
Kedua penjaga saling menatap lalu berdiri memberi hormat pada Xu Chen.
"Maafkan kami senior, kami tidak mengetahui kekuatan senior!?" kedua penjaga berlutut hormat, mereka mengira Xu Chen adalah seorang sepuh yang menggunakan tehnik tertentu mempertahankan wajah mudanya.
Xu Chen ingin menjawab namun tiba-tiba suara seorang pria tua mengagetkannya "Siapa yang membuat keributan di rumahku?" kakek tua membocorkan auranya.
Xu Chen tertegun dengan kehadiran kakek tua. Xu Chen bisa merasakan nafasnya sedikit sesak dan tubuhnya seperti tertimpa sesuatu akibat aura yang pria tua keluarkan.
Sementara kedua penjaga langsung bangkit lalu memberi hormat kepada pria tua "Hormat pada kepala pelelangan!" ucap kedua penjaga bersamaan.
Kakek tua menganggukkan kepalanya "Apa yang terjadi?" pria tua berkata tanpa melihat kedua penjaga karena pandangannya masih terpaku kepada Xu Chen.
Xu Chen melihat dari kejauhan banyak sedikit tahu dengan keadaan "Jadi dia pemilik pelelangan ini! aku tidak bisa melihat ranah kekuatannya, itu berarti aku harus berhati-hati!" batin Xu Chen menganalisa.
"Tidak heran kau tidak bisa membaca ranahnya kerena ia berada di ranah King awal kau memang harus berhati-hati!" Kaisar Kegelapan menyahut tiba-tiba.
Xu Chen mengerutkan dahinya "King? setahuku Ranah King di kota ini bisa di hitung dengan jari dan aku tidak pernah mendengar seorang kakek tua pemilik pelelangan memiliki ranah King!?"
"Sudalah kau tidak perlu memikirkan, dari aura yang dia keluarkan si bungkuk itu baru naik ranah beberapa hari ini, jadi kekuatannya belum stabil," Kaisar Kegelapan melirik kakek tua sekejap.
"Baik Guru!" Xu Chen mengagumkan kepalanya.
Kedua penjaga saling menatap "Ummm, itu... dia membuat keributan!" seorang penjaga menunjuk Xu Chen, namun ketika pandangannya bertemu dengan pandangan Xu Chen, ia segera menunduk ketakutan.
Kakek tua melihat kedua penjaganya, namun betapa terkejutnya dia saat melihat salah seorang penjaganya telah buntung, tetapi saat melihat luka ditangan penjaganya sudah sembuh dan kering ia mengerutkan keningnya.
"Apa yang terjadi? jika pemuda itu yang memotong tangan penjaga mengapa lukanya sudah sembuh!" batin kakek tua.
"Siapa yang melakukan ini?" tanya kakek tua mencoba mematikan.
Kedua penjaga bungkam tidak ada yang berani untuk menjawab, "Ehhmm....itu...itu..?" keduanya menundukkan kepalan dalam.
"Aku yang melakukannya!" Xu Chen berkata lantang, membuat kedua penjaga menghela nafas lega.
Kakek tua mengertilah dahinya "Apa yang membuatku bisa mempercayaimu, sedangkan luka di tangan penjaga seperti sudah sembuh lama?" Kakek tua memandang Xu Chen tajam.
Xu Chen menghembuskan nafasnya kasar "Tanyalah kepada kedua orang tidak berguna itu!?" Xu Chen melirik kedua penjaga.
__ADS_1
Kelak tua ikut melihat kedua penjaganya "Apa benar yang dia katakan?"
"Y-ya," kedua penjaga gugup, bagi mereka ini adalah saat paling menakutkan dalam hidup mereka.
"Lalu mengapa lukamu terlihat sudah sangat lama?" kakek tua masih menolak untuk percaya.
"I-itu karena Pil yang senior itu berikan," kedua penjaga semakin gemetar ketakutan.
Kali ini kakek tua berhasil dibuat bingung, ia telah bekerja bertahun-tahun di pelelangan ia sudah melihat begitu banyak jenis Pil, tapi setahunya tidak ada Pil yang bisa membuat luka sembuh secepat itu.
Kakek tua itu mengedarkan pandangannya, ia bisa melihat bercak darah segar di tanah tempat di mana penjaga berguling-guling tadi.
Kakek tua menarik dan menghembuskan nafasnya kasar, akalnya masih belum menerima apa yang terjadi. Namun itu tetap mencoba berpikir jernih.
"Baiklah tunjukan Pil yang dia maksud!?" Kakek tua kembali melirik Xu Chen.
Xu Chen memasang senyum misterius, ia kemudian mengeluarkan sebutir Pil berwarna kuning pucat dari cincin penyimpanannya. Xu Chen lalu melemparkannya kepada kakek tua.
