
Seorang pria berambut panjang yang memiliki banyak bekas luka di tubuh kekarnya tiba-tiba muncul di depan goa. Dia melepas tatapan tajam ke arah Master Gyo dan Light yang berada di langit. Tekanan dahsyat dari pria itu membuat Light merasa sesak.
“Ada keperluan apa kalian kemari?”
Suara pria itu terdengar menggema di telinga Master Gyo dan Light.
Master Gyo turun perlahan tepat di hadapan pria itu. Light menyusul perlahan.
Pria itu, Hex, dapat menyembunyikan kemampuannya secara sempurna sehingga Master Gyo tidak dapat mengukur kekuatannya dengan jelas. Melihat pria ini berada di lokasi yang sama dengan Pecahan Kemalasan, sudah dapat dipastikan dia adalah orang yang berada di belakang Pecahan Kemalasan.
‘Orang ini adalah pertapa tingkat atas, aku harus berhati-hati.’ Master Gyo membatin sebelum memberitahu tujuannya mendatangi pulau itu.
“Aku ingin bertemu dengan Pecahan Kemalasan.”
“Jadi kalian adalah manusia benua lain yang dikatakan olehnya?” Tatapan Hex kembali tajam. “Kau pasti orang yang memiliki kepingan jiwa yang lain.”
Master Gyo tiba-tiba merasakan bahaya yang mengancam.
“Awas, Light!”
Master Gyo segera menarik Light mundur dengan cepat. Tiba-tiba saja tempat yang mereka pijak sebelumnya menjadi kubangan besar.
‘Kekuatan macam apa itu?!’ Light terkejut. Dia bahkan tidak dapat menyadari pria itu melancarkan serangan.
Hex tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di belakang mereka berdua. Pria itu dengan santai melepas sentilan pelan mengenai punggung Light.
BAAAM!
Light terhempas ke bawah sambil memuntahkan darah. Sentilan pelan barusan membuatnya merasa seluruh tulang punggungnya terasa patah.
“Ternyata kalian hanya serangga.”
Dia kembali melepas sentilan pelan, Master Gyo cepat-cepat menahan.
BAAAM!
__ADS_1
Meskipun berhasil menahannya, kekuatan sentilan pria itu sangat keras bagikan hantaman palu. Angin yang keluar dari sentilan itu bahkan menghancurkan permukaan tanah dalam radius besar, pepohonan yang terletak ratusan meter di belakang ikut terkena sampai bertumbangan. Master Gyo sendiri sampai terlempar mundur cukup jauh dan kesulitan untuk menghentikan dampak sentilan yang terus membuatnya terseret lebih jauh.
‘Tidak salah lagi. Orang ini adalah Pertapa Langit.’
Hex kembali melepas sentilan lagi tanpa beranjak dari tempat.
BAAAM!
Kekuatan yang dihasilkan dari sentilan kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya membuat sebagian pulau itu hancur bersama dengan pulau-pulau di dekat sana. Master Gyo yang menahan dari jauh sampai memuntahkan darah segar.
‘Tidak, aku salah, orang yang bisa menciptakan kerusakan sebesar ini hanya dengan angin sentilannya … dia seorang Pertapa Semesta.’
Sebelum tiba di pulau Master Gyo sudah menyadari orang yang bersama dengan Pecahan Kemalasan akan sulit untuk dihadapi. Perkiraannya tidak jauh dari Pertapa Langit. Dengan tubuh Lyan yang telah menjadi pertapa setidaknya dia masih bisa bertarung dengan sengit dan masih berpeluang memenangkan pertarungan.
Tidak terbayangkan olehnya musuh yang dihadapi ternyata seorang Pertapa Semesta, seseorang yang bahkan jauh lebih kuat dari Zemus, pria tua yang telah membuatnya menghabiskan hampir seluruh masa hidup.
“Lumayan. Kau lebih kuat dari serangga satunya. Sebagai bentuk apresiasiku karena dapat bertahan setelah terkena dua sentilan, kali ini aku akan melakukannya dengan kekuatan maksimal—”
“Siapa yang kau katakan serangga barusan?”
Light bangkit perlahan dengan tubuh bersimbah darah.
BAAAM!
Light terlempar cukup jauh akibat angin dari sentilan.
“Tarik kembali ucapanmu.”
Light perlahan bangkit kembali dengan susah payah.
