
Terjadi dialog antara pemuda Tang dengan Tuan Muda Wang yang membawa gadis, dari yang terdengar oleh Xu Chen mereka membicarakan transaksi bisnis oleh kedua pihak namun barang yang dijanjikan Tuan Muda Wang tidak kunjung datang, Tuan Muda Wang menyalahkan gadis bersamanya.
"Tuan Muda Fang aku bisa menjelaskannya," orang yang dipanggil Tuan Muda Wang melirik wanita yang diseretnya menyuruh untuk menjelaskan.
Mendapat tatapan tajam dari Tuan Muda Wang sang gadis mulai menjelaskan walau terbata-bata, "Sungguh aku sudah mengatur semuanya, seharusnya barang yang Tuan Muda Fang pesan sudah semalam paling lambat pagi ini, namun aku belum mendapat kabar dari pembawa barang yang anda pesan."
"Aku tidak butuh alasanmu! kau harus bertanggung jawab karena membuatku melanggar janji pada Tuan Muda Fang," Tuan Muda Wang kembali mendaratkan satu tamparan lagi pada wanita tersebut.
Berbeda dengan para tamu yang melihat wanita tersebut dengan tatapan kasihan, Xu Chen sama sekali tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya, pemuda itu hanya melirik Tuan Muda Wang sesat lalu kembali melanjutkannya makanya dengan acuh.
"Wang? nama ini sungguh tidak asing," Xu Chen terus memutar otaknya namun tidak ada bayangan nama Wang yang melintas.
Sebenarnya dari para tamu yang menyaksikan hal itu ingin membantu wanita tersebut namun sesuatu sepertinya menghentikan mereka.
"Hei, apa kau tahu dia adalah anak walikota yang baru menjabat beberapa tahun ini."
"Ya, sikapnya sangat buruk. Jika bukan karena ayahnya yang memiliki kekuasaan dia tidak akan bisa semena-menah seperti itu."
"Ya, kau benar!" para tamu mulai berbisik-bisik sesama mereka, namun Xu Chen bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan akibat Tubuh Iblisnya.
Xu Chen hampir tersedak makanan yang baru saja ditelannya ketika mendengar para tamu yang berbisik-bisik, namun wajah datar Xu Chen perlahan-lahan tersenyum menyeramkan.
Xu Chen sebenarnya mengenali wajah Xu Wang namun karena cahaya yang kurang makan wajah Tuan Muda Wang tidak jelas, namun ketika Xu Chen mendengar orang-orang menyebut Tuan Muda Wang adalah anak dari Walikota tentu dia langsung menyadarinya.
__ADS_1
"Wang, Xu Wang! Hehehe, pantas aku merasa tidak asing teryata sepupu 'ya, aku akan bermain sebentar kalau begitu."
Xu Chen bangkit dari tempat duduknya lalu mendekati meja Tuang Muda Fang bersama Tuan Muda Wang, aksinya tersebut mengundang tatapan penasaran dari semau tamu yang berada di restoran penginapan.
Tuan Muda Fang bersama ketiga pria yang berdiri di belakangnya serta Tuan Muda Wang menaikan alis mereka ketiak melihat seorang pemuda mendekati mereka.
Ketiga orang yang berdiri di belakang Tuan Muda Fang ingin menghentikan pemuda tersebut namun tuan mereka menghentikannya.
"Maaf namaku Xian Chen aku hanya ingin bertanya sesuatu."
Tuan Muda Wang menaikan alisnya, terlihat ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, dirinya hanya memandang Xu Chen dengan tatapan sulit diartikan.
Tuan Muda Fang sebenarnya tidak suka dengan kehadiran Xu Chen, dirinya ingin mengusir Xu Chen, namun saat dirinya melihat pedang berwarna hitam pekat tersarung rapi terletak di pinggang Xu Chen, dari tebakan Tuan Muda Fang, Xu Chen bukanlah orang sederhana.
"Apa yang kau inginkan?" Tuan Muda Fang berbicara sesopan mungkin, meski Xu Chen bisa menangkap rasa tidak suka di dalamnya.
