Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 38. Malam Yang Indah


__ADS_3

Mendengar hal itu Xu Chen tak bisa menahan keterkejutannya "Apa? tidak adakah kamar lain yang bisa aku pakai? tidak apa-apa meskipun kamar itu tidak bagus!"


"Tidak ada Tuan! di rumah ini hanya dua kamar tidur. Kamar tidur ini adalah kamarku dan satunya lagi digunakan cucuku"


"Baiklah! jika tidak ada pilihan," balas Xu Chen sambil menghela nafas panjang


"Silahkan! aku mohon undur diri!" ujar Huang Ho lalu berlalu pergi meninggalkan Xu Chen yang sedang menggendong Yan Yu.


Setelah Huang Ho tak terlihat oleh pandangan, Xu Chen segera membawa Yan Yu ke dalam kamar tidur dan segera ingin membaringkan tubuh Yan Yu ke kasur yang empuk.


Namun entah kenapa saat Xu Chen akan membaringkan Yan Yu, tiba-tiba pemuda itu tersungkur dan terhempas jatuh tepat di atas badan Yan Yu.


"Cup"


Satu kecupan manis yang tak disengaja mendarat tepat di bibir gadis itu, membuat wajahnya semakin merona dan kini posisi keduanya begitu ambigu.


Xu Chen dan Yan Yu diam untuk beberapa saat, keduanya hanya saling pandang tanpa ada kata yang terucap.


"M-maaf aku tidak sengaja!" ujar Xu Chen sedikit gugup.


"Y-ya, t-idak apa-apa!" balas Yan Yu yang tidak kalah gugup dan dibalas anggukan oleh Xu Chen.


"T-tapi bisakah kau berdiri? kau sangat berat!" wajah gadis itu semakin merona


"Ah, iya!" Xu Chen segera berdiri dan memperbaiki posisinya.


Keduanya kini duduk bersebelahan. Suasana begitu hening dan canggung. Xu Chen tak tahu harus berkata apa. Karena baginya, ini adalah pertama kalinya ia mencium seorang wanita dan begitu juga dengan Yan Yu. Pertama kalinya mencium seorang pria


"Hahahaha! hahaha! situasi apa ini? dan lihat wajahmu itu anak bodoh, apakah kau tidak pernah mencium seorang wanita?" tawa Kaisar Kegelapan menggema dalam ruang batin Xu Chen yang tentu oleh Xu Chen juga


"Emm, Ya! i-ini ciuman pertama ku mengapa Guru tidak mengetahuinya? b-bukankah Guru bisa membaca pikiranku?" tanya Xu Chen gugup


"Aku memang bisa membaca pikiranmu, tetapi aku sudah tidak melakukan sekarang! membaca pikiran orang lain adalah hal yang tidak baik"


"Guru, apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Aku sudah mengajarkan mu banyak hal, tetapi belum soal cinta! Ahh, cinta memang sesuatu yang sulit dimengerti...?" Kaisar Kegelapan tak menyelesaikan ucapannya, kerena segera dipotong oleh Muridnya


"Berhenti dengan omong kosong Guru!"


"Baiklah, kau tidak sabaran. Kau bertingkah saja seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi...?" Kaisar Kegelapan sengaja menghentikan kata-katanya membuat Xu Chen penasaran


"Tapi apa Guru?" sergap Xu Chen cepat


"Tapi jika aku ada di posisimu aku akan sedikit menggodanya untuk menutupi kecanggungan," balas Kaisar Kegelapan dengan senyum lebar

__ADS_1


"Tidak, tidak, aku lebih memilih yang pertama," ujar Xu Chen dengan menggeleng-gelengankan kepalanya


"Terserah kau, anak bodoh!" Kaisar Kegelapan berkata sambil mengusir Xu Chen dengan tangannya


"Baiklah!" Xu Chen segera berdiri "Kau tidurlah hari sudah sangat malam dan juga kau pasti lelah!?" pemuda itu melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Yan Yu


"Kau mau pergi ke mana?" Yan Yu ikut berdiri dan menghalangi langkah Xu Chen "Kau juga pasti lelah sebaiknya kau beristirahat," menunjuk kasur


Xu Chen mengerutkan keningnya "Apa yang kau katakan? aku akan tidur di luar saja. Kau tidurlah di sini."


"Tapi..." ragu-ragu tak meneruskan kata-katanya "aku tidak masalah berbagi kasur denganmu! selama kau tidak melakukan apa-apa," berkata malu-malu.


Xu Chen melebarkan matanya "Apa kau wanita...?" menunjuk Yan Yu.


"Hei, apa yang kau pikirkan?" menatap tajam


"Haih, sudalah! aku hanya ingin pergi mencari angin segar sebentar."


"Baiklah!"


Xu Chen berjalan meninggalkan Yan Yu yang masih memandangi punggungnya yang semakin menjauh.


"Haih, dia tidak berbalik...!"


**


"Bulan malam ini sangat indah ya, anak bodoh!"


"Ya, Guru! entah kenapa aku melihat mereka di sana," menunjuk ke langit.


