
"Begitulah ceritanya tuan..." ucap Hui Yin setelah menjelaskan semua yang dia dengar kemarin.
Hui Yin sebenernya kemarin tidak langsung istirahat setelah masuk kamar, Hui Yin mengingat perkataan Qin Wei-Quo ingin membicarakan hal yang penting bersama Kaisar lalu langsung memutuskan untuk melaksanakan tugasnya.
Tanpa semua orang sadari di ruang tahta, Hui Yin mendengar semua ucapan mereka, tentang emas Kekaisaran Meng dan tentang peperangan yang akan terjadi, dan juga Hui Yin menyampaikan tentang aliansi yang akan dijalin Kekaisaran Qin bersama Kekaisaran Tang.
Xu Chen mendengar semuanya dengan ekspresi yang berbeda-beda, apalagi mendengar tentang emas yang akan didapat Kekaisaran Qin, ekspresi Xu Chen menjadi kusut.
Karena bisa dipastikan bila Kekaisaran Qin dan Kekaisaran Tang mendapatkan sumber daya emas milik Kekaisaran Meng, maka kekuatan kedua Kekaisaran itu akan meningkat drastis.
Xu Chen tidak peduli dengan Kekaisaran Tang, seberapa kuat pun mereka tidak berpengaruh terhadap Xu Chen, tetapi lain hal dengan Kekaisaran Qin.
Meningkatnya kekuatan Kekaisaran itu akan mempersulit jalan balas dendam Xu Chen. Setidaknya akan banyak tentara baru dengan kultivasi yang meningkat.
Xu Chen sudah memperhitungkan waktu yang harus dia tempuh untuk balas dendam. Jika semua berjalan lancar maka dua puluh sampai tiga buluh tahun Xu Chen akan melancarkan aksinya. Namun jika kekuatan Kekaisaran Qin meningkat maka Xu Chen akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
Hui Yin melihat ekspresi wajah tuannya sekaligus orang yang ia cintai menjadi kusut kembali menjelaskan bahwa Kaisar Tang akan mengunjungi Kekaisaran Qin beberapa hari lagi mungkin satu minggu.
Hal itu menjadi sedikit angin segar bagi Xu Chen. Sekarang tugas pemuda itu mencegah Kaisar Tang mengunjungi Kekaisaran Qin.
Xu Chen tersenyum kecut dengan hal itu, dia tahu mencegah Kaisar Tang adalah hal yang sangat sulit, Xu Chen bahkan berpikir jika saat itu tiba mungkin akan jadi pertempuran terbesar dalam hidupnya.
Mengingat Kaisar Tang akan membawa begitu banyak prajurit untuk menjaganya dan bagian terburuknya jika Kekaisaran Qin akan melakukan pengamanan yang sangat ketat di wilayahnya, hal yang akan membatasi ruang gerak Xu Chen.
__ADS_1
"Tuan tenang saja! aku yakin semuanya akan baik-baik saja, aku akan bertempur bersama tuan bahkan jika akan mengorbankan nyawaku," Hui Yin mencoba menenangkan Xu Chen namun berkata sungguh-sungguh.
Xu Chen tersenyum lembut kepada Hui Yin, dia paham rasa yang wanita itu miliki terhadapnya. Namun Xu Chen melarang Hui Yin untuk bertempur bersamanya. Xu Chen mengatakan masih membutuhkan Hui Yin untuk menjadi mata-matanya di istana Kekaisaran, Xu Chen menambahkan untuk tidak terlalu memikirkan dirinya, cukup fokus kepada tugas yang ia berikan.
Meski Xu Chen ragu bisa menghalangi Kaisar Tang dan mungkin keadaan terburuk menjadi bulan-bulanan para prajurit Kekaisaran Tang, tetapi Xu Chen yakin bisa melarikan diri saat keadaan kritis seperti itu terjadi.
Meski terlihat tidak menerima perintah Xu Chen untuk tidak terlibat dalam pertempuran namun Hui Yin tetap mengamini perintah Xu Chen.
"Baiklah, aku akan fokus terhadap tugasku, aku harap tuan menjaga diri dan..." Hui Yin menghentikan kata-katanya membuat Xu Chen mengerutkan dahinya.
"Tuan harus selamat!" Hui Yin berkata menunduk menyembunyikan kekhawatirannya.
