


__ADS_3

Disamping tubuh Xu Chen yang kaku, terlihat seorang wanita muda yang tidak lain adalah Yan Yu, sedang memandangi tubuh itu dengan khidmatnya


"Hahh...! sudah tiga hari berlalu, tapi Pemuda bodoh ini tak bangun-bangun juga," ujar Yan Yu lemas


"Kau sudah membuatku tiga hari dua malam terus menunggumu di sini, Tunggu saja saat kau bangun nanti aku akan memukulmu," lanjut gadis itu tetapi kali ini dengan nada kesal


Saat Yan Yu sedang mengomel tidak jelas tiba-tiba suara seorang gadis kecil mengangetkan nya, "Kakak Yu, Kakak Yu lihatlah ini" ujar gadis kecil seraya memperlihatkan sesuatu yang di bawahnya


"Apa itu Miao'er?" tanya Yan Yu


"Lihatlah Kak Yu, Aku membawakan kakak Yu dan kakak Chen makanan, aku membuatnya sendiri Kak Yu," ujar gadis kecil itu semangat


Sambil mengusap kepala gadis kecil itu, Yan Yu berkata, "Baiklah, Kakak Yu akan makan masakan Miao'er, tapi kakak Chen belum bangun juga"


Gadis kecil itu mengerutkan keningnya "Kakak Yu, kenapa Kakak Chen tidur sangat lama, kapan kakak Chen bangun? aku ingin bermain bersama" ujar gadis kecil itu


"Kakak Chen sebentar lagi akan bangun, tapi Miao'er panggilkan kakek Ho Ya, Kakak Yu ingn bicara dengan kakek Ho"


"Kakak Yu tunggulah di sini, aku akan segera kembali bersama kakek Ho," balas gadis kecil itu seraya menganggukan kepalanya dan segera berlari melaksanakan perintah Yan Yu


Tak berapa lama gadis kecil itu telah kembali dengan seorang pria tua bersamanya


"Miao'er pergilah bermain dulu, kakek ingin berbicara dengan kakak Yu!" ujar Huang Ho atau Kepala Desa sambil memegang kepala Cucunya Huang Miao


Sambil memasang muka masam, gadis kecil berkata, "Kakek, mengapa kakek setiap kali ingin berbicara dengan kakak Yu selalu saja mengusirku? aku ingin di sini bersama kakak Yu!"


"Tapi Nak, ini urusan orang dewasa," balas Huang Ho terlihat mulai pusing dengan kelakuan Cucunya


"Aku tidak mau! pokoknya aku ingin bermain di sini bersama kakak Yu," ujar gadis kecil sambil berdecak pinggang


Melihat hal itu Yan Yu tak tinggal diam, sambil mengelus kepala gadis kecil itu, Yan Yu berkata lembut, "Miao'er pergilah bermain sendiri dulu, setelah kakak Yu selesai berbicara dengan kakek Ho, kakak Yu janji akan bermain bersama Miao'er"


Dengan wajah berseri-seri gadis kecil itu membalas, "Tapi kakak Yu harus berjanji akan bermain bersamaku!"


Yan Yu tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya setuju

__ADS_1


Setelah gadis kecil pergi, Huang Ho kembali angkat suara "Aku seperti melihat seorang istri yang menunggu suaminya, yang tak kunjung pulang," ujarnya


"Ini bukan saatnya bercanda Pak Tua Ho, kapan dia akan bangun?" tanya Yan Yu sambil menunjuk ke arah tubuh Xu Chen


Mendapati pertanyaan seperti itu Huang Ho hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kan kepalanya


"Entahlah, Nona Yu sabarlah aku yakin Tuan Chen akan baik-baik saja!" ujar Huang Ho mencoba menenangkan Yan Yu


"Tapi sampai kapan?" ujar Yan Yu sambil menundukkan kepalanya lemas dan terlihat mata indah gadis itu berkaca kaca


Dengan sedikit ekspresi takut Huang Ho berkata, "Ada yang ingn aku katakan pada Nona Yu, tetapi Nona Yu berjanji tidak akan marah!"


