Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 52. Ibukota Kekaisaran


__ADS_3

Ibukota Kekaisaran Qin, Feng adalah salah satu kota terbesar di Kekaisaran Qin, kota makmur dan megah dengan rakyat yang sejahtera. Disanalah berdiri sebuah istana besar dan mewah, pusat seluruh pemerintahan Kekaisaran Qin.


Xu Chen sudah sampai di ibukota kekasaran sejak sejam yang lalu, sedangkan matahari baru saja menampakan sinarnya.


Xu Chen tidak kesulitan sama sekali memasuki ibukota. Hal itu bukan karena penjaga gerbang yang longgar, tetapi kerena semua tidak mengenalinya sebagai Xu Chen anak Xu Hongli. Xu Chen menggunakan indentitas sebagai pengembara kepada para penjaga.


Xu Chen berjalan-jalan ke pusat kota, Xu Chen entah mengapa selalu kagum saat melihat bangunan-bangunan megah berjajar rapi di depannya.


"Mekipun aku tinggal di kota ini, tetapi aku jarang berjalan-jalan seperti sekarang," Xu Chen tersenyum bahagia, karena dulu ia tidak bisa melakukan sesuatu seperti sekarang.


Xu Chen berjalan membelah kerumunan orang yang sedang beraktivitas, meskipun hari masih sangat pagi tetapi orang-orang sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.


Xu Chen mempercepat langkahnya menuju tempat di mana keluargannya dibantai dulu, untuk sekedar berziarah ke makam seluruh anggota keluarga.


Setengah hari telah berlalu dengan cepat, Xu Chen hanya menghabiskan waktunya di kuburan ibunya. Xu Chen menceritakan apa yang ia alami beberapa bulan ini, Pemuda itu menceritakan dengan sangat detail dan dengan mata berkaca-kaca seolah ibunya dapat mendengar semua yang ia ucapkan.


"Sudalah! tidak ada gunanya terus menangis seperti itu, jikapun air matamu habis keadaan tidak akan terulang," Kaisar Kegelapan tidak tahan lagi melihat Muridnya bersedih sepanjang hari.


Xu Chen tidak menjawab, tetapi pemuda itu membenarkan perkataan gurunya. Dengan gerakan perlahan Xu Chen bangkit lalu menghapus air mata yang sempat bersarang di pipinya.


"Yang Guru katakan benar! tidak ada waktu untuk bersedih," Xu Chen mengepalkan tangannya erat.


Kaisar Kegelapan tersenyum kecil "Baguslah, sekarang apa yang ingin kau lakukan?"


Xu Chen terdiam sesaat "Tentu aku sudah memikirkannya!"


***


Beberapa hari berlalu dengan cepat. Xu Chen tak melakukan apa-apa belakangan ini, pemuda itu hanya mengumpulkan informasi mengenai tempat di mana ia bisa mendapatkan berbagai macam tanaman herbal, terutama Ginseng Darah.

__ADS_1


Dari informasi para warga sekitar Xu Chen mengetahui sebuah tempat di mana ia bisa mendapatkan apa yang ia cari, tetapi Xu Chen butuh uang banyak jika ingin mendatangi tempat tersebut dan ini menghentikan langkahnya.


"Uang memang segalanya!" batin Xu Chen.


Xu Chen memikirkan di mana harus mendapatkan uang banyak dalam jangka waktu yang cepat.


Pada saat yang sama sesuatu jatuh dari jubah Xu Chen "Uh, Pil-pil ini selalu saja jatuh!?" Xu Chen segera memungut kembali Pil Penyembuh yang ia bawa dari Desa Dalam Kabut. Namun ide tiba-tiba memenuhi otak Xu Chen.


"Aku akan membuat berbagai macam Pil dan menjualnya di pelelangan! bagaimana menurutmu Guru?" Xu Chen berkata dengan semangat.


"Lakukan sesukamu," Kaisar Kegelapan menggoyang-goyangkannya tangannya seperti gerakan mengusir.


"Hehe," Xu Chen memasang seringai lebar.


***


"Huuhh... melelahkan!" Xu Chen menghela nafas panjang.


Xu Chen juga kadang menghabisi waktunya dengan berlatih dengan menyerap inti siluman-siluman yang ia bunuh dan hasilnya tidak mengecewakan, Xu Chen berhasil memasuki ranah Ekspert Bintang Empat, kultivasi yang sangat tinggi untuk anak seusianya, namun masih sangat rendah untuk melawan Kekaisaran Qin.


