
"Apa kau pernah mendengar, Kultivasi bukankah segalanya" ujar Xu Chen sambil memegang erat gagang Pedangnya
Dengan senyum lebar menakutkan, Penyihir itu membalas, "Benarkah! kalau begitu kau bisa mencobanya"
"Baiklah," balas Xu Chen sambil melompat menerjang ke arah Penyihir dengan Pedang yang terhunus ke depan
Melihat aksi Xu Chen, Penyihir itu hanya bergumam kecil, "Dasar Bodoh!"
Gerakan Xu Chen begitu lincah, setiap ayunan Pedangnya pun sangat lincah dan mematikan, gerakan Pemuda itu terkoordinasi dengan baik, namun teryata Penyihir sama sekali tak memiliki kesulitan saat menghindari serangan-serangan yang Xu Chen keluarkan, wajahnya terlihat sangat santai dan dengan senyum yang tak pudar
"Nak, aku akui kau begitu hebat dengan Pedangmu itu, aku yakin jika orang lain melawanmu mereka pasti tak akan berkutik, namun sayang bagimu, lawanmu saat ini adalah aku!" ujar Penyihir memuji permainan Pedang Xu Chen
Xu Chen tak memperdulikan kata kata si Penyihir, Pemuda itu mengeluarkan salah satu Permainan pedang andalannya, yakni salah satu Tarian Pedang dari Tiga Tarian Sang Dewi, Tarian Kematian, membuat gerakan pemuda itu semakin cepat, gesit, dan mematikan
"Aku bilang itu percuma, apapun yang kau keluarkan tak akan mempan padaku!" ujar si Penyihir dengan senyum meremehkan
Xu Chen masih tak memperdulikan perkataan Penyihir itu. Pemuda itu mengeluarkan Dewa Kematian dan melemparnya pada si Penyihir
Namun lagi lagi serangan Xu Chen tak mempan, Penyihir itu bisa menahannya hanya dengan satu tangan dan tak terluka sama sekali
Xu Chen sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana tidak, Jurus Dewa Kematian dengan ranah Spiritnya saat ini, setidaknya bisa membelah sebuah gunung besar dengan sekali tebasan
Namun, apa yang ia saksikan saat ini sangat tidak mungkin baginya, apa pandanganku menipuku? ataukah dia sangat kuat?" pikir Xu Chen
Sambil tertawa ringan, si Penyihir kembali berkata, "Apa kau sebut itu serangan? itu sangat lemah, bahkan tak bisa menggores ku. Sebaiknya kau menyerah dan aku akan mengampunimu"
"Aku tidak yakin, kau akan mengampuniku dengan mudah!" balas Xu Chen, seraya kembali melemparkan Dewa Kematian, namun kali ini dengan jumlah yang lebih banyak
"Haih, kau sangat keras kepala!" ujar si Penyihir sembari membaca sebuah mantra
Seketika itu, semua Dewa Kematian yang di lemparkan Xu Chen hilang di udara tak sampai pada sasarannya
__ADS_1
"Bukankah sudah kukatakan! Jurus lemah itu tak akan mempan padaku," ujar si Penyihir
Melihat semua Jurusnya di patahkan dengan mudah, Xu Chen merapatkankan giginya geram
Namun Pemuda itu tak menyerah begitu saja, ia kembali mengeluarkan Tehnik Pedang Pembantai "Menghapus Kenangan!" teriak Xu Chen seraya melempar energi hitam pekat berbentuk bola
Mendengar teriakan Xu Chen, si Penyihir segera berkomentar, "Menghapus Kenangan, nama yang bagus!"
Dari ujung Pedang Xu Chen keluar energi hitam pekat dan langsung mengarah kepada Penyihir dengan kecepatan tinggi, namun seperti yang di duga Xu Chen, jurusnya tak akan mempan kepada si Penyihir karena lagi lagi jurus tersebut hilang di udara
Tak hilang akal Xu Chen segera meledakan bom asap di tangannya, menciptakan asap tebal memenuhi ruangan keduanya bertarung
"Huh! trik kuno," gumam si Penyihir, namun tiba tiba Xu Chen telah berada di depannya dan bersiap menebaskan Pedang. "Slash" Pedang Pemuda itu hanya menebas udara hampa, namun si Penyihir berhasil mendaratkan tendangan keras ke muka Xu Chen, membuat pemuda itu terhempas menabrak tembok
Namun sesuatu aneh terjadi, saat tubuh Xu Chen menabrak tembok keras, tubuhnya menjadi asap dan menghilang seketika. Melihat peristiwa itu si Penyihir bergumam pelan "Bayangan Iblis! dari mana anak itu bisa mempelajarinya?"
