Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 90. Interogasi


__ADS_3

"Teryata kau masih tahu batas kemampuanmu! Baguslah, setidaknya kau masih bisa diselamatkan!"


Xu Chen tiba-tiba muncul dari balik pohon besar menampakan diri sambil tersenyum lebar pada tiga pria utusan Kaisar.


Tiga pria tersebut mematung sesaat, mereka tidak menduga kedatangan Xu Chen sebab tidak merasakan sama sekali aura pemuda tersebut sampai dia memutuskan untuk menunjukan dirinya.


"Apa yang kau inginkan?" pemimpin rombongan tersebut maju selangkah kedepan, merasa bertanggungjawab karena memiliki kemampuan tertinggi dari dua rekannya.


"Yang aku inginkan?" Xu Chen mengusap-usap dagunya seolah memiliki jenggot, "Tentu nyawa kalian!"


"Bukankah kau sudah melepaskan kami? apa kau tidak menepati kata-katamu?" satu hal yang masih membuat pemimpin tersebut tenang, karena biasanya orang kuat selalu memegang janjinya, apalagi Xu Chen melepaskan mereka tadi.


"Kata-kata? janji? Huh, aku tidak senaif yang kalian pikirkan!" Pedang Malam Abadi keluar dari sarungnya, memancarkan aura hitam pekat yang kuat.


Sebenarnya alasan Xu Chen melepaskan tiga orang ini karena dia tidak mungkin membunuh mereka saat banyak orang yang menyaksikannya, apalagi mereka bertiga adalah utusan Kaisar untuk sebuah tugas.


Sdangkan ancaman Xu Chen untuk membunuh semau orang yang melihatnya hanyalah gerakan belaka, pemdua itu tidak mungkin membunuh orang sembarangan karena hal itu akan membuat dirinya tidak berbeda dengan orang-orang yang dia benci.


Pemimpin rombongan tersebut mengumpat keras dalam hati sebelum menyuruh kedua rekannya untuk bersiap, tidak ada pilihan lain kecuali pertempuran karena laripun tidak berguna.


"Formasi Tiga Garis Darah!" pemimpin rombongan tersebut mengarahkan rekannya sambil berteriak.


"Baik!" jawab keduanya hampir bersamaan.


Ketiga lalu mengepung Xu Chen dari tiga arah, mereka kemudian berlari pelan namun dengan kecepatan terus bertambah mengelilingi Xu Chen, mereka sesekali melemparakan senjata rahasia pada Xu Chen, namun pemuda itu bisa menghindarinya tanpa kesulitan yang berarti.


"Aih, teryata kalian masih memiliki karu rahasia di lengan baju kalian? tapi itu tidak berguna di hadapanku!" Xu Chen melepaskan aura kematian dan aura tubuh iblis bersamaan, namun hanya menggunakan dua puluh persen masing-masing kekuatannya.


Hal itu nyatanya tetap berpengaruh pada tiga pria, gerakan mereka sedikit melambat walau tidak banyak. Tiga pria itu tentu menyadari hal itu, dan tenang aura Xu Chen sudah ada dalam perhitungan mereka.

__ADS_1


Ketiganya kemudian meningkatkan kecepatan mereka, senjata rahasia berupa pisau melesat ke arah Xu Chen dengan jumlah yang lebih banyak, namun tetap saja Xu Chen bisa menghindarinya dan sesekali menangkis menggunakan Pedang Malam Abadi.


"Cih," salah satu dari mereka berdecak pelan sebab sedari tadi serangan mereka tidak berarti di depan Xu Chen.


Xu Chen sampai saat ini belum bergerak kecuali menangkis senjata rahasia yang dilemparkan padanya, alasannya satu Xu Chen sedang menganalisa gerakan lawannya, meskipun ketiganya melakukan gerakan rumit tapi Xu Chen bisa menemukan titik lemah formasi tersebut dalam hitungan detik.


"Tebasan Ilusi," Xu Chen bergerak cepat, ketiga pasang mata pria tersebut tidak dapat mengikutinya hingga salah satu rekan mereka mendapatkan luka yang cukup dalam di bagian dada.


"Akh! rintih pria tersebut, dia tidak menyangka formasi mereka yang terkenal di kalangannya bisa dipecahkan dengan mudah oleh Xu Chen.


Pria tersebut mengalirkan cukup banyak Qi untuk menutup lukanya, meski begitu masih banyak darah yang keluar dari luka yang ditorehkan oleh Xu Chen tersebut.


"Sekali lagi," teriak pemimpin rombongan tersebut.


Mereka bertiga kembali mengepung Xu Chen, namun kali ini dengan gerakan yang lebih rumit dan bukan senjata rahasia yang digunakan kali ini, melainkan mereka secara teratur maju menyerang Xu Chen dengan segenap kemampuan yang mereka miliki.