Tuan Muda Wang, Tuan Muda Fang, beserta semua orang yang mendengar jelas perkataan Xu Chen tidak bisa untuk tidak kaget, sementara wanita yang diseret Tuan Muda Wang sejak tadi dan hampir kehilangan kesadaran kini memandang Xu Chen dengan tatapan memohon.
Xu Chen mendapat tatapan tersebut hanya mendengus tidak peduli, pengalaman Xu Chen dengan beberapa wanita membuatnya tidak ingin terlibat lagi dengan mahluk yang disebut wanita, meskipun hanya sekedar membantunya.
"Aku tidak salah dengan pemuda itu berani sekali berbicara seperti itu pada Tuan Muda Wang."
"Aku setuju denganmu, sepertinya pemuda itu bukan berasal dari kota ini, sampai tidak mengetahui anak walikota itu."
__ADS_1
"Aku rasa dia ingin menjadi pahlawan."
Para tamu yang melihat aksi Xu Chen menganggap pemuda yang tengah berdiri di depan Tuan Muda Fang dan Tuan Muda Wang tersebut bodoh, kehilangan akal, namun tidak sedikit yang memuji keberanian Xu Chen meski tidak diungkapkan.
"Apa yang kau bicarakan Tuan E, aku tahu anda seorang Kultivator namun mempermalukanku seperti ini tidak akan berakhir baik!" Tuan Muda Fang mengerutkan alisnya dan berkata sedikit geram namun tertahan sambil melirik ketiga pria yang berdiri tegap di belakangnya.
Berbeda dengan Tuan Muda Fang yang terlihat begitu risih, Tuan Muda Wang hanya diam dan memandangi Xu Chen dari waktu ke waktu, Tuan Muda Wang terlihat menyadari sesuatu namun tidak mengetahuinya. Xu Chen menyadari hal tersebut namun bersikap seolah tidak mengetahuinya.
Xu Chen hanya menebak Tuan Muda Wang tidak asing dengan wajahnya karena pada dasarnya mereka berdua memang keluarga, namun hal yang membuat Tuan Muda Wang belum mengenali Xu Chen karena Xu Chen dahulu berbeda penampilan maupun wajah dengan yang sekarang, tubuh Xu Chen sekarang menjadi lebih besar dan gagah wajahnya pun semakin tampan, efek dari Tubuh Iblis.
"Aku hanya sedang makan dengan damai tadi sebelum kedatangan kalian yang sangat tidak biasa," Xu Chen melirik ke arah Tuan Muda Wang sekejap lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada Tuan Muda Fang, "Kau tahu aku sangat tidak suka diganggu ketika makan!"
Kerutan di wajah Tuan Muda Fang semakin terlihat, tentu dia sangat tersinggung dengan kata-kata yang Xu Chen lontarkan bagai menampar keras wajahnya di keramaian.
Tuan Muda Fang kembali melirik tiga pria yang berada di belakangnya, "Apa yang kalian tunggu? apa kalian ingin melihatku dipermalukan lebih jauh?" Tuan Muda Fang berkata dengan lantang sedikit berteriak.
Xu Chen hanya tersenyum ringan melihat tiga pira paruh baya berbadan kekar serta memegang golok di tangan maju ke arahnya dengan percaya diri, sementara para tamu mulai menahan nafas melihat hal itu.
Xu Chen melepaskan Aura Kematian beserta Aura Tubuh Iblis dari tubuhnya bersamaan, spontan hal tersebut membuat semua orang terkejut tanpa terkecuali.
Tiga pria paruh baya atau pengawal Tuan Muda Fang begitu percaya diri namun saat ketiganya sebentar lagi mancapai tubuh lawannya, tiba-tiba mereka merasakan tubuhnya seperti ditimpa batu besar begitu juga dengan nafas yang seketika menjadi sesak, seolah-olah udara di sekitar mereka lenyap begitu saja.
Namun ketiga pria tersebut sadar ketika pandangan mereka bertemu dengan pandangan pemuda di depan mereka.
__ADS_1
...****...
Beberapa hari ini up tidak menentu karena kesehatan author terganggu.