
Xu Chen berjalan membelah kerumunan manusia yang beraktivitas, tetapi sebelum pergi ke tempat tujuannya Xu Chen meluangkan waktunya untuk singgah di toko pakaian.
Xu Chen sempat di cegat oleh para penjaga pintu kerena di anggap pengemis. Hal itu karena baju Xu Chen yang agak sedikit robek-robek layaknya pengemis. Namun saat Xu Chen membocorkan aura Ekspert Bintang Empatnya para penjaga segera bungkam dan Xu Chen dapat memasuki toko baju dengan senyum kemenangan.
Meski begitu Xu Chen tidak luput dari pandangan orang-orang yang berada di dalam, tetapi Xu Chen tidak peduli dengan tatapan-tatpan merendahkan dari orang-orang, bagi Xu Chen mereka hanyalah semut yang dengan sekali injak akan bungkam.
Beberapa saat setelah meninggalkan toko baju, Xu Chen telah sampai disebuah gedung megah berlantai lima dengan papan naman bertuliskan Pelelangan Sinar Jingga terukir indah dengan tinta emas.
"Aku tak pernah tahu ada tempat semegah ini di kota!?" Xu Chen menggelengkan kepalanya pelan.
Tidak heran memang Xu Chen tidak mengetahui Pelelangan Sinar Jingga, hal itu kerena dia selalu dikurung sejak kecil oleh keluarganya. Hal itu menyebabkan kurangnya pengetahuan Xu Chen tantang dunia luar, tetapi takdir masih berpihak padanya kerena sekarang ia memliki Kaisar Kegelapan.
Xu Chen ingin memasuki pelelangan tersebut, namun langkahnya terhenti ketika menyadari dua penjaga memiliki ranah Ekspert Bintang Empat berdiri tegak menjaga pintu Pelelangan Sinar Jingga.
Xu Chen bersikap seolah tidak tahu apa-apa dan berjalan dengan tanpa ragu-ragu, namun Xu Chen langsung di hentikan para penjaga pintu.
"Hei, nak apa yang kau ingin lakukan di sini?"
Kedua penjaga menurunkan tombaknya menghalangi Xu Chen.
Xu Chen sebenarnya ingin menggertak dengan cara seperti di toko baju, namun ia tahu itu tidak akan berhasil kerena ranah kedua penjaga setara dengannya.
"Tentu, aku ingin masuk memang apa lagi!" Xu Chen menatap tajam ke arah seorang penjaga yang bertanya.
Penjaga itu menaikan kedua alisnya "Tunjukan kartu identitas mu!" Kedua penjaga menaikan kembali tombaknya, namun masih beluk mengizinkan Xu Chen untuk masuk.
Para penjaga meminta kartu indentitas kerena yang boleh masuk ke Pelelangan Sinar Jingga setidaknya harus berasal dari keluarga tingkat tiga dan tidak menerima orang-orang yang tidak memiliki identitas atau rakyat biasa.
Xu Chen diam mematung, tentu ia memiliki kartu indentitas keluarga bangsawan Xu, namun tentu ia tidak akan menunjukkan, karena itu sama saja cari mati dengan kekuatannya yang sekarang.
Para penjaga yang sudah sering menemukan orang seperti Xu Chen, saling memberi kode dengan mata.
"Anak Muda aku tidak tahu apa yang kau cari, namun apapun itu di sini bukanlah tempatmu. Jadi pergilah sebelum kami kehabisan kesabaran," seorang penjaga berkata tegas.
Xu Chen mengumpat dalam hati, jika bukan di keramaian ia pasti sudah memberi pelajaran kepada kedua penjaga yang sok kuat di depannya. Meskipun ranah Xu Chen dan kedua penjaga setara, namun bukan hal yang sulit bagi Xu Chen melumpuhkan keduanya tanpa melakukan banyak usaha.
__ADS_1
"Aku adalah seorang alkemis ingin melelang Pil buatanku di sini!" Xu Chen mengutarakan niat aslinya mengunjungi Pelelangan Sinar Jingga, meskipun ia tahu itu akan jadi bahan tertawaan kedua orang di depannya.
Benar saja, kedua penjaga tertawa terbahak-bahak bahkan sampai memukul-mukul tembok mendengar Xu Chen mengatakan dirinya seorang alkemis. Hal itu bukan tanpa alasan karena pada umumnya seorang alkemis adalah orang tua yang sepuh.
Sementara Xu Chen mengepalkan tangannya geram dengan reaksi kedua penjaga yang berlebihan. Xu Chen memang sudah menduga akan ditertawakan, namun tidak seberlebihan yang kedua penjaga lakukan.
"Kau memang lucu, tetapi pergilah sebelum tombakku ini melukai wajah tampan mu itu," seorang penjaga dengan nafas tidak beraturan.
Kali ini Xu Chen sudah tidak bisa menahan emosinya. Xu Chen tanpa berkata-kata mencabut pedangnya lalu menghunuskan kearah kedua penjaga "Lakukan jika kau bisa!?" Xu Chen berkata dingin.
