
"Aku akan membunuhmu dan murid sialan mu itu!" ujar si Penyihir sambil menyeringai lebar dalam tornado
"Huh, aku tidak yakin kau mampu melakukannya!" balas Kaisar Kegelapan santai. Ya! meskipun keadaan yang tidak kondusif seperti ini, tetapi Kaisar Kegelapan adalah Kaisar Kegelapan seseorang yang telah mencapai Ranah Dewa dengan pengalaman segudang, Situasi seperti ini bagaikan tai kuku baginya
"Begitukah?!" balasnya dan hanya di balas anggukan ringan Kaisar Kegelapan
Seketika tornado yang menyelimuti tubuh si Penyihir perlahan menghilang, namun langit tetapi gelap karena sang Surya malu untuk menampakan sinar cerahnya
"Aku akan membuktikannya!" teriak si Penyihir lalu maju menerjang Kaisar Kegelapan
Si Penyihir dan Kaisar Kegelapan bertukar serangan sengit tak ada yang ingin mengalah antara keduanya, kini kekuatan si Penyihir setara seorang Kultivator Ranah Being awal ( Ranah di atas Saint) sedangkan Kaisar Kegelapan hanya berada di Ranah Saint akhir
Meskipun perbedaannya hanya satu tingkat tetapi jarak kekuatannya bagai langit dan bumi. Tetapi meski begitu, Kaisar Kegelapan terlihat sama sekali tak terdesak atau tertekan dengan si Penyihir, Pertukaran serangan keduanya cukup berimbang
"Haih! apa hanya ini yang kau punya?" ujar Kaisar Kegelapan santai di tengah pertempuran
Si Penyihir masih diam tak menjawab, ia tidak menyangka meskipun kekuatannya di atas Kaisar Kegelapan tetapi tetap saja ia masih tak bisa mendominasi pertempuran
"Aku mengira kau akan bertambah kuat? tetapi teryata hanya penampilan mu yang berubah! Tua!" lanjut Kaisar Kegelapan sambil menekan kata Tua untuk membuat emosi si Penyihir
"Diam! Kau!" teriak si Penyihir mulai emosi
Bersama dengan teriakan si Penyihir, Kaisar Kegelapan berhasil mendaratkan pukulan Keras kepada si Penyihir kembali terhempas beberapa meter, seteguk darah segar keluar dari mulutnya
"Mengecewakan! Mengecewakan!" ujar Kaisar Kegelapan mengejek sambil menggeleng-gelengankan kepalanya dan berdecak pinggang
Mendapat ejekan seperti itu, si Penyihir hanya bisa mengepalkan tangannya emosi, entah mengapa dia sama sekali tak berdaya di dekan Kaisar Kegelapan. Siapa sebenarnya pria itu, pikir si Penyihir
Sambil bangkit perlahan si Penyihir bertanya, "Siapa kau sebenarnya?"
Kaisar Kegelapan mengerutkan keningnya dan membalas, "Huh! mengapa kau menanyakan itu sekarang. Hei! jangan bilang kau mulai terpesona denganku ini?"
Mendapat jawaban yang begitu percaya diri dari Kaisar Kegelapan, si Penyihir tak habis pikir dan hanya diam, bingung ingn membalas seperti apa
"Tapi maaf! aku tidak tertarik pada wanita yang lebih Tua dariku," lanjut Kaisar Kegelapan menekan setia kata-katanya sambil menggeleng gelengankan kepala
Meskipun berkata bahwa si Penyihir Tua, tetapi sebenarnya Kaisar Kegelapan jauh lebih Tua, ia bukan menggunakan tehnik awet muda seperti si Penyihir, tetapi karena ia telah mencapai Ranah dewa dan telah menguasai Kitab Kegelapan Abadi, yang seperti di ketahui dapat membuat seseorang yang mempelajarinya menjadi Immortal (abadi)
"Kau...Dasar!" teriak marah si Penyihir atas ejekan Kaisar Kegelapan dan kembali maju menerjang Pria Tampan itu
Keduanya kembali bertukar jurus di ketinggian udara. namun karena si Penyihir dalam keadaan emosi gerakannya sedikit tak beraturan dan memiliki nafsu yang besar untuk segera mengalahkan lawannya tanpa menganalisa keadaan lebih jauh, dan di mana hal ini sangat berbahaya bagi seorang petarung
Melihat cara itu berhasil, Kaisar Kegelapan kembali melanjutkan aksinya membuat si Penyihir terbakar emosi "Penyihir Tua, setelah di pikir-pikir lagi kau tidak terlalu buruk dengan wajah Tua mu itu!"
__ADS_1
"Diam ka....?"
