Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 21. Keluar Dari Lembah Siluman


__ADS_3

Sementara itu diistana Kekaisaran Qin, terlihat sedang terjadi keributan besar besaran dan apalagi kaisar Qin yang terlihat sedang Sangat marah, ia ditemani seorang wanita Cantik nan elegan bersama beberapa orang lainnya yang terlihat masih muda


"Dasar orang orang tidak berguna, kalian hanya disuruh mencari seorang wanita tapi tak kunjung ditemukan, apa yang kalian lakukan! hah" teriak marah kaisar kepada para bawahannya, yang tengah tertunduk ketakutan dilantai


"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba telah mengutus beberapa bawahan untuk mencari Tuan Putri keberbagai penjuru, dan sampai saat ini Tuan Putri masih tak kunjung ditemukan tetapi Yang Mulia tak perlu khawatir hamba akan mengutus lebih banyak orang dan mengadakan sayembara untuk mencari Tuan Putri!" ucap Jendral Yang


"Aku tidak peduli, Apapun itu cepat temukan Putri secepatnya" titah Sang Kaisar Qin


"Siap Laksanakan Yang Mulia!" balas Jendral Yang lalu meninggalkan ruang singgasana dikuti semua bawahannya


Setelah keluar dari ruang Singgasana Jendral Yang memerintahkan kepada para bawahannya "Dengarkan aku sebarkan informasi ini, siapapun yang melihat keberadaan Tuan Putri dan segera melaporkannya pada pihak kekaisaran maka akan diberikan hadiah Seratus kantong Emas"


"Ayah Kaisar tidak perlu khawatir, aku yakin Tuan Putri pasti akan baik baik saja" ujar Pangeran Ketiga


"Ya ayah! bukankah Tuan Putri sudah biasa keluar seperti ini" tambah Pangeran Ketujuh sekaligus Pangeran termuda dari Ketujuh Saudara lainnya


Kaisar Qin mengerutkan keningnya "Tidak Nak, Saudari perempuan satu satumu itu tidak pernah keluar selama ini, pasti ada sesuatu yang terjadi padanya!" ujar Kaisar Qin sambil memegang kepalanya yang mulai pusing


***


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Xu Chen telah tiba dengan seekor ekor ayam hutan ditangannya


"Apa kau bisa memakan ini?" tanya Xu Chen sambil mengangkat ayam hutan ditangannya


Spontan Yan Yu menoleh "Ya! tentu saja!" balas Yan Yu


Sambil berjalan Xu Chen menyerahkan ayam hutan tersebut kepada Yan Yu, membuta gadis itu kebingungan "Hei Chen!" panggil Yan Yu "Bisakah kau memanggangnya untukku?" ucap Yan Yu sambil kembali menyodorkan ayam hutan


"Apakah kau mau memakan ayam yang masih memiliki bulu seperti itu?" tanya Xu Chen seraya menunjuk ayam hutan ditangan Yan Yu


Sambil menggelengkan kepalanya Yan Yu membalas "Tentu tidak! siapa yang mau memakan ayam dengan bulunya?"


"Kau mengetahuinya! kalau begitu cabutlah bulunya dan aku akan memanggangnya untukmu" ujar Xu Chen santai


Yan Yu kembali memonyongkan bibirnya kesal kearah Xu Chen sambil bergumam pelan "Setelah kau mengangkatku tinggi lalu kau jatuhkanku begitu saja! sakit tau"

__ADS_1


"Berhentilah berbicara dan kerjakan itu!" balas Xu Chen mendengar gumaman Yan Yu


Setelah Gadis itu selesai mencabuti bulu ayam hutan dan menyerahkannya kepada Xu Chen, akhirnya pemuda itu membuatkan ayam panggang untuk sarapan Yan Yu, tapi tak dipanggang dengan api melainkan dengan Qi. Xu Chen memegang ayam hutan tersebut lalu mengalirkan Qi perlahan membuat ayam hutan matang sempurna


Dan hal itu juga membuat takjub Yan Yu, bagaimana tidak gadis itu tahu, melakukan yang seperti Xu Chen lakukan adalah hal yang sangat sulit butuh pengontrolan Qi tingkat tinggi untuk melakukannya. jika Xu Chen melakukan kesalah sedikit saja ayam tidak akan matang melainkan menjadi abu


Setelah matang Xu Chen menyerahkan ayam panggang tersebut kepada Yan Yu untuk disantapnya, Gadis itu menerimanya dan memakannya saat melihat isi dalam ayam panggang, Yan Yu tak bisa untuk tidak kagum pada Xu Chen


"Wah! Pengontrolan Qimu sangat sempurna bahkan tanpa bumbu apapun ayam ini sangat enak, matang hingga kedalaman! aku semakin kagum saja padamu, bagaiman caramu melakukan ini?" Ucap kagum Yan Yu


"Tentu saja, dengan latihan keras" balas Xu Chen singkat


"Makanlah setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan" lanjut pemuda itu


Karena sibuk dengan ayam panggangnya gadis itu tak menjawab, hanya menggunakan kepalanya pertanda setuju


"Huahh! aku sangat kenyang, bisakah kita beristirahat sejenak?" ujar Yan Yu sambil memegangi perutnya kekenyangan