“Ternyata aku salah. Selain lemah, kau serangga yang cukup mengganggu. Kali ini aku akan membunu—”
Hex menghentikan ucapannya setelah melihat empat senjata turun dari langit, menancap di empat penjuru sekitar Light.
“Mari kita lihat siapa yang akan terbunuh.”
“HAAAH!’ Light berseru lantang membuat permukaan tanah pada pulau itu bergetar hebat. Hex segera menciptakan perisai transparan berbentuk kubus besar yang menutupi mereka. Dasar perisai transparan itu berada sedikit di atas permukaan tanah sehingga ledakan hasil dari gelombang energi yang diciptakan Light dapat diredam tanpa menambah kerusakan pulau.
__ADS_1
Dari kepulan asap yang menipis terlihat tubuh Light yang sedikit demi sedikit mengalami keretakan. Di sisi lain dapat terlihat keempat senjatanya terus menyalurkan energi hitam pekat padanya.
Master Gyo menyadari keretakan tubuh pria itu menandakan dirinya sedang memasuki fase rekonstruksi tubuh. Dia tidak menyangka Light berani mempertaruhkan nyawanya dengan menggunakan metode menyerap energi matahari hitam agar menjadi seorang pertapa. Metode ini bahkan tidak pernah terpikirkan oleh siapapun. ‘Dasar orang gila! Dia bahkan memasuki fase rekonstruksi tubuh dengan cara berdiri. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran orang ini.’
Sementara Hex tertawa pelan menyaksikan peristiwa tersebut.
“Sungguh menarik. Aku yang bahkan penduduk benua ini tidak pernah berpikir energi matahari hitam dapat membuat seseorang memasuki fase rekonstruksi tubuh. Karena kau menunjukkan sesuatu yang menakjubkan, aku akan bersabar menunggu sampai kau menjadi pertapa.” Hex merebahkan dirinya.
Tidak lama kemudian ledakan besar kembali terjadi ketika Light membuka matanya yang berwarna hitam penuh.
DUAAAR!
Kepulan asap dari ledakan menipis dan memperlihatkan sosok Light yang tubuhnya diselimuti api hitam yang berkobar-kobar.
“Sudah selesai?” Hex bangkit dari rebahan. “Andai aku tidak menciptakan perisai transparan, pulau ini pasti hancur karena ulahmu.”
“Bercerminlah. Kau sendiri sudah menghancurkan beberapa pulau terdekat.”
Selesai berkata demikian Light menghilang dan muncul di hadapan Hex sambil melepas pukulan.
DUAAAAR!
“Apa yang kau lihat, Pertapa Rubah? Masuklah ke dalam goa. Kepingan jiwa terakhirmu sudah pasti berada di dalam sana,” ucap Light yang pukulannya ditahan oleh Hex.
“Kau berbicara seperti tidak menyadari keberadaanku di sini.” Hex menghela napas.
“Dia akan mengganggu pertarungan kita jika berada di sini. Jangan bilang kau takut kepingan jiwa yang bersamamu dikalahkan olehnya?”
“Pertarungan kita?” Hex tertawa lepas merasa geli dengan perkataan Light. “Baiklah jika itu maumu aku akan membiarkan rekanmu bertemu dengan Pecahan Kemalasan. Dia tidak akan kalah menghadapi pemuda itu. Aku akan menemanimu menikmati pertarunganmu sendiri.” Dia kembali tertawa sebelum melepas gelombang energi dahsyat membuat Light termundur beberapa meter.
Tanpa banyak bicara Master Gyo segera melesat masuk ke dalam goa. ‘Jangan mati, Light. Setelah berhasil bersatu dengan Pecahan Kemalasan aku akan segera membantumu.’
Light segera mengangkat sebelah tangannya setelah Master Gyo masuk ke dalam goa. Empat senjata yang energinya sudah terserap habis terbang melayang mengelilingi dirinya.
“Kuakui kekuatan yang kudapatkan dari menyerap sebagian kecil energi matahari hitam tidak cukup untuk melawanmu, tetapi bukan berarti tidak ada cara. Akan kupastikan kau menyesal karena telah meremehkanku.”
“HAAARGH!”
__ADS_1
Setelah Light berseru lantang, matahari hitam di atas sana tampak sedikit bergetar. Dari langit terlihat sejumlah energi besar yang berasal dari matahari hitam melesat turun dengan kecepatan tinggi dan menghantam tubuh pria itu.
“Transformasi, Iblis Matahari!”