Saat si Penyihir masih larut dalam pikirannya, tiba tiba Bayangan Iblis dalam jumlah lumayan banyak menyerangnya dengan beringas. Namun bukan hanya itu, setiap bayangan bisa melakukan jurus seperti Xu Chen dan penguasaan lima elemen membuat si Penyihir sedikit kerepotan
Saat itulah Xu Chen yang asli menyelinap dan mendaratkan Menghapus Kenangan tepat ke dada si Penyihir membuat kain yang menutupi dada si Penyihir sedikit terkoyak dan terlihatlah
Dengan nafas yang sedikit memburu akibat Tehnik Bayangan Iblis Xu Chen membalas, "Akhirnya aku berhasil mendaratkan serangan padamu, itu akan jadi awal kekalahan mu"
"Hahaha! sepertinya tehnik itu banyak menguras Qi milik mu," ujar si Penyihir tertawa senang seraya memperbaiki bajunya yang koyak tadi dengan sihir
Yang di katakan si Penyihir memang benar, setidaknya menciptakan satu Bayangan Iblis membutuhkan Qi dalam jumlah yang tidak sedikit, apalagi yang di lakukan Xu Chen tadi, mengeluarkan banyak Bayangan Iblis di waktu yang bersamaan, tentu hal ini banyak menguras Qi Pemuda itu
"Kau tenanglah, aku masih punya banyak Qi untuk membunuh mu," ujar Xu Chen seraya mengatur kembali nafasnya
Sambil berdecih dan menggeleng gelengankan kepalanya si Penyihir berkata, "Apa anak muda jaman sekarang memang memiliki mulut yang besar!"
"Kau bisa membuktikannya kalau begitu," balas Xu Chen sengit
__ADS_1
"Baiklah aku harap kau tidak mati saat terkena pukulanku," Kali ini si Penyihir maju mengambil inisiatif menyerang
Dengan pukulan dan tendangannya ia berhasil memaksa Xu Chen dalam posisi bertahan hanya dalam beberapa tarikan nafas
"Haih, apa hanya itu yang kau punya?" ujar si Penyihir sambil terus melancarkan berbagai tendangan dan pukulan pada Xu Chen
Xu Chen merapatkankan giginya kesal, sejak bangkit kembali dari kematiannya baru kali ini ia bisa dipojokan kembali
Xu Chen tak putus asa, ia mengeluarkan Tarian Mawar Merah. Seketika pola Permainan Pedang Xu Chen berubah, gerakan sangat indah baik itu ayunan Pedangnya maupun langkah kaki dan gerakan badannya, meskipun terliahat halus dan indah namun gerakan pemuda itu sangat mematikan
Namun teryata Tehnik itu tak banyak merubah kondisi, Pemuda itu masih tetap terdesak, bahkan ia mendapatkan ejekan dari si Penyihir, "Apa kau wanita, mengapa mengeluarkan Jurus seperti ini?"
Beberapa saat berlalu dengan cepat, namun Xu Chen masih dalam kondisi yang sama terpojokkan dan tak berdaya, nafasnya mulai memburu menandakan staminanya telah berkurang dengan cepat
Xu Chen sebenarnya sedikit bingung, mengapa staminanya bisa berkurang dengan cepat, Xu Chen pikir setidaknya ia bisa bertarung seperti ini dalam tempo beberapa jam lagi, namun yang terjadi saat ini membuatnya tak mengerti dengan tubuhnya sendiri
"Apa yang kau rasakan, apa stamina mu berkurang dengan cepat huh?" ujar si Penyihir dengan senyum lebar
"Jadi kau yang membuat hal aneh seperti ini?" balas Xu Chen sengit
Si Penyihir tersenyum manis dan berkata, "Itulah yang di sebut dengan sihir"
***
Saat Kaisar Kegelapan masih santai berdiam diri di dalam tubuh Xu Chen, tiba tuan sesuatu membuatnya tersentak
"Huh, ada yang mencoba membaca pikiran anak bodoh itu, biar aku lihat dulu," ujarnya
Kaisar Kegelapan menutup matanya sebentar, sebelum wajahnya berubah menjadi buruk "Gawat, anak bodoh itu berada dalam bahaya!"
***
__ADS_1
Tiga Tarian Sang Dewi **Udah lengkap nih guys, yaitu Tarian ilusi, Tarian Kematian, dan Tarian Mawar Merah
Oh iya, jangan lupa tinggalkan like Komentar dan Vote guys ππΌππΌππΌ. See You**