Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 27. Penyihir Tua


__ADS_3

"Nak, mengapa kau berhenti? apa kau tidak menginginkan ibu?"


Sambil menggelengkan kepalanya, Xu Chen membalas "Tidak Bu, tidak, ini tidak nyata!"


"Tak apa nak, kemarilah" ujarnya sambil memasang senyum hangat dan menenangkan


Air mata Xu Chen kembali mengalir, deras tak terbendung "Ibu, aku akan datang," ujar Xu Chen sambil berlari memeluk ibunya erat, seolah tak


rela sesuatu mengambil ibunya


Xu Chen tak lagi memperdulikan apakah ini ilusi atau nyata


Yang terpenting bagi Pemuda itu saat ini adalah bisa kembali merasakan kehangatan dan kenyamanan pelukan ibunya, meskipun ia tahu ini hanya ilusi dan akan membahayakannya


"Ibu aku sangat merindukanmu!" ujar Xu Chen sendu


Sang ibu tak menjawab hanya memeluk erat anaknya


"Apakah ibu tahu? aku bertemu dengan seorang yang sangat kuat, Namanya Kaisar Kegelapan, dia tahu semua hal dan dia mengangkat aku menjadi muridnya..."


"...Ibu, ibu tak perlu khawatir lagi jika ada yang mengangguku, aku sekarang kuat Bu, aku bisa membalas....ughh"


Ucapan Xu Chen terhenti, sebab ibunya menusuknya dengan belati tepat di perut Xu Chen, namun hal itu tak membuat Xu Chen melepaskan pelukan dari ibunya, Pemuda itu lebih mengeratkan pelukannya


Sambil terbatuk darah, Xu Chen kembali melanjutkan ucapannya yang belum usai, "Ibu tak perlu khawatir, aku akan membawakan dendam ibu dan yang lainnya. Setelah itu, aku akan menemani ibu, ayah, dan yang lain"


Setelah berkata seperti itu, Xu Chen jatuh kepangkuan ibuinya atau lebih tepat ilusi. Wajah tampan Xu Chen kini terlihat pucat, bibirnya bergetar, dan pandangannya menjadi gelap


"Aku tak menyesal mati seperti ini, setidaknya aku bisa memelukmu lagi, ibu...!. Hah, hah, Guru! beberapa tahun bersama Guru adalah salah satu hal terindah bagi Murid, aku akan selalu mengingat itu, Guru! dan maafkan Murid yang belum bisa mengabulkan permintaan Guru, maafkan Murid yang tak berguna ini!"


***

__ADS_1


"Hahh, hah, hah. Dimana ini bukankah aku sudah mati?" ujar Xu Chen dengan nafas terengah-engah


Xu Chen memperhatikan sekelilingnya dan betapa terkejutnya Pemuda itu teryata tempatnya berada saat ini, adalah tempat sebelum ia memasuki ilusi


Sambil menghela nafas lega dan mengusap dadanya, Xu Chen berkata, "Haah! ilusi itu sangat nyata, aku pikir itu akan benar benar membunuhku! untunglah aku masih hidup!. Sepertinya wanita yang selalu berbicara itu, bohong padaku"


Dan benar saja suara wanita itu kembali terdengar "Semua ujian telah di selesaikan, majulah menuju Kegelapan!"


"Menuju Kegelapan!" Xu Chen berpikir keras memahami kata kata itu, saat Pemuda itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia bisa melihat satu tempat yang berbeda dengan tempat lainnya dan itu sangat samar


"Mungkin yang di maksud adalah itu!" Xu Chen berjalan menuju tempat itu dan seketika sesuatu menghisapnya seperti yang ia rasakan saat memasuki alam ini, dan melemparnya ke suatu tempat


Karena Pemuda itu telah mengalami hal itu sebelumnya, kali ini ia tak terjatuh dan mendarat dengan mulus "Hahaha! kau pikir aku bodoh! aku tidak akan jatuh lagi ke lubang yang sama," ujar Xu Chen bangga


Namu tiba tiba suara wanita kembali terdengar, tetapi tak seperti suara wanita sebelumnya, suara ini lebih indah dan menawan, namun berwibawa


"Anak Bodoh, kau cukup hebat bisa melewati semua ujian itu"


Mendengar hal itu, Xu Chen berbalik ke arah datangnya suara, Pemuda itu ingn protes, mengapa ia selalu dipanggil dengan sebutan anak bodoh, ntah itu Gurunya dan wanita itu mengapa memanggilnya bodoh


