Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 66. Hui Yin Vs Xu Chen


__ADS_3

"Aku tidak bisa mengangkatnya tuan!" Hui Yin berkuat masih mencoba mengangkat pedang Malam Abadi.


Melihat ekspresi Hui Yin yang sedang meringis mengangkat pedang Malam Abadi Xu Chen terkekeh kecil.


Xu Chen kemudian mengangkat pedang Malam Abadi dengan mudah, membuat Hui Yin menjatuhkan rahangnya tidak percaya.


"Tutup mulutmu itu," Xu Chen kemudian menyarungkan pedang Malam Abadi di pinggangnya.


"Ah, maaf tuan," Hui Yin kembali memasang ekspresi datarnya.


"Umurmu dua puluh tahun kan?" Xu Chen memperhatikan Hui Yin dari atas sampai bawah.


"Ya, tuan," Hui Yin mengangguk pelan. Hui Yin sebenarnya bingung dari mana Xu Chen tahu umurnya, namun ia tidak mempertanyakannya.


"Mulai hari ini aku akan melatihmu. Apa kau siap?"


Hui Yin mengerutkan dahinya. Hui Yin pikir ia hanya akan menjadi pemuas nafsu Xu Chen.


"Maaf jika lancang tuan. Jika boleh tahu mengapa tuan ingin melatih saya?"


Xu Chen tersenyum ringan sebelum menjelaskan akan menggunakan Huo Yin untuk melakukan sesuatu. Namun Xu Chen belum memberitahukan sesuatu itu pada Huo Yin.


"Kau memiliki elemen Es yang langka dan aku juga melihat kau memiliki bakat."


Xu Chen mengatakan hal ini bukan tanpa alasan. Xu Chen bisa melihat dengan jelas tingkat kultivasi Hui Yin berada di ranah Practitioner Bintang Tiga, ranah kultivasi yang cukup tinggi untuk wanita seusianya.


Hui Yin mendengar itu kembali dibuat bingung oleh Xu Chen, "Dari mana tuan mengetahuinya? perasaan aku belum memberitahukan elemen yang aku miliki," batin Hui Yin.


"Kau memakai tangan kosong atau senjata saat bertarung?"


"Aku bisa menggunakan tangan kosong tuan, namun aku juga bisa menggunakan pedang," jawab Hui Yin patuh.


"Baiklah, karena aku seorang kultivator pedang. Maka aku akan mulai mengajarimu beberapa tehnik pedang," Xu Chen menyerahkan pedang yang biasa ia pakai. Namun langsung di tolak oleh Huo Yin.


"Mengapa? apa kau ingin berlatih tangan kosong lebih dulu?" Xu Chen mengerutkan dahinya.


"Tidak tuan, aku tidak biasa menggunakan pedang seperti itu," Hui Yin berkata hati-hati.

__ADS_1


Kerutan di wajah Xu Chen semakin jelas terlihat, "Lalu?" Xu Chen kembali menyarungkan pedang biasa yang ia pakai di pundaknya.


"Ini tuan," Hui Yin mengeluarkan pedang es dari tangannya.


Xu Chen melihat itu menjatuhkan rahangnya. Xu Chen tahu yang dilakukan Hui Yin sangat sulit, karena membutuhkan pengendalian Qi tingkat tinggi, dan juga membutuhkan Qi dalam jumlah besar untuk terus mempertahankan pedang es yang seperti milik Hui Yin atau senjata lainnya (Setiap orang berbeda-beda, bisa membuat senjata sesuka hati mereka).


"Baiklah," Xu Chen tidak mau kalah dengan Hui Yin. Xu Chen kemudian mengalirkan banyak Qi Gelap ke tangannya dan menciptakan pedang energi yang seperti miliki Huo Yin. Namun milik Xu Chen terlihat hitam pekat.


Hui Yin melihat Xu Chen mampu melakukan apa yang ia lakukan juga kebingungan, "Tuan sangat misterius, aku tidak bisa membaca tingkat kultivasinya yang berarti kultivasi miliknya lebih tinggi dariku."


"Sebelum aku melatihmu, aku ingin melihat seberapa hebat kemampuan berpedang mu. Majulah," Xu Chen mulai memasang kuda-kuda.


"Baik tuan," Hui Yin mengangguk pelan lalu maju sesuai arahan Xu Chen.


Hui Yin berlari kecil dengan pedang es yang terhunus kedepan mengarah ke leher Xu Chen.


