Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 32. Dihajar Habis-habisan


__ADS_3

"Apa ada kata-kata terakhir anak muda?" tanya si Penyihir memasang senyum manis


"Apa itu perlu, aku tidak akan mati Penyihir Tua!" balas Xu Chen membalas senyuman si Penyihir


"Huh, kau hanya bermulut besar, aku akan membuat kau merasakan kematian hari ini,"


"Hei, Penyihir Tua! Percaya atau tidak aku pernah merasakan kematian itu sangat menyakitkan dan aku tidak ingin merasakannya lagi," balas Xu Chen bergidik ketakutan mengingat rasa sakitnya kematian


"Baiklah, hari ini aku akan membuatmu merasakannya kembali," balas si Penyihir seraya kembali mengangkat kanan tangannya dan mengarahkan pada Xu Chen


Melihat itu Xu Chen mengumpat dalam hati, "Jurus sialan itu lagi!"


"Matilah!" ujar si Penyihir dingin


Dengan nalurinya Xu Chen hanya melompat menjauh berharap bisa terhindar dari jurus itu, dan benar saja, Ledakan dahsyat terjadi di tempat Pemuda itu berdiri tadi, ledakan tersebut bahkan menciptakan gelombang kejut luar biasa menerbangkan benda apapun di sekitar situ dan membuat lubang dalam di tanah berbentuk telapak tangan raksasa


Melihat hal itu Xu Chen bernafas lega "Haihhh, itu bukan jurus yang sama dan kekuatan itu sangat luar biasa! aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada diriku jika terkena jurus itu"


"Hihihi! bagaimana apa kau puas? aku harap belum, karena itu hanya menu pembuka kita belum sampai pada menu utama," ujar si Penyihir diikuti dengan tawa cekikikan


Mendengar itu Xu Chen semakin mengeraskan rahangnya. Entah, jika itu benar hanya menu pembuka bagi si Penyihir bagaiman dengan menu utamanya pastilah kekuatannya sangat dashyat


"Apa yang harus aku lakukan? Qi-ku sebentar lagi akan habis dan si Penyihir sialan itu semakin kuat saja! andai Guru ada di sini!" pikir Xu Chen


"Slash" belum usai Xu Chen bergelut dengan pikirannya. Tiba-tiba saja si Penyihir telah berada di sampingnya, karena Xu Chen belum siap dan kecepatan si Penyihir yang luar biasa, akhirnya Pemuda itu hanya bisa melapisi tubuhnya dengan Qi yang tak seberapa dan menerima serangan tersebut dengan ikhlas


Dengan tongkat kayunya si Penyihir memukul bahu Xu Chen keras, membuat kaki Pemuda itu tertancap di tanah hinggah mencapai lutut

__ADS_1


Namun si Penyihir tak berhenti di situ, dengan gerakan super cepat ia kembali mengait tubuh Xu Chen dan melemparnya ke udara hingga ketinggian belasan meter lalu memukulnya kembali ke bawah dengan keras menciptakan kawah yang lumayan dalam dengan Xu Chen berada di tengah-tengah


"Krak! Akhh, Punggungku patah!" rintih Xu Chen


Namun saat Pemuda itu kembali bangkit ia melihat batu-batu besar di udara mengarah kepadanya dengan kecepatan tinggi


"Sialan!" Bom, Bom, Bom" Batu-batu besar satu persatu menghantam tepat di tempat Xu Chen terbaring di ikuti dengan rentetan ledakan yang memenuhi udara. Beberapa saat berlalu, jika di hitung-hitung mungkin ada sekitar dua puluh batu yang menghantam Xu Chen, membuat Pemuda itu semakin tak berdaya


Si Penyihir perlahan turun dan melihat keadaan Xu Chen apakah sudah mati atau belum "Untunglah kau belum mati, kita belum sampai pada menu utama. Ah! mainan mu itu belum hancur (Mainan yang dimaksud adalah Zirah Tempur Kegelapan) tapi sepertinya sudah sedikit rapuh! biar aku membantu mu melepaskannya," ujar si Penyihir sambil memasang senyum lebar


Xu Chen tak menjawab bukan karena tak ingin, tetapi karena tidak mampu. Jangankan menjawab atau berbicara membuka mata saja sudah sangat sulit bagi Xu Chen


"Karena kau tidak menjawab, aku anggap iya!" setelah berkata seperti itu si Penyihir memukul tepat di dada Xu Chen dan sketika Zirah Tempur Kegelapan Pemuda itu pecah dan menghilang kini terlihat di tubuhnya luka-luka memar yang telah membiru