"Ya.., kau tahu, itu sangat sulit!" ujar Xu Chen gugup


Melihat bagaimana Xu Chen gugup. Wanita itu tersenyum ringan, senyum yang membuat Xu Chen menelan ludah "Haha! kau sangat lucu Xu Chen, aku melihat ilusi yang kau alami tadi, aku kagum padamu kau sangat berani, rela berkorban demi orang yang kau sayang, meski kau tahu itu hanya ilusi," ujar Wanita itu


Mendapati pujian seperti itu, Xu Chen hanya tersenyum canggung "Hehe! kau terlalu memuji," ujar Xu Chen, Pemuda itu belum menyadari kalau namanya disebut


Xu Chen tersentak seperti tersadar dari sesuatu "Siapa kau dan mengapa kau bisa ada di tempat yang mengerikan ini?" tanya Xu Chen dengan nada serius


"Hahaha! sepertinya kau tidak mudah teralihkan, anak muda. Biar aku lihat mengapa kau berada di sini," ujar wanita itu sambil berjalan ke arah Xu Chen dengan memasang senyum licik, sangat berbeda dengan tadi


Saat Xu Chen ingn menghindari wanita tersebut, badannya tiba tuan kaku tak bisa di gerakan "Apa yang terjadi, mengapa aku tak bisa bergerak? Hei, Penyihir Tua apa yang kau lakukan padaku?"

__ADS_1


Mendengar itu si wanita memasang seringai menakutkan dan berkata, "Kau cukup pintar! kau sudah mengetahui identitas asliku! tapi itu sudah terlambat, kau telah berada di dalam genggamanku" sambil berjalan perlahan mendekati Xu Chen


Penyihir itu menempelkan tangannya ke dahi Xu Chen, yang sedang tak berdaya. Penyihir itu ingin membaca semua pikiran Pemuda itu


Namun saat Penyihir itu mencoba masuk ke dalam pikiran Xu Chen, tiba tiba pandangan penyihir itu melihat wajah mengerikan sedang memandangnya, dan spontan ia keluar dari pikiran Xu Chen


"Ini aneh! mengapa aku tidak bisa membacanya," ujar Penyihir itu padan dirinya sendiri


Tetapi Si Penyihir tak menyerah begitu saja, ia kembali mencoba masuk kedalam pikiran Xu Chen


Namun wajah mengerikan tadi, kali ini tak hanya memandanginya saja, Wajah menyeramkan itu bereteriak marah pada Penyihir dan bahkan melemparkannya keluar


"Akhh" rintih Penyihir itu dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya


Kali ini Penyihir melihat Xu Chen dengan pandangan yang berbeda. "Siapa kau sebenarnya?" tanya Penyihir dengan wajah serius


Xu Chen mengerutkan keningnya tak mengerti "Apa yang kau bicarakan Penyihir Tua?" ujar Xu Chen


"Siapa kau? mengapa aku tak bisa memasuki pikiranmu?"


Mendengar itu Xu Chen sedikit tersenyum teringat akan Gurunya, Pemuda itu berpikir pasti Gurunya yang melakukan hal itu


Tebakan Xu Chen memang benar, Kaisar Kegelapanlah yang telah memasang pelindung pada pikiran Xu Chen. Kaisar Kegelapan melakukan hal tersebut agar orang-orang tak bisa masuk atau membaca pikiran Muridnya sembarangan


"Siapa aku tidak penting! dan kau pasti Penyihir Tua yang memasang kutukan pada Desa itu?" tanya Xu Chen dengan nada menyelidik


"Hahaha, jadi kau dari desa sialan itu, Ya, Itu memang benar! akulah yang memasang kutukan di desa sialan itu. Lalu apa yang ingn kau lakukan?" balas si Penyihir


"Lakukan, tentu saja menghancurkan kutukan itu, kau beritahukan aku bagaiman caranya," tanya Pemuda itu kembali


"Tidak ada cara untuk menghancurkan kutukan yang aku buat, kecuali kau mampu untuk membunuhku, tapi itu mustahil, mengingat dunia ini adalah milikku dan kau tidak akan mampu membunuhku dengan kultivasimu yang rendah itu" balas si penyihir dengan senyum lebar

__ADS_1


...*****...


Like/Komen dan Votenya Ya Guys. See You


__ADS_2