Inti siluman, energi yang siluman kumpulan selama bertahun-tahun, siluman yang memiliki inti siluman paling kurang siluman berusia seratus tahun, semakin tua usia siluman semakin besar dan kuat inti yang ia miliki.


Dalam jangka waktu seminggu ini Xu Chen juga sudah berhasil membuat berbagai macam Pil tingkat Bumi awal hingga atas dan beberapa Pil tingkat Surga, Xu Chen sebenarnya bisa membuat Pil tingkat lebih tinggi, namun pemuda itu khawatir akan membuat kehebohan yang tidak perlu, setidaknya untuk saat ini.


Sebenarnya meskipun Pil yang Xu Chen buat hanya Pil tingkat Bumi tetapi itu sudah cukup lumayan langka bahkan di Ibukota pun, selain itu Pil buatan Xu Chen sangat berbakat dengan Pil-pil yang lain. Xu Chen bisa membuat Pil dengan efektivitas seratus persen yang biasanya alkemis yang sangat ahli dan telah mendalami bidang itu selama bertahun-tahun hanya mampu membuta Pil dengan tingkat efektivitas tujuh puluh persen.


Hari ini Xu Chen bersiap untuk menjual Pil-pil buatannya di tempat pelelangan yang ia maksud. Namun langkah Xu Chen terhenti setelah mencium sesuatu yang tidak mengenakkan keluar dari badannya.


"Uhh, mengapa aku sangat bau?" Xu Chen menutupi hidungnya sendiri.

__ADS_1


Pada saat yang sama Kaisar Kegelapan tertawa lantang di pikiran Xu Chen "Hahaha, apa kau bodoh? kau tidak mandi selama seminggu penuh, kau hanya terus mencari tanaman herbal dan bergelut dengan para siluman jelek, apa yang membuatmu berfikir akan tetapi wangi?" Kaisar Kegelapan menatap Xu Chen dengan tatapan menghina.


Xu Chen tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Hehe, Guru benar! sepertinya aku harus mandi dan membeli pakaian baru?" Xu Chen melihat dirinya sendiri. Xu Chen pikir jika ia keluar dengan keadaan seperti sekarang ia pasti akan dikira pengemis.


Tak berlama-lama Xu Chen segera melesat mencari sungai agar bisa membersihkan badan.


Xu Chen sampai di sebuah sungai beraliran deras dan berair jernih. Xu Chen bahkan bisa melihat ikan-ikan yang berenang-renang bebas di air.


"Wahh, sudah lama aku tidak makan ikan bakar!?" Xu Chen mantap kagum sungai di depannya.


Dari niat awal ingin mandi Xu Chen malah menangkap ikan-ikan untuk dibakar.


Kaisar Kegelapan menepuk dahinya melihat tingkah Xu Chen yang begitu cepat teralihkan..


"Dasar Murid bodoh!" batin Kaisar Kegelapan. Kaisar Kegelapan berdecih pelan sambil menggelengkan kepalanya ringan


Tak main-main Xu Chen membutuhkan waktu sejam penuh untuk menyelesaikan makannya.


Sementara Kaisar Kegelapan hanya berbaring dengan malas "Yayaya, sepertinya aku mendengar seseorang mengatakan tidak punya banyak waktu, tetapi malah bersantai-santai di tepi sungai sambil membakar ikan," ejek Kaisar Kegelapan.


Xu Chen tertawa ringan lalu bangkit dari duduknya ingin segera mandi. Namun seperti biasa, proses mandi adalah proses yang merepotkan bagi Xu Chen, itulah juga alasan mengapa Xu Chen malas mandi.


Xu Chen akan selalu berdebat dengan Gurunya saat sebelum mandi, Xu Chen selalu mengingatkan satu hal agar tak mengintip ketika ia mandi. Bagaimana tidak, Kaisar Kegelapan selalu saja mengintip berbuat usil ketiak Xu Chen sedang mandi.


Kaisar Kegelapan kadang mengejek punya Xu Chen dengan berbagai kata-kata absurd, entah mengapa bagi Kaisar Kegelapan ketika melihat wajah Xu Chen yang memerah ia akan merasakan kesenangan tersendiri. Wajah merah karena malu yang tak pernah dilihat orang lain.


...****...


Support author dengan Like Komen dan Vote.

__ADS_1


See You.


__ADS_2