
Hari telah berganti, tanpa Xu Chen sadari kejadian kemarin di tempat latihan kultivasi sudah menyebar luas dikalangan para pemuda desa dalam kabut. Pahlawan mereka itu kini telah menjadi buah bibir para pemuda.
Tetapi para pemuda ingin melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana kehebatan Xu Chen dan kebetulan mereka mendapatkan informasi dari rekan mereka bahwa pahlawan desa dalam kabut memanggil mereka hari ini di tempat latihan kultivasi.
***
Sehabis pesta semalam Xu Chen tak tertidur, pemuda itu menghabiskan waktu di kamar bersama untuk berkultivasi agar menjadi lebih kuat.
Xu Chen terlihat mengerutkan keningnya, sebab sangat sulit mengembalikan kultivasi sebenernya meskipun telah menggunakan berbagai tehnik yang gurunya ajarkan. Berbeda saat dia berada di alam lain dulu.
Kaisar Kegelapan menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena tubuhnya yang lemah, belum bisa menerima kultivasi sesungguhnya. Kaisar Kegelapan berkata jika masih memaksakan hal itu maka tubuh Xu Chen akan meledak.
Kaisar Kegelapan juga memarahi Xu Chen, sebab pemuda itu sampai hari ini belum menemukan Ginseng Darah salah satu tanaman herbal yang kurang untuk membuat Pil Matahari Emas, pil penguat tubuh.
Xu Chen beralasan akan mencari tanaman itu setelah keluar dari desa ini.
Saat Xu Chen masih sibuk berbincang dengan gurunya sebuah tubuh tiba-tiba menimpanya.
"Auww," Yan Yu meringis kesakitan saat terjatuh dari tempat tidur.
Namun, saat gadis itu merasakan sepertinya ia jatuh pada benda yang empuk dan benar saja teryata ia menimpa Xu Chen.
Xu Chen segera mendorong Yan Yu hinggah terjatuh ke lantai.
"Auw," mengapa kau melempar ku?" Yan Yu memegang bokongnya kesakitan.
"Mengapa kau menimpaku? aku heran mengapa kau tidur sangat gelisah!" Xu Chen lebih galak dari Yan Yu.
Yan Yu hanya tersenyum canggung mendapati pertanyaan dari Xu Chen yang seperti itu.
"Hehe, apa kau tidak tidur semalaman?" Yan Yu mengalihkan pembicaraan.
"Mengapa? memang kau sangat ingin tidur denganku?" Lagi-lagi Yan Yu mendapatkan balasan yang tidak enak dari Xu Chen.
__ADS_1
"Baiklah, aku minta maaf karena jatuh menimpamu."
Xu Chen menganggukkan kepalanya ringan "Ya," balas pemuda itu singkat.
"Emm, apa yang ingin kau lakukan hari ini?" Yan Yu menatap Xu Chen penuh arti.
Xu Chen mendengus kesal "Huh, urus saja urusanmu," Xu Chen berdiri dan segera berjalan keluar, tak memperdulikan gadis yang bertanya.
***
Semua pemuda pemudi telah berkumpul di tempat latihan kultivasi sesuai arahan Xu Chen. Kira-kira jumlah mereka seratus orang dan antara seratus orang itu ada dua puluh orang wanita yang tak ingin ketinggalan.
"Pahlawan lama sekali. Aku sudah rindu padanya!" seorang gadis melompat girang sangking semangatnya.
"Ya, aku tak habis pikir selain hebat, pahlawan kita juga sangat tampan! Aku ingin menjadi istrinya."
"Hei, dia sudah punya kekasih. Apa kau tidak lihat gadis yang selalu di sampingnya. Dia sangat cantik tidak bisa dibandingkan denganmu."
"Kau mengatakan aku jelek ya. Lihat dirimu kau bahkan lebih buruk dariku," para gadis mulai gaduh memperebutkan Xu Chen.
Para gadis menengok serentak "Diam kau. Ini bukan urusanmu!"
Pemuda yang berkata tadi hanya diam mendapatkan hardikan dari para gadis bersamaan.
***
Xu Chen terlihat sedang berjalan ditemani Yan Yu yang setia mengekor di belakangnya. Sebenarnya Xu Chen telah melarang gadis itu untuk ikut. Namun, karena Yan Yu memaksan dan memberikan berbagai macam alasan seperti biasa, akhirnya Xu Chen tak punya pilihan lain selain mengiyakannya.
"Sebenarnya kau ingin ke mana?"
"Diam, aku tak menyuruhmu ikut."
