
"Bre***ek kau! mengapa kau begitu tidak sopan pada wanita!" teriak marah si wanita
Xu Chen mendapati bentakan si wanita hanya mengerutkan keningnya "Mengapa kau menyalahkanku? kaulah yang menyerangku dan mengikutiku lebih dulu?" ujar Xu Chen tak terima dengan tuduhan si wanita
Wanita itu tak menjawab hanya mendengus kesal ke arah Xu Chen "Hei! ngomong ngomong! siapa namamu?" tanya si wanita sambil berdecak pinggang seraya mengulurkan tangannya ke arah Xu Chen
Melihat si wanita mengulurkan tangannya Xu Chen tak membalasnya pemuda itu segera memasang senyum menggoda dan segera mendorong tubuh si wanita ke arah pohon dan langsung memojokkannya, Xu Chen mendekatkan wajahnya ke wajah si wanita dan berkata menggoda "Oh! nama! kau bisa memanggilku Chen! tapi aku belum memberi pelajaran pada nona karena telah mengikutiku sampai ke hutan ini?"
Xu Chen sengaja tak memberitahukan marganya kepada si wanita pemuda itu tak mau kalau identitas aslinya sebagai anggota keluarga Xu terbongkar setidaknya sampai ia menghancurkan kekaisaran Qin
Wajah si wanita merah merona lantaran terlalu dekat dengan wajah Xu Chen, wanita itu dengan gelagapan berkata "Lalu apa yang ingn kau lakukan padaku?" sambil mendorong agar Xu Chen tak terlalu dekat dengannya
Namun Xu Chen tak bergeming sama sekali bukannya menjauh karena dorongan si wanita Xu Chen malah lebih mendekatkan tubuhnya kepada si wanita membuta si wanita menundukkan dalam wajahnya karena malu
"Apa yang ingin aku lakukan...?" ujar Xu Chen mengulang perkataan si wanita, sambil memandangi tubuh si wanita dari atas ke bawah Xu Chen mendekatkan bibirnya ke telinga si wanita dan berbisik dengan menggoda "Tentu saja karena kau telah mengikuti sejauh ini! maka kau setidaknya harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu!" seraya mencengkram erat kedua lengan si wanita
Mendengar perkataan Xu Chen yang begitu ambigu si wanita segera memberontak dari cengkraman Xu Chen "Apa yang ingin kau lakukan? lepaskan aku! atau tidak aku akan teriak"
Xu Chen tak memperdulikan perkataan si wanita pemuda itu lebih keras mencengkram si wanita dan kembali berbisik "Teriaklah sesukamu! tidak akan ada yang akan mendengarmu di hutan seperti ini!"
Si wanita lebih keras memberontak dari cengkraman Xu Chen "Tolong! tolong aku!" teriak si wanita
Melihat reaksi si wanita perlahan terukir senyum di wajah Xu Chen, pemuda itu kembali berbisik kepada si wanita "Nona tenanglah sedikit! tidakkah nona pikir ini tempat bagus untuk melakukannya! nona tidak perlu takut aku janji ini tidak akan lama!"
"Kau Gila! lepaskan, lepaskan aku atau tidak aku akan membunuhmu bre***ek!" teriak si wanita sambil terus memberontak dari cengkraman Xu Chen
Melihat reaksi si wanita yang begitu panik Xu Chen tak bisa lagi menahan tawanya, seketika tawa Xu Chen pecah "Hahahaha! hahahaha! ini sangat lucu! sekarang aku mengerti mengapa Guru senang sekali mengerjaiku!" ujar Xu Chen masih dengan tawa yang terbahak
Si wanita segera mengerutkan keningnya bingung melihat pergantian peristiwa yang tiba tiba di depannya "Apa kau Gila?" tanya si wanita pada Xu Chen
"Haha! kau wanita bodoh! kau gampang sekali di tipu! ekspresimu itu sangat lucu!" ujar Xu Chen seraya memegangi perutnya yang sakit akibat berlebihan tertawa
Si wanita semakin mengerutkan keningnya "Apa maksudmu bre***ek?" tanya bingung si wanita
__ADS_1
"Apa kau pikir aku akan melakukan hal seperti itu? aku hanya bercanda? oh siapa namamu?" balas Xu Chen santai
Si wanita memasang senyum manis dan berkata "Namaku Yan Yu!" namun ia tak berhenti sampai di situ Yan Yu segera mengangkat kakinya menendang ke arah ************ Xu Chen
Xu Chen memang tak siap dan tak menduga hal itu akan terjadi 'strike' tendangan Yan Yu berhasil mendarat sempurna di ************ Xu Chen, membuat pemuda itu segera jatuh ke tanah berguling dan meringis kesakitan di tanah "Akh! mengapa kau melakukan itu?" tanya Xu Chen masih dengan meringis dan memegang kem***nnya
Melihat penderitaan Xu Chen Yan Yu tertawa puas "Hahaha! rasakan itu! itulah jika kau berani bermain main denganku!" ujar Yan Yu mengejek Xu Chen
"Lihat saja! aku akan membalasmu nanti!" teriak marah Xu Chen
***
(Sekte Gagak Hitam - kediaman patriak sekte Gagak Hitam)
"Siapa yang berani melakukan ini pada kalian?" teriak marah Patriak sekte sambil memukul meja besar di depannya membuat meja besar yang malang itu pecah seketika
"Dia seorang pemuda! Patriak!" balas seorang pemuda dari keenam pemuda yang di hajar Xu Chen ketika di rumah makan pagi tadi
"Apa? seorang pemuda menghajar kalian berenam sendirian? berada di ranah apa pemuda itu?" teriak marah Patriak sekte
"Apa? Seorang ranah Practitioner bintang dua mengalahkan kalian berenam sendirian! bagaimana bisa? kalian berenam yang berada diranah yang sama dengannya tidak berdaya melawannya?"