Ucapan si Penyihir terhenti, karena pukulan Kaisar Kegelapan kembali mendarat indah di wajah Tuanya, membuatnya terhempas beberapa meter
"Akkkhhhh.... pria sialan!" teriak marah si Penyihir
"Aku akan mengorbankan apapun untum membunuhmu!" lanjutnya berteriak-teriak
"Lakukan sesukamu Penyihir Tua!" balas Kaisar Kegelapan sambil seperti melakukan gerakan megusir dengan tangannya
Setelah itu si Penyihir merapal sebuah mantra aneh "Gelap datang sesudah cahaya sedangkan cahaya datang sesudah gelap, keduanya adalah satu dan saling melengkapi, seperti halnya Kehidupan dan Kematian keduanya adalah satu dan tak dapat si pisahkan, tak ada yang abadi di dunia semua akan musnah. Penguasa aku akan mengorbankan hidup ku, berikanlah aku kekuatan"
"Mantra aneh macam apa itu?" pikir Kaisar Kegelapan. Namun seketika petir menyambar kemana-mana, angin berhembus kencang seperti alam menunjukan kemarahannya
Melihat semua hal itu Kaisar Kegelapan bergumam Pelan "Penyihir bodoh dan Tua ini mengorbankan hidupnya pada iblis, benar-benar menyedihkan!"
***
Xu Chen telah sampai di tempat dimana ia merasakan Qi gelap Gurunya itu dan betapa terkejutnya Pemuda itu, saat melihat Gurunya dan si Penyihir sedang bertukar serangan dahsyat di udara
Xu Chen bergumam pelan, "Woah! apakah ini pertarungan tingkat Dewa? Luar biasa!" ujar takjub Pemuda itu
"Sebaiknya aku memperhatikan saja dari sini. Aku ingin membantu Guru, tapi apa daya aku tidak bisa terbang seperti mereka! dan juga pertarungan seperti itu bukan tingkatanku! aku akan menunggu Guru mengalahkan Penyihir Tua itu lalu aku akan kesana," lanjut Xu Chen lalu Pemuda itu mencari tempat yang bagus untuk memperhatikan pertarungan itu dari jarak yang lumayan dekat, namun tersembunyi
Namun tiba-tiba Xu Chen di kagetkan dengan relasi aneh si Penyihir "Apa yang Penyihir Tua itu lakukan?" gumam Xu Chen bingung
Seketika, Petir menyambar-nyambar marah di ikuti angin yang berhembus kencang "Apalagi yang di lakukan Penyihir Tua itu?" Namun setelah menglihat yang terjadi selanjutnya Xu Chen tak bisa menahan keterkejutannya "Gawat! aku harus membantu Guru!"
Xu Chen segera berlari seceoata yang ia bisa menghampiri Gurunya, Kaisar Kegelapan
Pemuda itu berteriak-teriak memanggil gurunya, "Guru! Guru apa yang terjadi?"
Mendengar suara yang tidak asing Kaisar Kegelapan segera berbalik dan betapa terkejutnya ia melihat Muridnya sedang berlari kencang menghampirinya
Sebenarnya Kaisar Kegelapan sudah tau sejak saat ia sampai ke alam ini dan saat Xu Chen memperhatikan pertarungannya, namun ia pura-pura tidak tahu
"Apa yang kau lakukan di sini anak bodoh? ini sangat berbahaya!" balas Kaisar Kegelapan sambil menguat Xu Chen dengan tangannya
Namun, Xu Chen tak memperdulikan saat gurunya mengusirnya, Pemuda itu hanya berlari secepat yang ia bisa
Melihat tingkah Muridnya itu, Kaisar Kegelapan hanya berdecih pelan dan bergumam pelan "Cih, Cih, dasar anak bodoh keras kepala"
"Guru, Mana mungkin Murid hanya melihat dan menonton Guru bertarung!" ujar Xu Chen semangat
__ADS_1
"Bukankah kau sudah melakukan itu sedari tadi. Jangan pikir Guru tidak mengetahuinya!" balas Kaisar Kegelapan dengan wajah datar
Mendapat itu Xu Chen hanya tersenyum canggung, lagi-lagi ia tidak bisa membodohi gurunya itu "Hehehe! Maafkan Murid Guru! aku tadi hanya melihat sebentar, tapi Guru tenanglah Murid aku akan membatu Guru sekarang" ujar Xu Chen dengan senang yang menggebu-gebu
"Terserahlah, anak bodoh!" balas Kaisar Kegelapan lalu kembali berpaling melihat si Penyihir yang masih dalam proses pengorbanan iblis
Note : Bagi yang gak ngerti, yang di lakukan si Penyihir saat ini sama dengan Senior Gu saat bertarung dengan Xu Chen di Lembah Siluman, namun tingkat yang di lakukan si Penyihir lebih tinggi
****
...Sedikit pemberitahuan...
...Ranah kultivasi terbaru dalam Legend Of Darknes...
Beginner : 1-9
Practitioner : 1-9
Ekspert : 1-9
Master : 1-9
Grand Master : 1-9
Spirit : 1-9
King : 1-9
Emperor : 1-9
Saint : 1-9
Being : 1-9
...Setiap ranah dibagi menjadi sembilan tingkat ( sembilan bintang ). Saat sudah mencapai puncak bintang ke sembilan, Seorang kultivator akan melakukan penerobosan ke Ranah selanjutnya....
Tambahan: Ranah Being
***
Jangan Lupa setelah membaca tinggalkan Like/Komen dan Vote
See You
__ADS_1