Kaisar Kegelapan yang mengerti maksud Muridnya itu hanya diam.


"Guru! apa yang aku lakukan ini benar? apa mereka menginginkan ini?"


"Semua tergantung dirimu! apakah kau menginginkan pembalasan atau hanya ingin diam, melihat orang-orang tercintamu dibantai."


Xu Chen menghela nafas panjang "Guru bagaimana pendapatmu?"


"Apakah kau tidak pernah berfikir. Mengapa kau bisa hidup kembali? mengapa kau bisa bertemu denganku? apa tujuan itu semua? apa semua ini kebetulan atau semua ini adalah takdir Tuhan?"


"Ya Guru! aku selalu memikirkan itu! tapi entah mengapa hati ini selalu bimbang. Apakah aku mampu melakukannya? mereka adalah sebuah kekaisaran dan aku" Xu Chen menekan kata-katanya "Hanyalah seorang gelandang yang tak punya apa-apa, bahkan tempat untuk pulang!" berkata sambil masih terus menetap langit.


Kaisar Kegelapan mendengus kesal "Kau pikir Gurumu ini apa?" sedikit meninggikan suaranya "Selama kita bersama, semua tempat adalah rumah dan kita akan meraih segalanya bersama juga!"


Terukir senyum di wajah tampan Xu Chen "Terimahkasih Guru! tanpamu Murid bukanlah apa-apa."

__ADS_1


Kaisar Kegelapan ikut tersenyum "Jadi, kau memilih apa?"


"Tentu saja Guru! aku akan membalas semua yang telah merenggut semua kebahagiaanku, nyawa orang-orang yang aku sayang," berkata mantap namun mengandung kesedihan di dalamnya.


"Bagus!" Kaisar Kegelapan tersebut puas "Tetapi kau harus ingat. Kau hanya boleh membalas orang-orang yang pantas mendapatkannya. Jangan pernah menyakiti orang-orang yang tak berdosa, karena itu akan menjadikanmu sama dengan mereka, orang-orang keji" Kaisar Kegelapan menekan kata-katanya "Yang menghancurkan sesuatu mengatasnamakan perbedaan!"


"Baik Guru! Murid akan selalu mengingat itu."


"Dan satu lagi Guru!" ucap Xu Chen tiba-tiba.


Kaisar Kegelapan mengerutkan keningnya "Apa itu?"


"Jika takdir masih memberikanku kesempatan untuk mempunyai orang-orang yang aku sayangi. Maka aku berjanji, akan melindungi mereka dengan segenap jiwa dan ragaku."


"Apa Guru termasuk?" bertanya jahil.


"Ya! tentu Guru, kau segelanya bagiku. Aku sudah mengganggap mu seperti ayahku sendiri!"


Kaisar Kegelapan tersenyum puas mendengar itu. Ia berpikir sudah mendapatkan Murid yang tepat. Tidak seperti Muridnya lamanya, yang tega membunuh Gurunya sendiri.


"Oh, Ya Guru! saat aku berada di alam si Penyihir Tua, aku sadar betapa luasnya dunia dan betapa lemahnya aku!"


"Kau belum melihat segalanya Nak!"


"Aku ingat! Guru bilang Guru bukan berasal dari tanah kultivator, kan?"


"Ya!" balas singkat Kaisar Kegelapan.


"Jadi, darimana Guru berasal?"


Kaisar Kegelapan mengatakan bahwa belum saatnya Xu Chen mengetahui tentang itu, setidaknya sampai ia menjadi sangat kuat, namun karena pemuda itu terus memaksa, akhirnya Kaisar Kegelapan menjelaskan sedikit tentang dunianya.


Kaisar Kegelapan mengatakan bahwa dunianya adalah dunia yang sangat luas, jika dibandingkan dengan tanah Kultivator perbedaannya bagaikan langit dan bumi, Kaisar Kegelapan juga mengatakan di dunianya banyak orang-orang kuat, bahkan rakyat biasa di sana bisa mencapai Ranah King.


Penjelasan itu berhasil membuat Xu Chen takjub. Pikir pemuda itu jika rakyat biasa saja sangat kuat bagaimana dengan pemimpinnya, Xu Chen tak bisa membayangkan itu.


Saat Xu Chen ingin bertanya lebih lanjut, Gurunya malah sudah tertidur. Etahlah apakah ia benar-benar tertidur atau hanya pura-pura untuk menghindari pertanyaan Xu Chen.


"Hei, Guru! jangan berpura-pura seperti itu, aku tahu roh tidak tidur!"


Perkataan Xu Chen itu berhasil membuat keduanya tergelak dalam tawa.


Hingga pada akhirnya keduanya menghabiskan malam yang panjang dengan saling melempar candaan, gurauan, dan akhirnya tergelak bersama. Keadaan yang begitu hangat, keadaan yang selalu Xu Chen impikan.


"Guru! aku tak ingin malam ini berakhi, aku ingin selalu seperti ini. Selamanya!"

__ADS_1


*****


Like/Komen dan Votenya


__ADS_2