"Maaf Patriak! pemuda itu sangat kuat!meskipun kami berada di ranah yang sama dengannya tapi kami berenam di buat tak berdaya olehnya! mungkin pemuda itu menyembunyikan ranah kultivasi yang sebenarnya!"
"Apa kau bodoh? bagaimana mungkin seorang pemuda berusia tujuh belas tahun memiliki kultivasi yang lebih tinggi itu...?"
"Apa kau tahu dimana pemuda itu berada?" tanah Patriak sekte
"Sepertinya dia menuju lembah Siluman! patriak!" balas seorang pemuda
Mendengar itu patriak sekte memasang senyum liciknya "Segera kirim orang terbaik kita dan habisi pemuda itu secepatnya! kalian berenam ikutlah dan bawah mayat pemuda itu kemari!" titah patriak sekte memberi arahan pada bawahannya
"Siap laksanakan Patriak" balas keenam pemuda serentak
__ADS_1
Setelah itu keenam pemuda pamit undur diri dan segera melaksanakan apa yang patriak mereka perintahkan
***
Ditengah hutan terlihat Xu Chen bersama seorang wanita atau Yan Yu mengekor di belakangnya berjalan menyusuri lebatnya hutan
Sebenarnya Xu Chen tak ingin membawa Yan Yu bersamanya tetapi karena Gadis ini terus merengek pada Xu Chen dan berkata tidak tau jalan pulang, Xu Chen akhirnya membiarkannya mengikutinya asalkan Gadis itu tidak banyak bertanya
Namun teryata Xu Chen salah Gadis yang ia bawa teryata sangat bawel hinggah membuta Xu Chen sakit kepala
"Kemana kita akan pergi?" tanya Yan Yu
Xu Chen mengerutkan keningnya pemuda itu membalas "Bisakah kau diam! memangnya siapa yang mengizinkanmu untuk mengikutiku?"
Mendengar itu Yan Yu memanyunkan bibirnya "Mengapa kau begitu kasar pada seorang Gadis sepertiku?" ujar Yan Yu bernada Genit
"Berhenti menggodaku! atau aku akan meninggalkanmu di sini! aku bingung? kau bisa mengikutiku sampai ke hutan ini! tapi kau bilang kau tidak tau jalan pulang? dan kau belum mengatakan mengapa kau mengikutiku tadi? dasar wanita aneh!" balas Xu Chen bingung dengan tingkah Gadis yang tengah bersamanya
"Mengapa kau begitu banyak bicara? kau melarangku banyak bicara tapi kau malah banyak bicara? huh!"
"Diam! atau aku akan membunuhmu!"
Mendengar ancaman pemuda di depannya Yan Yu tak membahas lebih jauh lagi Gadis itu diam seribu bahasa ia bisa melihat ancaman Xu Chen kali ini tak main main
Setelah itu tak ada lagi percakapan antara keduanya Yan Yu hanya patuh mengikuti Xu Chen tanpa banyak bicara sedangkan Xu Chen hanya diam tak menghiraukan Gadis yang mengikutinya terus menerus, bagi pemuda itu tujuannya hanya satu pergi ke lembah Siluman mencari tanaman herbal untuk membuat pil agar membantu mengembalikan kultivasinya
Beberapa menit Keduanya berjalan kini sampailah Xu Chen ke tempat tujuannya
Xu Chen menatap ke depannya lebih tepatnya lembah gelap yang ada di depannya, lembah yang di apit Gunung tinggi serta tebing tebing yang curam
Xu Chen berkata kagum "Woah! apa ini yang dinamakan lembah Siluman! ini sangat luar biasa!"
***
__ADS_1
Hai reader! Author tak henti hentinya mengingatkan untuk selalu meninggalkan like dan komen setelah membaca Legend Of Darknes dan juga vote suatu bentuk support buat karya author
See you in the next Chapter Bye Bye