Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 48. Menjadi Alkemis


__ADS_3

Xu Chen mengerutkan dahinya mendengar marga kakek tua adalah Huang. Tentu ia tahu siapa yang memiliki marga Huang di desa ini.


"Huang?" Xu Chen sedikit meninggikan suaranya. "Apa senior adalah...?!" Xu Chen memandang Huang Po Sin meminta penjelasan.


"Ya, tepat seperti yang kau pikirkan. Aku bocah Ho itu saling berhubungan!"


Xu Chen kembali dibuat bingung dengan perkataan Po Sin. Jika ia memanggil pria setua Huang Ho dengan sebutan bocah, maka siapa Xu Chen di mata Huang Po Sin.


Sebenarnya Xu Chen bisa melihat dari penampilan Po Sin, ia bisa menerka usia Huang Po Sin tidak jauh dari usia Huang Ho. Jika Xu Chen mengira-ngira usia keduanya hanya beda dua sampai tiga tahun.


"Maaf senior! apa senior saudara pak tua Ho?" Xu Chen bertanya hati-hati takut kembali menyinggung senior di depannya.


Huang Po Sin mendengus kesal "Huh, bilang saja seperti itu!?"


Xu Chen sebenarnya ingin bertanya lebih jauh dan lebih banyak mengenai Huang Po Sin. Namun, Xu Chen mengurungkan niatnya ia bisa melihat lelaki tua di depannya tidak suka untuk ditanya-tanya.


"Sekarang beri aku tahu tentangmu, Chen?!" Huang Po Sin memandang Xu Chen penuh arti.


"Bukankah semua orang di desa ini sudah tahu tentang aku!? apa yang Senior Po Sin maksud adalah kisah hidupku?!" batin Xu Chen.


"Apakah senior memang tidak mengetahui siapa aku?!" Xu Chen tahu, ia cukup terkenal di desa ini.


"Ya tentu, aku tahu siapa kau!" Huang Po Sin meninggikan suaranya. "Kau adalah anak dalam ramalan, anak yang menyelamatkan desa ini, kan?"


Xu Chen menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Huang Po Sin.


"Tetapi bukan itu yang aku maksud? Aku ingin mengetahui mengenai kisah hidupmu?"


Xu Chen bingung ingin menceritakan bagaimana kisah hidupnya. Kisah Xu Chen adalah kisah tragis yang berdarah, ia tentu tidak akan menceritakan kisah itu pada orang lain, apalagi orang seperti yang baru ia kenal dan misterius seperti Huang Po Sin.


Huang Po Sin melihat dari ekspresi Xu Chen, ia bisa menebak kalau pemuda itu tidak ingin menceritakan apa-apa tentang kisahnya.


"Baiklah, baiklah!" Huang Po Sin menggoyang-goyangkannya tangannya. "Kalau begitu beri tahu aku, mengapa kau tidak ingin berlutut padaku dan apa tujuanmu datang kemari?"

__ADS_1


Xu Chen mengatakan ia tidak ingin berlutut karena sudah memiliki orang yang ia hormati dan tidak akan menjatuhkan lututnya pada sembarangan orang.


Huang Po Sin tidak tersinggung sama sekali dengan perkataan Xu Chen. Ia malah terlihat kagum dengan pemuda seperti Xu Chen, meskipun di tengah tekanan, tetapi Xu Chen tetap teguh pada prinsipnya.


Xu Chen kemudian mengatakan niatnya datang kemari untuk belajar mengenai membuat Pil dan obat.


Huang Po Sin sangat mengapresiasi keinginan Xu Chen, ia mengatakan jarang sekali ada pemuda yang ingin belajar mengenai alkemis kerena menurut mereka Alkemis sangat kuno dan tidak kerena. Huang Po Sin bahkan menawarkan dirinya untuk menjadi Guru Xu Chen.


Namun tentu, Xu Chen langsung menolak hal itu dengan sopan. Bagi Xu Chen Gurunya hanyalah satu dan akan terus seperti itu.


"Kau mengatakan ingin belajar mengenai alkemis, tetapi kau tidak ingin menjadi muridku!?" Huang Po Sin memandang Xu Chen meminta penjelasan.


Xu Chen mengatakan sudah tahu sedikit mengenal alkemis dan bisa melakukan itu sendirian.


