Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 69. Anggota Naga Biru


__ADS_3

Pria bandit menatap Nian Zhen tanpa rasa takut, dia kemudian menaikan kakinya ke arah wajah Nian Zhen memaksa Nian Zhen untuk mengambil jarak.


Pria bandit tersenyum dibalik penutup wajahnya sebelum memilih bertukar serangan kembali dengan Nian Zhen.


Melihat pria bandit maju menerjang ke arahnya Nian Zhen memasang kuda-kuda bertahan. Pria bandit bergerak dengan gesit setiap serangan-serangan yang dia lepaskan begitu tajam dan mematikan, sampai membuat Nian Zhen yang berada di ranah Ekspert Bintang Dua kewalahan.


Nian Zhen memilih mengambil jarak dari pria bandit, dari pertukaran serangan singkat itu Nian Zhen tani pria bandit tidak sederhana kelihatannya, dia tidak mudah untuk di hadapi.


"Apa yang kau inginkan? mengapa kau menyerang kami?" Nian Zhen memilih untuk bernegosiasi dengan pria bandit karena tahu tidak bisa mengalahkan seorang diri.


Pria bandit tertawa kecil sebelum menjelaskan mencari seorang wanita yang lari kerombongan ini dan memunta untuk mengambilnya. Nian Zhen tentu tidak mengerti dengan maksud pria bandit, dia tidak tahu kalau ada wanita yang meminta tolong pada rombongannya sebab tidak ada yang melaporkannya.


Nian Zhen menyapukan pandangannya ke sekitar, dia baru sadar kalau ada seorang wanita yang memperhatikan keduanya. Nian Zhen menebak wanita itulah yang pria bandit cari.


Nian Zhen kemudian memanggil wanita itu mendekat. Wanita itu dengan ragu-ragu mendekati Nian Zhen.


"Pahlawan tolonglah aku!" ucap wanita itu memohon sambil memeluk kaki Nian Zhen.


Nian Zhen hanya memasang wajah datar menanggapi si wanita. Nian Zhen bukan orang yang ingin berurusan dengan orang sekuat pria bandit hanya untuk membela wanita yang tidak ia kenal.


"Aku akan menyerahkan wanita ini padamu," Nian Zhen memandang si wanita dan pria bandit bergantian, "Aku akan menambahkan beberapa emas, tetapi pergilah dari sini jangan menganggu kami," meskipun agak berat menjatuhkan harga dirinya seperti itu, tetapi Nian Zhen tetap melakukannya demi keselamatan rombongannya terutama Qin Wei-Quo.


Pria bandit menyetujui itu. Namun saat Nian Zhen ingin menyerahkan si wanita kepada pria bandit, tiba-tiba dihentikan oleh Qin Wei-Quo yang datang bersama empat prajurit ranah Ekspert.


Empat prajurit itu mengenakan zirah berwarna biru berbeda dengan prajurit lainnya. Keempat prajurit itu memang bukan orang biasa, mereka adalah anggota Naga Biru. Sebuah organisasi pemerintahan yang memiliki tugas melindungi anggota Kekaisaran.

__ADS_1


Saat sedang bercinta Qin Wei-Quo dikagetkan dengan suara bising dari luar, Qin Wei-Quo tentu sangat marah ketika sedang bercinta diganggu oleh keributan, dia ingin memeriksa sekaligus memberi pelajaran pada para bawahannya.


Namun saat Qin Wei-Quo tiba di tempat kejadian, dia melihat wanita yang berasa tidak asing, dan memutuskan untuk segera menghentikan aksi Nian Zhen.


Nian Zhen sambil menyeret si wanita menghampirinya Qin Wei-Quo, saat sudah berada di depannya Nian Zhen memberi hormat kepada pangerannya diikuti si wanita.


"Mengapa pangeran ada di sini?" Nian Zhen mengerutkan dahinya, sebab dia tahu Qin Wei-Quo tidak suka terlibat dengan hal-hal seperti ini.


Qin Wei-Quo dengan angkuhnya mengatakan hanya ingin berkeliling dan melihat keadaan perkemahan.