Kakek tua menangkap dengan sigap lalu menganalisa dengan seksama Pil yang dia pegang.
"Pil ini memang mengeluarkan aura yang berbeda dan lebih kuat dari pada Pil penyembuh biasanya!" batin kakek tua.
"Apa kau masih ragu?" Xu Chen tiba-tiba mengangkat bicara.
Kakek tua memandang Xu Chen penuh arti "Apa yang ingin kau lakukan?" menatap tajam Xu Chen.
Xu Chen tidak menjawab hanya mendekat ke kakek tua sambil memasang senyum lebar tidak bisa di artikan.
Xu Chen kemudahan menarik pedangnya lalu menyayat tangan kirinya sendiri dalam. Semua orang yang melihat aksi gila Xu Chen mengerutkan dahinya tidak mengeri, namun tidak bertanya sama sekali.
Xu Chen kemudian mengeluarkan Pil penyembuh lain dari cincin penyimpanannya, lalu segera meneguknya tanpa aba-aba.
"Lihatlah," Xu Chen mengulurkan tangannya kirinya kedepan memperlihatkan kepada semua orang.
Seketika kakek tua menjatuhkan rahangnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia bahkan mengucek-ngucek matanya berulang-ulang kali seolah jika ia tidak melakukan itu sesuatu yang ia lihat akan hilang, sedangkan kedua penjaga sudah tidak heran kerena sudah menyaksikan pemandangan seperti itu sebelumnya.
"B-bagaimana bisa?" kelak tua melebarkan kedua matanya. Kakek tua dengan spontan meraih tangan kiri Xu Chen lalu merabanya pelan-pelan.
__ADS_1
"I-ini nyata bagaimana bisa..?" kakek tua menepuk-nepuk tangan kiri Xu Chen berulang kali.
Xu Chen memasang senyum lebar lalu kemudian mengutarakan niatnya mendatangi Pelelangan Sinar Jingga.
***
Pria tua memperkenalkan dirinya Kuo Huo kepala sekaligus pemilik sah Pelelangan Sinar Jingga, Xu Chen juga tidak mau kalah ia memperkenalkan diri sebagai Xian Chen seorang pengembara.
Tentu Xu Chen sengaja merubah marganya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Semua orang di dalam Pelelangan Sinar Jingga menatap Xu Chen dengan heran. Mereka melakukan itu bukan tanpa alasan karena biasanya yang datang di pelelangan adalah bangsawan.
Sedangkan Xu Chen hanya berpenampilan biasa dengan jubah hitam biasa pula, hanya satu hal yang menonjol dari Xu Chen yakni wajah tampannya. Namun ketika melihat siapa yang membawa Xu Chen mereka tidak berani untuk menegur Xu Chen.
Xu Chen hanya berjalan mengikuti kakek tua tanpa bertanya hinggah mereka berdua tiba di depan sebuah ruangan.
Namun tiba-tiba suara seorang gadis terdengar mengagetkan keduanya "Kepala Huo," gadis itu mendekati keduanya. Tentu ia juga penasaran dengan Xu Chen.
Xu Chen dan Kuo Huo segera berbalik dan menemukan seorang gadis cantik tersenyum lembut kepada keduanya.
Dari penampilannya Xu Chen bisa melihat gadis di depannya adalah seorang yang berpendidikan tinggi. Xu Chen juga bisa melihat meski gadis di depannya terlihat polos dan biasa-biasa saja namun memiliki akal yang cerdas.
"Perkenalkan namaku Ying Yue!" Ying Yue menundukkan kepalanya hormat sambil melirik Xu Chen.
Xu Chen mengerti dengan lirikan Ying Yue segera memperkenalkan dirinya juga "Xian Chen," Xu Chen berkata tanpa ekspresi dan tidak membalas hormat Ying Yue.
"Menarik," Ying Yue tersenyum licik dalam hati saat melihat Xu Chen tidak membalas hormatnya dan memasang wajah tanpa ekspresi.
"Ekhm, baiklah none Yue kami ada urusan penting, jadi aku dan Tuan Chen akan pamit undur diri," Kuo Huo memanggil Xu Chen dengan sebutan Tuan kerena setelah melihat kemampuan Xu Chen, ia tidak punya alasan untuk tidak menaruh rasa hormat pada Xu Chen meskipun usia Xu Chen terbilang sangat jauh di bawahnya.
Sementara Ying Yue mengertilah dahinya tidak mengerti. Setahunya Kuo Huo tidak akan sembarangan memanggil anak muda seperti Xu Chen dengan sebutan Tuan. Namun saat ia ingin bertanya lebih jauh Kuo Huo dan Xu Chen sudah meninggalkannya.
Ying Yue tersenyum penuh makna "Hehehe, dia adalah pria pertama yang tidak menatapku takjub."
...****...
Support author dengan Like Komen dan Vote.
__ADS_1
See You.