"K-kau ter-lalu b-banyak bicara," balas Xu Chen tergagap dan dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Pemuda itu mengepalkan tangannya lalu mengangkat perlahan, meskipun tangannya gemetaran ia tidak menyerah, yang ingin Pemuda itu lakukan hanya mau memukul si Penyihir, namun apa daya Xu Chen pingsan sebelum melakukan keinginannya


***


"Dimana anak bodoh itu berada? mengapa aku tak bisa merasakan Qinya?" ujar Kaisar Kegelapan sambil berjalan menyusuri hutan tempat Xu Chen pertama sampai


"Lebih baik melihat dari atas!" ujarnya kembali lalu terbang melesat ke udara hinggah mencapai awan


Kaisar Kegelapan menyapukan pandangannya ke sekitar mencoba mencari posisi Muridnya, hinggah pandangannya terpaku pada satu tempat "Sepertinya itu sebuah bangunan! aku merasakan sedikit merasakan Qi anak bodoh itu, mungkin anak bodoh itu berada di sana?" ujar Kaisar Kegelapan dan langsung terbang melesat menuju Kastil si Penyihir "Tunggu Gurumu ini anak bodoh!"


Si Penyihir di kagetkan dengan adanya Qi kuat yang memasuki alamnya "Apa ini? Kekuatan ini setidaknya sedikit lagi melewati Gerbang Fana! mengapa bisa ada orang sekuat itu di sini?" ujar si Penyihir panik dan juga bingung


Gerbang Fana yang di maksud yaitu hampir melewati Ranah Saint Bintang Sembilan, (Masih banyak ranah kultivasi di atas Saint hanya saja belum Author sebutkan). Tetapi sebenarnya kultivasi Kaisar Kegelapan sangat lebih tinggi dari ini, hanya saja kultivasinya menurun akibat menghidupkan kembali Xu Chen dan hal-hal lain

__ADS_1


"Aku harus bersiap! kekuatan itu dengan cepat mengarah ke kesini," ujar si Penyihir


Tak sampai beberapa detik, kini si Penyihir bisa melihat sosok itu semakin dekat dengannya, hingga akhirnya si Penyihir bisa melihat sosok itu memiliki tubuh yang besar, gagah, dan tinggi serta memiliki wajah tegas, berwibawa, dan juga tampan. Bahkan membuat si Penyihir terkesima dan takjub dengan ketampanan itu. Ya, sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kaisar Kegelapan


"Siapa kau? mengapa bisa berada di sini?" tanya si Penyihir dengan nada menyelidik


Dengan suara berat dan berwibawanya, Kaisar Kegelapan berkata, "Aku mencari Muridku?"


Mendengar hal itu si Penyihir spontan teringat dengan Xu Chen "Tidak ada siapapun di sini selain aku!" ujar si Penyihir mencoba menyembunyikan Xu Chen, ia tahu berhadapan dengan Kaisar Kegelapan bukanlah hal yang baik, setidaknya ia tahu akan menderita luka serius


"Sepertinya ada pertarungan besar terjadi di sekitar sini?" tanya Kaisar Kegelapan dengan memasang senyum yang sulit di artikan


"Sepertinya anda salah! ini adakah arena latihan ku jadi wajar jika berantakan!" balasnya


Kaisar Kegelapan kembali memasang senyum lebar "Benarkah? kalau begitu tidak masalah aku berkeliling sebentar untuk melihat-lihat?"


"Tidak, sesuatu yang anda cari tidak ada di sini! sebaiknya anda pergi, jika tidak jangan salahkan aku...?"


"Jika tidak jangan salahkan aku berbuat kasar, itu juga berlaku untukmu" potong Kaisar Kegelapan tiba-tiba


***


Maaf satu Chapter aja Yaa🙏🏼🙏🏼 soalnya hari ini ngurusin kontrak karya saya ke MT dan teryata Karya saya malah ditolak😭😭, entahlah kata pihak MT karya saya mirip dengan salah satu novel di platform ini juga.


Padahal karya ini murni saya pikir sendiri dan mereka meminta bukti, tapi tenanglah meskipun jika memang tidak di kontrak saya akan tetap lanjutin novel ini sampai tamat


Entahlah semoga saya ajukan lagi kontrak dan diterima😔😔

__ADS_1


See You


__ADS_2