Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 65. Pedang Malam Abadi


__ADS_3

Xu Chen keluar dari Pelelangan Sinar Jingga dengan diikuti Hui Yin dari belakang menyita perhatian orang-orang disekitarnya.


"Kita akan kemana tuan?"


"Ikutlah saja, jangan banyak bertanya!" Xu Chen berkata tanpa menoleh.


Huo Yin mengangguk pelan, ia kemudian menunduk dan terus berjalan mengikuti langkah Xu Chen. Hinggah sampailah mereka di depan toko pakaian.


"Mengapa kita kesini tuan?" Hui Yin memandang punggung Xu Chen.


Xu Chen berbalik menatap Hui Yin "Lihatlah pakaian yang kau kenakan, begitu terbuka memperlihatkan tubuhmu."


Hui Yin spontan melihat pakaian yang ia kenakan, "Apa ada yang salah?" Hui Yin heran, karena dipikirkannya ia hanya akan menjadi pemuas nafsu Xu Chen.


"Tentu salah, Membuat mataku sakit saja!" Xu Chen berbalik memasuki toko pakaian diikuti Hui Yin.


**


"Pilihlah beberapa pakaian yang lebih sopan dan tertutup."


Hui Yin mengangguk ringan lalu pergi berlalu meninggalkan Xu Chen yang masih duduk santai.


"Guru, sebenarnya apa tujuanmu menyuruh Murid untuk membelinya, kau tahu dia hanya menjadi bebanku?" Xu Chen mulai berdiskusi dengan Kaisar Kegelapan.


"Sabarlah! aku akan memberitahumu nanti."


Xu Chen menghembuskan nafasnya kasar "Baiklah Guru."


Tidak berapa lama Hui Yin kembali dengan pakaian yang berbeda dan beberapa pakaian ditangannya.


Xu Chen melihat itu mengerutkan dahinya heran. Xu Chen mengira Hui Yin akan mengambil gaun yang biasa dipakai oleh wanita, tetapi Huo Yin malah mengambil jubah yang biasa dipakai oleh lelaki.


Namun Xu Chen tidak mempertanyakannya. Xu Chen kemudian memberikan cincin penyimpanan kepada Hui Yin.


"Simpan semua pakaian di cincin itu."


"Ya tuan," Hui Yin memakai cincin yang diberikan Xu Chen di jari tengahnya lalu memasukan semua pakaian yang ia pilih.


Xu Chen kemudian menyerahkan beberapa emas pada Huo Yin untuk membayar pakaian.


**


"Kita akan kemana lagi tuan?"

__ADS_1


"Membeli beberapa tanaman herbal," balas Xu Chen tanpa menoleh.


Xu Chen dan Hui Yin kemudian menuju Asosiasi Surgawi, tempat dimana segala macam Pil dan tanaman herbal dijual bebas.


Xu Chen akhirnya bernafas lega. Meskipun harus mengeluarkan beberapa keping emas, tetapi itu tidak seberapa karena ia memiliki banyak uang sekarang. Xu Chen telah mendapatkan Ginseng darah pelengkap untuk membuat Pil Matahari Emas yang membuatnya kesana kemari akhir-akhir ini.


"Sekarang pergi ke hutan, aku harap kau baik-baik saja di sana?" Xu Chen sedikit melirik Hui Yin ingin melihat ekspresi gadis itu saat diajak memasuki hutan. Namun nihil Hui Yin masih berwajah datar.


**


Xu Chen dan Hui Yin telah tiba dihutan dalam yang cukup jauh dari ibukota dalam waktu satu jam. Xu Chen menaruh kagum pada Hui Yin karena mampu mengimbangi ilmu meringankan tubuhnya.


"Tuan, jika boleh tahu apa yang ingin tuan lakukan di hutan seperti ini?" Hui Yin yang sedari tadi diam akhirnya bertanya.


Xu Chen memandang Huo Yin sambil tersenyum "Kita akan menetap disini beberapa hari, karena disinilah tempat yang paling aman."


Hui Yin tidak bertanya lebih jauh meski dalam hatinya banyak pertanyaan terhadap Xu Chen. Siapa sebenarnya tuan Chen? mengapa ia tinggal di hutan seperti ini, bukankah ia cukup kaya untuk membeli sebuah rumah mewah di ibukota.


"Kau istirahatlah di sana," Xu Chen menunjuk sebuah pohon rimbun. Hui Yin mengangguk lalu melakukan apa yang Xu Chen perintahkan.


Xu Chen duduk di bawah pohon besar yang cukup jauh dari Hui Yin.


"Sekarang jelaskan semuanya guru."


Kaisar Kegelapan terkekeh ringan lalu mulai menjelaskan.


Pedang berkarat itu bernama Pedang Malam Abadi, ditempa oleh ahli besi misterius dari negeri dewa. Konon katanya pedang Malam Abadi ditempa dengan besi hitam yang jatuh dari langit.


Sementara alasan Kaisar Kegelapan menyuruh Xu Chen membeli Hui Yin, karena Kaisar Kegelapan melihat bakat tersembunyi dari Hui Yin. Kaisar Kegelapan juga mengatakan, Hui Yin memiliki elemen langka, yaitu Elemen Es. Kaisar Kegelapan menambahkan Hui Yin bisa menjadi tangan kanan Xu Chen di masa depan, jika dilatih dengan baik.