Nian Zhen semakin dibuat bingung dengan jawaban Qin Wei-Quo, Nian Zhen menghembuskan nafasnya pelan lalu menyuruh Qin Wei-Quo untuk beristirahat di kamarnya karena udara sangat dingin, dia tidak ingin pangerannya jatuh sakit.


Namun usulan Nian Zhen langsung ditolak mentah-mentah oleh Qin Wei-Quo. Pandang Qin Wei-Quo hanya terpaku pada si wanita tadi, Qin Wei-Quo merasa tidak asing dengan si wanita.


"Namaku Hui Yin pangeran," si wanita menepis tangan Qin Wei-Quo yang mulai kemana-mana.


Qin Wei-Quo yang mendapatkan penolakan seperti itu hanya tersenyum ringan, dia tidak pernah mendapatkan penolakan dari wanita manapun, tetapi wanita di depannya saat ini malah menolaknya. Namun hal itu tidak membuat Qin Wei-Quo marah, dia malahan semakin tertarik dengan Hui Yin.


Qin Wei-Quo mengalihkan pandangannya kepada Nian Zhen lalu menanyakan dari mana datangnya Hui Yin.


Nian Zhen hanya tersenyum kecut mendapat pertanyaan seperti itu dari Qin Wei-Quo. Nian Zhen sudah begitu lama bersama Qin Wei-Quo hinggah tau keinginan Pangerannya itu. Nian Zhen menebak kalau Qin Wei-Quo ingin menjadikan Hui Yin sebagai salah satu wanita pemuas nafsunya.


Nian Zhen mengalihkan pandangannya kepada pria bandit. Nian Zhen tahu, mau tidak mau sekarang dia harus mengalahkan pria bandit di depannya demi memenuhi keinginan pangeranya, Qin Wei-Quo.


Nian Zhen kemudian melirik keempat prajurit yang masih berdiri di samping Qin Wei-Quo untuk bertarung bersamanya.

__ADS_1


"Dia bukan orang biasa meskipun aura yang dia keluarkan hanya ranah Ekspert Bintang Dua setara denganku, tetapi gerakannya sangat cepat dari perkiraanku dia tidak sesederhana kelihatannya," Nian Zhen memberitahu keempat prajurit anggota Naga Biru yang memilki ranah Ekspert Bintang Tiga, lebih tinggi darinya dan pria bandit.


Keempat prajurit anggota Naga Biru mengerutkan dahinya, mereka berpikir Nian Zhen terlalu berlebihan menilai pria bandit tersebut.


Seorang dari keempat prajurit tersebut berdiri "Biar aku sendiri yang menghadapi bandit sialan itu, tuan muda Zhen tunggu lah disini," prajurit tersebut tersenyum mengejek ke arah pria bandit, meski begitu Nian Zhen menebak senyum mengejek itu terarah padanya.


Para anggota Naga Biru memang berbeda dengan prajurit Kekaisaran lainnya, mereka memiliki kesombongan dan menganggap tinggi diri mereka, hal itu disebabkan karena mereka adalah para prajurit yang terpilih untuk menjaga anggota keluarga Kekaisaran.


"Baiklah, aku serahkan bandit itu padamu, Xiao Xun," Nian Zhen mengizinkan prajurit yang bernama Xiao Xun untuk menghadapi pria bandit.


"Kau akan menyesal telah menggangu pangeran Wei-Quo," ucap Xiao Xun sebelum maju menerjang ke arah pria bandit dengan senyum di bibirnya.


Pria bandit hanya tersenyum kecil dibalik penutup wajahnya, dia hanya berdiri santai seakan tidak menanggap Xiao Xun yang sedang berlari ke arahnya.


Senyum di wajah Xiao Xun semakin lebar ketika melihat pria bandit tidak bergerak sedikitpun. Xiao Xun pikir pria bandit tersebut sudah putus asa dan pasrah menunggu kematiannya.


Namun senyum di wajah Xiao Xun seketika menghilang saat merasakan aura pembunuh kuat terarah padanya.


Pria bandit menyambut serangan Xiao Xun dengan melancarkan tendangan pas di wajah Xiao Xun membuat pria berbadan besar itu termundur beberapa langkah.


Xiao Xun menyentuh wajahnya yang memar kemudian menyapu darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Hehe, kau sepertinya benar-benar kuat!"


...****...

__ADS_1


__ADS_2