Xu Chen melihat itu tersenyum kecil Dia langsung mengincar titik vital ku, sepertinya wanita ini ingin membunuhku."


Saat pedang es Huo Yin tinggal beberapa senti dari leher Xu Chen. Xu Chen langsung melangkah ke kanan dengan cepat, membuat Hui Yin hanya menusuk udara kosong.


"Wanita ini memang ingin membunuhku," Xu Chen menggelengkan kepalanya pelan sebelum menghilang dari pandangannya Hui Yin.


"Belakang," Hui Yin bergumam pelan, lalu kembali mengayunkan pedangnya ke belakang tubuhnya berharap Xu Chen ada di sana.


Namun hasilnya sama saja, Hui Yin kembali menebas udara kosong.


Xu Chen muncul di kanan Hui Yin lalu meniup keras telinga gadis itu, membuatnya panik dan menebas kenangannya dengan sembarangan. Namun lagi-lagi ia hanya menebas udara hampa.


Hui Yin mulai frustasi karena dipermainkan oleh Xu Chen. Hui Yin kemudian menciptakan pedang es di tangan satunya lagi lalu memperhatikan sekitarnya seksama, tidak ingin lagi terjebak ke dalam permainan Xu Chen.


Xu Chen sebenarnya tidak menghilang, ia hanya berpindah-pindah tempat dengan kecepatan tinggi hinggah tidak dapat di lihat mata Hui Yin.


Hui Yin terus waspada dengan sekelilingnya, sampai merasakan Xu Chen ada di belakangnya. Hui Yin dengan gerakan cepat segera menebas cepat ke belakang.


Hasilnya kali ini tidak sia-sia. Xu Chen memang berada di belakangnya, namun Hui Yin tidak berhasil mendaratkan pedang es-nya sebab Xu Chen berhasil menangkisnya dengan pedang energinya juga.


"Apa hanya ini?" Xu Chen tersenyum kecil.

__ADS_1


Hui Yin tidak habis akal, wanita itu segera mengayunkan pedang es di tangan kirinya ke arah pinggang Xu Chen dengan cepat.


"Dasar tidak sabaran," Xu Chen bergumam pelan, lalu menangkap pedang es milik Hui Yin dengan tangan kosong.


Hui Yin terbelalak tidak percaya melihat itu. Hui Yin tahu kemampuan pedang energinya. Dengan itu Hui Yin dapat memotong sebuah besi seperti memotong tahu, namun kali ini dapat ditangkis oleh Xu Chen dengan tangan kosong, bahkan masih digenggam oleh Xu Chen.


Hui Yin melompat mengambil jarak, namun saat melakukannya ia tertahan sebab pedang es di tangan kirinya masih digenggam oleh Xu Chen.


"Kau ingin kemana?" Xu Chen tersenyum nakal.


Tak mau terjebak Hui Yin melepaskan pedang es di tangan kirinya dan melompat mengambil jarak dari Xu Chen.


Hui Yin memandang Xu Chen dengan pandangan yang sulit diartikan. Hui Yin terus memikirkan siapa sebenarnya Xu Chen, mengapa sangat kuat.


"Kau cukup pintar dan sabar, namun sayang kecepatan menyerang mu masih sangat lambat," Xu Chen menggenggam pedang es yang Hui Yin lepaskan hinggah pecah menjadi kepingan es.


Tanpa Hui Yin sadari Xu Chen telah berada di samping kanannya berdiri dengan santai.


"Hai," Hui Yin ingin menebas lagi kearah Xu Chen, namun semua terlambat kerena pedang energi Xu Chen sudah bertengger di lehernya.


"Aku menyerah tuan!" Hui Yin menghilangkan pedang es-nya lalu mengangkat tangan menyerah.


Xu Chen ikut menghilangkan pedang energinya. Hui Yin memandang Xu Chen yang tersenyum lembut padanya.


"Poof."


Xu Chen tiba-tiba menghilang manjadi asap hitam pekat, hilang dari pandangan, membuat Hui Yin kebingungan setengah mati.


"A-apa ini?" Hui Yin mengayunkan tangannya pada asap hitam di depannya.


Saat Hui Yin masih kebingungan, tiba-tiba suara Xu Chen menggema di udara.


"Hehehe, tonton nan yang bagus," Xu Chen muncul dari atas pohon besar seraya bertepuk tangan.


Hui Yin menjatuhkan tahannya, "Apa yang terjadi sebenarnya? apakah aku sudah gila?" Hui Yin menjambak rambutnya.


...****...

__ADS_1


__ADS_2