Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 87. Insiden Restoran


__ADS_3

"Hei, anak muda apa maksudmu menggangu kami seperti ini, apa kau cari mati!"


Seorang pria paruh baya berteriak marah ke arah Xu Chen karena pemdua itu baru saja menumpahkan makan yang hendak mereka santap dengan sengaja.


Pria paruh baya itu tidak sendiri ada rekannya dua orang lagi, umur mereka bertiga kira-kira hampir sama yakni berkisar 30 sampai 35 tahunan. Penampilan ketiganya pun cukup menarik dengan pakaian sutra dan pedang yang tersarung di pinggang.


Sekali lihat semau orang bisa tahu bahwa ketiganya bukanlah orang biasa, dilihat dari pakainya mereka adalah bangsawan.


"Ah, maafkan aku!" Xu Chen menundukkan kepalanya merasa bersalah, "Tapi aku sengaja!" seketika seiringa lebar menghiasi wajah pemuda itu.


Ketiga pria itu tersentak kaget dengan jawaban yang Xu Chen lontarkan, mereka tidak pernah menduga akan mendapatkan perlakuan begitu buruk dari seorang junior.


"Apa yang kau inginkan anak muda?"


"Membunuh kalian bertiga!"


"Dasar gila! apa kau ingin merasakan pedang ini?"


"Sejujurnya ya, bagaimana kalau memukulku di bagian sini beberapa kali."


"Apa kau pikir ini main-main!"


Seorang pria yang paling muda dari mereka maju ke depan degan mengepalkan tangannya geram, "Kalau begitu dengan senang hati aku akan mengabulkannya!" pria tersebut mengayunkan pedangnya tepat ke arah lengan Xu Chen.


Xu Chen sejujurnya melakukan ini karena ingin menetes Tubuh Iblisnya, dari yang Kaisar Kegelapan katakan seharusnya pedang biasa tidak akan bisa menembus kulitnya, karena memang belum memiliki kesempatan bertarung sejak memiliki Tubuh Iblis, Xu Chen akhirnya memutuskan untuk mengujinya sekarang.


Hasilnya sesuai harapan Xu Chen, pedang pria tersebut tidak bisa melukainya bahkan sekedar menggoreng kulitnya.


"B-bagaimana bisa?" pria tersebut menatap pedangnya dan Xu Chen bergantian, karena saat ini bukan sasarannya yang terluka namun pedangnya yang retak.


"Ck, ck, ck, pengontrolan Qi-mu sangat buruk, bagaimana bisa kau menjadi seorang Kultivator jika seperti itu?" Xu Chen melirik bajunya yang robek tepat di mana pedang menghantamnya.


'Tidak buruk, setidaknya senjata biasa tidak akan melukaiku'

__ADS_1


Ketiga pria itu kemudaan menjadi waspada terhadap Xu Chen, ketiganya lalu menarik pedang masing-masing lalu menghunuskannya ke arah Xu Chen.


"Sudah cukup, aku sudah memiliki gambaran tentang kekuatan tubuhku. Jadi saatnya kalian beristirahat..." Xu Chen menarik Pedang Malam Abadi dari sarungnya.


"Haih, akhirnya aku memiliki kesempatan untuk mengetes ketajamanmu," Xu Chen memandang Pedang Malam Abadi.


Berbeda dengan Xu Chen, ekspresi ketiga orang menjadi diam ketika melihat Pedang Malam Abadi dikeluarkan dari sarungnya, mereka mengenali Pedang Malam Abadi sebagai pusaka tingkat tinggi.


Namun mereka tidak memiliki waktu berpikir lebih jauh atau merebut Pedang Malam Abadi karena, tiba-tiba tubuh mereka merasakan tekanan yang luar biasa diikuti dengan nafas yang sesak, seolah udara enggan untuk mendekati mereka.


"Ada apa? mengapa tubuhku tidak bisa digerakkan?"


"Uh, aku tidak bisa lagi menahan beban tubuhku!"


"Diam! sebaiknya fokus padanya."


Kultivasi mereka bertiga tidak setinggi Xu Chen jadi wajar hanya dengan aura ketiganya bisa tertekan, namun dari ketiganya ada seorang yang terlihat tidak terlalu terpengaruh dengan aura Xu Chen, kelihatannya dialah yang memimpin rombongan ini dan memiliki tingkat Kultivasi yang tinggi.


Mendengar rekan mereka menyinggung Xu Chen, kemudian keduanya mengalihkan perhatian pada pemdua tersebut dan betapa terkejutnya keduanya ketiak pandangan mereka bertemu dengan Xu Chen.