Xu Chen tentu berbohong mengenai hal ini, sejujurnya pemuda itu tidak tahu sama sekali mengenai alkemis, ia hanya membaca buku itupun tidak terlalu detail.


Huang Po Sin tak mengerti dengan pemikiran Xu Chen. Huang Po Sin bisa melihat bahwa Xu Chen sama sekali tak mengeri dengan alkemis, tetapi pria tua itu tak memaksakan kehendaknya, ia mengizinkan Xu Chen untuk memakai tempatnya, tetapi dengan satu syarat. Huang Po Sin selalu mengawasinya.


***


Xu Chen sudah berdiri di depan alat-alat beserta beberapa tanaman herbal untuk membuat Pil.


Xu Chen banyak sedikit tahu benda-benda apa yang itu, ia mengetahui itu dari buku yang ia baca beberapa tahun lalu.


"Anak bodoh!" Kaisar Kegelapan tiba-tiba bersuara setelah sekian lama bungkam. "Apa kau gugup?"


Kaisar Kegelapan mengatakan itu kerena ia bisa merasakan ada getaran di tangan Xu Chen.


"Tenanglah! terimalah ini," Kaisar Kegelapan berkata dengan nada santainya seperti biasa.


Kaisar Kegelapan mulai mentransferkan berbagai pengetahuan mengenai tanaman herbal, benda-benda pembuat Pil, cara membuat dan semua hal yang berhubungan dengan alkemis. Bahkan Kaisar Kegelapan mentransferkan juga mengenai ilmu racun.


Xu Chen bisa merasakan rasa sakit dahsyat menyerang kepalanya hingga sampai ke bagian terdalam yaitu otaknya. Namun, Xu Chen tetap tegar menahan rasa sakit proses pentransferan itu. Xu Chen tahu kalau ia melawan rasa sakit itu, maka otaknya akan rusak dan akan berakhir menjafi idiot.

__ADS_1


Huang Po Sin melihat Xu Chen dari kejauhan hanya diam mematung. Namun, seperti menahan rasa sakit.


"Apa yang dilakukannya?" Huang Po Sin berkata pada dirinya sendiri.


Proses itu hanya berjalan beberapa detik karena itu Xu Chen bernafas lega.


"Huhh, cara ini memang efisien tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk belajar, tetapi meski begitu rasa sakit yang ditimbulkannya sangat dahsyat!"


"Persetan dengan semua hal itu. Sekarang otakku dipenuhi dengan pengetahuan!"


Xu Chen mengaku rasa sakit yang ia terima sebanding dengan pengetahuan yang ia dapatkan. Namun, saat Xu Chen mengorek-ngorek pengetahuan yang diberikan gurunya satu hal membuat Xu Chen mengerutkan dahinya.


"Racun?" Xu Chen mengerutkan dahinya. "Mengapa Guru memberikan Murid ilmu racun?" Xu Chen memutuskan bertanya pada orang yang memberikannya pengetahuan.


Kaisar Kegelapan dengan santai menjawab bahwa Xu Chen akan sangat membutuhkan ilmu itu nanti dan akan berterimakasih padanya. Kaisar Kegelapan juga menjelaskan bahwa ilmu racun yang ia berikan hanyalah tingkat rendah dan melarang Xu Chen memikirkan itu lebih jauh.


Xu Chen menganggukkan kepalanya mengerti. "Persetanlah, lagi pula aku menang seorang Kultivator kegelapan yang di anggap hina tak ada salahnya mempelajari ilmu seperti ini!?" pikir Xu Chen.


Ilmu Racun memanglah dianggap hina di tanah kultivator karena menentang prinsip-prinsil kesatria.


Xu Chen masih sibuk berpikir. Namun, tiba-tiba suara Huang Po Sin membuyarkan semua pikiran Xu Chen.


"Anak muda, apa kau hanya ingin terus berdiam seperti itu!?"


Xu Chen menengok ke arah Huang Po Sin sambil tersenyum canggung "Hehe, maafkan aku senior, aku akan memulainya sekarang."


Huang Po Sin menggelengkan kepalanya ringan melihat tingkah Xu Chen "Haih, apa kau benar-benar bisa membuat Pil, aku jadi meragukan itu!?" batin Huang Po Sin meragukan Xu Chen.


...*****...


Support author dengan Like/Komen dan Vote.


See You.

__ADS_1


__ADS_2