
Saat kepulan debu perlahan mulai menghilang terlihat si pria besar berdiri di tengah kawah memegang kapak besarnya yang kini telah terlihat goresan diberbagai sisi, nafas si pria besar sedikit memburu menandakan bahwa staminanya telah berkurang akibat serangan terakhir Xu Chen meskipun tak terlalu fatal
Melihat senior mereka yang tengah terdesak oleh Xu Chen keenam pemuda sekte Gagak Hitam segera menghampirinya
"Senior, apa senior Gu baik baik saja?" tanya seorang pemuda
"Ya, aku baik baik saja!" balas si pria besar seraya mengatur kembali nafasnya
"Maaf senior Gu, tapi apa kami perlu membantu senior?" ucap pemuda lain dengan hati hati takut menyinggung seniornya
"Meskipun aku benci mengatakan ini, tapi Ya, kalian semua bantulah aku menghadapi pemuda itu!" Balas si pria besar atau senior Gu
Keenam pemuda itu segera mengangguk seraya mencabut pedang mereka masing masing siap untuk bertempur "Baik senior!" ucap kompak keenam pemuda
Sambil tertawa dan bertepuk tangan Xu Chen berkata "Hahaha! setelah kau tidak mampu mengalahkanku dengan cara biasa kau mencoba untuk mengeroyokku! benar benar seorang pecundang!"
Namun perkataan Xu Chen tak didengarkan oleh senior Gu dan keenam pemuda, bagi mereka mengalahkan Xu Chen lebih penting saat ini dari pada rasa malu mereka, "Apa itu penting saat kau akan mati! anak muda!" ucap pria besar atau senior Gu
Xu Chen kembali melanjutkan perkataannya "Huh! sungguh perbuatan yang tercela, Seorang senior saja menyerang junior adalah aib, apalagi yang terjadi sekarang ini, aku yakin jika saja dunia tahu apa yang kalian lakukan hari ini, pasti Sekte siallan kalian itu akan menjadi bahan cemoohan orang orang"
Mendapati ejekan yang begitu mengintidasi dari Xu Chen, keenam pemuda sekte Gagak Hitam tak bisa menahan kemarahan mereka
"Kau telah menghina kami dan sekte kami, aku akan membunuhmu, sialan!" teriak marah seorang pemuda diikuti rekan rekannya
Saat enam pemuda itu akan maju bersama menyerang Xu Chen, tiba tiba suara Senior Gu terdengar menghentikan aksi bodoh mereka
__ADS_1
"Berhenti! tenanglah kalian semua! dengarkan aku, pemuda licik itu, sengaja berkata seperti itu agar memprovokasi kita berusaha memancing amarah kita semua..."
"...tenanglah, kita maju bersama lakukan ini dengan kompak koordinasikan gerakan kita, aku yakin meskipun pemuda itu kuat tetapi jika kita bekerja sama kita bisa mengalahkannya! apa kalian mengerti?"
Keenam pemuda itu segera tersadar dari emosi mereka, tak bisa mereka semua pungkiri kata kata senior mereka sangat benar, dengan serempak keenam pemuda berkata "Baik Senior!"
"Berhati hatilah anak bodoh! pria itu terlihat cerdik dan kontrollah kekuatan yang kau keluarkan jangan sampai orang orang bodoh dan gadis bersamamu tau, aku yakin itu bukanlah hal yang bagus" ucap kaisar kegelapan dalam pikiran Xu Chen
Xu Chen menganggukkan kepalanya mengerti "Murid mengerti Guru! Murid akan berhati hati!" balas Xu Chen
Tawa dingin Xu Chen kembali terdengar, pemuda itu berkata "Hahaha! Aku kagum padamu pria gorila! Meskipun dalam keadaan terdesak seperti itu, kau masih bisa berpikir dengan tenang dan menganalisa keadaan dengan baik itu menunjukan pengalaman bertempurmu cukup tinggi...!"