Xu Chen memang sedang melepaskan aura kematian berserat aura tubuh iblis, jadi wajar ketiganya tertekan karena kombinasi tersebut bahkan bisa menekan kultivasi yang lebih tinggi dari Xu Chen sendiri, tapi untunglah pemuda itu tidak melepaskan seluruh aura yang dia miliki.


"Ah, sepertinya kau yang terkuat? baguslah permainan ini bisa lebih lama!" Xu Chen melirik pria yang tinggal terlalu terpengaruh terhadap auranya.


"Baiklah, mari kita mulai!" Xu Chen tiba-tiba hilang dari pandangan semua orang.


**


Para tamu yang sedang menyantap makanan dengan damai, tiba-tiba dikejutkan dengan keributan dari salah satu meja dan langsung menyita perhatian mereka.


Kebanyakan dari mereka orang biasa, jadi mereka tidak terlalu mengetahui situasi yang terjadi, melihat orang-orang yang membuat keributan membawa pedang mereka hanya bisa menyimpulkan bahwa akan ada pertarungan antara Kultivator.


Yang memiliki insting kuat memilih meninggalkan restoran sebelum suasana semakin tidak terkendali dan tidak ingin terlihat dalam masalah yang melibatkan Kultivator, sementara orang-orang yang penasaran bertidak bodoh dengan ingin menyaksikan apa yang terjadi.

__ADS_1


Li Yue yang sedang menyantap makanannya memilih menghentikan kegiatannya, dia memilih untuk menyaksikan Xu Chen, terlihat jelas rasa khawatir di wajahnya.


Li Yue membuka tutup mulutnya ketika menyaksikan pertempuran Xu Chen melawan ketiga pria yang tidak dikenal.


"Aku tidak menduga Chen Gege sekuat itu!"


Seseorang yang bukan Kultivator pun bisa melihat pertempuran yang berat sebelah, tiga orang pria dewasa disudutkan oleh seorang pemuda. Gerakan ketiga pria dewasa terlihat kaku seolah baru saja memegang pedang dan tidak pernah terlibat dalam pertemuan.


Ayunan-ayuna pedang ketiganya kaku dan tidak mematikan, orang-orang yakin bahkan seorang anak kecil pun bisa menghindarinya.


Permainan pedang pemdua tersebut sangat indah halus, lentur, namun mematikan, setiap ayunan dan tebasan seolah dirancang untuk membunuh lawan pada titik vitalnya, jantung, kepala, otak itulah sasarannya.


Setiap mata yang menyaksikan hal tersebut tidak bisa untuk tidak kagum bahkan beberapa sudah terbius pesona permainan pedang tersebut, namun hal itu tidak berlangsung lama karena permainan pedang tersebut menjadi insiden berdarah.


**


Xu Chen hilang dari pandangan seperti tidak pernah ada di tempat tersebut, ketiga orang tentu panik melihat hal ini namun ketiganya tetap memasang posisi siaga.


Benar saja Xu Chen tiba-tiba muncul tepat di belakang tiga pria tersebut dengan pedang yang terhunus.


"Tebasan Ilusi," Tebasan Ilusi adalah tehnik Pedang Pembantai Jurus pertama, Tebasan Ilusi menitikberatkan pada kecepatan ayunan pedang pengguna dalam mengoyak target.


Tehnik Pedang Pembantai, sebuah tehnik tingkat tinggi yang jarang ditemukan di dunia manapun, karena hal itu ketiga pria tersebut tidak mempunyai waktu untuk menghindar, ketiganya lalu mengalirkan Qi sebanyak-banyaknya untuk melindungi tubuh.


Slash.


Dalam sekali tebas, Xu Chen berhasil mendaratkan Pedang Malam Abadi tepat kepada tiga pria tersebut, membuat mereka terpental mundur beberapa langkah, salah satu dari mereka memuntahkan darah segar akibat tidak bisa menahan kekuatan Tebasan Ilusi, dan juga karena faktor pengendalian Qi yang minim.


"Haih, aku sudah mengira kalian lemah! tapi aku tidak mengira kalian selemah ini!"


...****...


Tidak terasa sudah genap dua bulan saya berkarya di Noveltoon/Mangatoon. Dalam kesempatan ini saya mau menyampaikan bahwa menghasilkan karya bukanlah perkara mudah butuh ketekunan, kerja keras dan yang terpenting pantang menyerah.

__ADS_1


Saya selalu berharap bisa menghasilkan karya yang dapat diterima dan disukai banyak orang, namun saya sadar hal itu tidak segampang sekedar menulis butuh perhitungan alur, plot dan lain-lain secara matang. Saya selalu berusaha berkarya memberikan yang terbaik.


Jadi saya hanya minta dukungan dari kalian untuk Legend Of Darknes dalam bentuk apapun!!!


__ADS_2