Xu Chen mendengar penjelasan Gurunya tersenyum puas. Xu Chen akhirnya mengeri bahwa Gurunya tidak akan menyuruhnya melakukan sesuatu tanpa alsan yang kuat.


Xu Chen mengeluarkan pedang berkarat dari cincin penyimpanannya "Aku tidak menyangka pedang berkarat ini teryata pusaka yang sangat berharga, "Xu Chen memandang intens pedang berkarat di tangannya.


"Jika pihak pelelangan tahu, mereka telah menukar sebuah intan berlian dengan dengan beberapa emas tidak berguna, aku yakin mereka akan muntah darah," Xu Chen terkekeh kecil memikirkan bagaimana wajah Kuo Huo jika tahu yang sebenarnya.


"Guru, aku merasa tidak ada yang berbeda dengan pedang ini," Xu Chen mengayun-ayunkan pedang berkarat di tangannya.


Kaisar Kegelapan tertawa kecil, ia lupa memberi tahu Xu Chen cara menggunakan pedang Malam Abadi.


"Teteskan darahmu diujung pedang itu lalu baca mantera ini," Kaisar Kegelapan merapatkan mantera yang aneh menurut Xu Chen, hinggah membuat Kaisar Kegelapan mengulanginya beberapa kali.


Xu Chen mengigit jari jempolnya lalu meneteskan darah di ujung pedang sesuai arahan Kaisar Kegelapan. Xu Chen lalu memegang erat pedang Malam Abadi dengan kedua tangannya lalu mulai merapatkan mantera.

__ADS_1


Bersamaan dengan Xu Chen usai merapalkan mantera, pedang Malam Abadi bergetar hebat sambil mengeluarkan bunyi dengung yang cukup keras.


Hui Yin yang melihat Xu Chen seperti sedang bertarung dengan pedang yang digenggamnya. segera menghampiri tuannya itu.


"Ada apa tuan?" Hui Yin tetap berwajah datar.


"Tidak apa-apa!" Xu Chen terus terlempar kesana kemari mengikuti pedang Malam Abadi yang memiliki kesadaran sendiri seperti ingin lepas dari tangan Xu Chen.


Xu Chen seperti itu selama beberapa saat sebelum pedang Malam Abadi mengeluarkan ledakan energi hingga membuat terlempar menghantam pohon sampai rubuh.


"Akhh," rintih Xu Chen karena ia belum sempat melapisi tubuhnya dengan Qi.


Xu Chen kembali bangkit sambil menepuk-nepuk debu yang menempel di jubah hitamnya. Xu kemudian mencari-cari pedang Malam Abadi karena sadar pedang itu lepas dari genggamannya.


Xu Chen menyebarkan pandangannya ke segala arah namun tidak kunjung menemukan pedang yang ia cari. Xu Chen mulai berpikir pedang itu hilang.


"Tuan, ini pedang yang kau cari," Hui Yin berteriak keras, sampai membuat Xu Chen mengerutkan dahinya sebab belum pernah mendengar Hui Yin berteriak sehisteris itu, karena biasanya ia selalu stay cool.


Xu Chen berjalan santai menghampiri Him Yin yang sedang mematung di depan pedang Malam Abadi yang tertancap di tanah mengeluarkan aura hitam yang pekat.


"Selamat Murid Bodoh, kau telah berhasil menaklukkan pedang Malam Abadi."


Xu Chen tidak memperdulikan ucapan Gurunya, ia masih terpanah dengan kegagahan pedang Malam Abadi. Xu Chen kemudian mencabutnya dari tanah lalu mengangkatnya tinggi.


"Wah, pedang ini sangat ringan dan terlihat sangat tajam," Xu Chen mengayun-ayunkan pedang Malam Abadi yang bersinar akibat terkena pantulan cahaya matahari.


"Asal kau tahu saja, sekarang tidak ada yang bisa mengangkat pedang itu selain dirimu."


"Benarkah?" Xu Chen mengerutkan dahinya.


Tiba-tiba pikiran jahil muncul di otak Xu Chen. Pemuda itu kemudian memanggil Hui Yin untuk mendekatinya.


"Bisakah kau pegang ini sebentar?" Xu Chen mengulurkan pedang Malam Abadi.


"Baik tuan," Hui Yin mengangguk patuh lalu menerima pedang Gelap Malam. Namun saat pedang Gelap Malam mendarat di tangan Hui Yin, ia langsung merintih kesakitan dan segera membuang pedang Malam Abadi.


"Maaf tuan, aku akan segera mengambilnya," Hui Yin kembali mengambil pedang Malam Abadi, namun ia tidak bisa mengangkat pedang itu.


"Akhh, ini sangat berat!" Hui Yin sudah mengerahkan seluruh tenaga bahkan mengunakan Qi-nya namun hasilnya sia-sia, pedang Malam Abadi tidak bergerak sedikitpun.


Xu Chen melihat itu tersenyum puas "Wah, wah, wah, pedang Malam Abadi ini memang sangat hebat!"


...^^^****^^^...

__ADS_1


Pedang Malam Abadi



__ADS_2