Yan Yu segera menatap tajam ke arah Huang Ho, seketika rasa cemas menyerangnya "Apa itu Pak Tua Ho? aku harap itu hal yang baik," ujar Yan Yu


Sambil menundukkan kepalanya Huang Ho berkata, "Maaf Nona Yu, aku sudah lama ingn menyampaikan ini, tapi karena takut Tuan Chen tidak akan bisa menerima ini dan tidak ingin membantu kami aku jadi merahasiakannya..."


"Berhenti bertele-tele dan katakan intinya!" ujar Yan Yu sedikit meninggikan suaranya


"Jika dalam empat hari Tuan Chen tidak kembali atau mati di alam itu, maka Tuan Chen akan terjebak dalam alam itu selamanya," ujar Huang Ho


Huang Ho tak menjawab hanya menggunakan kepalanya dan tak henti meminta maaf, "Maafkan aku Nona"


"Maaf kau bilang! apa maaf mu itu berguna, apakah bisa mengembalikan Chen huh, jawab aku?" ujar Yan Yu sambil menggoncang goncangan badan Huang Ho


"Aku bilang jawab aku," teriak Yan Yu semakin menggila


"Maafkan aku Nona Yu"


Yan Yu tak bisa lagi menahan emosinya, ingn sekali rasanya memukul wajah Huang Ho, namun karena rasa hormatnya terhadap orang yang lebih tua, Yan Yu mengurungkan niatnya, yang bisa ia lakukan saat ini hanya menangis


Yan Yu terlihat mendekati tubuh Xu Chen dan memeluknya erat seraya bergerutu menumpahkan emosinya


"Huuhh, bangunlah Chen bodoh, aku janji tidak akan lagi menentang perintah mu," ujar Yan Yu mengguncang-guncangkan menggoncang goncangan kan tubuh Xu Chen


"Hei, bangunlah kau harus bertanggung jawab terlah membawaku ke desa antah berantah ini dan juga apa kau lupa, kau sudah berjanji padaku akan kembali dengan selamat," lanjut gadis itu namun kali ini ia memukul-mukul badan Xu Chen pelan

__ADS_1


Saat Yan Yu sedang menggerutu tiba-tiba tubuh Xu Chen terjadi reaksi, spontan gadis itu melepaskan pelukannya, namun hal yang terjadi berikutnya membuatnya girang bukan kepalang. Bagaimana tidak, Xu Chen perlahan bangun dari tidur panjangnya


"Chen, Chen apa kau baik baik saja?" tanya Yan Yu seraya mendekap kembali tubuh Xu Chen


Namun Xu Chen masih tak menjawab, pemuda itu hanya terus menggerakkan badannya dan belum membuka mata


"Apa yang terjadi mengapa dia seperti ini?" tanya khawatir Yan Yu


"Entahlah, tunggulah beberapa saat mungkin Tuan Chen sedang menyesuaikan tubuhnya," balas Huang Ho


"Baiklah"


Xu Chen berdiri perlahan sambil memegangi kepalanya, melihat itu spontan Yan Yu segera memapa tubuh Xu Chen membatunya berdiri


"Apa kau baik baik saja?" tanya Yan Yu


Xu Chen masih diam tak menjawab


"Apa kau tahu betapa khawatirnya aku? hei, setidaknya katakanlah sesuatu padaku," lanjut gadis itu


Xu Chen membuka matanya tiba tiba mengagetkan Yan Yu dan Huang Gu


"Kau mengagetkanku Chen, tapi syukurlah kau baik-baik saja!" ujar Yan Yu


"Ya Tuan Chen kau mengagetkan kami berdua, sebaiknya Tuan Chen istirahat dan jangan banyak bergerak dulu," tambah Huang Ho


Xu Chen tak menjawab masih hanya diam tak bergerak. Melihat hal itu keduanya segera mendekati Xu Chen


Dan berapa terkejutnya keduanya saat mereka berdua melihat mata Xu Chen. Bagaimana tidak, bola mata pemuda itu kini hitam pekat sampai kepupil-pupilnya tak menyusahkan apapun, seolah olah siapapun yang memandangnya akan jatuh ke dalam kegelapan tanpa ujung


Kali ini Xu Chen bereaksi, Pemuda itu meregangkan tangannya ke atas sambil berkata, "Akh, saat pertama kali ini memang menyakitkan!"


***


Jangan Lupa guys, setelah membaca Legend Of Darknes tinggalkanlah Like/Komen dan Votenya, itu saja See You

__ADS_1


__ADS_2