Meski Hui Yin menyembunyikan kekhawatirannya, tetapi Xu Chen menangkap jelas apa yang dirasakan Wanita yang lebih tua darinya itu.
Meski terlihat tenang, Xu Chen sebenarnya memiliki kekhawatiran juga di dalam hatinya. Xu Chen adalah orang kuat yang sangat berbakat namun satu hal yang kurang darinya yaitu pengalaman bertempur, apalagi pertempuran di depannya bukan pertempuran biasa.
Hui Yin mengangguk pelan. Meski Xu Chen tidak mengatakan tujuan dalam hidupnya, tetapi Hui Yin sudah mengetahui semuanya.
Keduanya berpandangan beberapa saat dalam diam sebelum Xu Chen menyuruhnya untuk kembali ke istana Kekaisaran takut jika ada yang curiga karena tidak melihat keberadaan Hiu Yin.
"Tuan tidak perlu khawatir! aku sudah meninggalkan salah satu bayanganku di istana Kekaisaran," Hui Yin terkekeh pelan.
Xu Chen terdiam sejenak sebelum tertawa pelan, "Hehehe, aku tidak memikirkan hal itu padahal aku sudah mengajarkan tehnik itu padamu," Xu Chen tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Hui Yin hanya meresponnya dengan tertawa pelan. Meskipun Xu Chen tidak mengetahui, tetapi tawa kecilnya itu membuat hati Hui Yin tenang.
Hui Yin memang sudah menguasai tehnik Bayangan Iblis milik Xu Chen. Meski hanya mempelajarinya dalam satu bulan, tetapi Hui Yin adalah orang yang berbakat sesuai dengan perkiraan Kaisar Kegelapan.
Bukan hanya itu, Xu Chen bahkan sudah mengajarkan berbagai tehnik-tehnik menyelinap yang biasa dimiliki para pembunuh pada Hui Yin, apalagi Xu Chen menurunkan tehnik Aura Kematian kepada Hui Yin, membuat Hui Yin bisa menyamarkan auranya bahkan bisa merasakan aura-aura orang-orang di sekitarnya, kemampuan menyelinap Hui Yin juga berkali-kali jauh lebih hebat bahkan jika dibandingkan dengan pembunuh elit sekalipun.
Hal itulah yang menyebabkan Hui Yin bisa keluar dari istana Kekaisaran tanpa diketahui semua orang, apalagi Hui Yin melakukannya pada malam hari sesuai perintah Xu Chen.
"Maafkan aku karena terlalu egois," Xu Chen menatap ke arah Hui Yin, "Membuatmu melakukan hal ini... aku tahu hal ini sangat berat bagimu...?"
"Aku... hidupku memang sudah hancur sebelumnya," Hui Yin menatap ke arah langit, "Tuan Chen tidak perlu khawatir! karena tuan yang memberikan kehidupan baru padaku, maka hidupku milik tuan Chen sekarang," Hui Yin kembali menatap mata Xu Chen sambil tersenyum hangat.
Xu Chen terpanah dengan senyum yang Hui Yin suguhkan, namun kembali mengatur kembali ekspresinya. Xu Chen sebenarnya tidak tega menyuruh Hui Yin menjadi mata-mata di istana, apalagi Xu Chen tahu Qin Wei-Quo adalah orang yang bejat itu wanita.
Namun apa daya, Xu Chen tidak memiliki pilihan lain.
Setelah menghabiskan waktu dengan mengobrol beberapa saat dengan Hui Yin, Xu Chen menyuruh gadis itu kembali ke istana Kekaisaran. Hui Yin menyetujui itu karena hari semakin malam bahkan sudah tengah malam.
Xu Chen juga mengingatkan untuk selalu berhati-hati ketika ingin keluar istana. Meski sudah mengajarkan berbagai tehnik menyelinap, tetapi tidak ada jaminan tidak akan ketahuan.
Xu Chen memerintahkan juga untuk selalu memperhatikan apapun yang terjadi di istana dan segera melaporkan kepadanya secepat mungkin, apalagi tentang kerjasama antara dua Kekaisaran.
Xu Chen mengatakan akan menetap di hutan ini selama belum menerima informasi lebih lanjut dari Hui Yin. Hui Yin mengangguk pelan sebelum melesat hilang ditelan kegelapan malam.
__ADS_1
Setelah kepergian Hui Yin, Xu Chen terduduk lemas, "Haih, aku harus bertambah kuat secepatnya."