Xu Chen mengeluarkan tidak mengeluarkan aura Ekspertnya, ia hanya mengeluarkan aura Practitioner akhir karena tidak ingin terlalu terekspos.
Kedua penjaga sedikit terpanah dengan aura Practitioner akhir yang Xu Chen keluarkan. Namun keduanya saling memandang lalu seorang penjaga maju kehadapan Xu Chen.
"Jangan salahkan aku jika kau terluka!" si penjaga maju dengan tombak terhunus ke depan.
Xu Chen tidak merespon serangan si penjaga, pemuda itu hanya diam namun tatapan tajamnya terus mengarah kepada si penjaga, bahkan sampai membuta si penjaga bergidik melihat tatapan Xu Chen yang begitu menusuk.
Saat tombak si Penjaga tinggal beberapa senti dari tubuhnya. Xu Chen mundur selangkah lalu memutar tubuhnya dengan cepat.
"Slash" tombak si penjaga terpotong rapi di bagian ujungnya.
"Kau hina aku lagi kepalamu akan lepas dari tempatnya," Xu Chen berkata dingin dan tanpa ekspresi.
Hal itu membuat si penjaga gemetaran ketakutan, selama hidupnya sebagai kultivator ia tidak pernah merasakan tekanan aura yang begitu dingin menusuk hingga ke tulang.
Bahkan penjaga yang masih berdiri di pintu masuk mengnganga tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Jika bertarung dengannya mungkin aku tetao membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengalahkannya, tetapi aku tetap akan membayar harga yang tidak sedikit, namun pemuda itu bisa mengalahkannya dalam satu gerakan. Mengerikan!" penjaga itu menganalisa.
"Y-ya aku tidak akan menghinamu lagi, tolong lepaskan aku?" si penjaga berkata gugup.
Xu Chen masih tidak bergeming tanpa ekspresi, namun ia segera menurunkan pedangnya dari leher si penjaga.
Si penjaga bernafas lega lalu berbalik hendak meninggalkan Xu Chen, tetapi senyum licik terukir di bibirnya.
__ADS_1
Si Penyihir memberi kode kepada rekannya sebelum kembali menyerang Xu Chen dengan tombak yang tidak memiliki mata.
Si penjaga berfikir bahwa Xu Chen akan lengah, namun kenyataanya tidak, sebelum serangan si penjaga mencapai tubuh targetnya.
Xu Chen telah mengayunkan pedangnya dengan kecepatan luar biasa, ia mengeluarkan tehnik Pedang Pembantai.
Xu Chen bergumam kecil "Tebasan Ilusi," seketika si penjaga berteriak kesakitan karena tangannya telah terpotong dengan rapi, saking rapinya membuat darah tidak langsung keluar.
"Akh, tanganku!?" si penjaga berguling-guling di tanah sambil berteriak kesakitan.
Sementara penjaga yang satunya hendak menyerang Xu Chen segera menghentikan langkahnya. Penjaga itu diam saling menatap dengan Xu Chen sesaat sebelum perhatiannya pecah kerena teriakan rekan rekannya.
Penjaga itu menghampiri rekannya dengan hati-hati karena rekannya berbaring tepat di bawah kaki Xu Chen.
Xu Chen tidak berkata-kata hanya memberikan tatapan dingin tanpa ekspresi. Hal itu berhasil membuat si penjaga bergidik ketakutan.
Si penjaga menarik nafas dalam lalu menghembuskan kasar, ia segera berlari meraih dan menarik tangannya rekannya yang satunya menjauh dari Xu Chen, tanpa peduli teriakan kesakitan rekannya.
Xu Chen sebenernya ingin tergelak melihat tingkah kedua penjaga yang sangat lucu menurutnya. Namun tentu hal itu ia tahan untuk mempertahankan rasa ketakutan yang telah ia tanamkan kepada kedua penjaga.
"Berikan ini dia akan baik-baik saja," Xu Chen melemparkan Pil penyembuh buatannya.
Dengan sigap si penjaga segera menangkap Pil yang Xu Chen lemparkan.
"Pil penyembuh, kenapa auranya berbeda?" ucap si penjaga heran setelah menerima Pil Xu Chen.
Bekerja bertahun-tahun di pelelangan membuat ia tahu sedikit tentang Pil dan satu hal yang ia simpulkan Pil yang ia pegang saat ini tidak sederhana.
Si penjaga sebenernya ingin memperhatikan Pil Xu Chen lebih teliti, namun karena teriakan kesakitan rekannya ia segera memberikan Pil penyembuh itu.
Hal yang ia saksikan selanjutnya membuat dia menjatuhkan rahangnya. Bagaimana tidak, luka yang seharusnya membutuhkan waktu lama untuk sembuh kini telah pulih dalam hitungan detik, bahkan si penjaga yang terkuak sudah tidak merasakan kesakitan lagi.
Kedua penjaga kini menatap Xu Chen dengan tatapan yang sulit di artikan, tetapi mereka memutuskan satu hal.
"Mengerikan!" batin kedua penjaga bersamaan.
__ADS_1
...****...
Support author dengan Like Komen dan Vote.