"Apa yang kau bicarakan? cepatlah jika tidak aku akan meninggalkanmu" balas Xu Chen sambil berlalu pergi meninggalkan Yan Yu yang masih kekenyangan


"Hei! pemuda dingin tinggu aku!" teriak Yan Yu sambil berlari menyusul Xu Chen


***


Mendengar hal tersebut Xu Chen mengerutkan keningnya "Kita! jangan bodoh! aku akan pergi kemanapun yang aku inginkan dan kau pulanglah pada orang tuamu mereka pasti sedang menghawatirkanmu" balas Xu Chen masih terus berjalan dan tidak menoleh


"Tapi aku masih ingin menjelajah denganmu!" Ujar Yan Yu sambil cemberut


"Tapi aku tidak! perjalananku sangat berbahaya dan ini tidak cocok untukmu" ujar Xu Chen seperti biasa dingin dan tanpa ekspresi


Mendengar itu, Yan Yu segera berlari kedepan Xu Chen menghadang langka pemuda itu dan berkata sambil memohon "Tapi, Tapi aku mau! aku tidak peduli dengan bahaya, selama ada kau aku yakin semua akan baik baik saja"


Xu Chen berhenti dan menatap gadis itu "Apa kau pikir aku pengasuhmu! Minggirlah kau menghalangi jalan" balas Xu Chen singkat


Tak menyerah Yan Yu kembali berkata "Aku janji tidak akan merepotkanmu dan kau bisa menyuruhku sesuka hatimu"

__ADS_1


Namun Xu Chen kali ini tak memperdulikannya, pemuda itu hanya berlalu pergi meninggalkan Yan Yu yang bibirnya telah maju beberapa senti saking kesalnya pada Xu Chen


Namun Yan Yu tak patah semangat, Gadis itu mencoba berbagai macam cara untuk membujuk Xu Chen agar bisa ikut bersamanya, mulai dari bersalto berjingkrak berjungkir balik dan sebagainya berbagai macam cara ia lakukan (perumpamaan aja ya jangan dianggap serius)


"Baiklah! hari ini kau ikut bersamaku dan besok, mau atau tidak kau harus pulang apapun yang terjadi, apa kau mengerti?" ujar Xu Chen


Mendengar itu Terukir senyum di wajah Cantik Yan Yu dengan semangat empat lima gadis itu mengangguk anggukkan kepalanya dan berkata "Baiklah! kita akan pergi kemana hari ini?" ucap Yan Yu semangat


"Kau Cukup diam dan ikuti saja aku!" balas Xu Chen sambil kembali melanjutkan perjalanan


"Apa? diam dan ikut, itu sangat tidak seru!"


***


Setelah berjalan beberapa jam berjalan akhirnya keduanya keluar dari Lembah Siluman, namun sesuatu yang tak terduga terjadi keduanya tak kunjung menemukan pedesaan ataupun keluar dari hutan, membuat keduanya bingung setengah mati


Tiba tiba Xu Chen menghentikan langkahnya "Sepertinya kita tersesat!" ujar Xu Chen santai


"Apa tersesat? kenapa bisa, huh" balas Yan Yu kaget


Xu Chen tak menjawab hanya kembali melanjutkan langkahnya


"Hei kau mau kemana? apa yang harus kita lakukan sekarang, aku tidak ingin mati disini, ini semua karenamu" ujar Yan Yu kembali dan menyalahkan pemuda didepannya


Xu Chen menghenghentikan langkahnya "Kenapa kau menyalahkanku? dan kau sendiri yang ingin mengikutiku! jadi berhentilah berisik" balas Xu Chen


Seketika Yan Yu tersulut emosi "Apa! kau mengatakanku berisik! ini semua karenamu dan kita sekarang tersesat yang entah dimana!"


"Sudalah! dari pada berdebat lebih baik kita melanjutkan perjalanan! bukankah kau bilang jika bersamaku semua akan baik baik saja. apakah kau sudah melakukannya?" ujar Xu Chen mencoba untuk kembali bijak dalam segala situasi


Mendengar itu Seketika Yan Yu diam dan terlihat berpikir "Ya! Kalau dipikir pikir lagi setidaknya kita bisa bersama!" pikir Yan Yu dan kembali berjalan menyusuri lebatnya hutan


Sebenarnya tak heran keduanya tersesat, karena memang Xu Chen adalah seorang anak yang tidak pernah keluar dari Keluarganya ia hanya terus melakukan kultivasi dikediamannya dan sangat jarang untuk keluar, hal itu dilakukan untuk menyembunyikannya karena kultivasi Gelap yang pemuda itu miliki


Sedangkan Yan Yu masihlah misteri entah gadis itu berasal dari mana, apakah ia mengetahui jalan dan berpura pura tidak mengetahuinya hanya untuk bisa bersama Xu Chen atau memang ia tidak mengetahuinya, entahlah semua itu masihlah misteri

__ADS_1


...*****...


Jangan lupa Setelah membaca Legend Of Darknes tinggalkanlah Like/Komen dan Vote karya Author ini. Ya Guys, agar Legend Of Darknes menjadi lebih besar dan lebih terkenal agar author lebih semangat lagi dalam menulis. itu saja See you


__ADS_2