Xu Chen memasang kuda-kudanya, pemdua itu menghadapi tiga pria yang maju menyerangnya secara bergantian dan sesekali menangkis senjata rahasia yang dilemparkan sebagai pengalihan.


Hasilnya seperti yang sudah diduga, ketiga pria tersebut seketika mematung di tempat, badan mereka tidak lagi dalam kendali otak mereka.


"Hm, kalian hanyalah beberapa semut ingin menggangguku!" Xu Chen maju selangkah, membuat ketiga pria tersebut lupa untuk sekedar bernafas sangking takutnya.


"Sungguh aku akan menjadi malaikat maut bagi kalian hari ini!" Xu Chen mendekati orang yang terlihat paling muda diantara ketiganya, tanpa aba-aba Xu Chen menebas lehernya dengan Pedang Malam Abadi, membuta pria paling muda tersebut menjadi tubuh tanpa kepala.


"Adikkk!" teriak keduanya bersamaan.


"Apa? apa yang kau inginkan?" pemimpin rombongan tersebut mulai mengeluarkan air mata sambil sedikit terisak, kondisi pria seorang lebih buruk karena kepala orang yang dipanggil adik menggelinding tepat di kakinya.


Mereka berdua sebenarnya ingin menghampiri tubuh adik mereka namun apa daya mereka tidak bisa melakukannya kerena tubuh mereka tidak dalam kontrol.

__ADS_1


"Yang aku inginkan?" Xu Chen terlihat berpikir.


"Ya, ya. Yang kau inginkan! jangan bunuh adik kedua!" pemimpin tersebut panik karena Xu Chen mendekati rekan yang satunya.


"Mungkin kita bisa mulai dari tujuanmu datang ke kota ini! tapi jika kau berani berbohong kepala adikmu ini akan melayang," Xu Chen meletakan Pedang Malam Abadi tepat di bahu adik kedua.


"Ya, baiklah!"


Pemimpin tersebut mulai menjelaskan bahwa mereka diutus oleh Kaisar Qin seperti dugaan Xu Chen, "Kaisar tidak menjelaskan lebih jauh namun, belia menyuruhku dan dua adikku untuk pergi ke Sinjin untuk menemui Walikota dan menyuruhnya untuk menghadap pada Kaisar di Ibukota, hanya itu yang aku ketahui!" Pemimpin tersebut melihat Xu Chen takut pemuda itu tidak percaya dengan yang dia ucapkan.


Xu Chen menganggukkan kepalanya pelan, dari penjelasan pemimpin tersebut Xu Chen tahu ketiga urusan ini tidak tahu apa-apa tentang dirinya, dan hal ini juga membuktikan bahwa Kaisar Qin sangat merahasiakan tentang orang yang berhasil bertahan hidup setelah peristiwa Lautan Api Keluarga Xu.


"Apa yang kau katakan adalah kebenaran?" Xu Chen mengancam pemimpin tersebut dengan menodong orang yang dipanggil adik kedua.


Sebenarnya Xu Chen sudah mengetahui bahwa pemimpin tersebut berkata jujur, karena bisa melihat sinar mata orang tersebut.


"Aku tidak berani tuan!" Pemimpin tersebut mulai menangis saking takutnya.


"Baiklah, aku percaya pada kata-katamu, tapi maaf! kalian berdua harus berakhir di sini!"


"Apa? bukankah kau sudah berjanji? Akhh!" kali ini orang yang dipanggil adik kedua bereaksi, namun belum sempat dirinya beraksi lebih jauh Xu Chen sudah memisahkan kepala dengan tubuhnya b


"Janji? bukankah aku tidak pernah mengatakannya!" Xu Chen tersenyum dingin pada adik kedua namun dia tidak bisa mendengarnya karena telah meninggal.


"Kau... Akhh!" pekik pemimpin rombongan tersebut, tapi tiba-tiba sebilah pedang menembus dadanya lebih tepat menembus jantungnya, dalam beberapa tarikan nafas pemimpin tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.


Xu Chen memandangi mayat ketiganya sebelum mengubur mereka bertiga dengan layak.


"Maaf! kalian menjadi korban demi mencapai tujuanku!" Xu Chen memberikan penghormatan terakhirnya pada makam ketiganya.

__ADS_1


Sebenarnya alasan Xu Chen melakukan ini sederhana, pemuda itu sebisa mungkin mengurangi kekuatan Kaisar meski hanya sedikit karena akan sangat berpengaruh jika perang pecah nanti dan ketiga orang tersebut orang-orang Kaisar.


__ADS_2