
Tiba-tiba saja sosok Lyan terlihat besar di mata Adola. Membuatnya merasa terancam sehingga panik. Ia segera menyudahi penyerapan energi alam semesta dan langsung mengangkat kedua tangannya ke atas. Sebuah bola raksasa berwarna ungu terbentuk, dengan ukuran yang tidak kalah dari besarnya sebuah planet.
“ADOLAAA!”
Lyan mengangkat jari telunjuknya ke depan. Ia lalu membuat beberapa gerakan dengan jari telunjuknya itu.
SET!
SET!
SET!
Bola ungu raksasa itu tiba-tiba terhenti di udara setelah Lyan menyudahi gerakan jarinya. Hanya jeda beberapa detik, bila ungu itu mendadak terpotong-poting hingga kebagian terkecil sebelum musnah dari pandangan.
Adola terkejut bukan main. Ia lalu melihat Lyan tersenyum seakan mengisyaratkan sesuatu. Lantas ia pun menyadari setelah melihat tubuhnya sendiri terpotong hingga beberapa bagian, membuatnya menjerit kesakitan.
Adola segera meregenerasi dirinya dengan cepat. Ia kemudian terbang tinggi ke atas lalu merentangkan kedua tanganya.
“ADOLAAA!”
Saat Adola berteriak dengan sangat keras, gelombang suaranya membuat ratusan benda angkasa yang berada dalam radius puluhan juta kilometer bergetar secara bersamaan. Tidak lama kemudian ratusan benda angkasa itu pun bergerak. Seakan mendapat perintah dari Adola, semuanya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Lyan dari segala arah.
Lyan tahu serangan sedahsyat ini tidak dapat ia tangkal dengan mudah seperti sebelumnya. Ia pun menutup matanya sambil bergumam.
“LOTUS ...,” Suasana disekitar Lyan tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin.
“KRISTAL...,” Tubuh pemuda itu mendadak dilapisi oleh kristal-kristal berkilau. Disaat semua benda angkasa itu hampir mengenai dirinya, tubuh Lyan yang dilapisi kristal mulai mengeluarkan cahaya yang amat menyilaukan.
__ADS_1
“PEMBEKU!”
TRAAANG!
TRAAANG!
TRAAANG!
Pada saat bersamaan di saat seruan pemuda itu berakhir, ratusan kristal berbentuk lotus raksasa muncul membekukan semua benda luar angkasa yang mendekat.
Lilith tidak dapat menahan keterkejutannya menyaksikan kejadian tersebut. Namun yang lebih terkejut adalah Adola karena sadar serangan pamungkasnya barusan dapat diatasi oleh Lyan yang bahkan belum menggunakan kekuatan penuhnya.
Untuk pertama kalinya setelah terlahir ke dunia, Adola merasa ketakutan. Ia sadar tidak akan sanggup menghadapi Lyan. Bahkan untuk bersaing dengan jari kelingkingnya Lyan, Adola merasa dengan menggunakan seluruh kekuatannya pun tidak akan cukup.
Sadar akan mustahil untuk memenangkan pertarungan ini, Adola akhirnya memutuskan untuk melarikan diri.
Mungkin benar untuk saat ini dia tidak dapat mengalahkan Lyan. Tetapi jika Adola berhasil kabur dan menyerap energi alam semesta lebih banyak lagi, ia yakin ia dapat memusnahkan pemuda itu.
“Jangan pikir kau bisa kabur dari sini.”
Lyan mengibas tangannya, membuat seluruh tubuh Adola hancur berkeping-keping.
Sadar makhluk itu dapat beregenerasi kembali dalam waktu singkat, tanpa membuang-buang waktunya Lyan segera membawa Adola ke dimensi miliknya. Sebuah dimensi yang hanya terdaat kegelapan di dalamnya. Meski pun gelap, namun Lyan dan semua serpihan Adola dapat terlihat jelas di sana.
Saat Adola sudah berhasil beregenrasi sekitar 80%, Lyan segera meletakkan telapak tangannya ke tubuh Adola.
Mendadak Adola merasa seluruh tubuhnya terasa sangat panas, regenerasinya tiba-tiba terhenti. Adola menjerit kesakitan karena tingkat kepanasannya meningkat dengan cepat.
“Selamat tinggal, Adola.”
__ADS_1
Telapak tangan Lyan yang menyentuh tubuh Adola mulai mengeluarkan cahaya. Menerangi tubuh Adola.
“DOOMSDAY!”
KABOOOM!
Setelah ledakan terjadi, suara Adola tidak terdengar lagi. Lyan yakin serangan barusan telah mengakhiri hidup makhluk merepotkan itu.
Lyan pun keluar dari dimensi tersebut. Melihat Lyan keluar sendirian, Lilith yakin jika pemuda itu telah berhasil melenyapkan Adola sepenuhnya.
“Tu-Tuan! Kau sungguh—”
Lyan menyela pembicaraan. “Ini belum selesai, Lilith.”
“Apa maksudmu?”
Melihat Lyan hanya diam tak menjawab dan pandangannya fokus terarah ke atas, ekspresi Lilith datar namun sebenarnya ia sedikit bingung dengan tingkah pemuda itu. Ia pun segera mengikuti arah pandangan Lyan namun tidak menemukan apapun.
“Tidak ada apa-apa di sana. Kenapa kau terus melihat ke sana, Tu-Tuan?”
Lyan melirik ke arah Lilith sejenak sebelum pandangannya kembali tertuju ke atas.
“Melihat iblis selevel Lilith bahkan tidak dapat merasakan kehadiranmu, aku yakin kau adalah salah satu dari Iblis Dosa.” Tubuh Lyan mulai diselimuti aura emas yang berkobar besar. “Segera tunjukkan dirimu. Jika tidak, aku akan memaksamu keluar dari tempat persembunyianmu.”
Mata Lilith sedikit membesar mendengar perkataan pemuda itu. Ia pun kembali mengarahkan pandangannya ke sana.
Tidak lama kemudian suara gelak tawa mulai terdengar dari sana.
“Tidak buruk. Perkembanganmu sungguh melebihi perkiraanku, anak dalam ramalan.”
__ADS_1
Ketika sosok itu mulai menampakkan dirinya, Lilith terkejut bukan main dan langsung bersujud di hadapan sosok itu.
“Lilith memberi hormat, Tuan Lucifer!”