Yan Yu mendengus kesal namun tak bertanya lagi pada Xu Chen, ia hanya patuh seperti biasa mengikuti Xu Chen, kemanapun pemuda itu melangkah.
__ADS_1
"Apa kau ingin pergi ke tempat latihan kultivasi?" Kali ini yang bertanya Kaisar Kegelapan.
"Ya Guru, tentu saja," Xu Chen berkata dalam pikirannya.
"Jujur saja, Guru sebenarnya belum mengetahui apa tujuanmu menetap di desa ini dan menerima pemuda-pemuda lemah kemarin," Kaisar Kegelapan memanggil pemuda-pemuda lemah karena memang, dia adalah seorang Kaisar Kegelapan yang kuat dan terhormat, tentu para pemuda kemarin hanyalah semut di matanya.
Xu Chen mengerutkan keningnya mendengar itu "Bukankah Guru bisa membaca pikiranku?" Xu Chen bingung setahunya gurunya bisa membaca pikirannya dengan mudah. Namun mengapa ia malah bertanya.
Kaisar Kegelapan mendengus kesal "Huh, apa kau pikir kau sudah pintar sedikit, tetapi teryata tidak kau masih bodoh seperti biasanya."
Xu Chen hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Gurunya itu, andai saja orang lain yang mengatakan hal seperti itu pasti Xu Chen akan membunuhnya. Namun, ini adalah gurunya ia hanya bisa menelan kekesalannya. "Maafkan Murid Guru, tetapi murid memang tidak mengingat apa-apa," Xu Chen mencoba meyakinkan gurunya bahwa memang ia tidak mengingat apa-apa tentang membaca pikiran.
Kaisar Kegelapan mendengus lebih keras "Apa kau tidak ingat waktu di alam si Penyihir tua," Kaisar Kegelapan memandang Xu Chen. "Guru mengatakan tidak ingin membaca pikiranmu lagi karena itu tidak baik."
Xu Chen terlihat berpikir sesaat "Ah iya, aku mengingatnya, Guru!"
"Sudahlah, Sudalah," Kaisar Kegelapan melambai-lambaikan tangannya. "Sekarang beri tahu aku alasanmu tinggal di desa ini dan menerima pemuda-pemuda lemah itu menjadi muridmu?"
"Ah tentang itu..." Xu Chen segera memberi tahukan alasannya tinggal di desa ini dan mengangkat murid. Pemuda itu mengatakan melawan Kekaisaran bukanlah hal yang mudah, apalagi seperti Kekaisaran Qin yang kekuatannya sudah terbentuk dari generasi ke generasi, setidaknya butuh ratusan tahun untuk bisa mengimbangi mereka. Sampai di sini Xu Chen menghela nafas panjang memikirkannya saja sudah membuat dada sesak. Entah apakah ia mampu melakukannya, tetapi mengingat gurunya bersamanya tak ada alasan untuk menyerah.
Xu Chen kemudian melanjutkan alasannya tinggal di desa ini adalah untuk mengumpulkan kekuatan yang nanti akan diajak berperang melawan Kekaisaran. Xu Chen mengatakan meskipun desa ini kecil dan tak banyak memiliki pemuda, tetapi kekuatan sekecil apapun sangat berarti baginya.
Dan itu juga alasan mengapa Xu Chen mengangkat murid, ia ingin melatih mereka menjadi orang kuat serta kepercayaannya nanti dan tentu untuk membantu dalam peperangan nanti.
Kaisar Kegelapan mulai dari awal Xu Chen menjelaskan hinggah akhir senyum tak luntur dari wajah tampannya. "Wah, aku tak menyangka kau bisa berpikir sejauh itu. Sepertinya sebutan bodoh sudah tak cocok untukmu." Kaisar Kegelapan tak menyangka murid bodohnya sekarang sudah menjadi cerdas dan berpikir jauh ke depan.
Xu Chen hanya tersenyum canggung mendapati pujian dari gurunya "Tanpa Guru aku bukanlah apa-apa," Xu Chen lagi-lagi merendah. Pemuda itu sadar jika dibandingkan dengan gurunya dia hanyalah sebutir debu di lautan.
"Kau selalu saja merendah, anak bodoh!" Kaisar Kegelapan tersenyum puas dalam hati, ia tak pernah menyangka akan mendapatkan murid yang sangat berbakti seperti Xu Chen.
"Guru janji kau akan mencapai tujuanmu nak. Guru akan melakukan segalanya untuk membantumu," Kaisar Kegelapan berkata dalam hati.
...****...
__ADS_1
Support author dengan Like/Komen dan Vote.