Belum usai Xu Chen berkata tiba tiba senior Gu memotong "Hahaha, anak muda! kau akhirnya sadar akan kemampuanku, aku peringatkan sebaiknya kau menyerah saja anak muda! dengan begitu aku akan bermurah hati hanya akan melumpuhkan kultivasimu!" Perkataan Senior Gu itu disambut dengan tawa oleh keenam pemuda
"Hei! pria Gorila, aku belum menyelesaikan ucapanku dan kau langsung memotong, setidaknya dengarkan sampai aku menyelesaikannya?" ujar Xu Chen
Xu Chen memasang senyum lebar dan membalas "Ya! karena itu semua sia sia! kalian semua akan mati malam ini" diakhiri dengan seringai menyeramkan
"Persetan dengan kau? kalian semua ikuti aku dan maju bersama sesuai rencana!" teriak Senior Gu memberi arahan pada rekannya dan mereka semua membuat segel tangan yang sama dan serentak
Setelah itu Senior Gu maju dengan berlari kearah Xu Chen diikuti dengan keenam pemuda, mereka mengepung Xu Chen dan menyerang dari berbagai arah, serangan itu berbentuk lingkaran setiap seorang telah menyerang mereka akan berganti dengan rekan yang lain dengan berlari melingkar mengitari Xu Chen, selain serangan mereka juga memaparkan sebuah senjata rahasia memaksa Xu Chen pada posisi bertahan di tengah tengah maju tak bisa dan mundur juga tak bisa tak ada pilihan, melihat itu Senior Gu berkata mengejek "Rasakan itu anak muda! ini adalah formasi 'Sangkar burung' tidak ada yang selamat dari ini!"
"Benarkah kalau begitu waktu bermain selesai" balas Xu Chen santai meskipun sedang pada posisi bertahan. (ingat ya bertahan bukan terdesak)
Setelah berkata seperti itu Xu Chen langsung mengubah pola permainan pedangnya, membuat Senior Gu dan keenam pemuda terkejut dengan hal itu, bagaimana tidak permainan pedang Xu Chen kali ini, berkali kali lebih ringan, tajam, serta berbobot
__ADS_1
Pemuda itu mengeluarkan tehnik Tarian Kematian salah satu tehnik yang Gurunya ajarkan dulu sewaktu di alam Gerbang kehidupan dan alam baka, ini adalah salah satu tehnik yang tergabung dalam 'Tiga Tarian Sang Dewi'
Perlahan namun pasti Xu Chen mulai menekan mereka semua, tanpa menyianyiakan kesempatan pemuda itu segera mengeluarkan tehnik pedang Pembantai "Dewa Kematian" gumam Pelang Xu Chen dan menebaskan pedangnya melingkar menargetkan semua orang yang mengepungnya
Kerena kecepatan dan kelincahan Xu Chen, jurus yang pemuda itu keluarkan berhasil mendarat pada semua orang yang mengepungnya, membuat Keenan pemuda terlempar mundur keberbagai arah dan berakhir menghantam pohon hinggah roboh, keenamnya segera pingsan tak berdaya, sedangkan Senior Gu berhasil bertahan dari jurus itu dan hanya termundur beberapa langka, tapi tetap saja darah segar kembali keluar dari mulutnya
Tak memberi kesempatan Senior Gu untuk mengambil nafas, Xu Chen kembali memainkan pedangnya dan menyerang Senior Gu dengan permainan pedang yang epik, tak butuh waktu lama bagi Xu Chen untuk menorehkan berbagai sayatan yang dalam ditubuh Senior Gu, nafas senior Gu mulai memburu dengan segera ia melompat mundur mengambil jarak dari Xu Chen
Tetapi Xu Chen tak memberi kesempatan dengan kecepatan tinggi pemuda itu melesat menerjang Senior Gu, "Tebasan ilusi" ucap Xu Chen
Senior Gu yang tak menyangka dan menduga hak itu terjadi tak sempat untuk menangkis atau mengelak, pria besar itu hanya mengalirkan Qi untuk melindungi tubuhnya berharap bisa menahan serangan Xu Chen
Namun takdir berkata lain saat pedang tajam Xu Chen menyentuh lengan Senior Gu seperti tak ada hambatan sama sekali, Xu Chen berhasil memotong lengan kiri senior Gu. "Akhhh" teriakan Senior Gu
Xu Chen memasang senyum lebar dan berkata "Mengapa? apa itu sakit?"
Senior Gu tak memberi jawaban sama sekali, sambil memegangi lengannya yang putus dan mulai mengatur kembali nafasnya yang tak beraturan, senior Gu berteriak marah kepada Xu Chen, "Anak muda, kaulah yang memaksaku melakukan ini!"
Setelah berteriak marah pada Xu Chen, senior Gu terlihat membaca sebuah mantra dan akhir kata yang bisa Xu Chen dengar adalah "Amukan sang Gagak", dibarengi dengan itu seketika aura si pria besar meningkat hinggah mencapai ranah Master luka luka di tubuhnya menutup dengan cepat, tangannya yang putus tumbuh kembali tetapi sudah tak seperti tangan normal pada umumnya, matanya kini berubah menjadi merah darah dan seluruh urat tubuhnya membesar
***
Tiga Tarian Sang Dewi yakni Tarian ilusi, Tarian Kematian dan .....?, tunggu di chapter chapter selanjutnya
**Like Like Like and Vote Vote Vote
__ADS_1
See you in the next Chapter good bye**